Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Development of A Bima Local History Module Based on Study Tours in Local Course Learning for High School Students Syahbuddin Syahbuddin; Tati Haryati; A. Gafar Hidayat
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3584

Abstract

Local content learning in schools does not adequately showcase insights into historical artifacts. Therefore, it is necessary to develop a local history module with a study tour/field trip design, so that students not only understand the material but also visit places with historical artifacts in Bima. The objectives of this research are: 1) to describe the stages of developing a study tour-based Bima local history module; 2) to test the feasibility and practicality of the study tour-based Bima local history module in local content learning. The method used is the research and development (R&D) 4 D Model, namely: Define, Design, Develop, and Disseminate. Based on the results of the research, the average score obtained from the validator is 80.5%, with a very valid/feasible category. Covering material, learning presentation, language, design appearance. Furthermore, in terms of practicality, an average value of 80.6% was obtained. Thus, the module is easy for teachers and students to use. In addition, it provides guidance on the implementation of study tours, so that students can be directly involved in study tour activities. However, the problem of direct visit times to local historical objects is less supportive when learning takes place; for this reason, this module is equipped with virtual images that represent local historical artifacts.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Quizizz pada Materi Tokoh Nasional untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Maharani Syahputri; A. Gafar Hidayat; Tati Haryati; Zuriatin Zuriatin; Roni Irawan
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i4.4781

Abstract

Rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa pada materi Tokoh Nasional menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran sejarah yang masih didominasi metode konvensional. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Quizizz yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan motivasi serta hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas empat validator dan 20 siswa kelas XII SMA Negeri 2 Bolo. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, angket kepraktisan, angket motivasi belajar, dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase, uji N-Gain, dan Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media memperoleh tingkat validitas sebesar 77,75% (valid) dan kepraktisan sebesar 78,00% (praktis). Motivasi belajar meningkat dari 65,20% menjadi 86,40% dengan nilai N-Gain 0,61, sedangkan hasil belajar meningkat dari 62,50 menjadi 85,80 dengan nilai N-Gain 0,62 (kategori sedang). Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Dengan demikian, media pembelajaran interaktif berbasis Quizizz dinyatakan valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi Tokoh Nasional
Urgency of Maja Labo Dahu Local Wisdom Value in The Formation of Children's Religious Character in Rada Village Nofitasari Nofitasari; A Gafar Hidayat; Nurnaningsih Nurnaningsih
Yupa: Historical Studies Journal Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/yupa.v9i2.5233

Abstract

This research is to examine the urgency of the local wisdom value of maja labo dahu in the formation of children's religious character in Rada village, Bima regency. Maja labo dahu, which means "shame and fear (of god)", is a philosophy of life of the Bima people that emphasizes the importance of shame to do wrong and fear of God as a moral foundation. This value is believed to be able to become a social control and shape the character of children who are honest, discilplind, responsible, and avoid reprehensible actions. This research uses a qualitative approach with a case study method, data collection techniques in the form of in-depth interviews, participatory observation, and documentation. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation and coclusion drawing. The results showed that the integration of maja labo dahu values in the family environment plays an important role in instilling children's religious character. This value not only strengthens children's cultural and religious identity, but also becomes an effective moral fortress in facing the challenges of the digital era and the negative influence of social media. Thus, internalizing the value of maja labo dahu is urgent to strengthen the religious character of the younger amid rapid social change.
Pembelajaran Tematik Integratif pada Mata Pelajaran IPS dalam Kurikulum 2013 di SDN Teke Kecamatan Palibelo A Gafar Hidayat Gafar; Tati Haryati
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 3 No. 3 (2022): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v3i3.176

