Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

IN-EFISIENSI MANAJEMEN INFORMASI DAN KOMUNIKASI ADMINISTRASI PUBLIK AKIBAT BERITA HOAK Gede Sandiasa
Locus Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.379 KB) | DOI: 10.37637/locus.v12i1.287

Abstract

Publik membutuhkan informasi yang valid dan kredibel yang bermanfaat untuk meningkatkan daya kreatifitas, inovasi dan kualitas pengetahuan guna meningkatkan kemampuan serta prestasi publik, berbasis teknologi informasi. Namun berita hoak sebaliknya dapat memberi dampak buruk pada in-efisiensi manajemen informasi dan komunikasi administrasi publik mengakibatkan administrasi mengalami kerusakan, kesalahpahaman, maladministrasi, pemborosan, dan kekacauan publik, dan ketidak percayaan publik terhadap pemerintah. Manajemen informasi dan komunikasi administrasi publik dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas layanan publik, menggalang partisipasi publik, penghematan sumberdaya, mewujudkan keterbukaan publik dan percepatan peningkatan pengetahuan masyarakat, secara luas berbasis teknologi informasi yang berkualitas. Dibutuhkan peningkatan kemampuan literasi dibidang digital dan edukasi secara terus menerus kepada masyarakat, untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan terhindar dari berita HOAKS.
DAMPAK DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA (Studi di Desa Wisata Wanagiri dan Sambangan Sukasada Buleleng) Gede Sandiasa
Locus Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.616 KB) | DOI: 10.37637/locus.v11i1.269

Abstract

Besarnya kontribusi sektor pariwisata pada PDRB provinsi Bali maupun kabupaten/kota yang ada di Bali, mensyaratkan perlunya pelestarian dan pengembangan secara berkelanjutan pada sektor ini, karena bila terjadi kerusakan dan gangguan terhadap sektor ini, berpengaruh besar pada pelaksanaan pembangunan di Bali.Penataan daerah tujuan wisata (DTW), juga menyangkut sektor pendukung, seperti sumberdaya manusia, cagar budaya, pelestarian lingkungan alamiah, yangdapat dikembangkan melalui output kebijakan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, baik secara langsung dilakukan oleh pemerintah, kerjasama denganswasta maupun upaya lain guna mendorong partisipasi masyarakat secara maksimal dalam penyusunan kebijakan pariwisata tersebut, utamanya yangmenyentuh kepentingan, wilayah ekonomi, sosial dan budaya masyarakat. Model ini dapat mengacu pada upaya tata kelola jaringan kerjasama “collaborativegovernance”, mewujudkan sinergi antar aktor untuk menghasilkan kawasan terpadu di bidang pariwisata desa. Dalam hal ini penulis menyampaikanpermasalahan yaitu proses dan dampak pengembangan desa wisata terhadap pemberdayaan masyarakat desa.Temuan penelitian adalah pengembangan pariwisata desa dikembangkan melalui inisiatif dan partisipasi masyarakat, dengan memaksimalkan potensisumberdaya alam, sumberdaya manusia, dan daya kreatif yang bisa dikembangkan di daerah tujuan wisata yang telah terbentuk. Kedua upayapenguatan melalui kerjasama dengan pihak swasta, Perguruan Tinggi, LSM dan pemerhati pariwisata serta lingkungan, pemberdayaan masyarakat dalammemberikan daya dukung pada Desa Wisata. Dampak yang dapat diarasakan dari pengembangan Desa Wisata adalah: Pengembangan Destinasi Wisata; b)Pengurangan urbanisasi; c) berdampak positif terhadap Pengembangan Lembaga Keuangan Desa, baik Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Pakraman maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMdes); dan d) memberi dampak pada Desa Pakraman sebagai kearifan lokal, dalam meningkatkan sektor ekonomi, sosial dan budaya.Saran dan rekomendasi penelitian Para Pelaku wisata agar terus meningkatkan kualitas diri di bidang wisata, berkolaborasi dengan pihak swasta (pengembangan kelembagaan dan permodalan), dengan pihak perguruan tinggi (dalam pengembangan Sumberdaya manusia), meningkatkan kerjasama antarkelompok DARWIS dalam upaya membentuk Wisata Desa Terpadu, yang dapat saling bersinergi, dan membentuk jaringan wilayah pariwisata desa. Kedua,diperlukan penguatan pada Desa wisata dari Pemerintah daerah dan dinas terkait baik dalam bentuk peraturan daerah, peraturan desa yang dapat menaungi danmemperkuat posisi tata kelola wisata desa, dan menjadikan jaminan terhadap keberlanjutan Destinasi wisata, keselamatan sumberdaya alam dan air, danpenguatan
Upaya Perbekel Menumbuhkan Partisipasi Masyarakat Dalam Pencegahan Penularan Covid-19 di Desa Pemaron Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Nyoman Setiawan; Gede Sandiasa
Locus Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.118 KB) | DOI: 10.37637/locus.v14i1.927

