Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

SURVEY TINGKAT PENGETAHUAN DAN KOMPETENSI GURU TENTANG TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI KABUPATEN GARUT Mahmud, Mahmud; Darmawan, Deni; Suherman, Uman; Jamilah, Jamilah
PEDAGOGIA Vol 15, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pdgia.v15i3.11022

Abstract

The study was based on the development of information and communication technology (ICT), which enters theworld of education. ICT developments are always dynamic, so teachers need to adapt every dynamicdevelopment of ICT. Master Islamic senior high schools in Garut regency reached 1281 people, so to see thelevel of knowledge and competence utilization of ICT-based learning media need proper research. The survey of1281 people taking population recorded as a teacher of Islamic senior high schools. The sample of this researchis 100 people. The level of competence of teachers in the use of media-based learning information andcommunication technologies have a considerable level. The relationship between the level of knowledge with thelevel of teacher competence Islamic senior high schools in Garut has a very strong correlation value. Based onthe results of the study, submitted suggestions that teachers Aliyah madrasas in Garut has a high potential in thedevelopment of teaching and learning. Thus, to obtain an increase in the need for knowledge of the authority ofthe government to hold trainings, workshops, etc., so that the quality of education will be more advanced.
Webinar dan Workshop Pemanfaatan Aplikasi Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19 Pada MGMP PPKn Kabupaten Garut Ade Suherman; Tetep Tetep; Jamilah Jamilah; Odang Hermanto; Yuyun Susanti
Jurnal Pekemas Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Pekemas Tahun 2020
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pendidikan Indonesia Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Covid-19 virus pandemic changes the pattern of several activities, one of which is learning from face-to-face (conventional) to online or online learning. Online learning is an alternative in overcoming this problem. The purpose of this service is to improve teacher competence in the use of online learning applications during the Covid-19 pandemic at the MGMP PPKn Garut Regency. The research subjects were PPKn teachers, especially those in Garut Regency and generally throughout Indonesia because the national workshop participants were open to the public. Virtual webinars and workshops with the zoom meeting application. The results obtained from these activities are: 1) Motivation of the teacher in online learning so that teaching and learning activities run optimally and can practice several applications that support online learning such as; Mentimeter application, google classroom, zoom meeting, google meet, schoology, modle, yutube, ig, whatapps group, and email; (2) Online learning has flexibility in its implementation and is able to encourage independent learning and motivation to be more active in learning; (3) online learning encourages the emergence of social distancing behavior and minimizes the emergence of a crowd of students so that it is considered to reduce the potential for the spread of Covid-19 in the school environment
Implementasi Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pada Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Lutfi Asy'ari; Jamilah Jamilah; Hendra Permana; Tini Maryanti
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.455 KB) | DOI: 10.31980/caxra.v2i1.1644

Abstract

Penanaman pendidikan karakter dilakukan melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah khususnya sekolah dasar menggunakan kurikulum 2013. Jenis penelitian kualitatif dan menggunakan deskriptif kualitatif, dengan Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan data observasi, wawancara, dan dokumentasi.Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi. Berdasarkan tempatnya dan objeknya, peneliti menggambil objek penelitian guru kelas III dan keseluruhan siswa kelas III. proses penanaman nilai-nilai pendidikan karakter diambil dari 18 indikator presentasi yang nantinya indikator dengan proses penanaman nilai karakter di terapkan pada siswa kelas III di SDN 3 Cinunuk. Faktor yang mempengaruhi terhadap penanaman nilai karakter siswa ialah faktor internal dan faktor eksternal. Bentuk penanaman nilai-nilai karakter pada pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dalam pengintegrasian pada pembelajaran pendidikan kewarganegaraan terdapat 5 indikator utama yang diamalkan.Kata Kunci: Implementasi, Nilai-nilai Pendidikan Karakter, Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Pola Pembimbingan Guru PKN Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Belajar Peserta Didik Rima Rama Putri; Jamilah - -
Journal Civics and Social Studies Vol 3, No 1 (2019): vol 3 nomor 1 tahun 2019
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.663 KB) | DOI: 10.31980/2655-7304.v3i1.591