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mendeskripsikan proses pembelajaran tematik integratif mata pelajaran IPS dalam kurikukum 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif, subjek penelitian diambil dari kepala sekolah, guru dan siswa. Teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara dan observasi dan dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil Penelitian Pada tahap perencanaan pembelajaran, sebagian RPP sudah menggunakan model RPP tematik, akan tetapi ada sebagian yang belum menggunakan model RPP tematik. Pada tahap pelaksanaan pembelajaran tematik, kegiatan pembelajaran di kelas rendah sebagian besar belum menggunakan model pembelajaran tematik, terlihat dalam penyampaian materi masih terlihat terpisah-pisah. Namun demikian, ada pula yang sudah menggunakan model pembelajaran tematik. Pada tahap penilaian, belum menggunakan model penilaian tematik. Penilaian hasil belajar yang dilaksanakan oleh semua guru adalah bentuk tes tertulis yang masih dilaksanakan secara terpisah, sesuai dengan mata pelajaran. Pada penilaian proses yang dilaksanakan hanya penilaian sikap, dan hanya guru kelas III yang melaksanakannya. Hambatan-hambatan yang ditemui guru kelas rendah dalam merencanakan, melaksanakan dan menilai pembelajaran tematik adalah kurangnya sosialisasi mengenai pembelajaran tematik serta keterbatasan alat peragi yang mendukung proses pembelajaran sehingga kurang maksimal dalam mengajak siswa belajar dengan hal-hal konkret.
IMPLEMENTASI CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING DALAM PEMBELAJARAN PPKN UNTUK MENANAMKAN NILAI-NILAI PANCASILA PADA SISWA SDN 11 WOJA Harnaningsih Harnaningsih; Ady Irawan; A. Gafar Hidayat
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.12314

Abstract

ABSTRACT Instilling Pancasila values through Civic and Pancasila Education (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan/PPKn) in elementary schools is expected to develop students into individuals with strong character and a firm commitment to national values. However, current instructional practices remain predominantly content-oriented and have not fully accommodated students' cultural backgrounds as meaningful learning resources. As a result, the internalization of national values has not been achieved optimally. This study aimed to describe the implementation of Culturally Responsive Teaching (CRT) in PPKn learning to foster national values among students at SDN 11 Woja and to identify the supporting and inhibiting factors influencing its implementation. This study employed a descriptive qualitative approach involving the principal, classroom teachers, and students as research participants. Data were collected through observations, interviews, and documentation, and analyzed using an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that implementing Culturally Responsive Teaching by integrating local culture, students' social experiences, and contextual learning activities creates a more inclusive, participatory, and meaningful learning environment. This approach contributes to strengthening national values, including mutual cooperation, tolerance, responsibility, patriotism, and respect for diversity. Successful implementation was supported by teachers' commitment, a conducive school environment, and the use of local culture as a learning resource, while limited instructional media and teachers' understanding of CRT remained significant challenges. These findings demonstrate that Culturally Responsive Teaching is an effective instructional approach for strengthening the internalization of national values through culturally based PPKn learning in elementary schools. ABSTRAK Penanaman nilai-nilai Pancasila melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di sekolah dasar diharapkan mampu membentuk peserta didik yang berkarakter dan memiliki komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan. Namun, praktik pembelajaran masih cenderung berorientasi pada penguasaan materi sehingga belum sepenuhnya mengakomodasi latar belakang budaya peserta didik sebagai sumber belajar yang bermakna. Kondisi tersebut menyebabkan proses internalisasi nilai-nilai kebangsaan belum berlangsung secara optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Culturally Responsive Teaching dalam pembelajaran PPKn untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan pada siswa SDN 11 Woja serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan kepala sekolah, guru kelas, dan siswa sebagai subjek penelitian. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Culturally Responsive Teaching melalui integrasi budaya lokal, pengalaman sosial peserta didik, serta aktivitas pembelajaran kontekstual mampu menciptakan pembelajaran yang lebih inklusif, partisipatif, dan bermakna. Pendekatan ini berkontribusi terhadap penguatan nilai gotong royong, toleransi, tanggung jawab, cinta tanah air, dan penghargaan terhadap keberagaman. Keberhasilan implementasi didukung oleh komitmen guru, lingkungan sekolah yang kondusif, serta pemanfaatan budaya lokal sebagai sumber belajar, sedangkan keterbatasan media pembelajaran dan pemahaman guru mengenai konsep Culturally Responsive Teaching masih menjadi kendala. Temuan ini menunjukkan bahwa Culturally Responsive Teaching merupakan pendekatan yang relevan untuk memperkuat internalisasi nilai-nilai kebangsaan melalui pembelajaran PPKn berbasis budaya lokal di sekolah dasar.