Abdul Ghofur
STAI Binamadani

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ETIKA SISWA DAN GURU PADA PROSES PEMBELAJARAN DALAM PEMIKIRAN IMAM AL-GHAZALI Arifin, Jaenal; Salbiah, Siti; Ghofur, Abdul
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 7 No 1 (2024): Tarbawi
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v7i1.566

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pemikiran Imam al-Ghazali tentang etika siswa dan guru pada proses pembelajaran. Etika siswa dan guru menjadi penting, terutama ketika terjadi proses transformasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kepustakaan dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Data primer bersumber dari buku karya Imam al-Ghazali. Dan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan lainnya yang memiliki relevansi dengan pembahasan. Penelitian memberikan kesimpulan bahwa ketika belajar siswa hendaknya menjaga etika-etika berupa mensucikan jiwa, menjauhkan diri dari urusan dunia, menjauhkan diri dari sifat sombong, menghindari perdebatan dan fanatik pada satu pendapat, tidak meninggalkan atau membenci suatu ilmu, belajar secara bertahap dan memperbaiki niat dan tujuan. Begitu pula seorang guru harus memiliki etika-etika dalam pengajaran berupa menyayangi dan menganggap siswa seperti anak sendiri, guru bersikap ikhlas dan mengharap ridha Allah Swt, guru memberikan nasihat kepada siswa, mengingatkan kesalahan siswa dengan bijak, menghargai dan menghormati ilmu, guru harus mengetahui kemampuan berfikir dan kondisi siswa, menjadi contoh dalam pengamalan ilmu. Pemikiran Imam al-Ghazali ini sangat relevan dengan pendidikan saat ini dimana sekolah harus menanamkan nilai-nilai etika dalam proses pembelajaran.
HISTORITAS DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM AYAT-AYAT 'ITAB Ghofur, Abdul; Arifin, Jaenal; Ridwan, Muhammad
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2023): Alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i1.471

Abstract

Tulisan ini bertujuan menelusuri aspek sejarah dari ayat-ayat 'Itab dan menggali makna subtantif dari ayat-ayat 'Itab dengan mengkaitkannya pada aspek pendidikan yang terkandung di dalamnya. Di satu sisi, pribadi Rasulullah Saw merupakan tauladan dalam segala aspek kehidupan, sementara di sisi lain dalam al-Qur'an didapati banyak ayat yang bernada teguran atas sikap, perbuatan, ataupun ijtihad beliau. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif kepustakaan dimana pembahasannya menggunakan data-data yang diperoleh melalui penelusuran literatur kepustakaan, seperti kitab tafsir, buku, dan sumber lainnya yang relevan. Hasil tulisan ini menyimpulkan bahwa peristiwa atau kejadian yang menjadi sebab turunnya ayat-ayat 'Itab tercatat dalam banyak hadits shahih. Dari riwayat-riwayat tersebut diketahui bahwa hal-hal yang menjadikan sebab turunnya ayat-ayat 'Itab terkait dengan persoalan tawanan perang Badar, pengecualian orang munafik turut dalam perang Tabuk, menshalatkan jenazah orang munafik, mendoakan kerabat yang tidak beriman, mengharamkan madu, dan lainnya. Dalam konteks pendidikan, turunnya ayat-ayat 'Itab dijadikan sebagai sarana Allah Swt untuk memberi pendidikan dan arahan kepada Rasulullah Saw dalam hal membetulkan sikap dan perbuatan Rasulullah Saw saat bergaul dengan orang lain, menegakkan keadilan hukum, memutuskan suatu perkara secara adil, dan lainnya
KONTEKSTUALISASI SIKAP USWATUN HASANAH DAN RAHMATAN LI AL-'ALAMIN DALAM DIRI RASULULLAH SAW DENGAN METODE DAMAI SEBAGAI STRATEGI PEMBELAJARAN ALTERNATIF DI SEKOLAH TINGKAT DASAR DAN MENENGAH Samsudin, Umar; Ghofur, Abdul; Oktavera, Siska
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2023): alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i2.512

