Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pendidikan Berbasis Adab Untuk Keberhasilan Pendidikan Bermisi Konstitusi Abdul Ghofur
Tarbawi : Jurnal pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2019): Tarbawi
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.169 KB)

Abstract

Pasal 31 UUD 1945 ayat 2 berbunyi "Setiap warga negara wajib mengikuti Pendidikan Dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Ayat 3 nya “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur denganuundang-undang". Pendiri Nahdatul Ulama (NU) Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari telah dengan fantastis menampilkan sosok dirinya sebagai Ulama Penuh Iman, Tinggi Takwa serta Berakhlak Mulia; Pendiri Ormas terbesar tanah air; Sang Arsitek Resolusi Jihad Nasional yang berujung lumpuhnya mesin-mesin perang Kampiun Perang Dunia II dan Ketua Majelis Syuro Masyumi serta menulis buku "Adabul 'Alim wal Muta'allim. Lalu putranya menjadi Ulama Pejuang~Perumus Kemerdekaan Negara.Kemudian cucu beliau jadi Presiden Ummat Islam terbesarddunia. Rahasia kebesaran pribadi Hadratus Syaikh Hasyim terletak pada pendidikan adab yang beliau tempuh.Sebagai cucu dan anak dari orang-orang yang dekat pendidikan pesantren ini beliau langsung mendapatkan pendidikan adab di lingkungan yang baik yang hadir ditengah-tengahnya pribadi yang meneladani.Hingga beliau menulis buku terkait adab diatas dan amat sangat memandang pentingnya adab.Beliau pernah berujar pelajarilah adab layaknya seorang ibu yang sedang mencari anak sematawayangnya yang hilang.
Pendidikan Penyandang Disabilitas Dalam Al-Qur'an Fuad Masykur Abdul Ghofur
Tarbawi : Jurnal pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2019): Tarbawi
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.992 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan menggali konsep tentang pendidikan terhadap penyandang disabilitas yang diisyaratkan dalam al-Qur'an. Eksistensi kaum penyandang cacat tidak dapat dinafikan sebab merupakan bagian dari kehidupan manusia. Pada tataran realita, para penyandang cacat masih sering mendapatkan perlakuan diskriminasi dan stigma negatif dari beberapa pihak. Berangkat dari hal ini maka diperlukan upaya terstruktur baik secara teoritis maupun praktis untuk melindungi, melayani, maupun mengembangkan potensi yang dimiliki para penyandang disabilitas. Salah satu jalan yang ditempuh adalah melalui jalur pendidikan dalam arti yang luas, dimana tujuan akhirnya adalah meniadakan stereotip, terpenuhinya hak-hak dan mendorong kemandirian kelompok disabilitas tersebut. Penelitian ini adalah library research (riset kepustakaan) dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan terhadap penyandang disabilitas dalam al-Qur'an adalah dengan jalan penguatan konsep diri, pengakuan atas eksistensi penyandang disabilitas, perlakuan setara terhadap penyandang disabilitas, pelayanan akses bagi penyandang disabilitas dan pemberdayaan penyandang disabilitas.
PENDIDIKAN ANAK USIA PRENATAL DALAM ISLAM Abdul Ghofur
Tarbawi : Jurnal pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 3 (2020): Tarbawi
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.445 KB)

Abstract

Abstrak Tulisan ini bertujuan menggali konsep pendidikan anak usia prenatal dalam kacamata Islam. Telah terjadi perdebatan di kalangan ahli tentang kapan seorang anak dapat didik. Ada ahli pendidikan yang berpendapat bahwa pendidikan anak dapat dilakukan mulai umur 7 tahun. Ada pula yang menyatakan sejak umur 4 tahun anak dapat menerima pendidikan dari orang tuanya maupun orang sekitarnya. Islam secara tersirat mengemukakan bahwa bahkan sejak dalam kandungan ibunya, seorang anak dapat menerima pendidikan dari kedua orang tuanya. Penelitian ini adalah library research (riset kepustakaan) dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia prenatal mampu menerima pendidikan. Konsep pendidikan anak usia prenatal dalam Islam dimulai dari sejak seorang laki-laki atau wanita memilih jodohnya, pra konsepsi suami istri, saat bayi dikandung dalam rahim ibunya, dan hingga tumbuh kembangnya setelah lahir. Dengan berbagai metode dan materi yang dilakukan, Islam menawarkan sebuah konsep pendidikan holistik bagi seorang anak.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM DAKWAH POLITIK NABI SULAIMAN AS (KAJIAN SURAT AN-NAML AYAT 23-44) Abdul Ghofur
Tarbawi : Jurnal pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2021): Tarbawi : Jurnal Pemikiran dan pendidikan Islam
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.34 KB) | DOI: 10.51476/tarbawi.v4i1.244