Abstract

Upaya pencegahan penularan Covid-19, Perbekel sebagai ujung tombak pemerintahan memiliki peran yang sangat penting khususnya dalam menumbuhkan partisipasi masyarakat supaya mau terlibat aktif dalam penanganan Covid-19, karena pandmi Covid-19 adalah masalah bersama yang harus dihadapi secara bersama-sama juga Beberapa pokok permasalahan dapat dirumuskan yaitu : 1) bagaimanakah upaya perbekel menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19 di Desa Pemaron ?; 2) apa sajakah hambatan yang ditemui perbekel dalam upaya menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19 di Desa Pemaron ? ; dan 3) bagaimanakah solusi yang dilakukan oleh perbekel untuk mengatasi hambatan menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19 di Desa Pemaron ? Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan pemanfaatan dokumen. Analisis data dilakukan secara sirkuler dimana analisa dilakukan sepanjang proses penelitian dengan tahapan ;pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta simpulan dan verifikasi. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa upaya perbekel menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19 adalah dengan komunikasi yang intens dengan Satgas Covid-19, sosialisasi penerapan protokol kesehatan, dan membrdayakan masyarakat dengan membentuk relawan desa lawan Covid-19. Hambatan yang ditemui dalam upaya tersebut berupa hambatan internal yakni rasa lelah, bosan dan jenuh dari masyarakat menghadapi pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari setahun. Sedangkan hambatan eksternalnya adalah lokasi Desa pemaron yang bisa dimasuki dari segala arah dan kebijakan pemerintah yang sering berubah-ubah. Solusi internalnya dengan sosialisasi yang rutin,pemberian sanksi pada masyarakat yang melanggar prokes. Solusi eksternalnya yakni melakukan penjagaan dan pengawasan disetiap jalan masuk menuju Desa Pemaron, dan menghimbau kepa pemerintah supaya fokus dan konsisten menerapkan kebijakan terkait penanganan Covid-19.
PEMANFAATAN DANA DESA DALAM MENUNJANG PROGRAM INOVASI DESA (DI DESA UMA ANYAR DAN DESA TEJAKULA) Ni Ketut Sudianing; Gede Sandiasa
Locus Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.592 KB) | DOI: 10.37637/locus.v12i2.600