Abstract

Tulisan ini berupaya mendudukkan keterkaitan antara yang sentral dengan yang perifer. Sentralnya adalah strategi pembelajaran Rasulullah Saw, yaitu sebagai sosok yang dapat dijadikan sebagai uswatun hasanah dan sikapnya yang rahmatan lil’alamin. Sementara periferinya adalah pengembangan strategi pembelajaran Rasulullah tersebut dengan metode damai. Dengan metode damai ini, mampu menjalin hubungan yang baik antara guru dan siswa, dapat menumbuhkan jiwa semangat dan emosi positif. Dengan demikian dapat meminimalisir terjadinya kekerasan dalam pendidikan. Strategi pembelajaran dengan kontekstualisasi sikap Usawatun hasanah dan rahmatan lil 'alamin melalui metode damai memberikan solusi terhadap suatu masalah dalam pembelajaran, khususnya masalah kekerasan dalam pendidikan untuk anak usia sekolah tingkat dasar dan menengah. Dalam menerapkan strategi pembelajaran kontekstual dengan metode damai ini, yang diperlukan adalah mengolah kelas, melakukan interaksi belajar-mengajar, menyampaikan materi dan metode, yang semuanya menerapkan pendekatan humanistik (humanistic approach). Di antara mendidik dengan peserta didik didorong untuk melakukan komunikasi multi-arah sehingga tercipta suasana demokratis di dalam kelas, dan tidak didominasi oleh peran guru secara berlebihan. Dalam perspektif Islam, perdamaian adalah salah satu prinsip yang luhur yang dimilikinya.
Pendidikan Berbasis Adab Untuk Keberhasilan Pendidikan Bermisi Konstitusi Abdul Ghofur
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1 No 1 (2019): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasal 31 UUD 1945 ayat 2 berbunyi "Setiap warga negara wajib mengikuti Pendidikan Dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Ayat 3 nya “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur denganuundang-undang". Pendiri Nahdatul Ulama (NU) Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari telah dengan fantastis menampilkan sosok dirinya sebagai Ulama Penuh Iman, Tinggi Takwa serta Berakhlak Mulia; Pendiri Ormas terbesar tanah air; Sang Arsitek Resolusi Jihad Nasional yang berujung lumpuhnya mesin-mesin perang Kampiun Perang Dunia II dan Ketua Majelis Syuro Masyumi serta menulis buku "Adabul 'Alim wal Muta'allim. Lalu putranya menjadi Ulama Pejuang~Perumus Kemerdekaan Negara.Kemudian cucu beliau jadi Presiden Ummat Islam terbesarddunia. Rahasia kebesaran pribadi Hadratus Syaikh Hasyim terletak pada pendidikan adab yang beliau tempuh.Sebagai cucu dan anak dari orang-orang yang dekat pendidikan pesantren ini beliau langsung mendapatkan pendidikan adab di lingkungan yang baik yang hadir ditengah-tengahnya pribadi yang meneladani.Hingga beliau menulis buku terkait adab diatas dan amat sangat memandang pentingnya adab.Beliau pernah berujar pelajarilah adab layaknya seorang ibu yang sedang mencari anak sematawayangnya yang hilang.
PENDIDIKAN ANAK USIA PRENATAL DALAM ISLAM Abdul Ghofur
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 3 No 3 (2020): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tulisan ini bertujuan menggali konsep pendidikan anak usia prenatal dalam kacamata Islam. Telah terjadi perdebatan di kalangan ahli tentang kapan seorang anak dapat didik. Ada ahli pendidikan yang berpendapat bahwa pendidikan anak dapat dilakukan mulai umur 7 tahun. Ada pula yang menyatakan sejak umur 4 tahun anak dapat menerima pendidikan dari orang tuanya maupun orang sekitarnya. Islam secara tersirat mengemukakan bahwa bahkan sejak dalam kandungan ibunya, seorang anak dapat menerima pendidikan dari kedua orang tuanya. Penelitian ini adalah library research (riset kepustakaan) dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia prenatal mampu menerima pendidikan. Konsep pendidikan anak usia prenatal dalam Islam dimulai dari sejak seorang laki-laki atau wanita memilih jodohnya, pra konsepsi suami istri, saat bayi dikandung dalam rahim ibunya, dan hingga tumbuh kembangnya setelah lahir. Dengan berbagai metode dan materi yang dilakukan, Islam menawarkan sebuah konsep pendidikan holistik bagi seorang anak.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM DAKWAH POLITIK NABI SULAIMAN AS (KAJIAN SURAT AN-NAML AYAT 23-44) Abdul Ghofur
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 4 No 1 (2021): Tarbawi : Jurnal Pemikiran dan pendidikan Islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan menggali nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam aktifitas dakwah politik Nabi Sulaiman as terhadap Balqis. Dalam konteks politik (kekuasaan) aktifitas dakwah yang dilakukan Nabi Sulaiman as memiliki karakteristik, obyek dakwahnya adalah kelompok masyarakat yang terhimpun dalam sebuah kerajaan yang besar dan kuat, serta memiliki peradaban yang sangat maju (Saba'). Berdakwah dalam konteks semacam ini tentunya akan berhadapan dengan banyak rintangan dan hambatan. Meski demikian, Nabi Sulaiman as terhitung sukses dalam dakwah politiknya yakni dengan menghantarkan Balqis dan penduduknya kepada keimanan. Penelitian ini adalah library research (riset kepustakaan) dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Secara khusus, bidang kajian diarahkan pada penafsiran surat an-Naml ayat 23-44 guna memberikan gambaran dakwah politik Nabi Sulaiman as dan menggali nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan dalam dakwah politik Nabi Sulaiman as berupa; bersikap responsif atas masalah mad'u, berdakwah secara tepat dan teliti, mengedepankan musyawarah dan mufakat, memiliki integritas dan komitmen atas dakwah, dan menjauhi sifat sombong dan takabur.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMIKIRAN K.H HASYIM ASY'ARI Mohamad Zaenal Arifin; Abdul Ghofur; Abdul Latif
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 5 No 2 (2022): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v5i2.400

