Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN INFORMASI OBAT DALAM PEMBELIAN OBAT SECARA ONLINE PADA APOTEKMART ONLINE BERDASARKAN KOMUNIKASI, INFORMASI, DAN EDUKASI Ekadipta Ekadipta; Febri Hidayat; Dede Komarudin; Della Ayuni
IONTech Journal Vol. 3 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v3i1.50

Abstract

Teknologi yang berkembang begitu pesat di zaman sekarang ini mengakibatkan perubahan ekonomi dan lingkungan pasar melahirkan suatu kompetisi yang begitu ketat khususnya dalam dunia perdagangan online atau berbasis e-commerce. Tujuan dari penelitian in adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien terhadap pelayanan informasi obat (PIO) dalam pembelian obat secara media online di Apotekmart online berdasarkan komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data secara survey. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode purposive dan quota sampling yaitu digunakan untuk menentukan sampel dari 320 populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sehingga didapat 100 sampel. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah pasien dengan usia produktif menurut WHO (18-64 tahun), Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah pasien dengan usia produktif menurut WHO (18-64 tahun), Pasien Apotekmart online yang baru membeli obat secara online, dan Pasien yang baru petama kali membeli obat secara online akan tetapi tidak menentukan obat yang digunakan. Sikap yang ramah serta sopan petugas dalam memberikan informasi mengenai obat (93%) dan penggunaan bahasa yang baik (86%) mendapat respon terbaik dalam hal komunikasi PIO kepada pasien. Sedangkan pemberian informasi mengenai cara mengunakan obat (87%) memiliki tanggapan terbaik dalam kategori pemberian informasi. Pada edukasi cara penyimpanan obat 76% pasien dapat menjawab dengan benar. Masih banyak pasien masih memiliki pengetahuan yang rendah mengenai apa yang harus di lakukan bila pasien tersebut terlewat waktu minum obat, pada hasil penelitian 71% pasien akan meminum obat mereka sekaligus (ditambahkan dosis yang terlupa).
FORMULASI MASKER GEL PEEL-OFF DARI EKSTRAK BUNGA TURI (Sesbania grandiflora (L.) Pers) Febri Hidayat; Dede Komarudin; Ekadipta Ekadipta; Yustin Puji Lestari
IONTech Journal Vol. 3 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v3i2.65

Abstract

Tanaman bunga turi (Sesbania grandiflora (L.) Pers) dapat ditemui di Indonesia. Pemanfaatan tumbuhan ini belum banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia. Tanaman ini memiliki senyawa aktif berupa vitamin A, vitamin C, flavonoid dan alkaloid. Tujuan penelitian ini memformulasi sediaan masker gel peel-off serta evaluasi sediaan masker gel peel-off yang dihasilkan. Masker gel peel-off adalah sediaan kosmetik yang bermanfaat dalam merilekskan otot-otot wajah, membersihkan, menyegarkan, melembabkan dan melembutkan kulit wajah. Sediaan masker gel peel-off dipilih dalam bentuk formulasi agar lebih praktis secara penggunaannya dan mudah mengering. Ekstrak bunga turi diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut 70%. Diuji sifat fisiknya meliputi: organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, waktu sediaan mengering dan stabilitas sediaan. Uji stabilitas masker gel peel-off dilakukan selama 3 bulan pada suhu ke 4oC, 24oC dan 40oC. Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa formula III memiliki organoleptis yang paling baik, memiliki homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, waktu sediaan mengering dan uji stabilitas yang memenuhi persyaratan. Dari hasil pengujian ini didapatkan sediaan yang relatif stabil selama penyimpanan pada suhu 4oC.
The The Correlation of Community Knowledge and Behavior Toward The Covid-19 Vaccine in The Graha Lestari Citra Raya Housing Cluster on Desember 2021 Hilman Kurniawan; Vernonia Yora Saki; Ekadipta
IONTech Journal Vol. 4 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v4i1.74

Abstract

The emergence of the Covid-19 pandemic has been able to paralyze the activities of all people who are carried out outside the home. Along with the outbreak of Covid-19 in various countries, the government is having difficulties in dealing with the real threat of Covid-19. A health program is a combination of interrelated activities that must be carried out in certain sequences. In efforts to improve public health, vaccines are an effective way to prevent disease, including vaccines intended to prevent Covid-19. The vaccination program in Indonesioa began in January 2021, the delivery of the Covid-19 vaccine was carried out in stages to the public. The purpose of this study was to determine the knowledge and behavior of the residents of Graha Lestari Citra Raya Housing toward the Covid-19 Vaccine. This type of research is quantitative using descriptive method. The sampling technique used is purposive sampling. The results of this study indicate that the level of knowledge of the residents of Graha Lestari Citra Raya Housing about the Covid-19 vaccine has good knowledge of 64 people with a percentage (69.57%). The results of the study for the attitude of residents of the Graha Lestari Citra raya Housing towards the Covid-19 vaccine had a good attitude as many as 59 people with a percentage (64.13%). The results of the relationship between knowledge and the attitude of the residents of Graha Lestari Citra Raya Housing toward the Covid-19 vaccine resulted in p value of 0.001, this shows that there is a significant relationship between knowledge and attitude. It was concluded that residents have good knowledge and attitudes towards the Covid-19 vaccine. The citizens can increase information of the Covid-19 vaccine through available information media.
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TERHADAP PEMANFAATAN JAHE SEBAGAI ALTERNATIF TERAPI DISMENORE DI RW 06 KECAMATAN CIKUPA KABUPATEN TANGERANG Satya Candra Indra Yanih; Winda Fiyulita; Tania Sukanti; Ekadipta
IONTech Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v6i2.133

