Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Nilai Organoleptik Ikan Layang (Decapterus sp.) Dalam Kemasan Jar Selama Penyimpanan Manteu, Shindy Hamidah; Habie, Dwi Angriani; Goo, Maria Yasinta
JURNAL PENGOLAHAN PERIKANAN TROPIS Vol. 2 No. 1 (2024): Vol 2. No 1 Jurnal Pengolahan Perikanan Tropis
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/planet.v3i1.772

Abstract

Ikan layang (Decapterus sp.) merupakan salah satu sumberdaya ikan pelagis kecil yang memiliki potensi dan nilai ekonomis tinggi di perairan Teluk Tomini. Salah satu cara untuk mempertahankan mutu ikan layang yaitu melakukan proses pengawetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama penyimpanan ikan layang dalam kemasan jar. Parameter yang diamati mutu organoleptik secara hedonik (kenampakan, aroma, rasa dan tekstur) pada hari ke 0, 2, 4 dan 6 hari di suhu ruang. Hasil penelitian menunjukkan lama penyimpanan dapat mempengaruhi nilai mutu organoleptik ikan layang dalam kemasan jar. Nilai organoleptik penyimpanan 0 hari masih disukai panelis, dan masih layak dikonsumsi. Lama penyimpanan hari ke-4 sampai ke-6 hari ikan layang dengan penambahan air memiliki nilai rata-rata 5, sedangkan pada ikan layang penambahan minyak kelapa memiliki nilai rata-rata 7.
Perubahan Organoleptik Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Selama Masa Penyimpanan Suhu Ruang Manteu, Shindy Hamidah
JURNAL PENGOLAHAN PERIKANAN TROPIS Vol. 2 No. 2 (2024): Vol. 2 No. 2 Jurnal Pengolahan Perikanan Tropis
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/planet.v2i2.1079

Abstract

Ikan nila (O. niloticus) merupakan jenis ikan air tawar yang banyak dibudidayakan di Gorontalo. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proses penurunan mutu ikan nila selama penyimpanan berdasarkan SNI 01-2729.1-2006. Prosedur pengamatan yang digunakan yaitu melakukan pengamatan secara organoleptik (mata, lendir permukaan daging, tekstur, bau) menggunakan 25 panelis pada ikan nila segar dengan perlakuan mati dipukul dikepala (P1) dan mati tergelepar (P2) dengan lama penyimpanan 0 jam, 5 jam, 10 jam, 15 jam. Hasil organoleptik menunjukkan bahwa ikan nila (P1) dengan lama penyimpanan 0 jam – 15 jam memiliki nilai mata 9, 8, 6, 1; Lendir permukaan badan 9, 7, 5, 1; tekstur memiliki nilai 9, 7, 5, 1; dan bau memiliki nilai 9, 7, 3, 1. Ikan nila dengan perlakuan mati bergelempar (P1) memiliki nilai 9, 8, 3, 1; lendir permukaan badan memiliki nilai 9, 7, 5, 1; tekstur 9, 7, 5, 1; dan bau memiliki nilai 9, 7, 3, 1. Dari hasi pengamatan dapat disimpulkan bahwa semakin lama waktu penyimpanan nilai organoleptik (mata, lendir, tekstur, bau) menurun.
STRATEGI MEMBANGUN UKM DALAM URGENSI DIGITALISASI INFORMASI KEUANGAN DAN MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS KINERJA PEMASARAN Pasisingi, Nuralim; Panigoro, Citra; Nento, Wila Rumina; Manteu, Shindy Hamidah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 6 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i6.2068-2072