Abstract

Pelaksanaan Dana Desa yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan publik serta pemerataan hasil-hasil pembangunan, langsung pada tingkat desa. Terbitnya Undang-undang No. 6 tahun 2014 tentang Desa, diharapkan desa menjadi  maju, kuat, mandiri dan berdikari. Pembangunan mengalami perubahan paradigma dari “membangun desa” menjadi “desa membangun. Desa dapat mengalami peningkatan kemampuan secara administrasi, kapasitas dalam melaksanakan pelayanan publik dan optimalisasi potensi desa, dengan melibatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat desa. Dalam penelitian ini diajukan tiga permasalahan, yaitu bagaimana proses pelaksanaan Program Inovasi Desa melalui Penggunaan Dana Desa; Pengaruh Program Inovasi Desa dalam Pengembangan Potensi Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa; dan bagaimana Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Program Inovasi Desa. Penelitian ini dilaksanakan pada Pelaksanaan Program Inovasi Desa di Desa Tejakula dan Uma Anyar Kabupaten Buleleng. Melalui pendekatan ilmiah kualitatif, berusaha memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian menyangkut perilaku, persepsi, motivasi, tindakan yang dapat digambarkan  secara holistik berkenaan dengan permasalahan penelitian. Analisis interaktif Miles & hubermen digunakan untuk melakukan proses mengorganisasikan dan mengurutkan data, mencapai kedalam pemahaman inquiri, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan merumuskan hipotesis kerja secara tepat, dan ilmiah. Hasil penelitian menyimpulkan ; 1) pelaksanaan program inovasi desa melalui penggunaan dana desa adalah mewujudkan pembangunan desa terpadu, berbasis sumberdaya alam dan daya kreatif masyarakat, bersifat selektif dan berkelanjutan; 2) Peran Program Inovasi Desa dalam pengembangan desa dan pemberdayaan masyarakat adalah 1) pengembangan ekonomi masyarakat, 2) peningkatan kualitas sumber daya manusia; dan 3) pemenuhan dan peningkatan infrastruktur perdesaan; dan 4) partisipasi masyarakat dalam pengembangan program inovasi desa sangat tinggi dalam bentuk kegiatan meliputi: pengembangan lembaga swadaya masyarakat, memberikan kontribusi pemikiran dan pelaksanaan program inovasi desa, memberi kontribusi dalam bentuk iuran dan melaksanakan kegiatan solidaritas dan pengembangan swadaya gotong royong. Hasil temuan merekomendasikan hal-hal sebagai berikut: 1) percepatan pengembangan inovasi desa diperlukan perubahan struktur anggaran, yang khusus untuk mengerjakan satu proyek inovasi desa, sehingga  mengangkat citra spesifik pembangunan desa. Satu program inovasi desa dalam sekala besar yang dapat digunakan sebagai daya saing dalam pengembangan desa. 2) peningkatan daya dukung dan partisipasi masyarakat harus diimbangi dengan kemampuan pemerintahan desa dan fasilitator, maupun anggaran sehingga program inovasi desa dapat berjalan cepat sesuai dengan harapan dan daya dukung masyarakat, 3) infrastruktur yang dibangun selalu berlandaskan pada pengembangan potensi desa, untuk mempercepat tercapainya tujuan pengembangan program inovasi desa, yaitu tata kelola potensi desa yang dapat meningkatkan pendapatan desa dan kesejahteraan masyarakat desa.
Peran Petugas Pengelola File Rekam Medis Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Kabupaten Buleleng I Gede Padma; Gede Sandiasa
Locus Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.639 KB) | DOI: 10.37637/locus.v10i1.83

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng merupakan lembaga yang mempunyai tugas pokok dan fungsi memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, untuk dapat melaksanakan pelayanan dengan cepat dan tepat, harus didukung oleh proses administrasi yang benar. Administrasi layanan pasien dapat berwujud dalam bentuk rekam medis rumah sakit, sehingga rumah sakit mempunyai kewajiban administrasi untuk membuat dan memelihara berkas rekam medis pasien secara baik. Hal ini ditegaskan dalam Undang-undang Praktek Kedokteran Nomor 29 Tahun 2004 pasal 46 ayat 1 yaitu “setiap dokter atau dokter gigi dalam menjalankan praktek kedokteran wajib membuat rekam medis”. Pembuatan rekam medis sebagaimana yang dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan melalui pencatatan dan pendokumentasian/filling hasil pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Dalam memberikan pelayanan kepada pasien harus dilakukan kerjasama yang baik antara dokter dengan petugas filing rekam medis. Berdasarkan hal tersebut di atas, dirumuskan pokok permasalahan penelitian yaitu: 1) Bagaimana peran petugas pengelola file rekam medis rawat jalan di RSUD Kabupaten Buleleng? 2) Bagaimana proses pengelolaan file rekam medis rawat jalan di RSUD. Kabupaten Buleleng ?. Peneliti melakukan penelitian di bagian file rekam medis rawat jalan RSUD Kabupaten Buleleng, dengan menggunakan metode diskripsi kualitatif, dengan maksud agar peneliti mendapat gambaran secara jelas mengenai peran petugas pengelola file rekam medis rawat jalan di RSUD Kabupaten Buleleng. Temuan penelitian menunjukkan bahwa petugas file rekam medis sudah perperan aktif dalam menjalankan kewajiban sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, namun dalam pelaksanaan tugas-tugas tersebut masih ada permasalahan yang menghambat, disebabkan kurangnya sarana dan prasarana dan kurangnya komunikasi antara petugas dengan manajemen. Proses file rekam medis tidak dapat dipisahkan dengan peran yang dilakukan oleh petugas, hal ini merupakan satu kesatuan karena proses file rekam medis juga dilaksanakan oleh petugas yang sama. Berdasarkan permasalahan tersebut di atas, disarankan komunikasi petugas dengan pihak manajemen masih perlu ditingkatkan, agar pelayanan dapat berjalan sesuai harapan, dan perlu adanya monitoring dan evaluasi untuk dapat meningkatkan kualitas rekam medis.
PERAN KOMUNIKASI DALAM MENINGKATKAN PRESTASI KERJA PEGAWAI DI BAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BULELENG Ramadhan Prasetyana; Gede Sandiasa
Locus Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.47 KB) | DOI: 10.37637/locus.v13i1.710

