Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGETAHUAN PIJAT OKSITOSIN UNTUK KELANCARAN ASI PADA IBU MENYUSUI Nur Azizah, Rahma; Napisah, Pipih; Laelasari, Laelasari
Sehat MasadaJurnal Vol 16 No 2 (2022): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v16i2.363

Abstract

Edukasi dan Skrining Pre eklamsia Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sudi napisah, pipih; Rahmawati, Yeti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i4.5036

Abstract

Salah satu penyebab kematian ibu di Kabupaten Bandung, yaitu hipertensi dalam kehamilan sebesar 33,33%. Angka kejadian pre eklamsia pada ibu hamil sebesar 3-7%. Berdasarkan hasil survey pada tanggal 9 Januari 2023 kepada salah satu petugas di Wilayah Kerja Puskesmas Sudi Kabupaten Bandung melalui wawancara. Petugas menyatakan bahwa terdapat beberapa ibu hamil yang mengalami pre preklamsi dan sampai saat ini belum ada penyuluhan mengenai pre eklamsia. Penyelesaian masalah yang dilakukan dalam pengabdian masyarakan, yaitu dengan memberikan edukasi dan skrining tentang pre eklamsia. Untuk mengetahui keberhasilan pemberian edukasi dilakukan pretest dan posttest. Hasil pengukuran tingkat pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang pre eklamsia menunjukan bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan kurang (64%) dan setelah tingkat pengetahuan baik (54,5%). Sementara itu, hasil skrining menunjukan bahwa ibu hamil mengalami keluhan, seperti pusing, sakit kepala, muntah, mual (90,1%), memiliki tekanan darah 130/80 mmHg (18,2%), Hb 11 mg/dL (18,2%), protein urine negatif (100%), memiliki riwayat pre eklamsia (18,2%), riwayat pre eklamsia pada keluarga (9,1%). Terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan edukasi dan terdapat 2 ibu hamil beresiko pre eklamsia dan mengalami anemia
Perawatan Payudara Menggunakan Daun Kubis Pada Ibu Postpartum di Cicendo Kota Bandung Napisah, Pipih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v5i1.2847

Abstract

Pembengkakan payudara merupakan masalah yang umum terjadi pada ibu postpartum. Angka kejadian pembengkakan payudara masih tinggi di berbagai daerah di Indonesia (lebih dari 50%). Pembengkakan payudara terjadi karena adanya perubahan hormon secara drastis dan peningkatan produksi. Produksi ASI yang meningkat dan pengosongan ASI pada payudara tidak efektif dapat menyebabkan pembengkakan payudara. Pembengkakan payudara jika tidak diatasi dengan benar dan efektif dapat mengakibatkan pembengkakan payudara yang lebih serius. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan oleh ibu postpartum di rumah untuk menurunkan pembengkakan payudara mudah dilakukan, tidak memerlukan keahlian khusus, hemat biaya perawatan, dan tidak menimbulkan efek samping, yaitu kompres daun kubis. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan untuk memberikan informasi dan bukti tentang cara mengatasi pembengkakan payudara pada ibu postpartum yang efektif, aman dan mudah dilakukan. Kegiatan dilakukan dengan cara memberikan informasi dan mempraktekan cara melakukan kompres daun kubis pada payudara yang mengalami pengerasan dan pembengkakan payudara. Pengompresan dilakukan selama 1 jam dengan dibagi menjadi 2 sesi dan diberi jarak 15 menit. Sesi pertama kompres daun kubis dilakukan 30 menit. Setelah selesai sesi pertama istirahatkan payudara selama 15 menit, kemudian melakukan sesi kedua selama 30 menit. Setelah diberikan informasi dan praktek secara langsung diharapkan ASI dapat keluar dengan lancar dan nutrisi bayi dapat terpenuhi.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Pre Eklamsia pada Ibu Hamil: Sistematik Review Napisah, Pipih; Mahwati, Yeni; Syafrullah, Haidir; Laelasari, Laelasari
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 3 (2024): Jurnal Keperawatan: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i3.1763

