Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

HUBUNGAN KARAKTER KUANTITATIF UKURAN TUBUH PADA BERBAGAI BANGSA PEJANTAN KELINCI rohimah Rohimah; Mudawamah Mudawamah; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakter kuantitatif ukuran tubuh pada berbagai bangsa kelinci pejantan. Materi penelitian ini adalah 40 ekor kelinci pejantan dengan rincian 5 ekor Flemish Giant, 11 ekor Lokal, dan 24 ekor New Zealand White (NZW). Metode penelitian deskriptif. Variabel penelitian ini adalah panjang badan (PB), lingkar dada (LD) dan bobot badan (BB). Analisa yang digunakan untuk penelitian ini adalah analisis korelasi-regresi dengan aplikasi statistical product and service solution. Hasil analisis korelasi (r) dan regresi tunggal hubungan BB dan PB, BB dan LD, serta PB dan LD dan analisis korelasi (r) dan regresi ganda hubungan PB dan LD terhadap BB, BB dan LD terhadap PB, serta PB dan BB terhadap LD pada kelinci Flemish Giant, New Zealand White dan Lokal menunjukkan hubungan yang positif. Disimpulkan hubungan antara karakter kuntitatif pada berbagai bangsa kelinci pejantan bernilai positif dengan hubungan sangat erat sampai kurang erat. Pada kelinci Flemish Giant, hubungan antara semua karakter kuantitatif adalah sangat erat dengan koefisien determinasi terkecil 0,812. Pada kelinci NZW, terdapat hubungan erat antara BB dan PB, panjang badan dan lingkar dada terhadap bobot badan, dengan koefisien determinasi tertinggi 0,490. Pada kelinci Lokal, hubungan antara semua karakter kuantitatif adalah cukup erat dengan koefisien determinasi tertinggi 0,391.Kata Kunci: bobot badan, ukuran tubuh, kelinci, pejantan
ANALISIS KELAYAKAN USAHA LEBAH MADU HUTAN Apis dorsata DI KABUPATEN KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR (NTT) Reynaldi Rizalianus Hutama; Sri Susilowati; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha lebah madu hutan Apis dorsata di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Materi yang digunakan data tentang pengeluaran (cost) dan pemasukan dari usaha madu hutan (Apis Dorsata) yang diambil selama 1 tahun. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan total 10 responden perhitungan digolongkan berdasarkan banyaknya pohon responden yang dimiliki dengan kategori 0-50 pohon = rendah, 51-100 pohon = sedang, >100 pohon = tinggi, variabel yang diamati dianalisis secara deskriptif meliputi harga pokok, BEP, B/C Ratio, NVP, PBP. Hasil rata-rata untuk total pengeluaran selama satu tahun untuk kategori rendah Rp54.925.198; sedang Rp 137.667.600; tinggi Rp 695.706.283; Σ madu kategori rendah 1.156 Kg, sedang 3.013 Kg, tinggi 20.146 Kg, total penerimaan madu dan hasil samping  kategori sedang Rp 61.858.600; sedang Rp 158.573.125; tinggi Rp1.056.886.150 dengan diskonto 0%, harga jual Rp. 51.850; harga pokok produksi kategori rendah Rp 47.513; sedang Rp 45.699; tinggi Rp 34.534 & harga pokok produksi madu kategori rendah Rp 45.014; sedang Rp 44.827; tinggi Rp 33.916 & BEP kategori rendah 795 Kg, sedang 2.438 Kg, tinggi 10.534 Kg. B/C ratio kategori rendah 1,1; sedang 1,1; tinggi 1,5. NPV kategori rendah Rp 6.933.402; sedang Rp 20.905.525; tinggi Rp 361.179.867 & PBP kategori rendah 10,8 bulan, sedang 10,8 bulan, tinggi 8,4 bulan. Kesimpulan lebah madu ke 3 kategori yaitu rendah, sedang, tinggi semua dikatakan layak untuk diusahakan berdasarkan Analisa harga pokok, BEP, NPV, PBP. Hasil terbaik berada di kategori tinggi dengan Σ madu 20.146 Kg dengan harga jual Rp 51.850/Kg dari analisis harga pokok produksi Rp 34.534/Kg; harga pokok produksi madu Rp 33.916/Kg. BEP 10.534 Kg; B/C Ratio 1,5; NPV Rp 361.179.867; PBP 8,4 bulan di daerah Kabupaten Kupang, NTTKata kunci : Analisis kelayakan usaha, Madu hutan,  Apis dorsata