Abstract

Tulisan ini bertujuan menggali nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam aktifitas dakwah politik Nabi Sulaiman as terhadap Balqis. Dalam konteks politik (kekuasaan) aktifitas dakwah yang dilakukan Nabi Sulaiman as memiliki karakteristik, obyek dakwahnya adalah kelompok masyarakat yang terhimpun dalam sebuah kerajaan yang besar dan kuat, serta memiliki peradaban yang sangat maju (Saba'). Berdakwah dalam konteks semacam ini tentunya akan berhadapan dengan banyak rintangan dan hambatan. Meski demikian, Nabi Sulaiman as terhitung sukses dalam dakwah politiknya yakni dengan menghantarkan Balqis dan penduduknya kepada keimanan. Penelitian ini adalah library research (riset kepustakaan) dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Secara khusus, bidang kajian diarahkan pada penafsiran surat an-Naml ayat 23-44 guna memberikan gambaran dakwah politik Nabi Sulaiman as dan menggali nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan dalam dakwah politik Nabi Sulaiman as berupa; bersikap responsif atas masalah mad'u, berdakwah secara tepat dan teliti, mengedepankan musyawarah dan mufakat, memiliki integritas dan komitmen atas dakwah, dan menjauhi sifat sombong dan takabur.
THE QUR'ANIC THERAPEUTIC SPIRITUAL COMMUNICATION ON THE PATIENT'S SPIRITUAL PROBLEMS IN NURSING CARE Zaenal Arifin, Mohamad; Suliyono, Suliyono; Ghofur, Abdul; Askan, Fatimah
Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur'an dan Tafsir Vol 7 No 1 (2022): Volume 7 No. 1, June 2022
Publisher : The Department of the Qur'anic Studies, Faculty of Ushuluddin, Adab, and Da'wah, State Institute of Islamic Studies (IAIN) Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at-tibyan.v7i1.3902

Abstract

This paper discusses the Qur'anic therapeutic, spiritual communication, which is used as an approach to dealing with spiritual problems experienced by patients. In suffering from illness, patients, in addition to needing medical treatment, also need help, guidance, and spiritual services to overcome the psychological shock they experience and support their illness's healing process. This research is library research using a descriptive-analytical approach. Research data is sourced from literature books, journals, books of interpretation, and others that correlate with the discussion. The results of this study indicate that the therapeutic Qur'anic spiritual communication becomes a model for healing the patient's spiritual problems. Delivery of messages containing Qur'anic spirituality by nurses to patients who are strengthened by the ability to express words that are clear, evocative, polite, gentle, helpful, and pleasant, as well as profound experiences of spiritual healing will be a healing power for patients' spiritual problems. Moreover, the spiritual maturity of nurses is no less critical, which is reflected when providing services to patients in the form of showing care, compassion, listening, sincerity, being friendly, smiling, and being patient with the patient's condition. Likewise, do not be arrogant, arrogant, rude, find fault, or indulge in patient disgrace and the like.
STRATEGI PENINGKATAN LITERASI BERAGAMA DENGAN PEMBIASAAN SIKAP RELIGIUS DI MTs AMANATUL MUSLIMIN JAKARTA BARAT Fikri, Abdul; Ghofur, Abdul
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 7 No 2 (2024): Tarbawi
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v7i2.659

