Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Perbandingan Kualitas Patient Engagement Pada Empat Pelayanan Spesialis Dasar Di RSUD Haji Provinsi Sulawesi Selatan K, Andi Tihardimanto
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 15, No 1 (2014): Al-Hikmah Journal for Religious Studies
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research aimed to describe and compare the patient engagement quality of the four basic specialist services in the in-patient installation in Haji Local General Hospital of South Sulawesi Province. This research was a comparative descriptive research. The research sample comprised the group respondents of in-patients the four basic specialist services. The result of the research revealed that patient engagement quality as perceived by the patients was categorized as good (73,9%); the patient engagement related to the doctors capacity to listen to  and  encourage  the  patients  to  ask  questions  was  categorized  as  good (78,4%); in making a decisions was not good (63,6%); the ability of the doctor to  give  and  explain  the  information  to  patients  was  good  (63,1%).  The duration of consultation was good (56,8%); while the empathy given to the patients was categorized as good (83,5%). As for the quality of the patient engagement in the four sub-parts of the basic specialist services, the quality of the patient engagement was significantly different from one another (p=0,000).
Hubungan Pola Makan Terhadap Kejadian Kekurangan Energi Kronik Pada Ibu Hamil Trimester I Di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar Ikhtirami, A.; Rahma, Andi Sitti; Tihardimanto, Andi
MEDULA Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v8i2.19329

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Kurang energi kronik (KEK) merupakan keadaan saat ibu mengalami kekurangan makanan yang berlangsung lama (kronis) sehingga menimbulkan gangguan kesehatan bagi ibu yang ditandai dengan badan lemah, wajah menjadi pucat, dan lingkar lengan atas (LILA) ≤ 23 cm (Kementerian Kesehatan RI, 2013). Tujuan : Pada penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan terhadap kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil trimester I di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian case control dengan  pendekatan  kuantitatif  melalui  pengambilan  sampel  secara  total  sampling  dengan  24 responden, kemudian mengisi lembar kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk melihat pola makan responden (jumlah, jenis, frekuensi makan). Hasil: Hasil penelitian ini berdasarkan hasil uji chi square pada jumlah makan diperoleh nilai p value = 0,667 > nilai α = 0,05, kemudian pada jenis makan diperoleh nilai p value = 0,155 > nilai α = 0,05 dan frekuensi makan diperoleh nilai p value = 0,667 > nilai α = 0,05, yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil trimester I. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini ialahtidak terdapat hubungan antara jumlah makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil trimester I, kemudian tidak terdapat hubungan antara jenis makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil trimester I dan tidak terdapat hubungan antara frekuensi makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil trimester I.Kata Kunci : Food Frequency Questionnaire, Ibu Hamil Trimester I, KEK, Pola Makan.
Perbandingan Kualitas Patient Engagement Pada Empat Pelayanan Spesialis Dasar Di RSUD Haji Provinsi Sulawesi Selatan Andi Tihardimanto K
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research aimed to describe and compare the patient engagement quality of the four basic specialist services in the in-patient installation in Haji Local General Hospital of South Sulawesi Province. This research was a comparative descriptive research. The research sample comprised the group respondents of in-patients the four basic specialist services. The result of the research revealed that patient engagement quality as perceived by the patients was categorized as good (73,9%); the patient engagement related to the doctor's capacity to listen to  and  encourage  the  patients  to  ask  questions  was  categorized  as  good (78,4%); in making a decisions was not good (63,6%); the ability of the doctor to  give  and  explain  the  information  to  patients  was  good  (63,1%).  The duration of consultation was good (56,8%); while the empathy given to the patients was categorized as good (83,5%). As for the quality of the patient engagement in the four sub-parts of the basic specialist services, the quality of the patient engagement was significantly different from one another (p=0,000).
Hubungan Pola Makan Terhadap Kejadian Kekurangan Energi Kronik Pada Ibu Hamil Trimester I Di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar A. Ikhtirami; Andi Sitti Rahma; Andi Tihardimanto
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v8i2.20622

