Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

EKSTRAK BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior (Jack) R.M. Sm.) SEBAGAI REPELLENT LALAT RUMAH (Musca domestica L.) Romdah Romansyah; Dhaifina Azimatunisa; Jeti Rachmawati
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 13, No 2 (2021): QUAGGA : Jurnal Pendidikan dan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v13i2.4156

Abstract

Abstrak: Bunga kecombrang mengandung banyak senyawa metabolit sekunder diantaranya polifenol, flavonoid, saponin, tannin dan terpenoid golongan minyak atsiri yang dapat berperan sebagai insektisida. Insektisida dapat berfungsi sebagai repellent untuk mengendalikan serangga termasuk lalat rumah yang berperan sebagai vektor penyakit. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui potensi ekstrak bunga kecombrang dan konsentrasinya yang paling efektif sebagai repellent lalat rumah. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan April 2020. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap satu faktor menggunakan 5 perlakuan yaitu konsentrasi ekstrak 8%, 12%, 16%, 20% dan 24% dengan ulangan sebanyak 4 kali. Parameter yang diamati adalah banyaknya lalat rumah yang berada pada lengan kontrol dan lengan perlakuan. Jumlah lalat pada kedua lengan dihitung untuk memperoleh indeks repellent. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan ANOVA satu faktor kemudian dilanjutkan dengan Uji Duncan pada taraf nyata 1%. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa ekstrak bunga kecombrang memiliki potensi sebagai Repellent Lalat Rumah dan paling efektif pada konsentrasi 16%. Abstract: Kecombrang flowers contain many secondary metabolite compounds including polyphenols, flavonoids, saponins, tannins and terpenoids which are essential oils that can act as insecticides.  Insecticide can function as a repellent to control insects including house flies that act as vectors of disease. The purpose of this study was to determine the potential of kecombrang flower extract and its most effective concentration as a repellent for house flies.  The study was conducted from March to April 2020. This study used an experimental method with a completely randomized design using 5 treatments, namely extract concentrations of 8%, 12%, 16%, 20% and 24% with 4 replications. The parameters observed were the number of house flies in the control arm and treatment arm.  The number of flies on both arms was calculated to obtain a repellent index. The data obtained were analyzed using one-factor ANOVA then followed by Duncan Test at 1% significance level. Based on the results of the analysis it was concluded that the kecombrang flower extract has the potential to be a House Fly Repellent and is most effective at a concentration of 16%.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BERBASIS BLENDED LEARNING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA Ami Meilani; Toto Toto; Jeti Rachmawati
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 3, No 3 (2022): OKTOBER
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS GALUH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v3i3.8589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri berbasis blended learning terhadap motivasi belajar siswa pada sub materi pencemaran lingkungan. Motivasi belajar adalah salah satu dari banyak faktor yang mempengaruhi dalam keberhasilan belajar. Sementara motivasi belajar dapat dipengaruhi oleh model pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran. Oleh sebab itu perlu memilih dan menerapkan model pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2022. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X IPA SMA Negeri 1 Baregbeg sebanyak 2 (dua) kelas. Sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 1 (satu) kelas yaitu kelas X IPA 2 yang dipilih dari populasi dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pertimbangan pemilihan sampel tersebut berdasarkan informasi dari guru biologi bahwa kelas X IPA 2 memiliki motivasi belajar paling rendah dibandingkan dengan kelas X IPA 1. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Eksperimental dengan jenis penelitian One-Group Pretest-Posttest Design. Pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar. Data hasil penelitian dianalisis secara statistik meliputi perhitungan N-Gain dan Uji Z. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penggunaan model inkuiri berbasis blended learning terhadap motivasi belajar siswa pada sub materi pencemaran lingkungan.Kata Kunci: Inkuiri, Blended learning,   Inkuiri berbasis Blended learning, Motivasi Belajar Siswa
POTENSI TANAMAN TRANSGENIK SEBAGAI SALAH SATU TEKNOLOGI DALAM PENGELOLAAN HAMA TERPADU Jeti Rachmawati; Taupik Sopyan
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 11, No 1 (2023): Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpb.v11i1.10203

