Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Chief Executive Officer (CEO) dan Kualitas Akrual: Bukti Empiris dari Indonesia Nurmayanti, Poppy
Jurnal Akuntansi dan Governance Andalas Vol. 3 No. 1 (2020): JURNAL AKUNTANSI DAN GOVERNANCE ANDALAS
Publisher : Unand Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jaga.v3i1.42

Abstract

This study investigates the relationship between CEO characteristics and accruals quality from public firms listed in Indonesia Stock Exchange between 2010 and 2017. This study used two accruals quality measures namely absolute abnormal accruals and performance matched abnormal accruals. Specifically, absolute abnormal accruals are proxied by two proxies, a) the modified Jones model (Dechow et al. 1995) and b) accrual estimation error the augmented specification of Dechow and Dichev model (2002) as suggested by McNichols (2002). Furthermore, performance matched abnormal accruals are proxies by two proxies, a) performance matched abnormal accruals by using Kothari et al. 2005) and b) current accrual. This study identifies CEO characteristics as CEO female, financial work experience, business skill, tenure, and CEO founding. The empirical findings that several CEO characteristics (i.e., CEO female, financial work experience, business skill, tenure, and CEO founding) is significantly associated with accrual quality; these in turn, may affect the quality of the firm’s reporting. Overall, these results are consistent with the prediction of the upper echelons theory and have implication in corporate financial reporting.
Edukasi Penyusunan Laporan Keuangan Berdasarkan SAK EMKM Bagi UMKM di Kabupaten Siak Alfiati Silfi; Poppy Nurmayanti M; Eka Hariyani; Nita Wahyuni; Rosmayani Rosmayani
CANANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : PELANTAR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/canang.v5i1.56

Abstract

This community service activity aims to provide education to Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Siak Regency regarding the preparation of financial reports in accordance with the Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities (SAK EMKM). The lack of understanding of MSMEs regarding the importance of systematic and standardized financial records is an obstacle to accountable and sustainable business management. Through training and mentoring, participants are given an understanding of basic accounting concepts, financial report structures, and practical steps in preparing reports based on SAK EMKM. The methods used in this activity include delivering materials, interactive discussions, and financial report preparation simulations with 20 participants. The results of the activity showed an increase in participants' understanding and ability in preparing simple financial reports that meet standards. This education is expected to help MSMEs in increasing financial transparency and access to formal financing. 
Pengaruh Green Finance, Green Regulation dan Green Innovation Terhadap Keputusan Investasi pada Perusahaan Sektor Energi Terbarukan yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020-2024 Edy Darminto; Kamaliah Kamaliah; Poppy Nurmayanti
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 6 No. 6 (2025): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v6i6.9591