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Kurang energi kronik (KEK) merupakan keadaan saat ibu mengalami kekurangan makanan yang berlangsung lama (kronis) sehingga menimbulkan gangguan kesehatan bagi ibu yang ditandai dengan badan lemah, wajah menjadi pucat, dan lingkar lengan atas (LILA) ≤ 23 cm (Kementerian Kesehatan RI, 2013). Tujuan : Pada penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan terhadap kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil trimester I di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian case control dengan pendekatan kuantitatif melalui pengambilan sampel secara total sampling dengan 24 responden, kemudian mengisi lembar kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk melihat pola makan responden (jumlah, jenis, frekuensi makan). Hasil: Hasil penelitian ini berdasarkan hasil uji chi square pada jumlah makan diperoleh nilai p value = 0,667 > nilai α = 0,05, kemudian pada jenis makan diperoleh nilai p value = 0,155 > nilai α = 0,05 dan frekuensi makan diperoleh nilai p value = 0,667 > nilai α = 0,05, yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil trimester I. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini ialah tidak terdapat hubungan antara jumlah makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil trimester I, kemudian tidak terdapat hubungan antara jenis makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil trimester I dan tidak terdapat hubungan antara frekuensi makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil trimester I.Kata Kunci : Food Frequency Questionnaire, Ibu Hamil Trimester I, KEK, Pola Makan.
HUBUNGAN POLA MAKAN TERHADAP KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASSI-KASSI KOTA MAKASSAR Andi Ihtirami; Andi Sitti Rahma; Andi Tihardimanto
Molucca Medica VOLUME 14, NOMOR 1, APRIL 2021
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.167 KB) | DOI: 10.30598/molmed.2021.v14.i1.11

Abstract

Pendahuluan : Kurang energi kronik (KEK) merupakan keadaan saat ibu mengalami kekurangan makanan yang berlangsung lama (kronis) sehingga menimbulkan gangguan kesehatan bagi ibu yang ditandai dengan badan lemah, wajah menjadi pucat, dan lingkar lengan atas (LILA) ≤ 23 cm. Pada penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan terhadap kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil trimester I di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian case control dengan pendekatan kuantitatif melalui pengambilan sampel secara total sampling dengan 24 responden, kemudian mengisi lembar kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk melihat pola makan responden (jumlah, jenis, frekuensi makan). Hasil : Berdasarkan hasil uji chi square pada jumlah makan diperoleh nilai p value = 0,667 > nilai α = 0,05, kemudian pada jenis makan diperoleh nilai p value = 0,155 > nilai α = 0,05 dan frekuensi makan diperoleh nilai p value = 0,667 > nilai α = 0,05, yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil trimester I. Kesimpulan : Dari penelitian ini tidak terdapat hubungan antara jumlah makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil trimester I, kemudian tidak terdapat hubungan antara jenis makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil trimester I dan tidak terdapat hubungan antara frekuensi makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil trimester I. Kata Kunci: Pola Makan, KEK, Ibu Hamil Trimester I, Food Frequency Questionnaire
RISIKO ABNORMALITAS INTERVAL QT PADA IBU HAMIL DENGAN HIPERTENSI Andi Tihardimanto
Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 1 No 1 (2017): JULY
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.886 KB) | DOI: 10.24252/alami.v1i1.4216