Abstract

Penyebab kematian ibu bersalin tertinggi, yaitu hipertensi dalam kehamilan sebesar 33,33%. Angka kejadian pre eklamsia pada ibu hamil sebesar 3-7%. Tujuan penelitian untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi kejadian pre eklamsia pada ibu hamil. Metode penelitian:  pencarian terbatas  dilakukan pada tiga data base, yaitu Pubmed, EBSCO, ProQuest. Kriteria inklusi artikel, yaitu  diterbitkan 10 tahun terakhir, dapat diakses secara penuh,  membahas  tentang factor-faktor yang mempengaruhi kejadian pre eklamsia pada ibu hamil, bahasa Inggris. Data dianalisa menggunakan JBI. Berdasarkan studi literature didapatkan 9 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil penelitian terdiri dari tiga kategori, yaitu karakteristik responden, kesehatan ibu sebelum hamil, dan kesehatan ibu selama hamil. Terdapat hubungan antara umur 1,4x-6,3x), merokok, pendidikan dan status social ekonomi (0,3x-0,9x), riwayat diabetes (2,4x-5,7x), BMI sebelum hamil (0,5x-5,4x), riwayat pre eklamsia (5,1x), riwayat hipertensi (5,1x-7,5x), ibu primi dan multi yang menggunakan alat kontrasepsi awal pil dan ibu dengan penyakit kardiovaskular, ISK (6,9x), kelebihan berat badan (0,3x-4,3x), diabetes gestasional (2,5x-11,8x), suplemen zat besi dan kalsium kurang (0,06x), kehamilan kembar (8,5x), pemeriksaan ANC (6,8x), dan hipotiroid (5,9x) dengan kejadian pre eklamsia pada ibu hamil nilai p value <0,05. Faktor paling beresiko tinggi mengalami pre eklamsia pada kehamilan, yaitu diabetes gestasional, kehamilan kembar, riwayat hipertensi, ISK, pemeriksan ANC, umur lanjut, hipotiroid, riwayat DM, BMI, riwayat pre eklmasia, dan kelebihan berat badan.
INTERVENSI NON FARMAKOLOGI UNTUK MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL NAPISAH, PIPIH; MAHWATI, YENI; HADIYATI, LILIS; SYAFRULLAH, HAIDIR; MADIUW, DEVITA
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 1 No. 3 (2023): Juli
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v1i3.131

Abstract

Anemia merupakan masalah yang umum terjadi pada kehamilan. Akibat anemia pada ibu hamil, yaitu abortus, partus premature, partus lama, perdarahan postpartum, syok, infeksi intrapartum atau postpartum. Angka kejadian anemia pada ibu hamil sebesar 37,1%. Tujuan penelitian, yaitu mereview keefektifan berbagai intervensi untuk meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil. Metode penelitian: Pencarian terbatas dilakukan pada lima data base, yaitu Pubmed, EBSCO, ProQuest, Google Scholar dan Neliti. Kriteria inklusi artikel, yaitu diterbitkan 3 tahun terakhir, dapat diakses secara penuh, membahas tentang intervensi non farmakologi untuk meningkatkan kadar Hb pada ibu hamil, bahasa Indonesia dan Inggris. Data yang didapat dilakukan quality assessment dan dianalisa menggunakan JBI. Hasil penelitian: berdasarkan studi literature didapatkan 32 artikel. Intervensi non farmokologi untuk meningkatkan kadar Hb pada ibu hamil berdasarkan literature terdiri dari 32 artikel. Intervensi tersebut, yaitu terapi nutrisi, senam hamil dan pemberian edukasi nutrisi, serta pemberian HIPP. Intervensi berupa terapi nutrisi diantaranya dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, seperti buah-buahan, sayuran, kombinasi buah serta sayuran dan Fe, telur. Selain itu, senam hamil, dan pemberian pendidikan kesehatan dapat meningkatkan kadar Hb. Kesimpulan: semua intervensi efektif untuk meningkatkan kadar Hb pada ibu hamil. Namun, intervensi yang mudah dilakukan, tidak memerlukan keahlian khusus, hemat biaya, dan tidak menimbulkan efek samping, yaitu dengan mengkonsumsi pisang ambon dan jus jambu merah. Saran: ibu hamil diharapkan dapat mengkonsumsi pisang ambon sehari 2 kali sebanyak 320 gram (2 buah pisang sedang) atau jus jambu biji merah sehari 1 kali sebanyak 250 cc selama kehamilan sehingga dapat mencegah anemia kehamilan.
Edukasi Cara Mengatasi Preeklamsia pada Ibu Hamil di Puskesmas Ibrahim Adjie napisah, pipih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v8i2.8091