PERBEDAAN POLA USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR TERHADAP KELAYAKAN USAHA DI DESA KIDAL KECAMATAN TUMPANG KABUPATEN MALANG Arif Purnama; Sri Susilowati; Dedi Suryanto
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan pola usaha peternakan ayam petelur fase pullet sampai dengan masa puncak pertama pada pola kemitraan dan non-kemitraan di Desa Kidal Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang, Materi yang digunakan yaitu data kuisioner dari 5 peternak pola kemitraan dan 5 peternak pola non kemitraan. Metode penelitian survey, pengambilan data dengan wawancara. Variabel yang diamati yaitu biaya total, penerimaan, keuntungan, BEP, dan RCR. Analisis data menggunakan analisis uji t. Perolehan data yang didapat merupakan hasil analisis dari ternak pola kemitraan dan non pola kemitraa. Hasil analisis uji T menunjukkan bahwa biaya total, penerimaan, keuntungan, BEP Produksi, BEP Harga dan R/C ratio terdapat perbedaan yang sangat nyata per 1000 ekor ayam antara pola kemitraan dan non kemitraan. Berikut hasil rata-rata BEP Produksi pola kemitraan 11.836 dan pola non kemitraan 11.072 BEP Harga pola kemitraan Rp 19.610 dan pola non kemitraan Rp 19.162, R/C ratio pola kemitraan 1,01 dan pola non kemitraan1,05. Kesimpulan pada penelitian ini ialah pola usaha peternakan ayam ras petelur pola kemitraan dan non kemitraan sama-sama menguntungkan berdasarkan biaya total, penerimaan, keuntungan, BEP produksi, BEP harga dan R/C Ratio. Pola usaha peternakan ayam ras petelur pola non kemitraan yang terbaik berdasarkan hasil analisis uji t. Hasil analisa usaha peternakan ayam petelur pola kemitraan dan non kemitraan yang masih menguntungkan maka usaha tersebut layak untuk dikembangkan lebih lanjut, sebaiknya para peternak yang ingin memulai usaha peternakan ayam ras petelur baiknya memulai dengan populasi awal sekitar 1.000 populasi agar mendapatkan balik modal dan membangun kandang sedikit menjauhi pemukiman warga.Kata kunci :pola usaha, kelayakan usaha, ayam petelur
ANALISIS USAHA BUDIDAYA BURUNG WALET DI KECAMATAN BONTANG UTARA KOTA BONTANG KALIMANTAN TIMUR Shelly Eka Purnama; Muhammad Farid Wadjidi; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis besarnya biaya total, penerimaan, keuntungan, dan efisiensi usaha dari hasil budidaya burung walet, materi yang digunakan yaitu data dari kuisioner 5 peternak burung di Kecamatan Bontang Utara Kota Bontang Kalimantan Timur. Metode yang digunakan yaitu metode survey. Variabel yang diamati yaitu biaya total, penerimaan, keuntungan, dan efisiensi usaha (BEP, BCR, dan RCR). Perolehan yang didapat merupakan hasil analisis ukuran gedung burung walet dengan luas 31,5m2 dalam sekali panen (2bulan) . Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata rata biaya total dengan luas gedung 31,5m2 sebesar Rp1.905.651/panen, rata rata penerimaan yang diperoleh dari luas gedung 31,5m2 sebesar Rp 36.774.416 dengan rata rata produksi sebanyak 3,6 kg, rata rata keuntungan yang diperoleh dari luas gedung 31,5m2 sebesar Rp34.868.766/panen, nilai rata rata BEP produksi grade A: 0,16kg, grade B: 0,21kg, dan grade C: 0,24kg, nilai rata rata BEP harga grade A: Rp 3.273.523, grade B: 5.615.424, dan grade C: Rp 10.458.594, rata rata nilai RCR yaitu 19, dan rata rata nilai BCR 17,8. Kesimpulan penelitian ini, perolehan rata-rata total biaya yang dikeluarkan peternak budidaya burung walet di Kecamatan Bontang Utara Kota Bontang Kalimantan Timur dengan luas gedung per31,5m2 perpanennya Rp1.905.651, rata-rata penerimaan perpanen dengan luas per31,5m2 Rp 36.774.416, perolehan rata-rata keuntungan perpanen dengan luas per31,5m2 Rp34.868.766. Berdasarkan BEP, RCR, dan BCR usaha tersebut dikatakan menguntungkan dan layak di usahakan atau dilanjutkan. Saran dari penelitian ini, sebaiknya para peternak yang ingin memulai usaha budidaya burung walet membangun gedungnya jauh dari pemukiman warga, dan lebih intensif dalam beternak agar lebih menguntungkan. Kata kunci : Analisis usaha, budidaya burung walet, efisiensi usaha