Abstract

Berbagai teknologi yang diterapkan dalam pengelolaan hama, memiliki beberapa kelemahan yang harus diantisipasi. Oleh karena itu maka perlu adanya integrasi atau pemaduan antar teknologi untuk memaksimalkan hasilnya dalam bentuk pengelolaan hama terpadu (PHT). Pengelolaan hama terpadu merupakan langkah yang sangat strategis dalam kerangka tuntutan masyarakat dunia terhadap berbagai produk yang aman dikonsumsi, menjaga kelestarian lingkungan, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan yang memberikan manfaat antar waktu dan antar generasi. Salah satu teknologi yang dapat digunakan dalam PHT adalah pengendalian dengan tanaman inang yang tahan hama menggunakan kultivar-kultivar tanaman yang resisten terhadap hama, yang dikenal sebagai tanaman transgenik. Tanaman transgenik memiliki potensi untuk menjadi komponen integral dari PHT, karena memilki beberapa peluang untuk menghindari resiko terjadinya peledakan hama sekunder dan resistensi hama dengan memasukan tanaman refugia. Dengan berkembangnya teknologi rekombinan DNA telah membuka peluang untuk merakit tanaman tahan hama dengan rekayasa genetika, akan tetapi teknologi ini mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan terhadap lingkungan. Oleh karena itu apabila penggunaan tanaman transgenik dikombinasikan dengan teknologi lain dalam pengelolaan hama, maka kemungkinan faktor-faktor negatif akibat dari tanaman transgenik dapat diminimalisir, sehingga tanaman transgenik dapat digunakan sebagai salah satu teknologi dalam  pengelolaan hama terpadu. Kata Kunci: Pengelolaan hama terpadu, tanaman transgenik, teknologi
KEMAMPUAN LITERASI SAINS MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DI KELAS LINTAS MINAT SMA Megarahayu, Dwi Yuli; Dadi, Dadi; Rachmawati, Jeti
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 3 (2023): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i3.11400

Abstract

Kemampuan literasi sains pada peserta didik yang masih rendah. Keterampilan abad 21 menjadi fokus utama pendidikan saat ini khususnya pendidikan IPA. Salah satu keterampilan yang sangat penting diperhatikan supaya peserta didik mampu mengeplikasikan sains dengan tepat adalah literasi sains. Pendekatan saintifik dengan model Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat melatih dan meningkatkan literasi sains peserta didik. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pendekatan saintifik dengan model PBL terhadap literasi sains melalui pembelajaran biologi pada topik Kingdom Plantae di kelas lintas minat X IPS 1 di SMA Negeri 1 Baregbeg. Waktu penelitian pada bulan Maret sapai Juni 2023. Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas X IPS 1 yang berjumlah 28 orang. Pengembilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah One-Group Pretest-posttest Design. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa soal uraian berbasis literasi sains terkait materi Kingdom Plantae. Kompetensi literasi sains diukur berdasarkan  indikator dari Programme for International Student Assessment (PISA): menjelaskan fenomena secara ilmiah.. Data hasil penelitian dianalisis secara statistik menggunakan uji N-Gain, uji normalitas dan uji hipotesis dengan menggunakan uji Z. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh pendekatan saintifik denagn model PBL terhadap literasi sains peserta didik. Hal ini ditunjukkan dengan nilai Z2hitung ≥ Z2daftar yaitu 4,67 ≥1,65. Kata Kunci: Pendekatan Saintifik, Problem Based  Learning (PBL), Literasi Sains
Geranium Aralia, Polyscias guilfoylei (W. Bull) L.H. Bailey), Leaf Extract Toxicity against Melon Fly, Zeugodacus cucurbitae Coquillett Rachmawati, Jeti; Martono, Edhi; Trisyono, Y. Andi
Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia Vol 27, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpti.75592