Abstract

Kurangnya pengetahuan remaja putri akan manfaat dari tanaman obat yang salah satunya adalah jahe yang dapat di manfaatkan sebagai pereda nyeri haid pada saat dismenore. Dismenore merupakan kejadian yang alamiah terjadi setiap bulan pada wanita dimana terjadinya proses keluarnya darah secara periodik atau siklus endometrium yang secara fisiologis menandakan terbuangnya sel telur yang sudah matang. Dismenore umumnya terjadi mengikuti pola yang teratur dan tidak memiliki masalah, namun demikian ada beberapa wanita yang mengalami beberapa masalah. Masalah-masalah yang paling umum adalah rasa sakit pada saat dismenore dan sindrom pre-dismenore. Dismenore atau nyeri haid merupakan keadaan dimana terjadinya rasa nyeri perut yang berasal dari kram rahim yang terjadi selama haid. Berdasarkan study pendahuluan yang dilakukan di SMAN 1 Jatinom Klaten didapatkan hasil pengetahuan tentang jamu sebagai pereda nyeri haid dalam kategori tidak baik sebanyak 47,36%. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menetahui gambaran Tingkat Pengetahuan remaja wanita di Rw 06 Kecamatan Cikupa tentang manfaat jahe sebagai pereda nyeri haid. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling, dengan jumlah Sampel 96 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat Teknik pengambilan data menggunakan angket. Hasil penelitian di dapat pengetahuan tentang manfaat jahe sebagai pereda nyeri haid pada remaja wanita di Rw 06 Kecamatan Cikupa masuk dalam kategori baik sebanyak 87.5%, kategori cukup sebanyak 10.4%, dan kategori kurang sebanyak 2.1%. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar remaja wanita di Rw 06 memiliki pengetahuan baik sebanyak 84 responden (87.5%).
PENGUKURAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS MENGGUNAKAN METODE OBJECTIVE MATRIX (OMAX) DENGAN PENDEKATAN ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA) Chriswahyudi Sutaman; Ekadipta; Babay Jutika Cahyana; Silvana Maharani
IONTech Journal Vol 7 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62702/ion.v7i1.150

Abstract

The increasing competition in the manufacturing industry requires companies to continuously enhance productivity in order to maintain efficiency and competitiveness. This study aims to measure the productivity level in the LED lamp production process using the Objective Matrix (OMAX) method combined with Analytic Hierarchy Process (AHP) weighting and Root Cause Analysis (RCA). The data analyzed include labor efficiency, machine utilization, product quality, setup time, and production costs during the period of January to December 2024. The OMAX calculation results indicate that the productivity index fluctuated throughout the research period, with an average value of 281. The highest index was achieved in July at 392, while the lowest occurred in October at 178. These fluctuations reveal instability in resource management and production performance. RCA, supported by the Fishbone Diagram and 5 Whys Analysis, identified the main root causes of decreased productivity: delayed preventive maintenance, inconsistent material quality, and uneven operator skills. Based on these findings, the study recommends implementing preventive maintenance scheduling, conducting regular operator training, and integrating a more comprehensive productivity monitoring system. These improvement efforts are expected to enhance process efficiency, reduce downtime, and ensure sustainable product quality. This research provides practical contributions as a reference for productivity evaluation and strategic decision-making in the manufacturing industry
Pemetaan Karakteristik Pola Belanja dan Konsumsi Makanan dan Minuman dalam Konteks Musiman (Ramadan): Implikasi Strategis bagi UMKM Wilayah Jabodetabek Ekadipta Ekadipta; Chriswahyudi Chriswahyudi; Raga Patih Andika Putra; Babay Jutika Cahyana
Jurnal Manajemen Kewirausahaan dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2026): Maret: Jurnal Manajemen Kewirausahaan dan Teknologi (JUMAKET)
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jumaket.v3i1.1241

Abstract

Ramadan brings significant changes in the shopping and consumption patterns of Indonesians. There is an increase in demand for various types of food and beverages, both for sahur and iftar. The purpose of this study is to map the characteristics of food and beverage purchasing and consumption patterns in a seasonal context (Ramadan): strategic implications for UMKM in the Greater Jakarta area. The research design used is descriptive quantitative with data collection techniques implemented by distributing questionnaires. Then, the questionnaire answers are summarized to obtain the frequency distribution of each item in the questionnaire. The population of this study is people domiciled in the Greater Jakarta area. The sample size was determined using the Lameshow formula, resulting in a sample of 100 respondents spread across the Greater Jakarta area. The majority of respondents, namely 92%, stated that they experienced changes in their shopping patterns during Ramadan. The type of food purchased changed (34%) was the most dominant change. The most dominant consumption purchasing decision during Ramadan was the practicality in preparing food (40%), with favorite shopping places being traditional markets (24%) and street vendors (24%). In a consumption analysis, 83% of respondents experienced changes in their consumption patterns during Ramadan, with the most dominant change being in the amount of food consumed (29%). During sahur (pre-dawn meal), respondents tended to consume vegetables (36%) and chicken (22%). Meanwhile, fried foods (38%) and rice cakes (rice cakes) were the favorite dishes for breaking the fast.