Pengolahan sampah anorganik dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan proses pyrolysis. Proses pyrolysis pada penelitian ini dikerjakan dengan memvariasikan laju pemanasan dan suhu reactor. Dengan tujuan untuk mengetahui kuantitas dan karakteristik hasil dari proses pyrolysis.Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa kuantitas minyak hasil pyrolysis pada laju pemanasan 6,94oC/menit dengan suhu reactor 0oC – 250oC selama 36 menit sebanyak 118 mL berwarna hitam pekat dengan nilai viskositas 0,3 dPa.S, densitas 780 kg, dan flash point 34oC. Pada laju pemanasan 1,66oC/menit dengan suhu reaktor 250oC – 300oC selama 30 menit menghasilkan 130 mL berwarna kuning tua dengan nilai viskositas 0,29 dPa.S, densitas 770 kg, dan flash point 33oC. Selanjutnya pada laju pemanasan 1,78oC/menit dengan suhu reactor 300oC – 350oC selama 28 menit menghasilkan 165 mL berwarna kuning jernihdengan nilai viskositas 0,28 dPa.S, densitas 760 kg, dan flash point 32oC. Pada laju pemanasan 2,38oC/menit dengan suhu reaktor 350oC – 400oC selama 21 menit menghasilkan 180 mL berwarna kuning kecokelatan dengan nilai viskositas 0,31 dPa.S, densitas 780 kg, dan flash point 34oC. Dan pada laju pemanasan 2,77oC/menit dengan suhu reactor 400oC – 450oC selama 18 menit menghasilkan sebanyak 201 mL berwarna abu-abu keruh dengan nilai viskositas 0,33 dPa.S, densitas 790 kg, dan flash point 35oC.