Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : THE COMMERCIUM

ANALISIS FRAMING MEDIA NARASI.TV DAN VIVA.CO.ID DALAM PEMBERITAAN DEMONSTRASI PERINGATAN DARURAT MENOLAK REVISI UNDANG-UNDANG PILKADA 2024 Pitono; Awang Dharmawan
The Commercium Vol. 9 No. 3 (2025): The Commercium - Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v9i3.67081

Abstract

Realitas yang dibentuk melalui pemberitaan memiliki peran yang penting dan sering juga disebut dengan istilah bingkai media, dimana pemberitaan yang dilakukan menunjukkan adanya seleksi isu dan penonjolan atau penekanan terhadap suatu peristiwa sehingga membuat adanya bagian yang luput dalam pemberitaan. Realitas dapat dimunculkan secara berbeda-beda pada peristiwa yang sama, seperti yang diberitakan oleh media Narasi.tv dan Viva.co.id mengenai pemberitaan demonstrasi peringatan darurat menolak revisi undang-undang pilkada 2024. Munculnya demonstrasi peringatan darurat menolak revisi undang-undang Pilkada pada tanggal 22 Agustus 2024 di berbagai daerah, merupakan buntut dari adanya rancangan undang-undang Pilkada 2025 yang di inisiasi oleh DPR dinggap melanggar prinsip demokrasi dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mendapatkan penolakan keras dari berbagai kalangan, mulai dari aktivis, akademisi, buruh, mahasiswa, hingga artis dan komedian.  Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian yang akan diteliti adalah Narasi.tv dan Viva.co.id, sedangkan objek penelitiannya adalah berita yang memuat tentang demonstrasi peringatan menolak revisi undang-undang Pilkada 2024. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis framing model Pan dan Kosicki. Sedangkan Teknik keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi data.  Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa Narasi.tv pada awal pembingkaian pemberitaan demonstrasi dimunculkan sebagai bentuk perlawanan demonstran terhadap pemerintah dalam merevisi undang undang Pilkada dengan lebih menonjolkan tindakan represif dari aparat keamanan, namun pada tahap selanjutnya pembingkaian bergeser dengan lebih mendukung pemerintah dilihat dari berkurangnya narasi yang kritis terhadap pemerintah. Di sisi lainya, Viva.co.id pada awal pemberitaannya melakukan bingkaian dengan lebih menonjolkan kericuhan dan dampak dari kericuhan yang terjadi pada saat demonstrasi dengan narasi yang cukup moderat, ditahap pemberitaan selanjutnya Viva.co.id dalam bingkaianya menunjukkan bentuk dukungan terhadap pemerintah terhadap putusan yang diambil tanpa memberikan ruang yang cukup bagi latar belakang dan alasan demonstrasi. Perbedaan ini mencerminkan bagaimana media dapat membuat realitas yang berbeda pada peristiwa yang sama.