Abstract

Hipertensi dalam kehamilan merupakan salah satu dari lima penyebab kematian ibu di Indonesia karena dapat menyebabkan komplikasi maternal yang berat berupa kejadian karidovaskuler yang mengancam jiwa. Hal ini dapat ditimbulkan oleh kejadiana ritmia yang pada dasarnya dapat diskrining sebelumnya melalui pemeriksaan sederhana, yaitu elektrokardiografi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan durasi interval QT pada gambaran elektrokardiorafi ibu hamil yang menderita hipertensi dengan yang tidak hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri atas dua kelompok yang masing-masing sebanyak 29 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi rerata interval QT pada ibu hamil dengan hipertensi adalah 338.9±19.8 millidetik dengan QTc selama 430.9±28.4 millidetik, lebih tinggi jika dibandingkan dengan ibu hamil tanpa hipertensi dengan durasi rerata interval QT selama 325.9±16.8 millidetik dengan QTc selama 408.8±26.1 millidetik. Terdapat perbedaan durasi rerata interval QT yang bermakna antara ibu hamil dengan hipertensi dengan ibu hamil dengan tanpa hipertensi (p=0.003). Disimpulkan bahwa durasi interval QTc pada ibu hamil dengan hipertensi lebih panjang dibandingkan dengan tanpa hipertensi.
ANEMIA HEMOLITIK AKIBAT ENDOKARDITIS KATUP AORTA PADA PEREMPUAN DEWASA DENGAN PATENT DUCTUS ARTERIOSUS Andi Tihardimanto Kaharuddin
Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 4 No 1 (2020): JANUARY
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.929 KB) | DOI: 10.24252/alami.v4i1.10363

Abstract

Patent ductus arteriosus(PDA) adalah kelainanjantung bawaan dimana duktus arteriosus tetap terbuka.Pada usia dewasa, PDAjarangditemukan karena biasanya ditemukan dan diterapiselama masa kanak-kanak. Endokarditis infektif adalah salah satu komplikasi utama dari PDA. Anemia hemolitik bukanlah gejala umum pada endokarditis infektifdan hanya dilaporkan dalam beberapa laporan kasus. Kamimelaporkan kasus anemia hemolitik pada wanita dengan PDA dan endokarditis katup aorta. Dilaporkan seorang perempuan, 44 tahun, masuk rumah sakit dengan keluhan sesak napas yang dirasakan sejak 2 bulan terakhir dan memberat 8 jam sebelum masuk rumah sakit. Sesak bertambah saat beraktivitas dan berbaring terlentang. Demam hilang timbul dan berat badan pasien dirasakan menurun dalam 2 bulan terakhir.Dari pemeriksaan fisis dan penunjang didapatkanadanya anemis, tanda-tanda pembesaran jantung yang disertai PDA dan aorta regurgitasi berat, serta tes Coomb positif. Pasien kemudian diterapi untuk eradikasi kuman endokarditis, mengurangi gejala gagal jantung, dan anemia hemolitik, diantaranya antibiotic, diuretik, Ace inhibitor, dan steroid. Pembedahan diindikasikan pada pasien ini untuk menghilangkan jaringan jantung yang terinfeksi, menutup PDA, dan mengganti katup aorta.
PENGARUH PEMBERIAN MADU TERHADAP GAMBARAN HITUNG LEUKOSIT PADA MENCIT YANG TERINFEKSI SALMONELLA TYPHI Andi Faisal Ansar; Nadyah Haruna; Andi Tihardimanto K
Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 5 No 2 (2021): JULY
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/alami.v5i2.24889