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) dapat terjadi di area kehamilan, persalinan dan nifas. Salah satu penyebab AKI, yaitu hipertensi pada kehamilan (preeklamsia). Angka kejadian preeklamsia sekitar 3-5%. Berdasarkan hasil survey pada 26 Oktober 2023 kepada petugas di Puskesmas Ibrahim Adjie melalui wawancara. Hasil wawancara menunjukan bahwa terdapat beberapa ibu hamil yang mengalami preeklamsi dan sampai saat ini, belum ada penyuluhan mengenai preeklamsia. Penyelesaian masalah yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat, yaitu dengan memberikan edukasi. Tujuan pengabdian masyarakat, yaitu untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang cara mengatasi preeklasmia menggunakan intervensi nonfarmakologi sehingga ibu sejahtera pada masa kehamilan, persalinan, dan nifas. Metode edukasi berupa penyuluhan, dimana ibu hamil dan pemateri melakukan diskusi, tanya jawab, dan melakukan pretest dan posttest. Media edukasi, yaitu PPT dan leaflet. Instrument yang digunakan lembar kuesioner, spignomanometer jarum dan stetoskop, dan lembar observasi. Hasil pengukuran tingkat pengetahuan (pretest) tentang cara mengatasi preeklmasia pada ibu hamil menunjukan bahwa dari sebanyak 7 orang ibu hamil, yaitu sebagain besar memiliki tingkat pengetahuan baik sebelum diberikan edukasi (42,9%) dan setelah (85,7%). Sedangkan tingkat pengetahuan pengunjung lain menunjukan bahwa dari sebanyak 19 orang, yaitu sebelum diberikan edukasi  memiliki tingkat pengetahuan baik (32%) dan setelah (79%). Setelah diberikan edukasi pengetahuan ibu hamil dan pengunjung lain meningkat.    Peningkatan pengetahuan tentang preeklamsia diharapkan dapat mencegah terjadi preeklamsia secara dini, menurunkan risiko kejadian eklamsia, serta meningkatkan kesejahteraan ibu selama kehamilan. Dengan demikian, terdapat peningkatan tingkat pengetahuan sebelum dan setelah diberikan edukasi tentang cara mengatasi preeklamsia menggunakan intervensi nonfarmakologi pada ibu hamil dan pengunjung lainnya.
Faktor Penyebab Pembengkakan Payudara Pada Ibu Postpartum Napisah, Pipih; Natasya, Windy
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/jka.v10i2.441

Abstract

Pembengkakan payudara pada ibu postpartum merupakan keadaan yang fisiologis. Angkakejadian pembengkakan payudara pada ibu postpartum diberbagai Negara masih tinggi(90%). Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor penyebab pembengkakan payudarapada ibu postpartum. Penelitian ini menggunakan pendekatan dengan design crosssectional.Populasi adalah semua ibu postpartum yang sedang di rawat di rumah sakitrujukan pemerintah kota Bandung. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakanteknik. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan sampel sebanyak60 orang. Analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi berupa presentase.Uji analisa bivariat pada penelitian menggunakan uji Chi-Square. Hasil uji bivariatdidapatkan bahwa tidak terdapat hubungan antara faktor pendapatan, jenis persalinan,edukasi, perawatan payudara, pengetahuan, sikap, paritas, hari rawat, pendidikan dengankejadian pembengkakan payudara pada ibu postpartum (p-value >0,05). Namun, adahubungan yang signifikan antara faktor umur, posisi menyusui yang benar, pengeluaranASI, penempelan, durasi, frekuensi, puting nyeri, puting lecet, puting kedalam dengankejadian pembengkakan payudara (p-value <0,05). Jadi faktor yang mempengaruhipembengkakan payudara, yaitu umur, posisi menyusui yang benar, pengeluaran ASI,penempelan, durasi, frekuensi, puting nyeri, puting lecet, puting kedalam. Penelitiselanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian tentang intervensi untuk mencegahpembengkakan payudara pada ibu postpartum yang efektif, mudah dilakukan, dan aman,seperti kompres daun kubis
Terapi Relaksasi Benson Untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Ibu Hamil Hipertensi napisah, pipih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v9i1.9801