Abstract

Isu keberlanjutan semakin mendapat perhatian global akibat meningkatnya emisi karbon dan keterbatasan energi fosil (International Energy Agency, 2025). melalui Paris Agreement and Sustainable Development Goals mendorong transisi ke energi terbarukan (United Nations, 2015). Investasi global energi bersih diperkirakan mencapai USD 2,2 triliun pada 2025 setelah rekor USD 728 miliar pada 2024, dengan tren alokasi investasi meningkat signifikan selama 2020–2024 menunjukkan kepercayaan terhadap prospek ekonomi dan keberlanjutan energi bersih (BloombergNEF, 2024). Di Indonesia, meski ada regulasi dan insentif seperti Perpres No. 98 Tahun 2021, PP No. 78 Tahun 2019, dan PMK No. 130/PMK.010/2020, realisasi investasi energi terbarukan cenderung menurun, dari USD 35,51 miliar pada 2020 menjadi USD 23,85 miliar pada 2024, mencerminkan ketidakpastian regulasi, keterbatasan akses keuangan hijau, dan risiko proyek yang tinggi sehingga transisi energi berkelanjutan belum konsisten (Kementerian Investasi dan Hilirisasi, 2025).Ketidakcocokan tersebut semakin terlihat dari fluktuasi capital expenditure (capex) sebagai proksi keputusan investasi perusahaan energi terbarukan di Indonesia sepanjang 2020–2024, yang menunjukkan adanya ketidakpastian. Data capital expenditure memperlihatkan bahwa sekitar 70% perusahaan mengalami penurunan, sementara hanya 30% perushaan yang mampu mempertahankan atau meningkatkan investasinya. Fakta ini menegaskan adanya kesenjangan nyata antara kebijakan yang ditetapkan dengan realisasi investasi di lapangan. Penelitian ini berfokus pada metode pengukuran keputusan investasi menggunakan capital expenditure, sekaligus menambahkan variabel green innovation dalam model penelitian yang jarang dikaji secara bersamaan dalam konteks energi terbarukan di Indonesia. Hal ini memotivasi penulis untuk mengkaji pengaruh green finance, green regulation dan green innovation terhadap keputusan investasi pada sektor energi terbarukan di Indonesia. Keputusan investasi perusahaan dijelaskan melalui stakeholder theory, sedangkan green finance menggunakan triple bottom line theory dan green regulation serta green innovation dijelaskan melalui legitimacy theory. Berdasarkan stakeholder theory, perusahaan mempertimbangkan kepentingan seluruh pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan investasi, termasuk aspek sosial dan lingkungan (Freeman, 1984). triple bottom line theory menekankan keseimbangan antara profit, people dan planet, sehingga mendorong investasi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga keberlanjutan sosial dan lingkungan (Elkington, 1997). Sementara itu, legitimacy theory menyoroti bahwa investasi dalam inovasi ramah lingkungan dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan merupakan strategi perusahaan untuk memperoleh legitimasi sosial dengan menunjukkan keselarasan antara aktivitas bisnis dan nilai yang berlaku di masyarakat (Dowling & Preffer, 1975). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel pada 22 perusahaan energi terbarukan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari jumlah tersebut, 17 perusahaan dipilih sebagai sampel melalui metode purposive sampling dengan kriteria perusahaan sektor energi terbarukan yang sudah go public atau terdaftar di Bursa Efek Indonesia, serta memiliki sustainability report secara konsisten selama lima tahun dalam rentang 2020– 2024 yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia. Jumlah data observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 85. Analisis dilakukan dengan regresi data panel melalui serangkaian uji pemilihan model meliputi uji chow, uji hausman, dan uji lagrange multiplier serta uji asumsi klasik. Hasil uji pemilihan model menunjukkan bahwa random effect model (rem) merupakan model terbaik yang digunakan dalam penelitian ini. Seluruh uji asumsi klasik telah terpenuhi, yaitu data terdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas, tidak terdapat heteroskedastisitas, dan tidak terjadi autokorelasi. Dengan demikian, random effect model dinyatakan valid dan layak digunakan untuk menganalisis pengaruh green finance, green regulation dan green innovation terhadap keputusan investasi pada sektor energi terbarukan di Indonesia. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa green finance, green regulation dan green innovation berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi. Secara spesifik, green finance berpengaruh positif signifikan, menunjukkan bahwa praktik keuangan berkelanjutan berperan penting dalam mendorong investasi energi terbarukan. Kemudian, green regulation berpengaruh negatif signifikan, yang mengindikasikan bahwa green regulation masih dipersepsikan sebagai hambatan jangka pendek karena menambah beban kepatuhan dan biaya, sehingga mengurangi peluang perusahaan untuk mengalokasikan dana bagi ekspansi usaha. Sementara itu, green innovation berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan investasi, menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan dalam mengembangkan dan menerapkan teknologi ramah lingkungan mendorong investasi strategis untuk memperkuat posisi dan kinerja jangka panjang. Penelitian ini memiliki implikasi literatur, teori dan praktis. Secara literatur, penelitian ini memperluas kajian empiris di bidang keputusan investasi dengan menginvestigasi pengaruh green finance, green regulation dan green innovation pada perusahaan sektor energi terbarukan di Indonesia. Secara teoritis, penelitian ini memperkuat triple bottom line theory, stakeholder theory dan legitimacy theory yang digunakan dalam studi ini. Dari sisi praktis, hasil penelitian memberikan masukan bagi manajemen perusahaan dan pemerintah tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara penerapan kebijakan hijau dan daya tarik investasi. Perusahaan diharapkan memperkuat komitmen keberlanjutan tanpa mengabaikan efisiensi bisnis, sedangkan pemerintah perlu meninjau kembali implementasi regulasi ramah lingkungan agar tetap mendukung iklim investasi yang kondusif di sektor energi terbarukan. Untuk penelitian selanjutnya, pendekatan ini dapat diperluas dengan mengintegrasikan perspektif terkini seperti behavioral finance, green economy, serta big data dan artificial intelligence, menambah variabel seperti risiko pasar dan insentif pajak, serta mempertimbangkan metode analisis kompleks seperti regresi non-linear atau structural equation modeling untuk pemahaman yang lebih mendalam.
PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN LEVERAGE TERHADAP SUSTAINABILITY REPORT Maiza Anggraini; Rita Anugerah; Poppy Nurmayanti
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 9 No 2 (2025): Edisi Mei - Agustus 2025
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v9i2.5637

Abstract

Untuk membantu pembangunan berkelanjutan, sustainability report menyoroti dampak yang ditimbulkan oleh operasi bisnis terhadap ekonomi, masyarakat, dan lingkungan. Akuntabilitas, reputasi yang baik, dan kepercayaan investor semuanya ditingkatkan melalui pengungkapan. Penelitian ini bertujian untuk mengetahui bagaimana dewan direksi independen, komite audit, dan leverage memengaruhi Sustainability Report antara tahun 2021 dan 2023. Hasil penelitian yang berasal dari data sekunder dan analisis regresi data panel menggunakan EViews memperoleh hasil bahwa dewan direksi independen, komite audit, dan komisaris baik untuk sustainability report. Di sisi lain, leverage buruk untuk sustainability report karena perusahaan dengan banyak utang lebih mengutamakan menghasilkan uang daripada pengungkapan keberlanjutan.
DEWAN DIREKSI PEREMPUAN DAN NILAI PERUSAHAAN (Bukti Empiris Dari Sektor Perbankan yang Terdaftar di BEI Tahun 2019-2023) Putri Indriani; Poppy Nurmayanti; Hariadi Yasni
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi Vol 12, No 2 (2025): : (Juli - Desember)
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

