Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pengaruh Keputusan Berkunjung Terhadap Kepuasan Wisatawan Di Museum Geologi Bandung Yuliana Pinaringsih Kristiutami
Jurnal Pariwisata Vol 4, No 1 (2017): Jurnal PARIWISATA
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.281 KB) | DOI: 10.31294/par.v4i1.1761

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui bagaimana pengaruh dari keputusan berkunjung terhadap kepuasan wisatawan di Museum Geologi Bandung. Analisis kuantitatif merupakan analisis yang menekankan pada analisis pada data numerical yang diolah dengan metode statistik. Hasil analisis data membuktikan bahwa keputusan berkunjung berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan. Hipotesis menguji pengaruh keputusan berkunjung terhadap kepuasan didapat nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai sig. 0,000 lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 atau nilai 0,05 > 0,000 sehingga jalur signifikan dan nilai koefisien beta sebesar 0,965. Dari hasil itu dapat diartikan pada dasarnya keputusan “pembelian”, adalah seseorang yang mengeluarkan uang untuk mendapatkan kepuasan. Kepuasan yang didapat oleh wisatawan secara langsung akan dipengaruhi oleh keputusan berkunjung. Hal ini menjadi sangat mendasar, karena tingkat kepuasan wisatawan sangat ditentukan dengan aspek pemenuh kebutuhan dan pemenuh keinginan dari wisatawan tersebut. Keputusan berkunjung didapat melalui proses pertimbangan berbagai aspek. Maka dari itu, sebelum memutuskan untuk melakukan pembelian, ada lima tahap yang dilalui konsumen dalam proses pembelian, yaitu pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pembelian. Sehingga secara tidak langsung ketika keputusan untuk berkunjung telah dibuat oleh seorang wisatawan, keputusan tersebut merupakan keputusan matang dimana objek wisata yang dipilih merupakan objek wisata yang memang dirasa mampu untuk memberikan kepuasan terhadap kegiatan berwisata wisatawanKata kunci : Keputusan berkunjung, Kepuasan, Wisatawan Museum Geologi. ABSTRACTThis research purpose is to know how the effect of the decision to visit to the tourist satisfaction at Museum Geologi Bandung. Quantitative analysis is the analysis type that focus on numerical data and process all the data with statistic method. The data analysis result come with the decision to visit has positive and significant effect to the tourist satisfaction. The hypothesis test of the effect of the decision to visit to the tourist satisfaction came with significance result  0,000. The sig. score 0,0000 smaller than the probability score 0,05 so the significance line and beta coefficients is 0,965. It means basically the decision to “buy” is someone have will to spent their money to get the satisfaction. The satisfaction tourist got directly affected by the decision to visit. This is became so basic, because the scale of the tourist satisfaction determined with the need fulfillment aspect and want fulfillment aspect of the tourist itself. Decision to visit obtained through consideration of various aspect. And then, before decide to buy, every consumer pass through five step, they are issue identification, searching of information, alternate evaluation, decision to buy and buying behavior.  So, when tourist make the decision to visit, the decision is final and the destination chosen is the destination that fulfill the need of tourist traveling satisfaction.Keyword : Decision to visit, customer satisfaction, Tourist Museum Geology   
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PELANGGAN DI ALINEA CATERING Swastono Putro Pirastyo; Angga Alviana Putra; Yuliana Pinaringsih Kristiutami
Journal of Tourism and Economic Vol 3, No 2 (2020): EDISI 3
Publisher : STIE Pariwisata API Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.993 KB) | DOI: 10.36594/jtec.v3i2.94

Abstract

The increasing growth of culinary service providers in Bandung has made competition in the culinary world even tighter. Service and product quality is the stake of every service provider to remain competitive in this industry. This study aims to find out, how are the form of service quality received by customers in the catering industry, the form of quality improvement efforts, and the form of handling customer complaints. This research was conducted in Alinea Catering, using qualitative descriptive methods. From the results of this study, it was found that basically the quality of services provided was still not good, with the determination of service standards that were deemed not optimal. This is because the standard setting has not been done in writing in a standard operating procedure. So this has an impact on the implementation of service quality and handling of complaints that cannot be measured with certainty. However, efforts to improve service quality have been well illustrated, by increasing employee education standards, increasing wages, and updating work uniforms regularly. 
NILAI KESEJAHTERAAN PELAKU SENI RONGGENG AMEN SEBAGAI PENDUKUNG PARIWISATA DI KABUPATEN PANGANDARAN Rahmat Priyanto; Vivih Vira Yuniar; Yuliana Pinaringsih Kristiutami
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 9 No 2: Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v9i2.294

