Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH TINGKAT PENGGUNAAN DAUN Indigofera zollingeriana TERFERMENTASI DALAM PAKAN TERHADAP PERFORMANS AYAM KAMPUNG SUPER UMUR 22-55 HARI Diantoro Diantoro; Muhammad Farid Wadjidi; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Observasi yang dilakukan bertujuan untuk mengkaji tingkat pengaruh penggunaan daun Indigofera zollingeriana yang terfermentasi dalam ransum pakan ayam kampung super umur 22-55 hari. Materi yang digunakan yaitu konsentrat KBR2 yang dicampur dengan daun Indigofera zollingeriana terfermentasi Aspergillus niger, dedak halus, jagung giling, kapur , dicalcium phospat, minyak kelapa dan juga ayam kampung super umur 22 hari dengan bobot badan awal hari rata-rata 273.99±13.97 gram berjenis kelamin jantan sebanyak 80 ekor. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap  dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan, terdiri dari 5 ekor ayam dalam satu unit percobaan. Macam perlakuan yang diberikan diantaranya P0= ransum tanpa daun Indigofera, P1= ransum yang menggunakan daun Indigofera terfermentasi 10%, P2=ransum yang menggunakan daun Indigofera  terfermentasi 20%, P3= ransum yang menggunakan daun Indigofera  terfermentasi 30%. Variabel penelitian yang diamati adalah performans ayam kampung super diantaranya konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan nilai IOFC. Penelitian ini menunjukkan hasil tingkat penggunaan daun Indigofera terfermentasi Aspergillus niger dalam ransum pakan berpengaruh sangat nyata ( P<0,01 ) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan nilai IOFC ayam kampung super umur 22-55 hari. Rata-rata dan Uji BNT 1% komsumsi pakan P0=2015,00a g/ekor; P1=2042,50a g/ekor; P2=2061,25a g/ekor dan P3=2137,50bg/ekor, pertambahan bobot badan P0=544,18b, P1 = 528,60b,  P2 = 527,60b dan P3 = 485,40a dan nilai IOFC yaitu P0=Rp. 5715,13b ; P1=Rp. 5963,10b ; P2=Rp. 6025,26b; P3=Rp. 4849,05a. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunan campuran daun Indigofera zollingeriana terfermentasi Aspergilus niger dalam pakan sampai 20% belum memberikan perbedaan terhadap konsumsi pakan,.pertambahan bobot badan dan nilai IOFC yang tinggi pada ayam kampung super umur 22-55 hari. Penggunaan campuran daun Indigofera zollingeriana terfermentasi sampai 30% dapat mengakibatkan, peningkatan konsumsi, penurunan bobot badan dan mendapat nilai IOFC yang terendah.Kata kunci :  Indigofera zollingeriana, fermentasi, Income Over Feed Cost (IOFC), ayam kampung super
STUDI KASUS HIPOKALSEMIA (Milk Fever) PADA SAPI PERAH PERANAKAN FRIESIAN HOLSTEIN (PFH) di WILAYAH KERJA KOPERASI AGRO NIAGA (KAN) JABUNG Syahdan syahdan; Nurul Humaidah; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa faktor-faktor yang terkait dengan kejadian hipokalsemia yang terjadi diwilayah Kerja Koperasi Agro Niaga Jabung. Materi yang digunakan adalah data 100 ekor sapi hipokalsemia di wilayah KAN Jabung Kabupaten Malang. Metode yang digunakan Metode Survey. Analisa yang digunakan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan Kasus Hipokalsemi di Wilayah KAN Jabung sering terjadi pada ternak 1-3 hari pasca partus, periode laktasi ke 4-6, produksi susu 16-20 liter. Faktor pakan memegang peran utama berdasarkan data : ternak yang terkena BCS 1-2 sebesar 70%, jumlah pakan yaitu hijauan 30-35 kg dan konsentrat 6-10 kg dan merupakan kasus ternak yang pertama kali terkena hipokalsemi 79%, Faktor sosial ekonomi yang mencakup tingkat pendidikan, pengalaman, jeniskelamin serta jumlah kepemilikan sapi bukan menjadi faktor utama hipokalsemi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Faktor Manajemen Pakan berpengaruh terhadap kasus hipokalsemia di KAN Jabung. Saran perlu dilakukan perbaikan manajemen pakan dan Perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang ada tidaknya hubungan dan tingkat keeratan antar variabel yang diamati.Kata Kunci : studi kasus, hipokalsemia, sapi PFH, KAN Jabung
ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA SARANG BURUNG WALET DI DESA JOTANG KECAMATAN EMPANG KABUPATEN SUMBAWA Pegi Mei Saputri; Sri Susilowati; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha budidaya sarang burung walet di Desa Jotang Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa materi yang digunakan adalah peternakan walet bapak mahmud di Desa Jotang Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Variabel yang diamati dalam penelitan ini yaitu biaya total rata-rata, penerimaan, keuntungan, dan efisiensi usaha (BEP, B/C ratio, R/C ratio) budidaya sarang burung walet. Data yang diperoleh dicantumkan dalam bentuk tabel. Data dianalisis kelayakannya menggunakan BEP, B/C ratio, dan R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas bangunan usaha budisaya sarang burung walet yaitu 8 x 13 m2 tiga lantai. Total biaya yang dikeluarkan oleh oleh pengusaha adalah Rp.16.855.500 yang didapatkan dari hasil  penjumlahan total biaya tetap dengan total biaya variabel. Jumlah penerimaan dihasilkan sebesar Rp.399.500.000/tahun, keuntungan sebesar  Rp.382.644.500 pertahun. Sedangkan untuk jumlah produksi yang dihasilkan 37 kg/tahun dengan harga jual berbeda berdasarkan kualitasnya. Nilai BEP produksi untuk kualitas A : 1,4 kg, kualitas B : 1,6 kg, kualitas C : 1,7 kg. sedangkan nilai BEP harga untuk kualitas A : Rp.1.532.318,18, kualitas B : Rp. 1.123.700, kualitas C: Rp.1.532.318,18 , nilai R/C 23,7 , dan nilai B/C sebesar 22,7. Dari kesimpulan penelitian ini usaha budidaya sarang burung walet di Desa Jotang Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa dikatakan menguntungkan dan layak untuk dilanjutkan.Kata kunci : kelayakan usaha, usaha sarang walet
PERBEDAAN JENIS LANTAI KADANG SAPI PERAH TERHADAP UJI REDUKTASE DAN PRODUKSI SUSU (STUDI KASUS DI WILAYAH KUD KRUCIL PROBOLINGGO) Nur Haili; Inggit Kentjonowaty; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 1 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh perbedaan jenis lantai kandang sapi perahterhadap uji reduktase dan produksi susu di wilayah KUD Argopuro Krucil Probolinggo. Materiyang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 ekor sapi perah (lantai kayu 5 ekor dan lantai semen5 ekor). Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengambilan sampel secaraPurposive sampling dengan kriteria umur 5-6 tahun, bulan laktasi 5-6. Teknik pengumpulan datauntuk uji reduktase di laboratorium di KUD Argopuro Krucil Probolinggo, sedangkan produksisusu di Peternak anggota KUD Argopuro. Analisis data. menggunakan Uji-t. Percobaan ada 2perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Perlakuannya adalah P1= Lantai kandangsemen, P2 = Lantai kandang papan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji reduktase rata-ratalantai semen lebih tinggi (3,5733/J) dibandingkan perlakuan lantai papan (3,3067/J). Hasil uji tmenunjukkan tidak ada perbedaan (P>0,05) antara lantai papan dan lantai semen. Hasil rata- rataproduksi susu pada lantai semen 9,577 liter/ekor/hari, sedangkan pada lantai papan 9,404liter/ekor/hari. Berdasarkan uji t menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0,05). Kesimpulanpenelitian ini adalah antara kandang lantai semen dengan lantai papan hasil uji reduktase danjumlah produksi susu yang dihasilkan tidak berpengaruh di wilayah KUD Argopuro KrucilProbolinggo, namun ada kecenderungan kandang yang menggunakan lantai semen ( cor) lebih baikdari pada kandang yang menggunakan lantai papan.Kata Kunci : Lantai, Uji Reduktase Dan Produksi Susu.
