Claim Missing Document
Check
Articles

PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PERSIAPAN PERSALINAN DAN PERAWATAN BAYI BARU LAHIR Juwita Desri Ayu; Desi Kumalasari; Rini Wahyuni; Psiari Kusuma Wardani; Mareza Yolanda Umar; Linda Puspita; Siti Rohani; Alfidha Azzahraa; May Steffany
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13000

Abstract

Pengetahuan ibu hamil mengenai persiapan persalinan dan perawatan bayi baru lahir (BBL) merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap kesiapan fisik dan psikologis ibu dalam menghadapi proses persalinan. Kurangnya pengetahuan dapat meningkatkan risiko komplikasi, keterlambatan pengenalan tanda bahaya, serta kesalahan dalam merawat bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang persiapan persalinan dan perawatan BBL melalui pre-test dan post- test. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan uji pre–post edukasi. Sampel sebanyak 13 ibu hamil diperoleh menggunakan accidental sampling. Instrumen berupa kuesioner berisi 10 item pertanyaan yang telah diuji kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki peningkatan pengetahuan setelah diberikan penyuluhan. Pada pre-test, sebagian besar responden berada pada kategori “baik”, namun masih terdapat kekurangan pada beberapa item pertanyaan. Pada post- test, seluruh responden mencapai skor maksimal (100%). Edukasi kesehatan terbukti meningkatkan engetahuan ibu hamil mengenai persiapan persalinan dan perawatan BBL. Disarankan tenaga kesehatan meningkatkan edukasi terstruktur dan penggunaan media visual untuk memperkuat pemahaman ibu hamil.
Kepiting massage effect on weight gain and illness in wasting toddlers Hikmah Ifayanti; Nopi Anggista Putri; Linda Puspita; Eliya Septi Lestari
Science Midwifery Vol 13 No 5 (2025): December: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i5.2175

Abstract

Wasting is an acute form of malnutrition in children under five, marked by low weight-for-height (W/H < –2 SD). It increases the risk of infection, impaired immunity, growth delays, and mortality. In 2020, an estimated 45.4 million under-five children were wasted globally. In Indonesia, the prevalence in 2023 was 8.5%, with 7.3% in Lampung, 2.87% in Pringsewu, and 9.49% in Pekon Pamenang. One complementary approach to improve nutritional status is pijat kepiting (kepiting massage), a combination of acupressure and pediatric massage believed to enhance appetite, digestion, and immunity. This study assessed its effect on weight gain and illness frequency among wasted children under five. Methods: A quasi-experimental non-equivalent control group pretest–posttest design was applied to 20 wasted children divided into intervention and control groups. The intervention group received kepiting massage in addition to standard care. Results: Weight increased significantly in both groups but was greater in the intervention group (0.66 kg vs. 0.30 kg; p=0.002). Illness frequency decreased more sharply in the intervention group (1.5 to 0.3 episodes/month; p=0.010) than in the control group (2.5 to 1.9; p=0.014), with significant between-group differences (p=0.000). Conclusion: Kepiting massage effectively improves weight gain and reduces illness frequency among wasted children.
A Retrospective Study: Re-examining the Established Narrative on the Association Between Maternal Chronic Energy Deficiency and Low Birth Weight in the Work Area of Air Naningan Public Health Center Eka tri Wulandari; Metalia Oktaviana; Linda Puspita; Ririn Wulandari
Excellent Midwifery Journal Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 No. 1, April Tahun 2026
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v9i1.404

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women remains a major nutritional concern and is widely recognized as a determinant of adverse perinatal outcomes, including Low Birth Weight (LBW). In the work area of Air Naningan Public Health Center, both CED and LBW remain prevalent, prompting the need for further evaluation of their association. This retrospective study aimed to analyze the relationship between maternal CED and LBW and to explore the observed mismatch in which many CED mothers still delivered normal-weight infants.This study used a retrospective analytic design involving 265 pregnant women who delivered in 2024. Data were extracted from electronic maternal cohort records (e-Kohort). Bivariate analysis using Chi-Square demonstrated a significant association between CED and LBW (χ² = 17.768; p < 0.001). The odds ratio (OR = 5.586; 95% CI: 2.337–13.354) indicated that pregnant women with CED had a 5.6-fold higher risk of delivering LBW infants. The prevalence of CED was 34.0%, while LBW occurred in 10.2% of births. Interestingly, 78.9% of CED mothers still delivered normal-weight infants, highlighting the multifactorial nature of LBW.These findings confirm CED as a strong predictor of LBW while emphasizing the importance of comprehensive maternal health interventions
IMPLEMENTASI EDUKASI CANTIK DENGAN MEDIA LEAFLET DI POSYANDU ANGGREK Siti Maesaroh; Linda Puspita; Pipit Yulia Puspita; Debby Sandela; Fitri Maisari; Muhimah Muhimah; Nur Lelah; Yulinda Hervilia; Novi Indriani; Betaria Dewanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.57417

Abstract

Masa klimakterium merupakan fase transisi alami yang dialami perempuan menjelang menopause, ditandai dengan berbagai perubahan fisik dan psikologis yang dapat memengaruhi kualitas hidup. World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa pada tahun 2030 terdapat lebih dari 1,2 miliar perempuan berusia di atas 50 tahun di dunia, dan sekitar 80% di antaranya mengalami keluhan klimakterium. Namun, sebagian besar perempuan masih memiliki pengetahuan terbatas mengenai masa klimakterium. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan wanita usia klimakterium melalui implementasi edukasi CANTIK (Cara Nyaman Hadapi Klimakterium) dengan media leaflet. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan interaktif dengan desain pretest-posttest. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Anggrek, Desa Panca Karsa, Kecamatan Banjar Baru, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, dengan jumlah peserta 25 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada responden setelah diberikan edukasi. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 46,40 pada pretest menjadi 86,40 pada posttest, dengan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05). Implementasi edukasi CANTIK dengan media leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan wanita usia klimakterium dan dapat dijadikan sebagai strategi promosi kesehatan berkelanjutan di tingkat posyandu.
PENGARUH PENGGUNAAN PERINEAL CUSHION TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS DENGAN ROBEKAN JALAN LAHIR Okta Maria; Eka Tri Wulandari; Yetty Dwi Fara; Linda Puspita
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i2.7812

Abstract

Latar Belakang: Robekan perineum pada ibu nifas dapat menyebabkan nyeri, meningkatkan risiko infeksi, dan menghambat penyembuhan luka. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi tekanan pada area perineum adalah perineal cushion. Tujuan: Mengetahui pengaruh penggunaan perineal cushion terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas dengan robekan jalan lahir. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental pretest-posttest with control group design. Sampel berjumlah 34 ibu nifas yang terdiri dari 17 kelompok intervensi dan 17 kelompok kontrol menggunakan teknik purposive sampling. Penyembuhan luka diukur menggunakan REEDA Scale dan dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test serta Mann–Whitney. Hasil: Penyembuhan luka perineum meningkat pada kedua kelompok, namun kelompok intervensi menunjukkan hasil yang lebih baik. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan penyembuhan luka sebelum dan sesudah perlakuan pada kedua kelompok, sedangkan uji Mann–Whitney menunjukkan adanya perbedaan penyembuhan luka antara kelompok intervensi dan kontrol setelah perlakuan. Kesimpulan: Penggunaan perineal cushion efektif mempercepat penyembuhan luka perineum pada ibu nifas dan dapat dijadikan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam pelayanan kebidanan. Kata kunci: Perineal cushion, luka perineum, ibu nifas