Abstract

Salah satu penyebab kematian pada ibu, yaitu hipertensi dalam kehamilan. Prevalensi hipertensi dalam kehamilan sebesar 33,3%. Berdasarkan hasil survey tanggal 17 Maret 2025 yang dilakukan kepada petugas di Puskesmas Babakan Surabaya melalui wawancara terdapat beberapa ibu hamil yang mengalami hipertensi. Data ibu hamil hipertensi di Puskesmas Babakan Surabaya 6 bulan terakhir sebanyak 29 orang. Sampai saat ini, belum penerapan terapi relaksasi Benson pada ibu hamil hipertensi. Penyelesaian masalah pada pengabdian masyarakat dengan memberikan penerapan terapi relaksasi Benson. Tujuan pengabdian masyarakat untuk memberikan pengalaman dalam menurunkan tekanan darah menggunakan relaksasi Benson sehingga ibu tidak mengalami risiko selama kehamilan. Hasil pengukuran tingkat pengetahuan sebelum edukasi pada ibu hamil menunjukan dari 9 orang yang memiliki tingkat pengetahuan baik (33,33%) dan setelah (88,89%). Sedangkan tingkat pengetahuan sebelum diberikan edukasi pada kader dari 5 orang memiliki tingkat pengetahuan baik (20%) dan setelah (100%). Jadi, terdapat peningkatan tingkat  pengetahuan  setelah diberikan pendidikan kesehatan pada ibu hamil dan kader. Sementara itu, hasil pengukuran tekanan darah pada ibu hamil sebelum diberikan terapi relaksasi Benson, yaitu mengalami hipertensi (≥130/90 mmHg) dan setelah menjadi normal (110/70 mmHg) sebesar 11,11%, tekanan darah normal sebelum terapi dari 120/80 mmHg menjadi 110/80 sebesar 11,11% dan 110/70 mmHg menjadi 100/70 mmHg sebesar 11,11%. Sedangkan sebelum diberikan terapi relaksasi Benson pada kader yang mengalami hipertensi (≥130/90 mmHg) sebesar 40% dan setelah menjadi normal (120/80) mmHg sebesar 11,11%. Kader yang memiliki tekanan darah normal sebelum terapi dari 120/80 mmHg menjadi 110/80 sebesar 11,11% dan 110/70 mmHg menjadi 100/60 mmHg sebesar 11,11%. Dengan demikian, terapi relaksasi Benson efektif dalam menurukan tekanan darah pada ibu hamil dan kader, baik yang mengalami hipertensi maupun normal.
PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN KOMPRES HANGAT PADA ANAK DEMAM USIA 6-12 TAHUN Kintan Kintan; Laelasari Laelasari; Pipih Napisah
Jurnal Sehat Masada Vol 17 No 2 (2023): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v17i2.439

Abstract

Demam merupakan suatu keadaan dimana terjadi kenaikan suhu tubuh diatas normal. Demam apabila tidak ditangani dengan benar dan efektif dapat menyebabkan kejang demam. Salah satu penanganan demam, yaitu pemberian kompres hangat. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian kompres hangat pada anak demam di RT 12 Desa Sukamaju Kecamatan Sukasari Kabupaten Subang. Metode penelitian merupakan jenis penelitian deskriptif, populasi adalah semua ibu yang memiliki riwayat anak demam usia 6 tahun - 12 tahun, jumlah populasi sebanyak 120 orang, teknik sampling menggunakan accidental sampling, jumlah sampel sebanyak 40 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa kateristik responden pada penelitian sebagian besar usia antara 23-27 tahun sebanyak 40 orang (100 %), pendidikan terakhir SD sebanyak 21orang (52%), pekerjaan ibu rumah tangga sebanyak 33 orang (82%). Sementara itu, tingkat pengetahuan ibu tentang pengertian kompres hangat pada anak demam sebagian besar termasuk kategori kurang sebanyak 18 orang (58%). Kesimpulan penelitian, yaitu tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian kompres hangat pada anak di Desa Sukamaju Kecamatan Sukasari Kabupaten Subang termasuk kategori kurang. Saran diharapkan ibu dapat mengatasi demam pada anak, salah satunya dengan menggunakan kompres hangat sehingga dapat mencegah kejang demam secara dini.