Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

SANITASI LINGKUNGAN SEBAGAI DETERMINAN KEJADIAN PENYAKIT DIARE PADA BALITA DI PUSKESMAS BANTAR KOTA TASIKMALAYA Sri Maywati; Rian Arie Gustaman; Rini Riyanti
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 2 (2023): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i2.17841

Abstract

Diare pada balita merupakan kondisi yang harus mendapat perhatian karena bisa membawa pada keadaan yang buruk. Diare pada balita bisa disebabkan oleh berbagai hal salah satunya adalah sanitasi lingkungan yang tidak memadai. Kebaruan Penelitian ini karena menganalisis faktor sanitasi lingkungan yang meliputi sarana air bersih, sarana jamban, sarana pengelolaan sampah, dan Saluran pembuangan air limbah (SPAL) terhadap kejadian diare pada balita. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor sanitasi lingkungan sebagai determinan kejadian diare meliputi sarana air bersih, sarana jamban, sarana pengolahan sampah, dan SPAL. Metode penelitian digunakan case control, dengan perbandingan kasus dan kontrol 1:2 sehingga total sampel sebanyak 120 respoden. Telah dilakukan matching pada sampel meliputi jenis kelamin balita dan rentang usia pada 24-59 bulan.  Data dianalisis menggunakan uji chi square pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan antara kejadian diare pada balita dengan  ketersediaan sarana air bersih (P=0,000), sarana jamban (P=0,000), sarana pengolahan sampah (P=0,000), sarana SPAL (P=0,000). Disimpulkan bahwa sanitasi lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakan faktor risiko untuk kejadian diare pada balita dengan risiko lebih dari 5 kali dibandingkan kondisi sanitasi yang memenuhi syarat kesehatan. 
Edukasi Peningkatan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Dalam Mencegah Penularan Covid-19 Pada Santri (Di Pesantren Persatuan Islam 67 dan Pesantren Ibadurrahman) Dian Saraswati; Rian Arie Gustaman; Puji Laksmini; Irani Hoeroni
Jurnal Pasca Dharma Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pdpm.v3i1.39405

Abstract

The Covid-19 pandemic has been a dark time since the beginning of 2020. The virus first appeared in Wuhan, China, made everyone worried. Pengabdian bagi Masyarakat skema Kesehatan (PbM-SK) aims to improve clean and healthy lifestyle in preventing the transmission of COVID-19 among students. The purpose of this activity is to ensure that students in Islamic boarding schools received education about improving PHBS to prevent the transmission of COVID-19. These trainers (students who attended education) will become agents for other students in improving clean and healthy lifestyle to prevent COVID-19. The problem raised from there had been cases of some students who were confirmed positive COVID-19 at Persatuan Islam 67 Islmaic Boearding School and to prevent students from other places obtain COVID-19 such as at the Ibadurrahman Islamic Boarding School