Abstract

Pantai Pangandaran menjadi salah satu sektor yang paling populer dimana terjadi pengingkatan jumlah wisatawan pada setiap tahunnya. Namun kurangnya pengelolaan secara maksimal terhadap wisata budaya berdampak terhadap kondisi kesejahteraan pelaku seni Ronggeng Amen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan pelaku seni Ronggeng Amen di Kabupaten Pangandaran. Pengambilan data dilakukan dengan dengan metode kualitatif deskriptif. Dengan data primer berupa hasil dari kegiatan wawancara dan data sekunder berupa hasil studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kesejahteraan pelaku seni Ronggeng Amen masih dalam tingkat ekonomi yang kurang. Sehingga hasil analisis memunculkan upaya dalam pengembangan kesenian Ronggeng Amen guna meningkatkan kesejahteraan para pelaku seninya dengan beberapa hal sebagai berikut : Memperbanyak sarana pementasan, Kesadaran Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Pembinaan terhadap pelaku seni Ronggeng Amen, Bantuan dan pendanaan terhadap pelaku seni Ronggeng Amen dan melakukan evaluasi langsung oleh pemenrintah daerah kepada pelaku seni Ronggeng Amen
Upaya Peningkatan Daya Serap Pekerja Harian di Bidang Hospitality Melalui Perancangan Aplikasi CasualHub Prasetio, Rizki Tri; Kristiutami, Yuliana Pinaringsih; Daspi, Ivi; Dewi, Kartika; Pratama, Sandi Destian
Jurnal Sosial & Abdimas Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Sosial & Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jsa.v5i2.1333

Abstract

Pekerja harian atau daily workers yang bekerja di bidang hospitality umumnya disebut sebagai tenaga kerja casual. Umumnya tenaga kerja casual didominasi oleh pelajar baik siswa SMK maupun mahasiswa diploma. Namun, tidak jarang ditemukan juga lulusan diploma maupun pekerja harian lepas yang sambil melamar pekerjaan. Keberadaan tenaga kerja casual ini sangat diperlukan untuk mengisi kekosongan tenaga kerja pada industri hospitality yang sangat bergantung pada kondisi serta situasi tertentu seperti event-event besar hingga musim liburan. Tenaga kerja casual dipilih karena tidak membebani perusahaan baik dari sisi keuangan maupun sisi manajerial. Umumnya tenaga kerja casual dibayar harian serta tanpa kontrak khusus sehingga sangat efisien digunakan bagi industri hospitality. Akan tetapi pada kenyataannya di lapangan, sering ditemukan kondisi dimana tenaga kerja casual sulit didapat, diantaranya diakibatkan oleh terbatasnya pilihan tenaga kerja karena minimnya jaringan informasi hingga tingkat kepercayaan perusahaan terhadap tenaga kerja casual terutama berkaitan dengan kinerja. Hal ini mengakibatkan daya serap tenaga kerja casual sangatlah rendah, sehingga dalam penelitian ini akan dikembangkan sebuah platform dimana perusahaan serta tenaga kerja casual dapat saling berkolaborasi secara langsung untuk meningkatkan daya serap tenaga kerja casual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya, observasi, wawancara dengan mitra serta survey ke beberapa perusahaan terutama hotel, café dan restoran. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi yang diberi nama CasualHub yang berarti perkumpulan tenaga kerja casual. Melalui aplikasi ini diharapkan dapat menjembatani antara perusahaan dan tenaga kerja berbasis marketplace jasa.
STRATEGI PEMASARAN DI CAFÉ COLADA ANTAPANI PASCA PANDEMI COVID 19 Mentari, Tazkia Puji Ayu; Kristiutami, Yuliana Pinaringsih
Service Management Triangle: Jurnal Manajemen Jasa Vol 4 No 2 (2022): Service Management Triangle: Jurnal Manajemen Jasa
Publisher : Magister Manajemen Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jsj.v4i2.908

Abstract

Pemasaran merupakan aspek yang sangat penting bagi setiap bisnis termasuk bisnis kuliner. Strategi pemasaran biasanya disesuaikan dengan perilaku konsumen. Di masa pasca pandemi Covid-19, terdapat perubahan perilaku knsumen sehingga menjadi tantangan bagi bisnis café dalam melakukan pemasaran. Café Colada merupakan salah satu café di Kota Bandung yang menghadapi kendala dalam menyusun strategi pemasaran di masa pasca pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran Café Colada pasca pandemi Covid-19 dan kendala dalam menerapkan strategi pemasaran di Café Colada. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara. Hasilnya, Café Colada telah menjalankan berbagai strategi bauran pemasaran dalam menghadapi masa pasca pandemi Covid-19. Bauran pemasaran yang diterapkan di Café Colada meliputi produk, harga, lokasi, promosi, manusia, proses, dan bukti fisk. Kendala yang dihadapi Café Colada di masa pasca pandemi Covid-19 meliputi sulitnya mencari strategi promosi yang tepat untuk menarik partisipasi konsumen dan adanya keluhan dalam pelayanan yang diberikan.
IMPLEMENTASI MODEL INTEGRASI WEB-GOVQUAL SEBAGAI EVALUASI KEPUASAN PENGGUNA BERBASIS LAYANAN MASYARAKAT TERHADAP APLIKASI CASUALHUB Prasetio, Rizki Tri; Kristiutami, Yuliana Pinaringsih; Daspi, Ivi; Priyanto, Rahmat; Hamzah, Faizal
Jurnal Responsif : Riset Sains dan Informatika Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Responsif : Riset Sains dan Informatika
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jti.v6i2.1611