he purpose of this study is to examine and analyze the influence of female board of directors on firm value in banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period 2019–2023. The population in this study consists of banking companies listed on the IDX from 2019 to 2023, totaling 47 companies. Using a purposive sampling technique, 36 companies were selected, with a 5-year observation period, resulting in a total of 180 observational data points. The type of data used is quantitative data, sourced from secondary data obtained from company annual reports. Data collection was conducted through documentation, and data analysis was performed using multiple linear regression analysis. The results of the study indicate that the proportion of female directors has a positive effect on firm value, and the threshold effect also has a positive influence on firm value. However, the presence of female directors, as measured by the Blau Index, shows a negative effect on firm value. Keywords: Proportion of female directors, threshold, presence of female directors, firm value.
SOCIAL ENTREPRENEURSHIP ORIENTATION, SOCIAL INNOVATION, AND SOCIAL ENTERPRISE PERFORMANCE: THE MEDIATING ROLE OF COMPETITIVE ADVANTAGE Rahmi Alfina; Yesi Mutia Basri; Poppy Nurmayanti; Emrinaldi Nur Dp; Novita Indrawati
CURRENT: Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini Vol. 7 No. 2 (2026): Current : Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/current.7.2.347-364

Abstract

This research aims to examine the effects of social entrepreneurship orientation and social innovation on social enterprise performance by considering the mediating role of competitive advantage. Unlike previous studies that primarily focus on entrepreneurial orientation, this study integrates social entrepreneurship orientation and social innovation within a single framework to explain the performance of social enterprises. The research was conducted on cooperatives in Indragiri Hilir Regency, Riau, Indonesia, which represent one of the most prominent forms of social enterprise in the country. Data were collected through structured questionnaires distributed directly and via Google Forms, resulting in 150 valid responses from cooperative chairpersons, secretaries, and treasurers. The data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. The findings indicate that social entrepreneurship orientation and social innovation have significant positive effects on social enterprise performance. Furthermore, competitive advantage significantly mediates the relationships between both antecedent variables and performance. These findings extend the Resource-Based View by demonstrating that competitive advantage acts as a strategic mechanism through which social entrepreneurial capabilities are translated into superior organizational outcomes. Practically, the results provide guidance for cooperative managers and policymakers to strengthen innovation and entrepreneurial orientation in order to achieve sustainable social and economic performance.
Co-Authors Afrina Afrina Alamsyah, Mudrika Alfarisy, Ibnu Alfiati Silfi Alfiati Silvi Amani Ruhil Andewi Rokhmawati Andreas Andreas Annisa Dwi Yuliana Annisa Wulandari Anugrah, Rita Aurelia, Clara Azwir Nasir Azwir Nasir Bayu Adriantama Benny Hamdi Rhoma Putra Cantika, Mona Ayu Citra Rezki Ramadhani David Febryant Dika Miftah Faridh Dira Febrianti Doddy Setiawan Edfan Darlis Edy Darminto Eka Hariyani Eka Lestari Eka Setiawati Eliza Khoirunisa EMRINALDI NUR DP EMRINALDI NUR DP Emrinaldi Nur DP Emrinaldi Nur DP Enni Savitri Evi Suryawati Fifi Nofiani Firzal, Yohannes Fitri Fitri fitri yunina Gusrian, Virgo Hafiz Tri Zuriansyah Hanny Putri Sari Hardi ' Hariadi Hariadi Yasni Harnedi Maizir Herwika, Essi Ibrahim, Malahayati Ika Berty Apriliyani Indrawati, Novita Jeni Wardi Kamaliah Kamaliah M Kemal Al Rasyid MAGRETA MAGRETA Maiza Anggraini Malahayati Ibrahim Margaret RMP Mayla Khoiriyah Mega Riska Meisy Dwi Intan Sari Meisy Zahrati Afifah Melta Suplina Mukhlis Mukhlis Nanda Fatmawati Nesya Billa Sausan Niko Andriansyah Nita Wahyuni Novita Indrawati Nurhafida Nurhafida Pipin Kurnia Putri Badriah Mukarromah Putri Indriani Rahmi Alfina Rahmita Khairani Asrar Raihan Arditama Harnedi RAMADAHNIEL ISLAMI Reni Suryanita Restu Agusti Ria Nelly Sari Rialdy Rita Anugerah Riyan Hidayat Riztari Anggraini Rokhmawati, Andewi Rosmayani Rosmayani Ruminda Ruminda Samsiar, Samsiar Sem Paulus Sem Paulus Silalahi Sinta Ramaiyanti Siska Rohaliza Supriono Supriono Syarifah Farra Annisa Tiara Dewi Sundari Tumpal Pandiangan Ulfa Afifah, Ulfa Vince Ratnawati Wandrianto, Rio Widiasti Sukmaningrum Wiwik Pujiati Yenita Roza Yesi Mutia Basri Yesi Mutia Basri Yuana Nurulita Yusma Dani Yusni Maulida Yusralaini Yusralaini