PENGARUH TINGKAT PENGGUNAAN DAUN Salvinia molesta TERFERMENTASI (Aspergilus niger) DALAM PAKAN TERHADAP BIAYA PAKAN PERKILOGRAM PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN IOFC PADA ITIK PEDAGING PERIODE FINISHER Ahmad Nasori; Badat Muwakhid; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan,.penelitian12adalah untuk menyelidiki level pengaruh penggunaan daun Salvinia molesta terfermentasi&dalam^pakan()terhadap%biaya%pakan per kilogram bobot badan dan IOFC pada itik pedaging periode finisher. Materi dalam penelitian ini adalah daun Salvinia molesta terfermentasi, konsentrat Wonokoyo kbr-2, jagung, bekatul, kapur, itik pedaging jantan sebanyak 80 ekor dengan BB 423,75 gram. Metode yang digunakan eksperiment dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 kali ulangan dan 4 kali perlakuan, setiap unit percobaan terdiri dari 5 ekor. Perlakuan P0 = 100% ransum yang terdiri dari konsentrat wonokoyo kbr 2, Jagung, dan katul, kapur P1 = 95% ransum yang terdiri dari konsentrat wonokoyo kbr2, Jagung, katul dan kapur + 5% daun Salvinia molesta terfermentasi, P2 = 90% terdiri dari konsentar Wonokoyo kbr 2, Jagung, pollard dan kapur + 10% daun salvinia molesta terfermentasi,P3 = 85% ransum yang terdiri dari konsentrat wokoyo kbr 2, Jagung, katul dan kapur + 15% daun salvinia molesta terfermentasikemudian data yang dihasilkan dianalisis ragam (ANOVA). Hasil%penelitian&ini menunjukkan bahwa pada variabel biaya pakan perkilogram PBB dan IOFC memiliki pengaruh yang tidak nyata (P>0,05). Rataan pada biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan (Rp) adalah P0 = 18409.97; P1 = 17728,25 P2 = 17378,20; P3 = 17217,86; dan rataan IOFC penelitian yakni&P0 = 6262,62; P1 = 6770,82; P2 =6834,05; dan P3 = 66661,23. Disimpulkan penggunaan daun Salvinia molesta terfermentasi dalam ransum sebanyak 5% memberikan hasil IOFC terbaik, sedangkan penggunaan daun Salvinia molesta terfermentasi dalam ransum sebanyak 10% memberikan hasil biaya pakan perkilogram terbaik.Kata kunci : Itik hibrida, Aspergilus niger, daun Salvinia molesta, biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan dan IOFC,.766gfg
POTENSI PENGEMBANGAN PRODUKTIVITAS SAPI BALI DI WILAYAH NUSA TENGGARA TIMUR (NTT) Article Review Ahmad Yunus; Sri Susilowati; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan dilakukan penelitian ini untuk menganalisis potensi pengembangan produktivitas Sapi Bali di Nusa Tenggara Timur. Metode yang dapat digunakan yakni article review/ literature. Selama 2 tahun berturut-turut sapi potong di NTT mengalami penurunan karena kurangnya lahan agar bisa dijadikan tempat untuk menggembala semua ternak sapi karena faktor pendukung yang paling penting adalah tempat untuk memelihara ternak sapi. Bahan yang digunakan menjadi sumber daya karena sebagai penentu keberhasilan hijauan pakan ternak dan bisa mendapatkan mutu yang sangat bagus apabila dijadikan pakan. Berdasarkan dari hasil penelitian Artikel review disimpulkan bahwa Untuk pengembangan produktivitas sapi Bali di  Nusa Tenggara Timur, NTT harus menjunjung kualitas dari pakan itu sendiri agar bisa menambah konsentrat, dengan cara menanam rumput secara mandiri serta bisa melakukan penanaman pada lahan yang gosong karena banyak lahan yang sudah beralih fungsi. Tidak hanya menanam rumput lapang melainkan juga leguminosa agar kebutuhan pakan bisa terpenuhi untuk ternak sapi.Kata kunci : Pengembangan, produktivitas, sapi Bali