Abstract

Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui strategi peningkatan literasi beragama melalui pembiasaan sikap religius di MTs Amanatul Muslimin Jakarta Barat. Pembiasaan sikap religius memegang peranan penting pada upaya sekolah untuk menghasilkan siswa yang memiliki karakter religius dan pemahaman keagamaan yang kuat. Meski demikian, dalam pelaksanaannya memerlukan strategi yang tepat agar prosesnya berjalan lancar dan mencapai hasil yang diharapkan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif yaitu penelitian untuk memperoleh data dari informan secara mendalam. Untuk mendapatkan data penelitian peneliti melakukan obeservasi dan serangkaian wawancara terhadap kepala sekolah, wakil bagian kurikulum, guru, dan siswa. Sementara sumber data sekunder diperoleh dari literatur-literatur yang meliputi buku, jurnal ilmiah, dokumen-dokumen yang berkaitan dengan permasalahan yang diangkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk meningkatkan literasi beragama di MTs. Amanatul Muslimin, Jakarta Barat, pihak sekolah menerapkan strategi: 1. Membuat proram kegiatan keagamaan seperti membaca dan menulis Al-Qur’an (BTQ), shalat fardhu berjamaah, shalat Dhuha, menerapkan budaya 5S (senyum, sapa, salam, sopan dan sabar), dan sedekah Jum’at. 2. Pemberian motivasi, nasehat, dan teladan oleh guru, agar siswa lebih semangat dalam beribadah dan memahami agama. Adapun faktor-faktor pendukung dan penghambat strategi peningkatan literasi beragama dengan pembiasaan sikap religius ini adalah dukungan dan keterlibatan kepala sekolah, guru, masyarakat, dan orang tua. Sedangkan faktor penghambatnya adalah pengaruh lingkungan luar sekolah, pengaruh media sosial, serta kurangnya kesadaran pada diri siswa.
Islamic Education Teacher's Strategy in Building Resilience in Students with Broken Home Family Backgrounds Amalia, Neneng; Arifin, Mohamad Zaenal; Samsudin, Umar; Ghofur, Abdul
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol. 9 No. 1 (2025): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : LETIGES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v9i1.101

Abstract

Students from broken home family backgrounds are prone to mental and behavioural disorders, such as anxiety, sadness, stress, feeling unloved and unloved, lack of self- confidence, difficulty controlling emotions, and being violent to friends. This affects not only students' psychological and social conflicts but also the quality of their learning at school. This study aims to describe the efforts made by Islamic Education teachers to help students with broken home family backgrounds deal with the problems that occur. This research is qualitative research with a case study approach. The research subjects were four Islamic Education teachers, two homeroom teachers, and five students with broken home family backgrounds. Data collection techniques were carried out by observation and interviews. Data analysis techniques were reduction, display, verification, and conclusion drawing. This study found that the problems faced by students with broken home family backgrounds are parents being too busy, communication breakdowns in the family, egocentric attitudes of parents, low family economic levels, and infidelity. Islamic Education teachers can overcome the negative impacts arising from the problems of broken home families by building resilience in students by instilling emotion regulation, self-control, optimism, empathy, and self efficacy. This study has limitations because it only uses descriptive analysis of limited data. Therefore, it is hoped that there will be further studies with more data coverage, such as the involvement of Counselling Guidance teachers and students' parents.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VIDEO DAN GAME EDUKATIF BERBASIS DIGITAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SDN PONDOK BAHAR KOTA TANGERANG Ghofur, Abdul; Mutmainah, Mutmainah; Amalia, Dina
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol 8 No 2 (2025): Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/dirasah.v8i2.755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan media video dan game edukatif berbasis digital terhadap motivasi belajar siswa di SDN Pondok Bahar, Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental pretest-posttest control group. Sebanyak 44 siswa dipilih secara acak dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen yang menerima pembelajaran menggunakan media video dan game edukatif berbasis digital, serta kelompok kontrol yang menerima pembelajaran dengan metode konvensional. Intervensi berlangsung selama 4 minggu (8 kali pertemuan) pada mata pelajaran tertentu. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket motivasi belajar dengan skala Likert, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,87, yang mengindikasikan bahwa instrumen tersebut memiliki tingkat reliabilitas yang sangat baik dan layak digunakan dalam penelitian ini. Kelompok eksperimen yang menggunakan pembelajaran berbasis media digital dan kelompok kontrol dengan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui kuesioner motivasi belajar, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan uji-t independen. Hasil menunjukkan bahwa media digital secara signifikan meningkatkan motivasi belajar siswa, di mana rata-rata motivasi kelompok eksperimen meningkat dari 68,2 pada pretest menjadi 86,7 pada posttest, sementara kelompok kontrol hanya naik dari 63 menjadi 70, dengan hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan (t = 7,345, p < 0,001). Media digital berkontribusi melalui visualisasi menarik, interaktivitas, dan kemudahan akses terhadap materi, sehingga meningkatkan keterlibatan dan minat siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa media digital adalah alat efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di tingkat Sekolah Dasar, dengan implikasi praktis mencakup perlunya pelatihan guru dalam optimalisasi teknologi pembelajaran serta pengembangan strategi berbasis media digital yang menarik, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan siswa di era digital.
THE QUR'ANIC THERAPEUTIC SPIRITUAL COMMUNICATION ON THE PATIENT'S SPIRITUAL PROBLEMS IN NURSING CARE Zaenal Arifin, Mohamad; Suliyono, Suliyono; Ghofur, Abdul; Askan, Fatimah
Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur'an dan Tafsir Vol 7 No 1 (2022): Volume 7 No. 1, June 2022
Publisher : The Department of the Qur'anic Studies, Faculty of Ushuluddin, Adab, and Da'wah, State Institute of Islamic Studies (IAIN) Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at-tibyan.v7i1.3902