Abstract

Pendidikan karakter bukan hal yang baru dalam sistem pendidikan Islam sebab roh atau inti dari pendidikan Islam adalah pendidikan karakter yang semula dikenal dengan pendidikan akhlak. Di antara tokoh yang concern dengan pendidikan karakter adalah K.H Hasyim Asy'ari. Dalam tulisan ini, penulis akan mengeksplorasi pemikiran-pemikiran beliau tentang pendidikan karakter, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif kepustakaan dan pendekatan deskriptif analitis. Penulis mengambil sumber data primer melalui penelusuran literatur-literatur kepustakaan, selanjutnya dibahas secara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik content analisis untuk menghasilkan kesimpulan. Hasil pembahasan menyimpulkan bahwa pemikiran K.H Hasyim Asy'ari tentang pendidikan karakter bermuara pada tiga hal, yakni: Pertama, Pemaknaan dan tujuan pendidikan karakter yang dipandang sebagai upaya memanusiakan manusia secara utuh sehingga menjadi manusia yang bertakwa kepada Allah Swt dan mencapai kebahagiaan dunia akhirat. Adapun tujuan yang hendak diraih adalah berkisar pada dimensi keilmuan, pengamalan, dan religius; Kedua, Urgensi pendidik. Kriteria pendidik dalam pandangan K.H Hasyim Asy’ari adalah harus menjaga akhlak dalam pendidikan; Ketiga, Peserta didik, harus memiliki adab dan karakter yang baik, seperti: memurnikan niat, bersikap tawadhu’, menghormati guru, berperilaku sabar, qana'ah, zuhud, wara', dan menghindari hal-hal yang kotor dan maksiat.
HISTORITAS DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM AYAT-AYAT 'ITAB Abdul Ghofur; Jaenal Arifin; Muhammad Ridwan
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2023): Alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i1.471

Abstract

Tulisan ini bertujuan menelusuri aspek sejarah dari ayat-ayat 'Itab dan menggali makna subtantif dari ayat-ayat 'Itab dengan mengkaitkannya pada aspek pendidikan yang terkandung di dalamnya. Di satu sisi, pribadi Rasulullah Saw merupakan tauladan dalam segala aspek kehidupan, sementara di sisi lain dalam al-Qur'an didapati banyak ayat yang bernada teguran atas sikap, perbuatan, ataupun ijtihad beliau. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif kepustakaan dimana pembahasannya menggunakan data-data yang diperoleh melalui penelusuran literatur kepustakaan, seperti kitab tafsir, buku, dan sumber lainnya yang relevan. Hasil tulisan ini menyimpulkan bahwa peristiwa atau kejadian yang menjadi sebab turunnya ayat-ayat 'Itab tercatat dalam banyak hadits shahih. Dari riwayat-riwayat tersebut diketahui bahwa hal-hal yang menjadikan sebab turunnya ayat-ayat 'Itab terkait dengan persoalan tawanan perang Badar, pengecualian orang munafik turut dalam perang Tabuk, menshalatkan jenazah orang munafik, mendoakan kerabat yang tidak beriman, mengharamkan madu, dan lainnya. Dalam konteks pendidikan, turunnya ayat-ayat 'Itab dijadikan sebagai sarana Allah Swt untuk memberi pendidikan dan arahan kepada Rasulullah Saw dalam hal membetulkan sikap dan perbuatan Rasulullah Saw saat bergaul dengan orang lain, menegakkan keadilan hukum, memutuskan suatu perkara secara adil, dan lainnya