HUBUNGAN ANTARA BIAYA PAKAN DENGAN PENDAPATAN SUSU SAPI PERAH PFH DI WILAYAH DESA KEMIRI KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG Agus Santoso; Sri Susilowati; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara biaya pakan dengan pendapatan susu sapi perah PFH di Desa Kemiri Kec. Jabung Kab. Malang. Materi yang digunakan adalah 10 orang peternak di Desa Kemiri, dengan 3 kali ulangan (selama 3 Bulan). Metode analisis yang digunakan menggunakan analisis regresi sederhana. Pengambilan sampel secara acak menggunakan sampling/survey. Hasil analisis data didapatkan hasil persamaan y= 6936 + 12611 x yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan kilogram maka akan meningkatkan pendapatan peternak sebesar Rp. 12.611. Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana didapatkan hasil multiple R sebesar 0,79 yang berarti bahwa hubungan antara biaya pakan dengan pendapatan susu mempunyai korelasi yang kuat. Uji R square diperoleh hasil 0,62 yang berarti bahwa pakan mempengaruhi 62% pendapatan susu sapi perah PFH sedangkan 38% dipengaruhi oleh produksi susu, harga susu, tata laksana pemeliharaan serta obat-obatan. Hasil Uji F (Fisher test)didapatkan hasil F hitung sebesarf 46,5583> F table 4,20, ini menunjukkan bahwa variable factor biaya pakan (x) mempunyai pengaruh terhadap pendapatan susu sapi perah (y).
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN SUSU PASTEURISASI DENGAN BERBAGAI BAHAN PENGEMAS DI SUHU REFRIGERATOR TERHADAP TOTAL BAKTERI, NILAI pH DAN BERAT JENIS Handika Deni Hermawan; Inggit Kentjonowaty; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama penyimpanan susu pasteurisasi dengan berbagai bahan pengemas di suhu refrigerator terhadap total bakteri, nilai pH dan berat jenis. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu sapi 7 liter, gula 7,5% (b/v), aquades, alumunium foil, Nutrient Agar (NA), alkohol, botol plastik hight density polypropylene, botol plastik polyethylene terephthalate jenis Pir dan Almond dengan masing-masing kemasan berukuran 250 ml. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola tersarang (nested) dengan 2 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor A = jenis kemasan yang terdiri dari A1 = Botol plastik PET Pir, A2 = Botol plastik PET Almond dan A3 = Botol plastik HDPE. Sedangkan faktor B = lama penyimpanan yang terdiri dari L1 = lama simpan 1 hari, L7 = lama simpan 7 hari dan L14 = lama simpan 14 hari. Data yang diperoleh dianalisis ragam (Anova) dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan lama penyimpanan susu pasteurisasi pada suhu refrigerator dengan berbagai bahan pengemas berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap  total bakteri dan nilai pH, akan tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai berat jenis. Selanjutnya nilai rata-rata total bakteri pada A1L1= 1,6x104 CFU/ml, A1L7= 4x104 CFU/ml, A1L14= 3,8x105 CFU/ml, rerata total bakteri pada A2L1= 2,3x104 CFU/ml, A2L7= 4,3x104 CFU/ml, A2L14= 5,06x105 CFU/ml, rerata total bakteri pada A3L1= 1,3x104 CFU/ml, A3L7= 3,3x104 CFU/ml, A3L14= 2,86x105 CFU/ml, rerata nilai pH pada A1L1= ,67, A1L7=6,57, A1L14=6,57, rerata nilai pH pada A2L1=6,63, A2L7=6,53, A2L14=6,50, rerata pada A3L1=6,70, A3L7=6,57, A3L14=6,60. Rerata nilai berat jenis pada A1L1= 1,0530g/ml, A1L7 = 1,0529g/ml, A1L14= 1,0517g/ml, rerata pada A2L1= 1,0531g/ml, A2L7= 1,0522g/ml, A2L14= 1,0512g/ml, rerata pada A3L1= 1,0518g/ml, A3L7= 1,0522g/ml, A3L14= 1,0527g/ml. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pengemas botol plastik HDPE dan botol plastik PET Pir lebih baik jika dibandingkan dengan botol plastik PET Almond sebagai bahan pengemas susu pasteurisasi disimpan di suhu refrigerator. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh lama penyimpanan susu pasteurisasi dengan berbagai bahan pengemas di suhu refrigerator terhadap kandungan nutrien susu pasteurisasi.