Abstract

This paper discusses the Qur'anic therapeutic, spiritual communication, which is used as an approach to dealing with spiritual problems experienced by patients. In suffering from illness, patients, in addition to needing medical treatment, also need help, guidance, and spiritual services to overcome the psychological shock they experience and support their illness's healing process. This research is library research using a descriptive-analytical approach. Research data is sourced from literature books, journals, books of interpretation, and others that correlate with the discussion. The results of this study indicate that the therapeutic Qur'anic spiritual communication becomes a model for healing the patient's spiritual problems. Delivery of messages containing Qur'anic spirituality by nurses to patients who are strengthened by the ability to express words that are clear, evocative, polite, gentle, helpful, and pleasant, as well as profound experiences of spiritual healing will be a healing power for patients' spiritual problems. Moreover, the spiritual maturity of nurses is no less critical, which is reflected when providing services to patients in the form of showing care, compassion, listening, sincerity, being friendly, smiling, and being patient with the patient's condition. Likewise, do not be arrogant, arrogant, rude, find fault, or indulge in patient disgrace and the like.
PENERAPAN SANKSI TA’ZIR UNTUK MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN SANTRI DI PONDOK PESANTREN AL-MUSYARROFAH JAKARTA SELATAN Oktavera, Siska; Alfarisi, Rifki; Ghofur, Abdul
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 6 No 2 (2023): Tarbawi
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v6i2.399

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efek dari penerapan sanksi Ta’zir pada tingkat kedisiplinan santri di Pondok Pesantren al-Musyarrofah. Sering dijumpai di kalangan santri di banyak pondok pesantren yang melanggar peraturan-peraturan yang telah ditetapkan pengurus. Di antara hal yang menjadikan hal tersebut terjadi adalah kurangnya penanaman sikap disiplin pada santri dan tidak adanya konsekuensi terhadap peraturan-peraturan yang telah dilanggar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti mendapatkan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penerapan ta’zir di Pondok Pesantren al-Musyarrofah disesuaikan dengan tingkatan pelanggaran yang telah dilakukan santri. Ta’zir yang diterapkan bentuknya bermacam-macam dan dikelompokkan menjadi 3 kategori, yaitu: ringan, sedang, dan berat. Penerapan ta’zir tersebut memberikan efek baik berupa meningkatnya kedisiplinan santri. Santri menjadi lebih mentaati peraturan yang ada dan melaksanakan kegiatan pesantren dengan baik. Kelebihan dan kekurangan yaitu tidak stabilnya semangat pengurus, kedua perlakuan yang kurang adil antara santri junior dan senior dalam menerapkan ta’zir, serta kurangnya tauladan dari santri senior.