Abstract

Pekerja harian atau daily workers di sektor hospitality seringkali disebut sebagai tenaga kerja casual, yang umumnya didominasi oleh pelajar dari SMK dan mahasiswa diploma serta lulusan yang belum bekerja. Keberadaan tenaga kerja casual menjadi krusial untuk mengatasi kekosongan dalam industri hospitality yang sangat tergantung pada kondisi khusus, seperti event besar atau musim liburan. Pemilihan tenaga kerja casual menjadi preferensi karena tidak memberikan beban finansial dan manajerial yang berlebihan pada perusahaan sehingga efisien bagi industri hospitality. Untuk lebih mendorong daya serap tenaga kerja guna memenuhi kebutuhan industri hospitality, hadirlah CasualHub. Melalui aplikasi ini, diharapkan dapat terbentuk suatu wadah yang memfasilitasi keterlibatan langsung antara perusahaan dan tenaga kerja casual, dengan basis layanan yang mirip dengan marketplace jasa. Seiring banyaknya aplikasi serupa yang diluncurkan tak jarang tidak sesuai harapan masyarakat baik dari segi kualitas pelayanan maupun dari kualitas sistem. Oleh karena itu untuk mengukur kualitas dari CasualHub perlu dilakukan evaluasi kualitas layanan dan kualitas sistem melalui kepuasan pengguna terhadap CasualHub. Model integrasi antara model e-GovQual dan model WebQual digunakan pada penelitian ini. Seharusnya model e-GovQual hanya digunakan untuk aplikasi pemerintahan, namun karena CasualHub ini merupakan aplikasi bagi masyarakat secara luas, maka dipilihlah model e-GovQual. Model e-GovQual dengan enam variable digunakan untuk evaluasi kualitas layanan e-government kemudian dilanjutkan dengan evaluasi keseluruhan pada kualitas sistem informasi e-government berdasarkan kepuasan pengguna menggunakan model WebQual dengan tiga variabel yakni kualitas layanan, kegunaan dan kualitas informasi. Penelitian ini menggunakan regresi linear berganda sebagai analisis data yang menyimpulkan bahwa masyarakat Kota Bandung merasa puas terhadap kualitas CasualHub.
Penyediaan Fasilitas Pendukung Protokol Kesehatan terhadap Pengalaman Berwisata, Keputusan Berkunjung, Kepuasan Pengunjung serta Dampaknya terhadap Citra Destinasi Wisata di Era New Normal: Studi Eksploratif Kristiutami, Yuliana Pinaringsih; Pudin, Apip; Pirastyo, Swastono Putro
Media Wisata Vol. 21 No. 1 (2023): Media Wisata
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36276/mws.v21i1.418

Abstract

The living pattern mega shift happened because of the Covid-19 pandemic. The pattern shifting is rough and can be felt by everyone, especially in the tourism industry. Because of that, we need to conduct a study to find out the impact of the new normal era on the tourist experience, visiting decisions, tourist satisfaction, and the effect on the destination brand image. This study focused on the sociological aspect of tourism to observe the 1) tourist experience, 2) visiting decision process, 3) the satisfaction factor, and 4) the impact on the destination brand. The method used in this study is exploratory qualitative and uses data triangulation to analyze the data. The research instrument used in this study is observation, interview, and documentation. The total respondent of this study is 90 people chosen by the purposive sampling technique, and bring the final result of 87 valid respondents. The final result of this study is 1) 83,9% of respondent said that every destination has come with a good health protocol facility, 2) 86,2% said that the presence of the health protocol facility brings a positive visiting experience, 3) The visiting decision also influenced by the good health protocol facility but not to sign with only 68,96% respondent, 4) 81,6% respondent believed that their hope was fulfilling when their do the visit. And from that number, 55,17% said that their hope was fulfilled nicely, and 26,44% of respondent said that their hope was just quite fulfilled; 5) The brand issue related to the presence and the quality of the health protocol facility bring such a significant positive answer from 94,25% respondent.
Pentingnya Komunikasi Receptionist Hotel Untuk Mencapai Pelayanan Prima demi Kepuasan Tamu Nabil, Radya; Kristiutami, Yuliana Pinaringsih
Service Management Triangle: Jurnal Manajemen Jasa Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Service Management Triangle: Jurnal Manajemen Jasa
Publisher : Magister Manajemen Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jsj.v6i2.2022