Abstract

ABSTRAK-Pendidikan merupakan proses mengubah  tingkah laku anak didik agar menjadi dewasa yang mampu hidup mandiri dan sebagai anggota masyarakat dalam lingkungan akan sekitar individu itu berada. Didalam pendidikan terdapat pola-pola yang dibentuk untuk menciptakan hubungan sosial yang berupa hubungan timbal balik antara peserta didik dan guru, yaitu proses diantara pendidik memberi informasi kepada peserta didik, dan sebaliknya seorang pendidik juga bisa memberikan informasi dari peserta didiknya yang terjadi dalam proses pembelajaran. Peranan guru menjadi sangat penting, khususnya guru PKn berperan sebagai pembimbing, pendidik, mengarahkan, serta membentuk moral, sikap dan perilaku peserta didik menjadi disiplin belajar. Dengan adanya pola pembimbingan guru yang baik dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan kedisiplinan belajar peserta didik. Berdasarkan hal itu, penelitian ini akan menjawab “Bagaimana bentuk pola bimbingan guru dalam meningkatkan kedisiplinan belajar peserta didik ?”. Tujuan penelitian ini adalah: (1) ingin mengetahui pola bimbingan guru  terhadap kedisiplinan belajar peserta didik kelas VII di SMP Negeri 3 Garut. (2) ingin mengetahui perubahan perilaku yang terjadi setelah memperoleh pola pembimbingan menyangkut kedisiplinan belajar pada peserta didik kelas VII di SMP Negeri 3 Garut. (3) ingin mengetahui hambatan  apa yang dihadapi oleh guru dalam meningkatkan kedisiplinan  belajar peserta didik kelas VII di SMP Negeri 3 Garut. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Garut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik-teknik pengumpulan data antara lain: observasi langsung, angket, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik SMP Negeri 3 Garut Kabupaten Garut sebanyak 350 orang dan dua orang guru PKn. Jumlah total sampel 72 orang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola pembimbingan guru dalam meningkatkan kedisiplinan belajar peserta didik di SMP Negeri 3 Garut  dikategorikan tinggi (87%). Pola pembimbingan guru PKn mempunyai peranan yang sangat besar terhadap peningkatan kedisiplinan belajar peserta didik di SMP Negeri 3 Garut Kabupaten Garut.  Kata kunci: Pola Pembimbingan Guru PKn, Kedisiplinan Belajar
Building the Character of Pancasila Students Through the Independent Curriculum Ade Suherman; jamilah jamilah; Maskur Maskur; Odang Hermanto; Ana Maulana; Wandi Mulyana
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE) Vol 2 No 02 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment (May)
Publisher : Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/ijce.v2i02.437

Abstract

Abstract Independent curriculum with diverse intracurricular learning where content will be optimized so that students have enough time to explore concepts and strengthen competencies. Teachers have the flexibility to choose various teaching tools so that learning can be adapted to the learning needs and interests of students. The dimensions of the Pancasila Student Profile are (1) Faith, fear of God Almighty, and noble character, (2) Global diversity, (3) Working together, (4) Independent, (5) Critical reasoning, and (6 ) Creative. The purpose of this service is to improve teacher competence regarding the character of Pancasila students through an independent curriculum. The subjects of service are Civics Education teachers, especially those in Malangbong District, Garut Regency through webinars and workshops. The results obtained from these activities are that teachers are motivated in understanding and developing the character of Pancasila students through an independent curriculum, besides that teachers can develop an independent curriculum in their respective schools. Abstrak Kurikulum Merdeka dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Dimensi-dimensi Profil Pelajar Pancasila adalah (1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, (2) Berkebinekaan global, (3) Bergotong-royong, (4) Mandiri, (5) Bernalar kritis, dan (6) Kreatif. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan kompetensi guru tentang karakter pelajar pancasila melalui kurikulum merdeka. Subjek pengabdian adalah guru-guru PKn khususnya yang berada di Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut melalui kegiatan webinar dan workshop. Hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut yaitu termotivasi nya guru dalam memahami dan mengembangkan karakter pelajar pancasila melalui kurikulum merdeka, selain itu guru dapat mengembangkan kurikulum merdeka di sekolahnya masing-masing.
Implementation Of Pancasila Student Profile By Citizens Education Teachers As An Effort To Realize Nation Character Jamilah Jamilah; Ade Suherman; Prima Melati; Arik Darojat; Hermansyah Hermansyah; Nenden Rosita
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE) Vol 2 No 03 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment (August)
Publisher : Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/ijce.v2i03.441