Abstract

Zeugodacus cucurbitae Coquillett is one of the most detrimental pests that mostly attack family Cucurbitaceae. Control over this pest often uses insecticides, and one of the plants with the potentiality to be used as source of insecticide is Polyscias guilfoylei. This research aimed to study the influence of P. guilfoylei leaf extract application upon Z. cucurbitae mortality and to determine the LC50 value. The research was conducted at Pest Invertebrate Plant Pest Science Laboratory, Department of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada. The toxicity test was done using contact, oral and residue methods upon ethanol and n-hexane extracts with 0; 1.25; 2.50; 5.00; 10.00; and 20.00% concentrations. The research used randomized group design with six replications. The parameters observed were the number of dead melon fly at 72 hours after the treatment and LC50 value of each extract. The data were analyzed using Probit analysis via 1.02 version of Lenora software Polo Plus. The result shows that ethanol and n-hexane extracts of P. guilfoylei leaf using oral and residue methods affected Z. cucurbitae mortality. However, in contact method, ethanol and n-hexane extracts of P. guilfoylei leaf did not affect Z. cucurbitae mortality. LC50 values of ethanol extract using oral and residual methods were 6.168% and  3.658%, respectively. LC50 values of n-hexane extract using oral and residual method reached 5.311% and 6.607%, respectively. This research shows that ethanol and n-hexane extracts of P. guilfoylei leaf contain secondary metabolites that are toxic for melon fly Z. cucurbitae. 
PERSEPSI PETANI TERHADAP PENGGUNAAN KARTU TANI Fikri, Muhammad Isya; Sudrajat, Sudrajat; Rachmawati, Jeti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 11, No 3 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v11i3.16323

Abstract

Pupuk merupakan sarana produksi yang sangat penting dan diperlukan oleh petani. Kualitas, kuantitas, dan harga pupuk harus dijaga untuk memastikan hasil produksi yang berkualitas. Pemerintah biasanya menyediakan pupuk dalam bentuk subsidi melalui program kartu tani. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi petani mengenai penggunaan kartu tani, menilai penggunaan kartu tani, serta menganalisis hubungan antara persepsi petani dan penggunaan kartu tani. Penelitian dilakukan di Kelurahan Purwaharja Kecamatan Purwaharja Kota Banjar, dengan metode kuantitatif dan pendekatan studi kasus. Sebanyak 37 responden dipilih secara simple random sampling berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup persepsi petani dan penggunaan kartu tani dengan indikator ketepatan, kemudahan, dan pemanfaatan program. Analisis data menggunakan skala Likert untuk menilai persepsi petani, kelas interval untuk menganalisis penggunaan kartu tani, dan uji korelasi Rank Spearman untuk menguji hubungan antara persepsi dan penggunaan kartu tani dengan SPSS 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap penggunaan Kartu Tani berada dalam kategori sedang. Penggunaan kartu tani dinilai tinggi berdasarkan indikator ketepatan, kemudahan, dan pemanfaatan program. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara persepsi petani dan penggunaan kartu tani, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi petani, semakin tinggi pula penggunaan Kartu Tani, dengan tingkat korelasi yang cukup
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI DESA GIRIMUKTI KECAMATAN CISAGA KABUPATEN CIAMIS Taryana, Taryana; Setiawan, Iwan; Rachmawati, Jeti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i1.16340