Abstract

Prestasi kerja pegawai salah satunya ditentukan oleh adanya komunikasi yang baik diantara sesama pegawai maupun dengan pimpinan. Dengan komunikasi yang baik antara sesama pegawai atau antara pegawai dngan pimpinan diharapkan akan meningkatkan prestasi kerja pegawai yang bersangkutan. Sehubungan dengan hal tersebut, beberapa pokok permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah: 1) bagaimanakah peran komunikasi dalam meningkatkan prestasi kerja pegawai di Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng? ; 2) bagaimanakah prestasi kerja pegawai di Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng? ; 3) apakah faktor-faktor pendukung dan penghambat komunikasi dalam meningkatkan semangat kerja pegawai di Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng? Untuk menjawab permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan maksud memperoleh gambaran yang jelas tentang peran komunikasi dalam meningkatkan prestasi kerja pegawai di Bagian Perencanaan dan Keuangan Setda. Kabupaten Buleleng. Pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan pemanfaatan dokumen. Analisis data dilakukan, dengan tahapan; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta simpulan dan verifikasi. Dari hasil penelitian ditemukan fakta bahwa komunikasi dalam meningkatkan prestasi kerja pegawai di Bagian Perencanaan dan Keuangan Setda. Kabupaten Buleleng berupa komunikasi vertikal, komunikasi horisontal, dan komunikasi diagonal. Komunikasi befungsi sebagai kendali, motivasi, pengungkapan emosional, dan informasi. Selanjutnya efek komunikasi berupa efek kognitif, efek afektif, dan efek konatif. Prestasi kerja pegawai di Bagian Perencanaan dan Keuangan Setda.Kabupaten Buleleng dapat dilihat dari kuantitas dan kualitas kerja, serta ketepatan waktu. Faktor-faktor yang mendukung komunikasi adalah penguasaan bahasa, sarana komunikasi, kemampuan berpikir pelaku komunikasi, dan lingkungan yang baik. Sedangkan faktor penghambat komunikasi terdiri dari hambatan dari pengirim pesan, hambatan dalam penyandian/simbol, hambatan media komunikasi, hambatan dalam bahasa sandi, hambatan dari penerima pesan, dan hambatan psikologis dan sosial.
PENERAPAN PRINSIP- PRINSIP GOOD GOVERNANCE DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SIARAN RRI SINGARAJA Nyoman Agus Mastika; Gede Sandiasa
Locus Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.394 KB) | DOI: 10.37637/locus.v12i2.605

