Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Psikoedukasi Kesiapan Mental bagi Siswa SMKN 3 Gowa Menuju Dunia Kerja A. Achmad Kurniady Kamal; Nur Azizah Asmi; Nur Khalifah; Rohmah Rifani; Rahmawati Syam; Sukmawati Sukmawati; A. Muhammad Ainun
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i2.72820

Abstract

Salah satu tantangan utama yang dihadapi siswa SMK saat menjalani PKL adalah kurangnya pemahaman terhadap tugas dan tanggung jawab di tempat kerja. Selain itu, kesiapan mental siswa masih menjadi permasalahan yang signifikan, seperti tekanan psikologis, kurang percaya diri, serta penyesuaian diri dengan budaya kerja profesional. Kegiatan ini bertujuan memberikan psikoedukasi kepada siswa kelas XI SMK Negeri 3 Gowa mengenai kesiapan mental sebelum memasuki dunia kerja (PKL). Metode yang digunakan menggunakan desain pre-test dan post-test. Partisipan dalam kegiatan ini sebanyak 70 siswa kelas XI SMKN 3 Gowa. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa tentang kesiapan mental sebelum memasuki dunia kerja (PKL) setelah diberikan materi psikoedukasi dengan nilai pre-test dan post-test p<0,05 serta nilai rata-rata pre-test 3.43 meningkat menjadi 9.44 yang menunjukkan bahwa program psikoedukasi yang telah dilakukan efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang kesiapan mental sebelum memasuki dunia kerja (PKL).
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DAN PENDAMPING ANAK BERKEBUTUHAN KHSUSUS MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN SABUN DAN LILIN AROMATERAPI DARI MINYAK JELANTAH Kurniati Zainuddin; Haerani Nur; Eka Sufartianingsih Jafar; Asniar Khumas; Rohmah Rifani
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2023): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v2i1.56770

Abstract

Skills training should be provided according to individual abilities and interests. So that individuals with special needs can develop their ability to be independent at an optimal stage. The purpose of this program is to develop families with individuals with special needs. In order to provide social support and skills to individuals with special needs to optimize their abilities. This program helps improve the skills of individuals with special needs to create works with materials that are easy to find. This program is divided into three stages, namely preparation, implementation, and evaluation starting from preparing teaching media in the form of cards and other materials, implementing activities for 1 day with a learning menu, namely making soap and candles from used cooking oil waste. The implementation of PKM is carried out at the location of Sentra Wirajaya partners. Evaluation of training results is carried out by conducting observations and interviews with several training participants.  The results show that parents find it helpful to get material that is easy to teach to children and can be an activity of economic value for children with special needs.
Penerapan Strategi Tidy Up Dengan Metode Montessori Sebagai Upaya Melatih Kemandirian pada Anak Down Syndrome Eka Sufartianinsih Jafar; Andi Nahliah Bungawali; Rohmah Rifani; Andi Halimah; Yunis Liana Galib
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i2.72872

Abstract

Anak down syndrome memiliki keterbatasan terhadap kemandirian yang membutuhkan keterampilan dan koordinasi antara motorik kasar dan motorik halus hingga perlu senantiasa berada dalam pengawasan dan membutuhkan bantuan secara intensif dari orang tua dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Tujuan penelitian ini yaitu penerapan strategi tidy up dengan menggunakan metode montessori sebagai upaya melatih kemandirian pada anak down syndrome dalam menjalankan aktivitas sehari-hari seperti merapikan mainan dan barang pribadi milik anak dan menjalankan berbagai aktivitas keseharian dengan lebih mandiri. Dengan menggunakan strategi tidy up anak down syndrome mampu bertanggung jawab terhadap mainan dan barang miliknya sendiri. Peneliti memberikan pembelajaran strategi tidy up pada anak down syndrome dengan metode montessori seperti menggunakan berbagai macam mainan montessori untuk menstimulasi kemampuan motorik kasar dan halus anak. Anak down syndrome juga dilatih untuk merapikan mainan dan menyimpan benda pada tempat semula yang dilakukan secara berulang sehingga anak mampu menerapkannya secara mandiri meskipun tanpa arahan
Meningkatkan Kreativitas: Pengembangan Kognitif Anak Berdasar Teori Piaget Rohmah Rifani; Ismarli Muis
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2026): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Univeristas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v5i3.86735

Abstract

Abstrak: Guru maupun orang tua masih banyak yang belum memahami bagaimana mengembangkan kemampuan kreativitas anak melalui permainan. Fokus aktivitas pembelajaran pada anak usia dini  sebagian besar fokus pada kemampuan anak dalam membaca dan berhitung. Teori-teori belajar dan model pembelajaran sudah dipahami oleh para guru, namun mengaplikasikan teori dalam pembelajaran yang menyenangkan untuk anak masih belum banyak dikembangkan. Meskipun para guru maupun orang tua sudah menggunakan alat permainan eduaktif namun focus utama pada aktivitas membaca dan berhitung. Kegiatan ini berfokus pada teori Piaget untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak, khususnya meningkatkan kreativitas. Berdasarkan konsep konservasi, asilimilasi dan akomodasi, serasi, dan klasifikasi. Setelah melakukan kegiatan ini anak merasa senang bermain, menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan antusias. Guru yang telah menempuh S1 merasa pernah mempelajari teori Piaget namun tidak menyadari bahwa teori Piaget dapat diterapkan dengan carayang sederhana dan mudah serta aplikatif dan biaya murah. Pendidik  akhirnya menyadari bahwa mengembangkan kemampuan anak tidak harus berfokus pada mengajari anak membaca dan berhitung. Mengembangkan kreativitas anak melalui bermain dan belajar lebih menyenangkan, dengan menerapkan konsep teori Piaget menjadi lebih terarah dalam melakukan stimulasi perkembangan kognitif anak.Kata Kunci: Kreativitas, Teori Kognitif Piaget, Anak Usia Dini