Amali Putra
Unknown Affiliation

Published : 44 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Penelitian Pendidikan

PEMBELAJARAN IPA BERBASIS PENGAMATAN MELALUI PENDEKATAN ILMIAH DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Putra, Amali
Penelitian Pendidikan Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.607 KB)

Abstract

Abstrak IPA, adalah ilmu yang lahir dan berkembang yang bermula dari per- masalahan yang dihadapi manusia dalam berinteraksi dengan benda-benda dan fenomena di alam, diselidiki melalui kegiatan observasi dan eksperimen, sehingga melahirkan konsep-konsep yang akan memperkaya khasanah IPA secara terus menerus. Implikasinya pembelajaran IPA yang dilaksanakan di sekolah haruslah berbasis pengamatan, baik secara langsung ataupun tidak langsung, dan pendekatan pembelajaran utama adalah pendekatan ilmiah (scientific approach). Telah dilakukan beberapa penelitian yaitu menerapkan pembelajaran IPA ber- basis pengamatan gejala melalui pemanfaatan alat dan bahan sederhana sehari- hari, dikembangkan dan diuji cobakan bahan ajar berbasis kegiatan laboratorium (demontrasi dan eksperimen) serta bahan ajar terintegrasi virtual laboratory dalam pembelajaran Fisika pada SMA Negeri di kota Padang. Melalui penelitian quasi eksperimen dengan menggunakan bahan ajar yang telah memenuhi validitas, praktikalitas, dan efektivitasnya, diperoleh hasil penelitian bahwa pem- belajaran IPA berbasis kegiatan laboratorium dengan menerapkan pendekatan ilmiah dalam bentuk strategi inkuiri terbimbing dapat: a) meningkatkan kemauan siswa untuk bertanya dan menanggapi pertanyaan guru dalam pembelajaran di kelas; b) meningkatkan kompetensi ilmiah siswa yang mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Kata kunci: Pembelajaran IPA, observasi, kegiatan laboratorium, pendekatan ilmiah, kompetensi ilmiah Abstract Natural science was born and develop based on the problems that faced by human beings in interacting with things and natural phenomena, it was explored through observations and experiments which later created the concepts that will enrich natural science’s treasury continuously. The implication is that the natural science that is implemented in schools should be observation based, whether it is direct or indirect, and the main approach is scientific approach. There were some researchers conducted, which are implementing natural science based on the observation of the symptoms through the utilization of daily tools and materials, developed and tested teaching materials based on laboratory activities (demonstrations and experiments) and integrated virtual laboratory teaching materials in learning physics in senior high schools in Padang. Through quasi experiment research by using teaching materials that has met the validity, practicality, and its effectiveness, it is concluded that laboratory based natural science learning by implementing scientific approach in the form of guided inquiry strategy can: a) increasing students’ willingness to ask and respond teacher’s questions in class learning; b) increasing students’ scientific competences including the cognitive, affective and psychomotor aspects. Keywords : Natural Science learning, observation, laboratory activity, scientific approach, scientific competence
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SUMATERA BARAT Octova, Adree; Bentri, Alwen; Putra, Amali; Hidayati, Abna; Rahmi, Ulfia
Penelitian Pendidikan Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.193 KB)

Abstract

Abstrak Seiring dengan digulirkan pemerintah kurikulum 2013 sejak pertengahan tahun 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) juga mela- kukan melakukan program pengadaan buku, pelatihan kurikulum, pendampingan, dan pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 di seluruh Indonesia, termasuk di provinsi Sumatera Barat. Telah dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) oleh tim monev dari Universitas Negeri Padang yang berjumlah 5 orang, yang dibantu oleh sebanyak 48 orang surveyor sebagai tim pengambil data di lapangan terhadap 3108 responden yang terdiri dari guru, siswa, kepala sekolah dan pengawas untuk satuan pendidikan SD, MP, SMA dan SMK. Monev dilakukan dari bulan Agustus – November 2014) pada 6 kabupaten/kota di provinsi sumatera Barat yang dipilih secara acak. Metode monev yang diterapkan adalah metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif menggunakan instrumen berupa kuesioner dan di triangulasi dengan teknik observasi dan indepth interview. Monev bertujuan agar teridentifikasinya proses, kendala dan hasil yang diperoleh dari implemen- tasi kurikulum 2013 tersebut, meliputi empat komponen utama yaitu pengadaan buku guru dan buku siswa, pelatihan, pendampingan, dan pembelajaran. Hasil yang diperoleh dari monev menyimpulkan bahwa: a) Kualitas buku menurut persepsi responden pada umumnya berada pada kategori bagus (65 %); b) Proses pelatihan berada pada kategori baik (56,2 %), kejelasan materi yang disajikan berada pada kategori jelas (53,8 %) dan sangat jelas (19,1 %). Tingkat pe- mahaman materi pada kategori paham 68,8 % dan sangat paham 5 %. Sedangkan keyakinan terhadap mengimplementasikan kurikulum berada pada kategori yakin 58,7 % dan sangat yakin 3,70 %; c) Tingkat keefektifan pendampingan pada umumnya yang berada pada kategori cukup efektif dan sangat efektif; d) mengenai kegiatan pembelajaran langkah-langkah pendekatan saintifik telah mulai dilak- sanakan, cuma masih ditemukan kendala pada evaluasi proses, kegiatan menanya, dan konfirmasi materi pelajaran belum berjalan dengan baik dan tuntas. Kata kunci: implementasi, kurikulum 2013, pengadaan buku, pelatihan, pendam- pingan, pembelajaran Abstract Along with the implementation of Curriculum 2013 by government since the middle of the same year, The Ministry of Education and Culture (Kemdikbud) also conducted the program of books provisioning, curriculum training, mentoring, and the implementation of curriculum 2013 throughout Indonesia including West Sumatera. The monitoring and evaluation (monev) have been done by a team of five people from State University of Padang that was also assisted by 48 surveyors as a team of data collection toward 3108 respondents that consist of teachers, students, headmasters, and supervisors for educational units of primary, secondary, high and vocational schools. Monev was done from August to November 2014 in regency/city in West Sumatera that was selected randomly. The monev method is quantitative descriptive and qualitative by using questionnaire and triangulation with observation and indepth interview. The purpose of monev is to identify processes, constraints, and the results of the implementation of curriculum 2013 including four main components which are the provision of teachers and students books, training, mentoring and learning. The results of monev are: a) The books’ quality according to respondents’ perception in general is in good category (65%); b) Training processes is in good category (56,2%), the distinctness of materials that was presented is in distinct category (53,8%) and very distinct (19,1%). The level of understanding of the material are understand 68,8% and very understand 5%. Meanwhile, the belief in the implementation of curriculum category of believe is 58,7% and very believe is 3,70%; c) The level of the effectiveness of mentoring in general are in the category of effective and very effective; d) Learning activity of the steps of scientific approach has been implemented, but there were some constraints in the process of evaluation, asking activity, and the confirmation of learning materials which were not going well and thoroughly. Keywords : Implementation, curriculum 2013, books provisioning, training, mentoring, learning