Abstract

Manajemen penyiaran merupakan pengerak dari suatu lembaga penyiaran, yang bertujuan untuk mengelola operasionalisasi siaran secara kreatif dan dinamis, serta menghasilkan berbagai macam acara siaran yang diminati oleh sebagian besar khalayak pendengar atau pemirsa. Ketika radio terbukti sangat bermanfaat sewaktu kapal penumpang tenggelam di lautan dan berhasil mengirimkan informasi darurat dan berita tersebut direspon untuk menyelamatkan penumpang. Barulah radio menjadi salah satu media informasi yang sangat diperhitungkan, dalam menghadapi segala permasalahan yang timbul, lembaga penyiaran. Bila dilihat dari aspek kualitas, maka proses penerapan prinsip-prinsip good governance perlu dilakukan sebagai upaya perbaikan untuk mencapai kualitas yang diinginkan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa Penerapan prinsip-prinsip good governance dan keempat kualitas siaran merupakan hal terpenting bagi siaran RRI Singaraja. Karena hal tersebut sangat mendukung penerapan prinsip-prinsip good governance dalam manajamen penyiaran RRI Singaraja. Faktor Penghambat Internal yang paling dominan adalah menyangkut penyediaan anggaran untuk penambahan pendirian pemancar relay yang membutuhkan banyak anggaran, faktor penghambat ekternal adalah dalam hal pancaran untuk melayani siaran kepada masyarakat banyak berpengaruh keadaan topografi, wilayah Kabupaten Buleleng berada pada ketinggian 100 – 500 meter ke atas dengan kondisi tanah terjal ditambah bukit yang berbatu cadas yang dapat menghambat perambatan signyal radio. Sedangkan factor pendukung yang dimiliki: adanya upaya untuk peningkatan dan perluasan daya pancar, melalui  pembangunan pemancar relay di desa, seperti di Desa Munduk Dusun Tamblingan dan di Desa Tejakula. Rekomendasi peneliti adalah pertama, RRI Singaraja disarankan untuk tetap melaksanakan pengecekan transmisi signal radio ke semua pemancar yang tersebar di wilayah Buleleng dan terus dilakukan penambahan pemancar, guna mempercepat penanganan kerusakan teknis yang terjadi dan juga kejernihan siaran semakin bagus, sehingga dapat meningkatkan kualitas siaran di Kabupaten Buleleng. Kedua, melakukan pembinaan dan peningkatan kinerja perlu dilakukan, agar dapat mengoptimalkan kinerja melalui berbagai pelatihan, khususnya penyiar agar lebih menarik minat pendengar.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENGUATAN ADMINISTRASI DESA ADAT Ni Ketut Sudianing; Gede Sandiasa; Ketut Agus Seputra
Jnana Karya Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.179 KB)

Abstract

Desa menurut UU No. 6 tahun 2014, tentang Desa, terdiri dari Desa Dinas dan Desa Adat atau sebutan lainnya. Dengan demikian kedua desa ini berperan sangat penting dalam pembangunan dan pelayanan masyarakat desa, menuju pencapaian keejahteraan masyarakat. Meskipun keberadaan desa adat lebih dahulu ada, dan diperkuat keberadaannya dengan UU maupun peraturan daerah dalam upaya perlindungan terhadap budaya, adat istiadat dan pola kehidupan masyarakat tradisional. Namun demikian masih terdapat kelemahan dan hambatan dalam mengelola desa adat. Disisi lain desa adat diharapkan mampu menghadapi dan memanfaatkan peluang di era modernisasi  dan dapat mengikuti era keterbukaan dan demokrasi, serta dapat melindungi hak ulayat,  adat istiadat dan pola kehidupan masyarakat adatnya. Tim Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Panji Sakti bekerjasama Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik dan Kejuruan Undhiksa melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam  rangka memberi solusi terhadap permasalahan Desa Adat, khususnya Desa Adat yang berada diwilayah Kecamatan Sukasada, yang dikoordinir oleh Majelis Desa Adat Kecamatan Sukasada. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan  metode ceramah dan fokus group diskusi (FGD). Hasil pengabdian dapat memberikan manfaat antara lain: 1) peningkatan pengetahuan masyarakat tentang administrasi berbasis IT; 2) penguatan administrasi desa adat berbasis elektronik dan 3) meningkatkan upaya kerjasama antara perguruan tinggi dengan pihak-pihak lain serta lembaga kemasyarakatan.
IMPLEMENTASI APLIKASI E-SURAT DALAM TATA KELOLA BIROKRASI PADA DINAS PERTANIAN KABUPATEN BULELENG Kadek Mira Diana; Gede Sandiasa
Locus Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v15i2.1486