Abstract

ABSTRACTOne of the challenges for the world of education today is how to develop character education for students. Kemendikbudristek set 6 indicators from the Pancasila Student Profile. In order to facilitate the internalization of the Pancasila Student Profile in learning by both teachers and students, the Merdeka Mengajar Platform (PMM) was developed. Character education can be interpreted with value education, character education, moral education, character education. In other words, character education is an essential part of the educational process, interpreted as a system of inculcating character values ​​to school members which includes components of knowledge, awareness or willingness and action to implement these values, both towards God Almighty, oneself, and others. others, the environment, and nationality so that they become human beings. Likewise, an educator is said to have character if he has values ​​and beliefs that are based on the nature and purpose of education and is used as a moral strength in carrying out his duties as an educator. This service aims to improve the competence of Civics teachers in applying the profile of Pancasila students as an effort to realize the nation's character. The subjects of the service are Civics Education teachers, especially those in Malangbong District, Garut Regency through Webinar and Workshop activities. The results obtained from these activities are that teachers are motivated in understanding and developing the application of Pancasila student profiles as an effort to realize the nation's character in their respective schools. Salah satu tantangan bagi dunia pendidikan saat ini adalah bagaimana mengembangkan pendidikan karakter bagi siswa. Kemendikbudristek menetapkan 6 indikator dari Profil Pelajar Pancasila. Guna mempermudah internalisasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran baik oleh guru maupun siswa, dikembangkan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Pendidikan karakter dapat dimaknai dengan pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak. Dengan kata lain pendidikan karakter merupakan bagian esensial dalam proses pendidikan, dimaknai sebagai sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi insan kamil. Demikian juga, seorang pendidik dikatakan berkarakter jika ia memiliki nilai dan keyakinan yang dilandasi hakikat dan tujuan pendidikan serta digunakan sebagai kekuatan moral dalam menjalakan tugasnya sebagai pendidik. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru PKn dalam menerapkan profil pelajar pancasila sebagai upaya mewujudkan karakter bangsa. Subjek pengabdian adalah guru-guru PKn khususnya yang berada di Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut melalui kegiatan Webinar dan Workshop. Hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut yaitu termotivasi nya guru dalam memahami dan mengembangkan menerapkan profil pelajar pancasila sebagai upaya mewujudkan karakter bangsa di sekolah masing-masing.
The Effectiveness of the Think Talk Write (TTW) Learning Technique Aided by Word Cards Media in Improving Sentence Writing Ability Yuli Nurhayati; Lina Siti Nurwahidah; Jamilah Jamilah
Edunesia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : research, training and philanthropy institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v4i3.476

Abstract

This research aims to examine the effectiveness of the Think Talk Write (TTW) technique supported by word cards in enhancing sentence writing skills. The research method is quasi-experimental, utilizing a nonequivalent group's pretest-posttest design. Data collection techniques encompassed sentence writing tests and angle distribution. The research sample comprised Class IX C as the experimental group and Class IX A as the control group. Data processing techniques included the Shapiro-Wilk test to assess data normality, paired sample T-tests, and the NGain-Score test. The paired sample T-tests for the experimental group yielded a Sig. (2-tailed) value of 0.00 < 0.005, indicating a significant distinction between the pretest and posttest scores. Similarly, the paired sample T-test outcomes for the control group demonstrated a Sig. (2-tailed) value of 0.00 < 0.005. Moreover, based on the NGain-Score calculation, the average gain score for the experimental group was 71.25. In contrast, for the control group, it stood at 50.28, implying that the Think Talk Write (TTW) model, supplemented by word cards, effectively improves sentence writing skills.
The Implications of Sundanese Customary Law in the Character Formation of IPI Garut Students Jamilah , Jamilah; Rahman, Maulida Aulia; Agustina, Selma Zulvia
Jurnal Pendidikan Karakter Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Directorate of Research and Community Service, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpka.v16i1.90835

Abstract

Education is one of the main means of character building, which aims to prepare students to become individuals who are not only intelligent but also have integrity and social responsibility. Previous research has discussed the integration of local wisdom in education, but few have focused on how the values of Sundanese customary law can specifically shape the character of university students. This study aims to fill that gap by examining how these values are interpreted, lived, and transformed into behavioral attitudes among students of IPI Garut. This study aims to explore the implications of Sundanese customary law values in shaping the character of students at Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut. The research employed a quantitative associative-correlational design to determine the relationship between the understanding of Sundanese customary values and student character. Data were collected through questionnaires distributed to 316 respondents and analyzed using Pearson correlation and simple linear regression with SPSS 30 software. The findings revealed that Sundanese customary law has a positive and significant effect on character formation (r = 0.478; p < 0.001; R² = 0.229), meaning that 22.9% of the variation in student character can be explained by the understanding and application of customary law values. These values, including silih asah, silih asih, and silih asuh, are reflected in moral attitudes, social responsibility, and academic integrity. The study concludes that integrating Sundanese customary law into higher education can strengthen contextual character education rooted in local wisdom and cultural identity.
Peran Pendidikan Dalam Menguatkan Moderasi Beragama dan Toleransi Sani Yulianti; Rita Rostiani; Tetep Tetep; Jamilah Jamilah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2721