Abstract

Hotel merupakan jenis akomodasi yang memanfaatkan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan layanan penginapan, makanan, minuman, dan fasilitas lainnya bagi umum, serta dikelola secara komersial. Departemen Front Office adalah jantungnya hotel yang memiliki tanggung jawab menerima tamu dan memberi kesan pertama yang baik. Komunikasi adalah aktifitas umum yang sering dilakukan oleh manusia. Dalam tugas akhir ini peneliti mengambil topik mengenai pentingnya komunikasi dengan departemen lain untuk mencapai pelayanan prima demi kepuasan tamu menggunakan metode pengumpulan data deskriptif analitik kualitatif dengan kegiatan observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pentingnya komunikasi untuk Front Office dengan departemen lain untuk tercapainya pelayanan prima demi kepuasan tamu mengambil studi kasus di Puteri Gunung Hotel selama peneliti melaksanakan Praktik Kerja Lapangan selama 6 bulan. Prosedur yang digunakan di Puteri Gunung Hotel sudah baik namun tetap tidak dapat terhindar dari kesalahan saat bekerja, upaya memberikan pelayanan prima untuk mencapai kepuasan tamu.
EFEKTIFITAS PRODUKSI ROYAL ICING COOKIES MELALUI PENETAPAN BASED COOKIES DAN ALTERNATIF DESAIN Salma Khoirunnisa; Yuliana Pinaringsih Kristiutami
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 03 Agustus (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri pastry dan bakery terus berkembang, terutama dalam aspek estetika produk. Salah satu yang populer adalah royal icing cookies, yakni kue kering yang didekorasi dengan royal icing dan memiliki tampilan menarik. Permintaan tinggi untuk desain musiman menimbulkan tantangan dekorasi yang memakan waktu dan berisiko menyebabkan pemborosan bahan, terutama saat tekstur icing tidak konsisten atau terjadi kesalahan desain. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas produksi royal icing cookies melalui penggunaan bentuk dasar (based) sederhana dan alternatif desain fleksibel. Metode yang digunakan adalah observasi langsung dan dokumentasi produksi di Tortern Bite & Taste. Hasil menunjukkan bahwa penerapan bentuk dasar seragam serta desain siap pakai dapat mempercepat dekorasi, mengurangi pemborosan bahan, dan meningkatkan efisiensi kerja. Penelitian ini menjawab tantangan produksi kreatif yang menuntut kecepatan, kreativitas, dan efisiensi sumber daya
Upaya Peningkatan Daya Serap Pekerja Harian di Bidang Hospitality Melalui Perancangan Aplikasi CasualHub Kristiutami, Yuliana Pinaringsih; Daspi, Ivi; Dewi, Kartika; Pratama, Sandi Destian; Prasetio, Rizki Tri
Jurnal Sosial & Abdimas Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Sosial & Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jsa.v5i2.1333

Abstract

Pekerja harian atau daily workers yang bekerja di bidang hospitality umumnya disebut sebagai tenaga kerja casual. Umumnya tenaga kerja casual didominasi oleh pelajar baik siswa SMK maupun mahasiswa diploma. Namun, tidak jarang ditemukan juga lulusan diploma maupun pekerja harian lepas yang sambil melamar pekerjaan. Keberadaan tenaga kerja casual ini sangat diperlukan untuk mengisi kekosongan tenaga kerja pada industri hospitality yang sangat bergantung pada kondisi serta situasi tertentu seperti event-event besar hingga musim liburan. Tenaga kerja casual dipilih karena tidak membebani perusahaan baik dari sisi keuangan maupun sisi manajerial. Umumnya tenaga kerja casual dibayar harian serta tanpa kontrak khusus sehingga sangat efisien digunakan bagi industri hospitality. Akan tetapi pada kenyataannya di lapangan, sering ditemukan kondisi dimana tenaga kerja casual sulit didapat, diantaranya diakibatkan oleh terbatasnya pilihan tenaga kerja karena minimnya jaringan informasi hingga tingkat kepercayaan perusahaan terhadap tenaga kerja casual terutama berkaitan dengan kinerja. Hal ini mengakibatkan daya serap tenaga kerja casual sangatlah rendah, sehingga dalam penelitian ini akan dikembangkan sebuah platform dimana perusahaan serta tenaga kerja casual dapat saling berkolaborasi secara langsung untuk meningkatkan daya serap tenaga kerja casual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya, observasi, wawancara dengan mitra serta survey ke beberapa perusahaan terutama hotel, café dan restoran. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi yang diberi nama CasualHub yang berarti perkumpulan tenaga kerja casual. Melalui aplikasi ini diharapkan dapat menjembatani antara perusahaan dan tenaga kerja berbasis marketplace jasa.