ANALISIS PENGARUH UMUR TERHADAP KUALITAS SEMEN SEGAR KAMBING SAANEN Dhanis Fitriana; Sumartono sumartono; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pengaruh umur terhadap kualitas semen segar Kambing Saanen. Materi penelitian menggunakan data sekunder kualitas semen segar Kambing Saanen pada periode bulan Januari sampai dengan Maret 2019 di BBIB Singosari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus, data dianalisis dengan Anova satu arah. Apabila terjadi perbedaan maka dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Data semen segar yang digunakan yaitu data Kambing Saanen umur dua tahun (KS 2); tiga tahun (KS 3); dan enam tahun (KS 6). Masing-masing data diulang sebanyak 27 ulangan. Hasil Anova menunjukkan bahwa umur berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap volume dan konsentrasi semen segar Kambing saanen, namun umur berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap motilitas. Rata-rata persentase volume dan konsentrasi semen segar Kambing Saanen pada umur 2, 3 dan 6 tahun berturut-turut adalah 1,00 mL dan 2,60 x 109, 1,55 mL dan 2,95 x 109 serta 1,86 mL dan 2,60 x 109 sedangkan persentase motilitas spermatozoa semen segar Kambing Saanen umur 2, 3 dan 6 tahun adalah 67,96 %, 69,44 % dan 62,70 %. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa kualitas semen segar Kambing Saanen pada umur 2, dan 6 tahun berpengaruh terhadap volume dan konsentrasi, sedangkan motilitas semen segar tidak berpengaruh. Umur berpengaruh terhadap volume semen segar, dan volume terbaik pada umur 3-6 tahun. Konsentrasi semen Kambing Saanen sampai umur 6 tahun masih dalam kisaran normal, tetapi lebih rendah dibandingkan dengan umur 2 dan 3 tahun.Kata Kunci: Konsentrasi, Motilitas, Volume, Umur, Saanen.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN DAGING KALKUN (Meleagris gallopavo) DENGAN BERBAGAI BAHAN PENGEMAS DI SUHU REFRIGERATOR TERHADAP NILAI pH DAN TOTAL BAKTERI Purwa Nugraha Rizal F.; Irawati Dinasari; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama penyimpanan daging kalkun (Meleagris gallopavo) dengan berbagai bahan pengemas di suhu refrigerator terhadap nilai pH dan total bakteri. Materi yang digunakan adalah daging kalkun dan berbagai bahan pengemas. Penelitian percobaanmenggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola tersarang (nested) 2 faktor dan 3 ulangan, Faktor 1 (jenis pengemas) : TP (tanpa pengemas), PP (plastik polypropylene), dan PA (alumunium foil), faktor 2 (lama simpan) : L1 (1 hari), L2 (2 hari), dan L3 (3 hari). Variabel yang diamati adalah total bakteri dan nilai pH. Data yang diperoleh dianalisis ragam dan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan lama penyimpanan dagingkalkun pada suhu refrigerator dengan berbagai bahan pengemas berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap total bakteri dan nilai pH. Rerataan perlakuan lama simpan dalam berbagai kemasan terhadap Total Bakteri yaitu PA.L1= 9,6 x 105 cfu/g (a) hingga TP.L3= 6,4 x 106 cfu/g (c) sedangkan rerataan perlakuan lama simpan dalam berbagai kemasan terhadap Nilai pH yaitu PA.L1= 5,90 (c)hingga TP.L3= 5,50 (a). Kesimpulan penelitian bahwa kedua bahan pengemas ini (plastic polypropylene dan alumunium foil) dapat digunakan sebagai bahan pengemas di suhu refrigerator dengan waktu lama simpan sampai 3 hari untuk mempertahankan kualitas daging kalkun.Katakunci: daging kalkun, bahan pengemas, lama simpan, total bakteri, nilai pH
PENGARUH PENAMBAHAN BERBAGAI LEVEL SUKROSA DAN FRUKTOSA TERHADAP TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT DAN NILAI pH YOGHURT SUSU KAMBING Dicky Ari Pratangga; Sri Susilowati; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan sukrosa dan fruktosa pada berbagai level terhadap total Bakteri Asam Laktat (BAL) dan nilai pH yoghurt susu kambing. Materi yang digunakan susu kambing sebanyak 5 L, starter yoghurt komersil, sukrosa, fruktosa, media MRS agar, aquades, alkohol 95%, spirtus, alumunium foil, tissue dan kapas. Penelitian menggunakanmetode percobaan dan rancangan Nested 8 perlakuan 3 ulangan, A1B0 = sukrosa level 0%, A1B1 = sukrosa level 4%, A1B2 = sukrosa level 6%, A1B3 = sukrosa level 8%, A2B0 = fruktosa level 0%, A2B1 = fruktosa level 4%, A2B2 = fruktosa level 4%, A2B3 = fruktosa level 8% dan diuji lanjut menggunakan uji BNT 5%. Variabel yang diamati total BAL dan nilai pH. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan berbagai jenis gula dan level dalam jenis gula berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap total BAL yoghurt susu kambing dan penambahan level dalam jenis gula berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai pH yoghurt susu kambing. Rata-rata total BAL (CFU/ml) A2B0 = 9x106 ± 0,12a, A1B0 = 1x107 ± 0,08ab, A2B1 = 1,1x107 ± 0,11abc, A2B2 =1,3x107 ± 0,08abcd, A2B3 = 1,5x107 ± 0,12bcd, A1B1 = 1,6x107 ± 0,08cd, A1B2 = 1,6x107 ± 0,06 cd, A1B3 = 2x107 ± 0,12d. Rata-rata nilai pH A1B3 = 4,10 ± 0,08a, A2B3 = 4,17 ± 0,12ab, A1B2 = 4,20 ± 0,08 ab, A1B1 = 4,37 ± 0,09abc, A2B2 = 4,40 ± 0,08bc, A2B1 = 4,50 ± 0,08c, A1B0 = 4,57 ± 0,05c,A2B0 = 4,60 ± 0,16c. Kesimpulan penelitian bahwa Semakin tinggi penambahan level sukrosa dan fruktosa pada yoghurt susu kambing maka meningkatkan total BAL dan menurunkan nilai pH. Penambahan berbagai level sukrosa dan fruktosa pada total Bakteri Asam Laktat (BAL) dan nilai pH yoghurt susu kambing yang optimal pada penambahan sukrosa dengan level 8%. Disarankan untuk menggunakan penambahan sukrosa level 4% dalam pembuatan yoghurt susu kambing karena lebih ekonomis.Kata kunci : Yoghurt kambing, sukrosa, fruktosa, total BAL, nilai pH
PREVALENSI LEPTOSPIROSIS SAPI PEJANTAN DI BBIB SINGOSARI TAHUN 2020-2021 Miftahul Ashar; Nurul Humaidah; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 01 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLeptospirosis merupakan salah satu penyakit ternak dan termasuk penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Leptospira dapat menginfeksi dan mampu sebagai sumber penularan pada sapi, manusia sapi dan hewan lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi, jenis serovar leptospira dan nilai titer antibodi pada sapi pejantan di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari pada tahun 2020-2021. Metode penelitian adalah survey. Materi menggunakan data sekunder dari Bank Data Kesehatan Hewan di BBIB Singosari tahun 2020 hingga 2021. Data hasil survey berupa hasil pemeriksaaan leptospirosis dengan uji Microscopic Agglutination Test (MAT). Data dianalisis deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa prevalensi leptospirosis  sapi pejantan di BBIB Singosari tahun 2020 pada bulan Januari sampai dengan Juni (musim kemarau) sebesar 11,95% (27/226) dan bulan Juli sampai dengan Desember (musim hujan) sebesar 9,72% (21/216), serta tahun 2021 pada bulan Januari sampai dengan Juni (musim kemarau) sebesar 7,66% (17/222) dan bulan Juli sampai dengan Desember (musim hujan) sebesar 2,46% (5/203). Ada penurunan kasus Leptospirosis dari tahun 2020 ke tahun 2021. Hasil identifikasi Leptospira yang menginfeksi sapi pejantan di BBBI Singosari adalah Leptospira interrogans serovar hardjo, taravossi, grippotyphosa, bataviae dan rachmati. Serovar yang mempunyai titer antibodi tertinggi tahun 2020 pada musim kemarau adalah serovar hardjo dan taravossi dan pada musim hujan adalah serovar harjo. Titer antibodi tertinggi ada di tahun 2021 adalah serovar hardjo yaitu 1: 1600 yang diperoleh baik pada musim kemarau dan hujan. Saran dilakukan pengkajian lebih dalam pada sapi yang seropositif dengan uji MAT dan peningkatan pelaksanaan Biosekuriti.Kata kunci : Prevalensi, leptospirosis, pejantan, zoonosis
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PREFERENSI KONSUMEN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MEMILIH DAGING SAPI DI PASAR TRADISIONAL KECAMATAN SAPE, KABUPATEN BIMA” Hairil Ansyarif; Sri Susilowati; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor dan atribut yang mempengaruhi tingkat preferensi konsumen dan pengambilan keputusan dalam memilih daging sapi di Pasar Tradisional, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Materi yang digunakan dalam penelitian preferensi konsumen dalam memilih daging sapi. Bahan yang digunakan adalah kuisioner dan daging sapi. Metode dalam penelitian ini adalah survei dengan pengambilan responden secara purposive sampling.  “Penelitian membutuhkan data yang relevan dan benar tanpa adanya manipulasi data guna keberhasilan penelitian. Oleh karena itu, pentingnya data yang akurat dan dapat dipercaya maka diperlukan pengambilan data dengan metode” survei yang terbagi menjadi 4 macam, yaitu sebagai berikut: wawancara, kuiioner, observasi dan penentuan lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik jenis kelamin perempuan 25 orang 15 orang laki-laki dengan umur 31-50 sebanyak 26 orang tingkat, Pendidikan S1 18, PNS 12, dibandingkan responden lainya. Menurut pendapatan 8 responden 20 persen  adalah rata-ratan konsumen dengan gaji Rp.3.000.000 menurut keluarga 19 orang 5-7 keluarga sebanyak 14 responden. Atribut-Atribut Daging sapi konsumen berdasarkan aroma 18, bagian daging 5, segi warna 7, tekstur 10. Warna daging warna merah 18 merah pucat 2 merah cerah 15 mera tua 5 chi-square test signifikasi p-volue 0,344 chi-square 10,085 nilai signifikasi 0,344 > (0.05), bagian dalam daging 20 bagian luar 13 bagian rusuk 7, chi-square test siknifikansi p-value 0,521 nilai chi-square 5.177 nilai signifikansi 0.521 > (0.05). tekstur daging empuk 20 kompak sebantak 5 keempukan 20 persen cukup empuk 22 persen sangat empuk 20 persen, chi-square test siknifikasi p-value 0.494 chi-square test 5.396 siknifikasi 0,494 > (0.05), aroma bauk has 20 chi-square test signifikansi p-value 0.366 chi-square 6.536 signifikasi 0.366 > (0.05). memilih daging faktor lingkungan 20 perbedaan individu 12 faktor pisikologis 8. Faktor lingkungan pengaruh keluarga 15 kelas sosial 12 budaya 13, chi-square test signifikasi p-volue 0.886 chi-square 1.153 signifikansi 0.886 > (0.05). perbedaan individu sumber daya konsumen 16 kepribadian 14 gaya hidup 10. chi-square signifikansi p-volue 0.919 chi-square 937 nilai signifikasi 0.919 > (0.05). faktor pisikologis informasi 15 pembelajaran 14 sikap dan prilaku 11. Chi-square test signifikasi p-value 0.846 chi-square 1.391 nilai signifikansi 0.846 > (0.05). Analisa variansi chi-square warna daging 24 warna cerah 17. Uji chi-square pengaruh keluarga 29 faktor lingkungan 24 responden. Kesimpulan penelitian atribut daging sapi yang menjadi tingkat preferensi konsumen di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima yaitu daging sapi yang berwarna merah, bagian daging has dalam, tekstur empuk dan aroma yang segar.Kata Kunci : Preferensi Konsumen, Pengambilan Keputusan, Daging Sapi
PENGARUH TINGKAT PENAMBAHAN PROBIOTIK Lactobacillus salivarius PLUS MIKROMINERAL TERENKAPSULASI DALAM PAKAN TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN QUAIL DAY PRODUCTION PADA PUYUH PERIODE LAYER UMUR 120 SAMPAI 145 HARI Aris Sujatmiko; Usman Ali; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan probiotik Lactobacillus salivarius plus mikromineral terenkapsulasi (PLMC) dalam pakan terhadap konsumsi pakan dan Quai Day Production (QDP)  puyuh periode layer umur 120 hari sampai 145 hari. Materi yang digunakan Probiotik Lactobacillus salivarius plus mikromineral terenkapsulasi, pakan komersial dan burung puyuh umur 120 hari berjumlah 320 ekor.Metode.”yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap”(RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan, dengan setiap unit percobaan terdiri dari 20 ekor burung puyuh.”Perlakuan A = pakan komersil (tanpa PLMC), B = pakan komersial + PLMC 0,2%, C = pakan komersial + PLMC 0,4%, D = pakan komersial + PLMC 0,6.”Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan PLMC dalam pakan tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi pakan (P>0,05). Rata-rata nilai konsumsi pakan (gram/ekor/hari) adalah A= 20,96 B= 20,96 C=  20,95 dan  D= 20,95.”Sedangkan pada Quail Day Production menunjukkan adanya pengaruh yang sangat nyata (P<0,01). Rata-rata Quail Day Production (%) selama penelitian (25 hari) adalah A= 63.63 a, B= 64.88a, C= 70.44ab dan D= 74.88b. Kesimpulan penelitian bahwa penambahan PLMC dalam pakan dapat meningkatkan Quail Day Production dan tidak berpengaruh terhadap konsumsi pakan. Untuk level penambahan probiotik Lactobacillus salivarius plus mikromineral terenkapsulasi dalam pakan sebanyak 6 gram per kilogram pakan memberikan nilai terbaik terhadap Quail Day Production puyuh umur 120 sampai 145 hari. Disarankan untuk penambahan probiotik Lactobacillus salivarius plus mikromineral terenkapsulasi sebanyak 6 gram per kilogram pakan untuk mendapatkan persentase Quail Day Production puyuh tertinggi,”selain itu perlu dilakukan penelitian lanjutan terkait penambahan PLMC terhadap kualitas telur puyuh dan daya tetas telur.