Abstract

Demam tifoid merupakan infeksi sistemik yang disebabkan oleh Salmonella typhi dan madu memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat perubahan jumlah hitung leukosit pada hewan coba yang terinfeksi Salmonella typhi setelah pemberian madu. Penelitian ini menggunakan 24 ekor mencit betina (Mus musculus) berumur 2-3 bulan dengan berat badan 20 – 30 gram yang diinjeksikan bakteri Salmonella typhi dengan pengenceran 103 CFU. Kemudian dibagi menjadi 4 kelompok yaitu mencit yang diberikan aquades 0,5 ml/20gBB/hari, dan madu dengan dosis 0,04 ml/20gBB/hari, 0,06 ml/20gBB/hari, dan dosis 0,08 ml/20gBB/hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah pemberian madu, terjadi penurunan jumlah hitung leukosit mencit pada mencit yang terinfeksi Salmonella typhi dimana penurunan jumlah hitung leukosit terbanyak pada kelompok 4 yakni 7.21x103/ μL, diikuti kelompok 3 dengan 8.81x103/ μL, lalu kelompok 2 dengan 9.18.x103/ μL, dan kelompok 1 dengan 9.33x103/ μL. Pada uji t paired diperoleh nilai t > 2.068 (t= 9,958), lalu uji ANOVA didapatkan nilai p >0,05 (p=0.179) dan dilanjutkan dengan uji pengelompokkan yaitu uji LSD. Hasil yang didapatkan adalah kelompok 1, 2, 3, dan 4 secara umum terjadi penurunan jumlah hitung leukosit pada mencit yang terinfeksi Salmonella typhi tapi tidak signifikan antar kelompok. Kesimpulan penelitian ini ialah pemberian madu dapat menurunkan jumlah hitung leukosit pada mencit yang terinfeksi Salmonella typhi.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI RSUD LAMADDUKELLENG KAB. WAJO Andi Ayu Novitasari; Andi Tihardimanto; Rosdianah Rahim
Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Vol 5, No 1 (2022): ILMU KEDOKTERAN
Publisher : Journal Medical Universitas muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/aimj.v5i1.7145

Abstract

Ketuban pecah dini (KPD) merupakan salah satu masalah penting dalam bidang obstetri yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada ibu dan bayi serta dapat meningkatkan kesakitan dan kematian pada ibu dan bayi1, penyebab KPD samapai saat ini belum jelas namun ada beberapa faktor yang berhubungan yakni usia ibu, paritas, usia kehamilan, riwayat penyakit infeksi urogenitalia2.  : mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini di RSUD Lamaddukelleng Kab. Wajo. penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, pada penelitian ini dianalisis univariat untuk mengetahui karakteristik sampel yang diteliti serta bivariat (chi-square) untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini, jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 822 responden .faktor yang berhubungan dengan kejadian KPD yakni usia kehamilan (p-value 0,001) dan riwayat penyakit infeksi urogenitalia (p-value 0,000), berdasarkan hasil penelitian dari beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian KPD didapatkan faktor usia kehamilan dan riwayat penyakit infeksi urogenitalia yang memiliki korelasi yang bermakna.
Hubungan Pemberian Air Susu Ibu (Asi) Eksklusif Dan Paparan Asap Rokok Terhadap Kejadian Pneumonia Pada Balita Di RSUD Labuang Baji Makassar Periode Juli 2018 – Juli 2019 Andi Rara Pramei; Andi Tihardimanto; Syatirah Jalaluddin
Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 6 No 2 (2022): JULY
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/alami.v6i2.33525

Abstract

Pneumonia is an acute respiratory infection that is a health problem in the world because the mortality rate is very high in children under 5 years old (toddlers). The purpose of this study was to determine the relationship of exclusive breastfeeding and cigarette exposure with the incidence of pneumonia in infants in Labuang Baji Hospital Makassar in the period July 2018 - July 2019. This is an observational analytic study with a cross sectional approach. The method of sampling is a total sampling technique of 107 respondents. The data was collected by conducting interviews using questionnaires. The results showed that out of 112 samples, 48 toddlers (42.9%) were given exclusive breastfeeding and 64 toddlers (57.1%) were not exclusively breastfed. The majority of toddlers experiencing pneumonia in this study were exposed to cigarette smoke as many as 69 toddlers (61.6%). Conclusion: there is a significant relationship between exclusive breastfeeding and exposure to cigarette smoke with the incidence of pneumonia in toddlers. The suggestions are that it is hoped that health workers can educate mothers to give exclusive breastfeeding to their babies, carry out anti-smoking campaign programs and it is hoped that the community will play a role in reducing the incidence of pneumonia in toddlers by providing nutritious intake, exclusive breastfeeding and clean and healthy living behavior.