Abstract

Jagung hibrida menjadi komoditas yang multifungsi dan prospektif. Namun, tren produksi jagung hibrida menurun secara signifikan mulai dari tingkat nasional sampai tingkat desa. Salah satunya di Desa Girimukti Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani, tingkat produktivitas, rata-rata biaya dan pendapatan, serta faktor yang mempengaruhi tingkat produksi usahatani jagung hibrida. Faktor produksi seperti luas lahan, benih, biaya pupuk organik, urea, NPK, biaya pestisida dan tenaga kerja diduga mempengaruhi tingkat produksi. Penelitian didesain secara kuantitatif dengan metode survei. Wawancara terstruktur dilakukan terhadap 38 petani dengan menggunakan teknik total sampling. Data primer yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dan regresi dengan Fungsi Cobb-Douglass. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas petani jagung hibrida merupakan laki-laki berumur produktif, yang tingkat pendidikannya tergolong rendah, tanggungan keluarga kecil, kurang berpengalaman dalam berusahatani dan penguasaan lahan sempit dengan status milik. Tingkat produktivitas usahatani jagung hibrida tergolong sedang, rata-rata biaya produksi dan pendapatan secara pendekatan agribsinis mencapai Rp. 2.485.444,71 dan - Rp. 137.327,82 per 0,17 hektar, sehingga mengalami kerugian. Namun, secara biaya yang dikeluarkan, usahatani tetap mengalami keuntungan. Regresi dengan metode Backward, mengeliminasi variabel pupuk organik, urea dan pestisida karena terjadi korelasi. Variabel NPK dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap tingkat produksi secara parsial. Sedangkan secara simultan, semua variabel independen berpengaruh signifikan. Agar semua variabel berpengaruh signifikan, petani diharapkan mampu menggunakan faktor produksi secara optimal.
PERAN PENYULUH PERTANIAN TERHADAP UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS USAHATANI JAGUNG MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI INTENSIFIKASI DI DESA KEPEL KECAMATAN CISAGA KABUPATEN CIAMIS Suhendar, Deris Ridwan; Sudrajat, Sudrajat -; Rachmawati, Jeti -
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i1.16564

Abstract

Komoditas  jagung sebagai sumber pangan, pakan dan bioenergi, strategis untuk dikembangkan, namun untuk mengubah perilaku petani agar menerapkan teknologi intensifikasi pertanian membutuhkan peran dari penyuluh pertanian. Penyuluh pertanian sangat memegang peranan yang strategis dalam membantu meningkatkan produktivitas usahatani jagung dalam hal memberikan pendampingan dan dorongan motivasi serta memfasilitasi para petani jagung di Desa Kepel Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis. Penyuluh pertanian berperan dalam membimbing petani untuk mengelola usahataninya secara efektif dan efisien sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian bagi petani terhadap upaya peningkatan produktivitas usahatani jagung melalui penerapan teknologi intensifikasi di Desa Kepel Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan motode Sampling jenuh  dengan jumlah responden sebanyak 31 orang. Terdapat 4 variabel penilaian peran penyuluh pertanian yaitu penyuluh sebagai pembimbing, motivator, fasilitator, dan dinamisator, terdapat 5 variabel penilaian penerapan teknologi intensifikasi yaitu penggunaan benih, pengolahan lahan, penanaman, pemupukan, dan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), setiap variabel masing masing memiliki 3 indikator yang dianalisis dengan metode skoring secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran penyuluh dalam menjalankan tugasnya sebagai pembimbing, motivator, fasilitator dan dinamisator dikategorikan sangat baik dengan persentase 93,5%. Tingkat penerapan teknologi intensifikasi pada usahatani jagung dikategorikan sangat baik dengan persentase 87,1%, yang berarti petani sudah mampu menerapkan teknologi intensifikasi pada usahatani jagung.
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN PADA PEMBELIAN IKAN ASIN JAMBAL ROTI DI DESA PANGANDARAN Krismahyanti, Meta; Setiawan, Iwan; Rachmawati, Jeti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i1.16122

