Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

SERVICE QUALITY OF THE UNIVERSITY LIBRARY TECHNICAL IMPLEMENTATION UNIT LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN Fahruraji Fahruraji; Asmu'i Asmu'i; Bachruddin Ali Akhmad; Muhammad Riduansyah Syafari
Jurnal PubBis Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.597 KB) | DOI: 10.35722/pubbis.v6i1.468

Abstract

This research is counducted in order to analyce and to give a description about the service Quality of the University Library Technical Implementation Unit Lambung Mangkurat Banjarmasin and the understand any obstacle which interferes the Service Quality of the University Library Technical Implementation Unit Lambung Mangkurat Banjarmasin Qualitative approach is used with qualitative descriptive research type. The informan selected were the library student. The data used in this research were the primary data directly gained from the informan and the secondary data were gained indirectly. The technique of collected the data was done by the interviews, observation and documentation. The collected data will be described and analyzed by a descriptive analysis technique which give the description about the University Library Technical Implementation Unit Lambung Mangkurat Banjarmasin. The result of the research showed that the University Library Technical Implementation Unit Lambung Mangkurat Banjarmasin can be said to be in acceptably good quality. This result can be seen from the indicatiors: Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance and Empathy. The obstacles. found in this research were lack of book collection provided in the library the lack of facilties, the lack of human resources and the lack budget limitations. This research recommends to the University Library Technical Implementation Unit Lambung Mangkurat Banjarmasin expected to hold a collection of books, facilities and infrastructure facilities, add library technical staff, carry out budget priority scales. Keywords: Services, Service Quality
Implementasi Kebijakan Pengelolaan Sungai Di Kota Banjarmasin Anjani; Muhammad Riduansyah Syafari; Taufik Arbain
Jurnal Niara Vol. 14 No. 3 (2022)
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.644 KB) | DOI: 10.31849/niara.v14i3.7382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Upaya Pemerintah Kota Banjarmasin dalam kebijakan pengelolaan sungai di Kota Banjarmasin dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan pengelolaan sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan masih belum optimal hal ini dikarenakan jumlah sungai dengan sumber daya manusia tidak berbanding lurus dengan anggaran yang tersedia, dukungan dari pihak-pihak yang terlibat kurang, Masyarakat acuh terkait kebijakan tersebut, dan pengetahuan mereka terkait pengelolaan sungai sangat sedikit.
KINERJA APARATUR DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN PUBLIK MASA PANDEMI COVID-19 Saveroh Saveroh; Muhammad Riduansyah Syafari; Muslih Ambri
Jurnal Administrasi Publik dan Pembanguan Vol 4, No 2 (2022): JULI - DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpp.v4i2.5895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses Kinerja Aparatur Dalam Memberikan Pelayanan Publik Masa Pandemi Covid-19 Di Kecamatan Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yang mana masih terlihat ada fenomena ke kurang disiplinan aparatur kecamatan dalam melakukan pelayanan, dan sebagian masyarakat yang juga kurang disiplin menerapkan protokol kesehatan pada saat pelayanan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kinerja aparatur Kecamatan Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan dalam memberikan pelayanan publik masa pandemi Covid-19, baik pelayanan perijinan maupun non perijinan, maka dari hasil yang dianalisis menggunakan indikator kemampuan bekerjasama, kualitas pekerjaan, kemampuan teknis, inisiatif, semangat kerja, daya tahan/kehandalan, kuantitas pekerjaan, secara umum sudah baik. Adapun faktor penghambat kinerja aparatur kecamatan Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan adalah: Terbatasnya anggaran dan Kurangnya kedisiplinan aparatur dalam mengelola waktu kerja.Kata kunci: Kinerja, Aparatur, Pelayanan, Pandemi Covid-19
Kemitraan Penguatan Strategi Pemasaran Kelompok Pengolahan Hasil Perikanan Kota Banjarmasin Trisylvana Azwari; Muhammad Riduansyah Syafari; Muhammad Nur Iman Ridwan
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i3.6378

