Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN MOBILITAS FUNGSIONAL PADA LANSIA DI PPRSLU BUDI SEJAHTERA BANJARBARU Khaliq, Rifky Nor; Cahyawati, Wiwit Agung Sri Nur; Yasmina, Alfi; Noor, Zairin; Wahyuni, Wahyuni
Homeostasis Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v7i3.14582

Abstract

Abstract: Body mass index (BMI) is assumed to affect the ability of the elderly to move independently (functional mobility). This study aimed to determine the relationship between BMI and functional mobility in the elderly. The research design was cross-sectional. The subjects of this study were elderlies living in PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru who were chosen with total sampling technique based on the criteria of being able to walk alone and willing to be respondents. The independent variable was BMI and the dependent variable was functional mobility. Functional mobility was assessed with the Timed Up and Go test. The relationship between BMI and functional mobility was analysed with the Spearman correlation test. A total of 39 subjects were included, with a mean age of 69.8±8.6 years and a mean BMI of 23.4±4.6 kg/m2. Elderlies with underweight and obese BMI tended to have poor functional mobility compared to those with normal BMI. Spearman test showed a weak non-significant positive relationship (r = 0.147; p = 0.371). The conclusion of this study is that there is no significant relationship between BMI and functional mobility in the elderlies living in PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru. Keywords: Functional Mobility, Body Mass Index, Elderly, TUG Test Abstrak: Indeks massa tubuh (IMT) diduga mempengaruhi kemampuan lansia untuk bergerak secara mandiri (mobilitas fungsional). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan IMT dengan mobilitas fungsional pada lansia. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah lansia di PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru yang diambil dengan teknik total sampling dengan kriteria bisa berjalan sendiri dan bersedia menjadi responden. Variabel bebasnya adalah IMT dan variabel terikatnya adalah mobilitas fungsional. Mobilitas fungsional dinilai dengan tes Timed Up and Go. Hubungan IMT dan mobilitas fungsional dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Sebanyak 39 subjek diinklusi, dengan rerata usia 69,8±8,6 tahun dan rerata IMT 23,4±4,6 kg/m2. Lansia dengan IMT underweight dan obesitas cenderung memiliki mobilitas fungsional yang buruk dibandingkan IMT normal. Uji Spearman menunjukkan hubungan positif lemah dan tidak bermakna (r = 0,147; p = 0,371). Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan bermakna antara IMT dengan mobilitas fungsional pada lansia di PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru. Kata-kata kunci: mobilitas fungsional, indeks massa tubuh, lansia, tes TUG
Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Melalui PemeriksaanDan Pengobatan Gratis Wahyuni, Wahyuni; Ulfah, Fahrina; Zaitun, Nani; Setyohadi, Dwi; Sari, Aida Aulia
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sp3rfh67

Abstract

Lingkungan lahan basah rentan terhadap perubahan lingkungan, seperti cuaca dan iklim, menimbulkan dampak yang signifikan bagi masyarakat. Lahan basah selain menahan air dalam jumlah besar, yang sangat dibutuhkan manusia, juga dapat menyediakan kondisi optimal untuk kelangsungan hidup bakteri, protozoa, virus, dan cacing tertentu, serta inang, reservoir, dan vektornya yang dapat menimbulkan penyakit pada masyarakat sehingga potensi dan masalah kesehatan komunitas akan berbeda dengan wilayah yang lain (Rachmawati & Herawati, 2022). Wilayah lahan basah rentan terhadap berbagai masalah kesehatan akibat kondisi lingkungan. Tim pengabdian masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis di RT 07 Desa Pantai Hambawang pada 20 April 2024. Metode kegiatan meliputi pemeriksaan fisik, pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hemoglobin, serta pemberian obat-obatan dan edukasi kesehatan. Sebanyak 12 warga terlibat dengan mayoritas perempuan berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Hasil pemeriksaan menunjukkan beberapa masalah kesehatan seperti overweight, hipertensi, hiperkolesterolemia, serta keluhan umum seperti pusing dan pegal linu. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala dan penanganan dini masalah kesehatan. Kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan untuk mendukung derajat kesehatan masyarakat lahan basah. Penulis merekomendasikan adanya pemeriksaan rutin dan penyuluhan kesehatan secara berkala.