Abstract

Teknologi informasi memiliki peran penting dalam memperbaiki kualitaspelayanan suatu instansi. Dalam pengelolaan organisasi instansi pemerintah, aktivitaskomunikasi memegang peranan yang sangat penting. Dengan kemajuan teknologi,administrasi persuratan juga harus dilakukan peningkatan secara kualitas.Pengelolaan surat dengan media elektronik salah satunya dengan diciptakannya mediasurat digital oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng yang disebut dengan Aplikasi ESurat Buleleng. Pada penelitian ini, pokok permasalahan dapat dirumuskan sebagaiberikut: 1. Bagaimanakah implementasi aplikasi e-surat buleleng pada DinasPertanian Kabupaten Buleleng?; 2.Bagaimanakah dampak aplikasi e-surat bulelengterhadap percepatan birokrasi pada Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng?; 3.Apakahfaktor pendukung dan faktor penghambat implementasi aplikasi e-surat buleleng padaDinas Pertanian Kabupaten Buleleng ?.Metode penelitian yang digunakan untuk memecahkan permasalahan tersebutadalah penelitian kualitatif dengan maksud untuk memberikan gambaran penyajianserta menjelaskan objek yang diteliti berdasarkan fakta yang terdapat di lapangan.Penentuan informan menggunakan teknik purposif. Berikutnya pengumpulan datamenggunakan teknik wawancara, observasi, dan pemanfaatan dokumen. Analisis datadilaksanakan dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, sertapenarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwaimplementasi aplikasi e-surat buleleng dari indikator komunikasi, sumber daya,disposisi dan struktur birokrasi sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuanyang diharapkan. Dampak implementasi aplikasi e-surat buleleng sebagian besarmemperlihatkan dampak positif seperti waktu dan tempat mengirim dan waktumembaca surat bersifat fleksibel; kerahasiaan surat terjamin; dapat menyimpan suratotomatis; dapat mengirim surat ke beberapa tujuan sekaligus; dan mengurangipenggunaan kertas serta biaya lainnya. Faktor pendukung implementasi aplikasi esurat buleleng sudah sebagian besar dimiliki oleh pelaksana, namun untuk faktorpenghambat masih dapat diatasi oleh pelaksana sehingga tidak mengganggu hasilyang sesuai harapan. Rekomendasi yang dihasilkan adalah 1) Agar semua staf DinasPertanian dibuatkan akun e-surat buleleng; 2) Agar aplikasi e-surat buleleng bisadikembangkan sehingga bisa menjangkau semua instansi di Buleleng; 3) Agar dinaspertanian bisa menambah router wifi sehingga kedepannya jaringan wifi bisa stabil.
PEMBUMIAN PANCASILA DAN WAWASAN KEBANGSAAN MELALUI ORGANISASI KEPEMUDAAN DAN SISWA Sandiasa, Gede; Agustana, Putu
Jnana Karya Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya penanaman dan penguatan nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di kalangan generasi muda, mahasiswa, dan pelajar. Hal ini menjadi kunci untuk memperkuat tanggung jawab generasi muda di masa depan dalam membela hak-hak bangsa di dunia global. Pancasila dijadikan sebagai pilar utama yang memperkuat dasar mentalitas dan ideologi bangsa, menjadi landasan kehidupan bagi generasi muda menghadapi tantangan persaingan global di masa depan. Tim dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Panji Sakti berupaya memberikan solusi terhadap permasalahan Kebangsaan dan Ketahanan Generasi Muda dalam menghadapi globalisasi dan kemajuan teknologi yang pesat. Khususnya dalam konteks lokasi pengabdian, tim ini menggandeng ahli dalam kajian Ideologi bangsa dan Wawasan Kebangsaan, baik di kalangan akademisi maupun di tingkat organisasi kemasyarakatan. Dalam kerangka ini, kerjasama juga dilakukan dengan Gerakan Pembumian Pancasila (DPC GPP) Kabupaten Buleleng. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan melalui metode seminar, ceramah, dan diskusi.Berdasarkan hasil diskusi dan pelaksanaan seminar, ditemukan bahwa pengabdian ini memberikan hasil sebagai berikut: 1) peningkatan pengetahuan generasi muda tentang Pancasila dan Wawasan Kebangsaan saat ini sebagai langkah antisipasi terhadap tekanan kemajuan teknologi dan globalisasi informasi, 2) penguatan mental ideologi bangsa dan pengembangan wawasan kebangsaan berbasis kearifan lokal dan teknologi modern; dan 3) peningkatan upaya kerjasama antara perguruan tinggi, pihak lain, serta kelompok kepemudaan dan pelajar.