Abstract

Kelompok pengolah hasil ikan  kota Banjarmasin merupakan kelompok pemberdayaan masyarakat yang berada di bawah pendampingan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin (DKP3). Berdirinya kelompok pemberdayaan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah produk hasil ikan serta meningkatkan pendapatan masyarakat dan penyerapan tenaga kerja. Namun terdapat permasalahan yang dihadapi oleh kelompok pengolah hasil ikan di kota Banjarmasin, yaitu: 1) pendapatan berkurang akibat terjadinya pandemic covis-19. 2) kurangnya pemaham tentang pemasaran berbasis digital marketing karena masih memakai teknik manual. Metode yang digunakan adalah kooperatif-partisipasi dengan melibatkan beberapa anggota kelompok pengolah hasil ikan. Hasil dari pengabdian ini adalah pembinaan dan penguatan dari sistem digital marketing dan relationship marketing untuk menunjang penjualan kelompok dari hasil ikan tersebut. Pemaparan tentang strategi digital marketing di lihat dari 4C yaitu customer, cost, communication, dan convenience. Sedangkan tujuan adanya relationship marketing adalah 1) menemukan life time value dari pelanggan dan terus diperbesar dari tahun ke tahun; 2) menggunakan profit yang didapat dari tujuan tadi untuk  mendapatkan pelanggan baru dengan biaya yang relatif murah; dan 3) tujuan jangka panjang dari RM adalah menghasilkan keuntungan terus menerus dari dua kelompok pelanggan tetap dan pelanggan baru. Dari kegiatan pengabdian ini diharapkan mampu menunjang dan mempermudah kelompok pengolah hasil ikan kota Banjarmasin dalam menerapkan pemasaran melalui media sosial .Kata kunci: hasil ikan; digital marketing; relationship marketing
Analysis of waste handling strategies for riverbanks communities Muhammad Riduansyah Syafari; M. Nur Iman Ridwan; Sugiannor Sugiannor; Syahrial Shaddiq
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 2 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020243608

Abstract

Waste management is essential to protecting the environment and minimizing its negative impact on human health and the ecosystem. The low participation of riverbank residents in maintaining and creating a clean environment in the river and its surroundings has prompted the Environmental Service to create a program called "River Maharagu" by holding river cleanliness competitions. This research aims to analyze the success of the Environmental Service program by formulating a strategy for handling waste from riverbank communities through a SWOT analysis. This research uses a qualitative approach with a descriptive type. The SWOT analysis results found that (1) Strategy (SO) encourages and facilitates stakeholders to collaborate with the Diaspora and universities to build and develop river ecotourism. (2) Strategy (WO) to build and increase the synergy of stakeholders and youth communities (Karang Taruna) in building and developing river ecotourism and coordinating with the Diaspora. (3) Strategy (ST): River management maintains self-sufficiency in collecting and transporting household waste and continues to motivate residents to dispose of waste properly. (4) (WT) The Environmental Service builds collaboration with universities in providing education to build awareness among riverbank residents.
TRAINING OF TRAINER SAKSI PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN TANAH LAUT TAHUN 2024 Mahyuni Mahyuni; Muhammad Riduansyah Syafari; Enly Hadiyanor; Sugeng Krayadi; Ach Fatori; Muhammad Farisan Kaysfi
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v2i1.350

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan saksi melalui program Training of Trainer (ToT) yang dilaksanakan di Kabupaten Tanah Laut pada tahun 2024. Metode program ini mencakup pelatihan tatap muka, simulasi, diskusi kelompok, dan evaluasi komprehensif, dengan fokus pada pemahaman hak, tugas, dan kewajiban saksi pada Pilkada. Hasil pelaksanaan program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap mekanisme Pilkada dan pengawasan suara. ToT berperan efektif dalam menyiapkan saksi yang lebih kompeten, mendukung pelaksanaan Pilkada sehingga dapat berdampak terhadap meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap proses Pilkada, sehingga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga demokrasi yang sehat dan berintegritas.
Penguatan kapasitas publik terhadap stunting di Kelurahan Antasan Kecil Timur Kota Banjarmasin Muhammad Riduansyah Syafari; M. Nur Iman Ridwan; Sugiannor Sugiannor; Anjani Anjani
SERIBU SUNGAI: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): July
Publisher : Master Program of Natural Science Education, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/seru.v1i1.197