Abstract

Indonesia is a country with a very high level of religious, ethnic, cultural, linguistic, and customary diversity, which is both a strength and a challenge in the life of the nation and state, especially when various phenomena of intolerance, hate speech, and religious-based conflicts are still encountered, indicating that the values of tolerance and respect for differences have not been fully internalized in society. Therefore, religious moderation is an important concept to be developed as an effort to maintain social harmony amidst the nation's plurality. Education is seen as a strategic instrument in strengthening religious moderation and fostering an attitude of tolerance because it not only functions as a means of transferring knowledge, but also plays a role in shaping the character, attitudes, and perspectives of students so that they have an inclusive and moderate religious understanding. This study aims to examine the role of education in strengthening religious moderation and fostering an attitude of tolerance amidst the diversity of Indonesian society using a qualitative approach through a literature study of relevant national and international academic books and scientific journal articles, especially those published in the last ten years. Data were analyzed using qualitative content analysis techniques to identify the main concepts, ideas, and findings of experts. The results of the study indicate that education has a strategic role in internalizing the value of religious moderation through the development of an inclusive curriculum, the application of dialogic and participatory learning methods, the role model of educators, and the creation of a school culture that respects diversity, where multicultural-based education has proven effective in strengthening attitudes of tolerance and awareness of peaceful coexistence, although its implementation still faces challenges in the form of narrow religious understanding, limited integration of the value of moderation in the curriculum, and the negative influence of social media, so that strengthening religious moderation through education needs to be carried out comprehensively and sustainably in order to form a tolerant, just, and civilized generation in a pluralistic Indonesian society.ABSTRAKIndonesia merupakan negara dengan tingkat keberagaman agama, suku, budaya, bahasa, dan adat istiadat yang sangat tinggi, yang menjadi kekuatan sekaligus tantangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama ketika masih dijumpai berbagai fenomena intoleransi, ujaran kebencian, dan konflik berbasis agama yang menunjukkan bahwa nilai toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan belum sepenuhnya terinternalisasi dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, moderasi beragama menjadi konsep penting untuk dikembangkan sebagai upaya menjaga keharmonisan sosial di tengah pluralitas bangsa. Pendidikan dipandang sebagai instrumen strategis dalam menguatkan moderasi beragama dan menumbuhkan sikap toleransi karena tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga berperan dalam pembentukan karakter, sikap, dan cara pandang peserta didik agar memiliki pemahaman keagamaan yang inklusif dan moderat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan dalam menguatkan moderasi beragama dan menumbuhkan sikap toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap buku akademik dan artikel jurnal ilmiah nasional maupun internasional yang relevan, khususnya yang terbit dalam sepuluh tahun terakhir. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) secara kualitatif untuk mengidentifikasi konsep, gagasan, dan temuan utama para ahli. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam menginternalisasikan nilai moderasi beragama melalui pengembangan kurikulum yang inklusif, penerapan metode pembelajaran yang dialogis dan partisipatif, keteladanan pendidik, serta penciptaan budaya sekolah yang menghargai keberagaman, di mana pendidikan berbasis multikultural terbukti efektif dalam memperkuat sikap toleransi dan kesadaran hidup berdampingan secara damai, meskipun implementasinya masih menghadapi tantangan berupa pemahaman keagamaan yang sempit, keterbatasan integrasi nilai moderasi dalam kurikulum, serta pengaruh negatif media sosial, sehingga penguatan moderasi beragama melalui pendidikan perlu dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan guna membentuk generasi yang toleran, adil, dan berkeadaban dalam masyarakat Indonesia yang majemuk.
Pendampingan Implementasi Pendidikan Karakter “Pancawaluya” (Cageur, Bager, Bener, Pinter, Singer) di Sekolah Maulida Aulia Rahman; Fitri Ayu Febrianti; Jamilah Jamilah; Ryani Sri Lestari
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i2.83725

Abstract

Penerapan kebijakan pendidikan karakter di Jawa Barat saat ini diarahkan pada penguatan nilai-nilai kearifan lokal Pancawaluya (Cageur, Bageur, Bener, Pinter, tur Singer). Munculnya kebijakan Pancawaluya sebagai identitas pendidikan karakter menuntut sekolah dan guru untuk melakukan penyesuaian dalam praktik pembelajaran. Hasil observasi di beberapa sekolah Kabupaten Garut menunjukkan bahwa guru masih memandang kebijakan tersebut sebagai tambahan beban administrasi setelah penerapan pembelajaran mendalam (deep learning), sehingga implementasi nilai karakter belum terintegrasi dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dan sekolah dalam mengimplementasikan pendidikan karakter Pancawaluya secara sistematis. Metode yang digunakan meliputi observasi kebutuhan sekolah, In House Training, pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran, implementasi di sekolah, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan berkembangnya pemahaman guru, tersusunnya perangkat pembelajaran berbasis Pancawaluya, dan mulai terintegrasinya nilai karakter dalam budaya sekolah.