Abstract

Desa Pangandaran merupakan daerah pariwisata yang terkenal dengan pantai dan hasil lautnya. Salah satu produk khasnya adalah ikan asin jambal roti, terbuat dari ikan manyung dengan tekstur unik dan aroma khas. Banyaknya wisatawan yang membeli ikan asin jambal roti menciptakan peluang usaha bagi penduduk lokal. Namun persaingan yang ketat dan pedagang ikan asin yang belum mementingkan perilaku konsumen membuat penjualan ikan asin jambal roti kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan perilaku konsumen pada pembelian ikan asin jambal roti di Desa Pangandaran yang dilakukan di Desa Pangandaran pada bulan Juni 2024. Penelitian ini didesain secara kualitatif dengan menggunakan metode survey. Data primer dikumpulkan dari 80 orang sampel konsumen yang dipilih dengan menggunakan teknik accidental sampling dan diwawancara secara terstruktur dengan alat bantu kuesioner serta menggunakan rancangan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas konsumen berdomisili di Bandung, berusia lebih dari 40 tahun, jenis kelamin perempuan, berpendidikan terakhir S1 dan bekerja sebagai PNS/Guru/ Dosen dengan penghasilan bulanan Rp.3.100.000 - Rp.5.500.000. Konsumen menunjukkan kecenderungan membeli lebih dari 1 kg, karena dilabel kuliner khas Pangandaran, harga produk masih dipandang wajar atau standar, informasi diperoleh dari teman atau keluarga (word of mouth), membeli langsung setelah mendapatkan informasi, membandingkan kualitas produk sebelum membeli, mengutamakan rasa, merasa puas dengan pengalaman membeli dan tetap membeli meskipun harga naik. Sarannya, jaga dan tingkatkan mutu produk, promosikan sebagai kuliner khas melalui media sosial, jaga harga jual agar tetap stabil, selalu ramah dalam pelayanan, lakukan inovasi produk terus menerus dan gunakan teknologi modern untuk pemasaran.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA KAMPUNG MELON DI KECAMATAN LANGENSARI KOTA BANJAR Nurmansyah, Rendi; Rachmawati, Jeti; Andrie, Benidzar M
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i1.17161

Abstract

Agrowisata merupakan objek wisata yang memadukan wisata dan edukasi yang berkaitan dengan bidang pertanian. Agrowisata edukasi petik melon disajikan dengan konsep petik langsung dari pohonya. Pengunjung yang datang dipersilahkan untuk memetik buah scara bebas, baik jumlahnya atau beratnya tidak ada batasan yang di tentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor lingkungan internal dan eksternal, menentukan strategi yang tepat dan dapat diterapkan dalam upaya pengembangan agrowisata. Penelitian ini dilaksanakan di Agrowisata Kampung Melon Kecamatan Langensari Kota Banjar. Pengolahan data dan analisis data serta penyusunan skripsi dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan metode deskriptif. Data primer dan data sekunder yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Analisis lingkungan internal Agrowisata Kampung Melon terdapat kekuatan diantaranya, biaya masuk murah, ramah lingkungan, akses mencapai Lokasi mudah dan agrowisata bersifat edukasi. Dan kelemahannya adalah keterbatasan tenaga kerja, promosi yang belum intensif dan gencar, fasilitas yang belum memadai, belum ada diversifikasi produk olahan. Hasil analisis lingkungan eksternal Agrowisata Kampung Melon diperoleh peluang yaitu, perkembangan teknologi pesat, adanya Kerjasama dengan pihak lain, terdapat dukungan dari masyarakat setempat, peluang bagi investor untuk pengembangan sumber daya alam. Ancaman yang terdapat pada Agrowisata Kampung Melon adalah munculnya agrowisata sejenis, minat pengunjung untuk datang kembali, perkembangan agrowisata lain yang mempunyai ciri khas dan faktor gangguan hama yang cenderung sulit untuk dikontrol. 2) Alternatif strategi yang dapat di terapkan pada Agrowisata Kampung Melon yaitu Strategi S-O (Strenghts-Opportunity) yaitu dengan cara menambah spot foto yang beragam dan wisata yang bervariasi, peningkatan promosi dan membuat sistem edukasi yang terintregasi.