Abstract

Stunting merupakan kondisi kronis yang menggambarkan terhambatnya pertumbuhan karena malnutrisi jangka panjang, ditunjukkan dengan indeks Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) dengan ambang batas (Z-score) kurang dari 2 Standar Deviasi (SD) dari data Kemenkes tahun 2011. Stunting sendiri merupakan salah satu permasalahan gizi yang menjadi perhatian utama dunia termasuk di Indonesia. Kaliamantan Selatan masih dalam kondisi rawan tentang stanting dimana masih berada pada level 24 % angka stanting yang ditemukan, Kota Banjarmasin dengan 5 kecamatan dan bebrapa kecamatan masih ditemukan anak yang styanting.Dengan kondisi yang terjadi sekarang ini, masyarakat masyarakat kota kota banjarmasin khususnya kelurahan antasan kecil timur masih belum sepenuhnya memamhami dan mengetahui tentang bahaya stanting. Hal ini terjadi karena masyarakat belum banyak menerima informasi. Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) merupakan program kemitraan masyarakat yaitu antara Perguruan Tinggi dengan kelompok pemberdayaan masyarakat. Program ini tidak saja menawarkan pemecahan masalah (Problem Solving) mengenai penguatan kelembagaan namun mengetahui strategi pemasaran dalam penjualan hasil pengolahan hasil perikanannya. Dengan demikian program ini memiliki nilai komprehensif, bermakna, tuntas dan dapat berkelanjutan (Sustainable). Adanya dorongan masyarakat serta dari pemerintah sekitar mendorong untuk adanya kegiatan penguatan dan pengetahuan tentang stanting, program pengabdian masyarakat ini disusun dan akan dilaksanakan untuk menjembatani khalayak sasaran Masyarakat Antasan Kecil Timur untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi yang lengkap sehingga masyarakat bisa mencegah sedini mungkin tentang stanting pada anak-anak mereka dan membantu pemerintah dalam penurunan angka stanting.Abstract. Stunting is a chronic condition that describes stunted growth due to long-term malnutrition, indicated by the height-for-age index (TB/U) with a threshold (Z-score) of less than 2 Standard Deviation (SD) in 2011 Ministry of Health data. Stunting itself is one of the nutritional problems that is of major concern to the world, including in Indonesia. South Kalimantan is still in a vulnerable condition regarding stunting where it is still at the level of 24% of the stunting rate found, Banjarmasin City with 5 sub-districts and several sub-districts are still found to have stunted children. With the current conditions, the people of the city of Banjarmasin, especially the Antasan Kecil Timur still doesn't fully understand and know about the dangers of stunting. This happens because the community has not received much information. The Compulsory Serving Lecturer Program (PDWA) is a community partnership program between universities and community empowerment groups. This program does not only offer problem solving regarding institutional strengthening but knows the marketing strategy in selling the processing of fishery products. Thus this program has a comprehensive, meaningful, complete and sustainable value. There is encouragement from the community as well as from the surrounding government to encourage strengthening activities and knowledge about stunting, This community service program is structured and will be implemented to bridge the target audience of the Antasan Kecil Timur Community to obtain complete knowledge and information so that the community can prevent stunting in their children as early as possible and assist the government in reducing stunting rates.. Keyword: Stunting; Posyandu; Partnership
Peran Pendamping Desa dalam Penyelenggaraan Birokrasi Pemerintahan Desa: Studi kasus Kecamatan Sungai Durian Kabupaten Kotabaru Saenuriansyah Saenuriansyah; Muhammad Riduansyah Syafari
Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa Vol. 7 No. 2 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/villages.v7i2.530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendamping Desa dalam penyelenggaraan birokrasi pemerintahan desa, mengidentifikasi faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya serta menganalisis dampaknya terhadap tata kelola pemerintahan desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Pendamping Desa memiliki kontribusi penting dalam penyelenggaraan birokrasi pemerintahan desa. Pendamping Desa telah menjalankan perannya sebagai fasilitator, edukator, mediator, dan advokator dengan cukup baik. Faktor pendukung pelaksanaannya meliputi dukungan pemerintah kecamatan, terjalinnya koordinasi dan komunikasi yang baik antara pendamping desa dengan pemerintah desa serta pemerintah kecamatan. Faktor penghambat pelaksanaan pendampingan desa yaitu terbatasnya jumlah tenaga pendamping desa dan tingginya biaya operasionl serta luas wilayah geografis desa-desa dampingan. Pelaksanaan peran pendamping desa mampu membawa dampak yang positif dalam mereformasi birokrasi pemerintahan desa menuju tata kelola yang baik (good governance), yang dibuktikan pula dengan meningkatnya status Indeks Desa Membangun (IDM) di desa dari tahun ke tahun.
Implementasi Program Fisik Mental Dan Disipilin Sebagai Upaya Pengelolaan Stres Kerja Pegawai Di Rumah Tahanan X Siti Faridah Suhendri Nurputri; M. Nur Iman Ridwan; Tomi Oktavianor; Muhammad Riduansyah Syafari
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 6 (2026): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i6.3133

Abstract

Work-related stress is one of the challenges in human resource management within correctional institutions, where employees face high job demands, requiring systematic stress management to support their psychological well-being and the continuity of their duties. This study aims to analyze the implementation of the Physical, Mental, and Discipline (FMD) Program as an effort to manage employee work stress and to identify the supporting and inhibiting factors affecting its implementation at the X Depreciation House This study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation. Program implementation was analyzed based on communication, resources, implementers’ disposition, and bureaucratic structure. The findings show that the FMD Program has been implemented and positively received by employees. The program provides physical and psychological refreshment, enhances work morale, and strengthens interpersonal relationships among employees. Its implementation is supported by effective communication, leadership support and commitment, and employee participation. However, implementation remains suboptimal due to limited resources, the absence of work stress measurement instruments, informal evaluation mechanisms, and the lack of specific standard operating procedures and internal regulations governing work stress management through the FMD Program. Program continuity also remains dependent on leadership commitment and budgetary support, while the benefits experienced by employees tend to be short-term. The findings imply the need to strengthen regulations, standard operating procedures, measurement and evaluation instruments, division of responsibilities, and follow-up mechanisms so that the FMD Program can be sustainably integrated into the employee development system and contribute to psychological well-being and public service quality.