Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analysis of Compound Activities in Cinchona Officinalis as Antiaging With a Computational Approach Esti Mulatsari; esti Mumpuni
Farmasains : Jurnal Farmasi dan Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/farmasains.v7i1.18134

Abstract

Several studies on plants that have antiaging properties have been widely published. From these studies, research has not been carried out on compounds in cinchona plants that may provide efficacy as antiaging. Initially, cinchona is a plant that is famous for its antimalarial properties. But the use of cinchona as an antimalarial has now been reduced so research needs to be done to look for another potential of the cinchona plant. This study aims to conduct a computational approach of compounds derived from cinchona as an inhibitor of the elastase, hyaluronidase, collagenase, and tyrosinase enzymes with oleanolic acid, EGCG, and arbutin as comparative compounds. The method used in this study is molecular docking using YASARA, Marvinsketch, PLANTS, VMD, and statistic R software. From the research results, six (6) candidates of active compounds as elastase enzyme inhibitors, twenty one (21) candidates of the active compound as hyaluronidase enzyme inhibitors, four (4) candidates of the active compound as collagenase enzyme inhibitors, and four (4) candidates of the active compound as tyrosinase inhibitors. Two compounds have potential as antiaging, i.e chlorogenic acid and Cyanidol 3-rhamnoglucoside.
In Silico Molecular Docking and Toxicity Studies of Bioactive Fucoidan Compound from Brown Seaweed as Potential of Antihypertensive Agus Kurniawan; Siswandono Siswandono; Esti Mumpuni; Syamsudin Abdillah
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 19, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v19i1.15933

Abstract

Angiotensin Converting Enzyme (ACE) is an enzyme that can convert angiotensin 1 to angiotensin 2 peptide, which is a strong vasoconstrictor that causes hypertension. Fucoidan (4,5-dihydroxy-2,6-dimethyltetrahydro-2H-pyran-3-yl hydrogen sulfate) is one of the polysaccharide chemical compounds found in seaweed and is reported to have the ability to inhibit ACE activuty in vitro. The aim of this study is to predict of the binding interaction between fucoidan and amino acids in ACE and to use the native captopril ligand (MCO702) as the standard ligand. Analysis of the molecular docking of fucoidan and captopril compounds against ACE (1UZF) using Molegro 6.0 and Chemoffice Professional 17.1 Software and for toxicity analysis using pkCMS online tools. The results of the docking prediction showed that fucoidan had MolDock and Rerank Score values of -82.311 kcal/mol and -70.872 kcal/mol, respectively, which were not much different from captopril, namely -84.816 kcal/mol and -74.758 kcal/mol. Fucoidan and captopril are also easily absorbed and have good permeability and are classified as low toxicity, but are dangerous if ingested in the 2000 LD50≤ 5000 mg/kg range. Fucoidan has the potential as a candidate for antihypertensive drugs because it is predicted that in silico has the same ability as captopril.
PERBANDINGAN AKTIVITAS TABIR SURYA DAN ANTIOKSIDAN : EKSTRAK ETANOL 70% DAN 96% DARI RIMPANG BANGLE (Zingiber montanum (J.Koenig) Link ex A.,): COMPARISON OF SUNSCREEN AND ANTIOXIDANT ACTIVITIES: 70% AND 96% ETHANOL EXTRACT FROM BANGLE (Zingiber montanum (J.Koenig) Link ex A.,) RHIZOME Nur Aji; Shirly Kumala; Esti Mumpuni; Deni Rahmat
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.557

Abstract

Rimpang Zingiber montanum memiliki potensi sebagai antioksidan dan tabir surya. Pelarut etanol merupakan pelarut yang diijinkan dalam pembuatan ekstrak untuk bahan obat tradisional. Etanol 70% dan 96% lazim digunakan dalam proses ekstraksi namun belum diketahui bagaimana pengaruh kedua konsentrasi etanol terhadap kandungan senyawa aktif dan aktivitasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan karakteristik,  aktivitas antioksidan, dan tabir surya dari ekstrak Z. montanum yang dimaserasi dengan pelarut etanol 70% dan 96%. Penelitian ini menggunakan metode komparatif kuantitatif. Penelitian dibagi dalam tiga tahap, yaitu :  uji parameter ekstrak, aktivitas antioksidan, dan tabir surya. Data aktivitas antioksidan dan tabir surya antara ekstrak Z. montanum dengan pelarut etanol 70 dan 96% dilakukan uji banding dengan t-tes. Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak, kadar fenol total, dan kadar kurkuminoid total dari ekstrak etanol 96% memiliki nilai yang lebih tinggi. Aktivitas antioksidan walaupun memiliki aktivitas sangat kuat, kedua ekstrak berbeda signifikan (t hitung > t tabel)  antara ekstrak etanol 70%  memiliki nilai konsentrasi hambatan 50% (IC50) 11,25 µg/mL, sedangkan ekstrak etanol 96%  sebesar 11,67 µg/mL. Aktivitas tabir surya kedua ekstrak tidak berbeda secara signifikan (t hitung < t tabel)  dengan nilai SPF tertinggi pada konsentrasi 100 µg/mL dengan kategori daya proteksi tinggi. Semua parameter ekstrak menunjukkan ekstrak etanol 96% memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak etanol 70%. Aktivitas antioksidan kedua ekstrak memiliki nilai yang berbeda signifikan, walaupun keduanya memiliki aktivitas sangat kuat. Sedangkan aktivitas tabir surya keduanya tidak berbeda signifikan. Kata kunci : Zingiber montanum, Antioksidan, Tabir Surya, Etanol 70%, Etanol 96%
Analisis QSAR senyawa turunan Diosmetin sebagai Antioksidan baru dengan metode Semi Empirik AM 1 Esti Mumpuni; Titiek Martati; Esti Mulatsari; Andika Muhammad Hidayat
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3552.913 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v11i2.34

Abstract

Diosmetin adalah bioflavonoid yang berlimpah di alam dan merupakan senyawa turunan flavon yang memiliki aktivitas antioksidan yang buruk, sehingga pemanfaatan senyawa ini sebagai antioksidan sangat jarang. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan diosmetin digunakan metode QSAR. Analisis QSAR (Quantitative Structure-Activity Relationship) terhadap 195 senyawa turunan diosmetin sebagai senyawa antioksidan yang dilakukan dengan menggunakan deskriptor panas pembentukan, energi HOMO, energi LUMO, energi hidrasi, nilai Log P, massa, muatan atom C2, C4, dan C4’. Struktur elektronik sebagai deskriptor telah dilakukan perhitungan melalui perangkat lunak Hyperchem 8.0.6 untuk Windows 7.0 menggunakan metode semiempirik AM1. Deskriptor-deskriptor telah diperoleh melalui permodelan molekul untuk memperoleh struktur yang paling stabil setelah proses optimasi geometri . Nilai aktivitas biologis antioksidan (IC50) diperoleh melalui jurnal penelitian. Persamaan model QSAR terbaik ditentukan melalui pendekatan regresi multilinier dan diperoleh persamaan QSAR : –log IC50 = 70.52781 + (-0.0298 Panas Pembentukan) + (3.627483 Energi HOMO) + (-0.48695 Energi LUMO) + (0.274203 Energi Hidrasi) + (-3.43515 Log P) + (-0.17476 Massa) + (26.95107 muatan atom C2) + (-3.67587 muatan atom C4) + (-3.85701 muatan atom C4’), sehingga diperoleh hasil bahwa senyawa 3,6-diamin diosmetin merupakan senyawa turunan diosmetin dengan aktivitas antioksidan terbaik dengan nilai IC50 prediksi sebesar 0.33 µg/mL.
Skrining virtual dan elusidasi moda ikatan senyawa Inhibitor Enzim Elastase dan Hyaluronidase pada beberapa tanaman dengan aktivitas Anti-Aging Esti Mumpuni; Esti Mulatsari; Tri Kumala Noerfa
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5617.764 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v11i2.40

Abstract

Beberapa penelitian mengenai enzim elastase dan enzim hyaluronidase yang berpotensi sebagai anti-aging telah dipublikasi sebelumnya. Mengacu pada berbagai hasil penelitian tersebut, pada penelitian ini dilakukan skrining virtual 30 senyawa bahan alam yang berasal dari 10 tanaman dan elusidasi moda ikatan terhadap senyawa aktif sebagai inhibitor enzim penyebab penuaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme kerja senyawa penghambat aging pada tanaman dan memodelkan interaksinya. Berdasarkan hasil score ChemPLP dari simulasi docking pada penelitian ini, diperoleh 4 senyawa yang aktif menghambat enzim elastase yaitu dari 2 senyawa dari tanaman jeruk (Citrus aurantium subsp. Amara), 1 senyawa dari bunga lavender (Lavandula angustifolia L.) dan 1 senyawa dari tanaman lengkuas belang (Alpinia zerumbet). Sedangkan pada enzim hyaluronidase diperoleh 11 senyawa yang aktif menghambat enzim hyaluronidase yaitu 2 senyawa dari tanaman lengkuas belang (Alpinia zerumbet), 3 senyawa dari tanaman pinang (Areca catechu L.), 1 senyawa dari tanaman teh (Camellia sinensis Kuntze), 1 senyawa dari bunga mawar (Rosa centifolia L.), 2 senyawa dari tanaman jeruk (Citrus aurantium subsp. Amara), 1 senyawa dari tanaman lavender (Lavandula angustifolia L.) dan 1 senyawa dari rumput laut (Eucheuma spinosum).
Aktivitas Penghambatan Xantin Oksidase Herba Tapak Liman, Biji Jintan Hitam, dan Daun Talok Secara In Silico dan In Vitro Marybet Tri Retno Handayani; Esti Mumpuni; Dian Ratih Laksmitawati
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.954 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i5.6911

Abstract

Hiperurisemia adalah peningkatan kadar asam urat darah di atas normal yang merupakan faktor resiko penyakit gout. Allopurinol digunakan untuk terapi hiperurisemia, namun masyarakat Indonesia menyukai herbak sebagai alternatif terapi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas penghambatan xantin oksidase secara in silico dan in vitro pada tanaman herba tapak liman (Elephantopus scaber Linn), biji jintan hitam (Nigella sativa Linn) dan daun talok (Muntingia calabura Linn). Pada pengujian secara in silico, 70 senyawa bioaktif yang berasal dari herba tapak liman, biji jintan hitam dan daun talok diujikan sebagai ligan dan divisualisasikan interaksinya terhadap reseptor pada enzim yang berperan sebagai antihiperurisemia dengan metode Structure based ligand Dari hasil docking diperoleh 15 senyawa uji yang dapat menghambat enzim xantin oksidase kerena memperoleh score docking lebih kecil dari kontrol positif. Kemudian dilakukan penelitian secara in vitro untuk mengetahui aktivitas penghambatan xantin oksidase oleh ekstrak etanol 70% herba tapak liman, biji jintan hitan, dan daun talok, hasil menunjukkan adanya aktivitas penghambatan xantin oksidase masing-masing sebesar 41,08%; 34.92%; dan 31,57%. Tanaman herba tapak liman (Elephantopus scaber Linn), biji jintan hitam (Nigella sativa Linn) dan daun talok (Muntingia calabura Linn) mengandung senyawa yang memiliki aktivitas sebagai penghambat xantin oksidase pada hiperurisemia.
PERBANDINGAN AKTIVITAS TABIR SURYA DAN ANTIOKSIDAN : EKSTRAK ETANOL 70% DAN 96% DARI RIMPANG BANGLE (Zingiber montanum (J.Koenig) Link ex A.,): COMPARISON OF SUNSCREEN AND ANTIOXIDANT ACTIVITIES: 70% AND 96% ETHANOL EXTRACT FROM BANGLE (Zingiber montanum (J.Koenig) Link ex A.,) RHIZOME Nur Aji; Shirly Kumala; Esti Mumpuni; Deni Rahmat
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.557

Abstract

Rimpang Zingiber montanum memiliki potensi sebagai antioksidan dan tabir surya. Pelarut etanol merupakan pelarut yang diijinkan dalam pembuatan ekstrak untuk bahan obat tradisional. Etanol 70% dan 96% lazim digunakan dalam proses ekstraksi namun belum diketahui bagaimana pengaruh kedua konsentrasi etanol terhadap kandungan senyawa aktif dan aktivitasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan karakteristik,  aktivitas antioksidan, dan tabir surya dari ekstrak Z. montanum yang dimaserasi dengan pelarut etanol 70% dan 96%. Penelitian ini menggunakan metode komparatif kuantitatif. Penelitian dibagi dalam tiga tahap, yaitu :  uji parameter ekstrak, aktivitas antioksidan, dan tabir surya. Data aktivitas antioksidan dan tabir surya antara ekstrak Z. montanum dengan pelarut etanol 70 dan 96% dilakukan uji banding dengan t-tes. Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak, kadar fenol total, dan kadar kurkuminoid total dari ekstrak etanol 96% memiliki nilai yang lebih tinggi. Aktivitas antioksidan walaupun memiliki aktivitas sangat kuat, kedua ekstrak berbeda signifikan (t hitung > t tabel)  antara ekstrak etanol 70%  memiliki nilai konsentrasi hambatan 50% (IC50) 11,25 µg/mL, sedangkan ekstrak etanol 96%  sebesar 11,67 µg/mL. Aktivitas tabir surya kedua ekstrak tidak berbeda secara signifikan (t hitung < t tabel)  dengan nilai SPF tertinggi pada konsentrasi 100 µg/mL dengan kategori daya proteksi tinggi. Semua parameter ekstrak menunjukkan ekstrak etanol 96% memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak etanol 70%. Aktivitas antioksidan kedua ekstrak memiliki nilai yang berbeda signifikan, walaupun keduanya memiliki aktivitas sangat kuat. Sedangkan aktivitas tabir surya keduanya tidak berbeda signifikan. Kata kunci : Zingiber montanum, Antioksidan, Tabir Surya, Etanol 70%, Etanol 96%