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menganalisis strategi manajemen sumber daya manusia dalam pengelolaan keuangan pedagang yang Masyarakat Desa Marisa Utara secara digital. Tuntutan penggunaan digitalisasi memang harus  diterapkan  untuk  mempermudah  dalam  dunia  kerja. Laporan  keuangan secara  digitalisasi dapat  memberikan  kemudahan  para  pemilik  usaha di desa Marisa Utara dalam  memperoleh  informasi  serta data  yang  tersusun  secara  sistematis.  Metode  pengabdian  ini  menggunakan  metode  kualitatif dengan  pendekatan  kajian  pustaka.  Sumber  data  yang  diambil  dari  referensi  Undang-Undang Pemerintahan desa, jurnal pengabdian  yang relevan dan buku tentang pengelolaan keuangan UKM. Analisis  data  menggunakan  analisis  dokumen.  Hasil  temuan  pengabdian  ini  adalah;  pengelola Keuangan Pedagang UKM Desa Marisa Utara yang harus mampu  mengelola arsip dengan berbasis internesisasi; Masyarakat harus berintegrasi dalam menyusun SOP keuangan, menyusun laporan pembukuan Keuangan dan   pencatatan   administrasi keuangan secara   digitalisasi yang   benar   sehingga   bisa   memberikan manfaat   dalam penggunaan  dana  penyertaan modal  yang  telah  digulirkan pemerintah.
Characterization of Tea Made from Mangrove Leaves Sonneratia alba: Lompoh, Aisyah; Husain, Rahim; Manteu, Shindy Hamidah
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 13 No. 2 (2025): ISSUE JULY-DECEMBER 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i2.64822

Abstract

Tea processing techniques are carried out through drying. The drying process is necessary to obtain tea products with a long shelf life. Temperature and time are important parameters in the drying process that can affect the physical (yield) and chemical (antioxidant activity, total phenolic content, moisture content, and ash content) characteristics of tea products during drying. This study aims to characterize tea made from mangrove leaves (Sonneratia alba) using sun drying and oven drying treatments. The methods used in this study were organoleptic tests for hedonic quality (color, taste, aroma), yield, moisture content, and phytochemicals in mangrove leaf tea. The results showed that the drying process significantly affected the yield, moisture content, and organoleptic properties. The organoleptic properties of the tea were as follows: color 5.48–8.44, aroma 6.04–7, taste 5.16–6.12. The oven-dried yield was 2.5%, and the sun-dried yield was 2.66%. The moisture content of oven-dried tea was 9.93% and sun-dried tea was 18.98%. Phytochemicals in oven-dried and sun-dried tea were positively detected as alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, terpenoids, and polyphenols. Keywords: phytochemicals; yield; moisture content; mangrove tea; functional food Abstrak Teknik pengolahan teh dilakukan dengan cara pengeringan. Proses pengeringan diperlukan untuk mendapatkan produk teh yang memiliki masa simpan yang panjang. Suhu dan waktu merupakan parameter penting pada proses pengeringan yang dapat mempengaruhi karakteristik fisik (rendemen) dan kimia (aktivitas antioksidan, total fenolik, kadar air dan kadar abu) produk teh selama pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk karakterisasi teh berbahan baku daun mangrove (Sonneratia alba) dengan pelakuan pengeringan sinar matahari dan pengeringan oven. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji organoleptik mutu hedonik (warna, rasa, aroma), rendemen, kadar air dan fitokimia pada teh daun mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan proses pengeringan memberikan pengaruh nyata terhadap nilai rendeman, kadar air dan organoleptik. Nilai organoleptik teh yaitu warna 5,48 - 8,44, aroma 6,04-7, rasa 5,16 - 6,12. Rendemen kering oven 2,5 % dan kering matahari 2,66%. Nilai kadar air teh kering oven 9,93% dan teh kering matahari 18,98&. Fitokimia pada teh kering oven dan matahari positif terdeteksi adanya senyawa alkaloid, flavonoid, Saponin, tanin, terpenoid, dan polifenol. Kata Kunci: fitokimia; rendemen; kadar air; teh mangrove; pangan fungsional.
PENGUATAN EKONOMI PEREMPUAN DESA MELALUI PELATIHAN INOVASI OLAHAN PRODUK KREATIF BERBASIS POTENSI LOKAL PERIKANAN DAN PERTANIAN DI DESA BUATA, BOTUPINGGE, BONE BOLANGO Mile, Lukman; Nento, Wila Rumina; Djailani, Fernandy M.; Sumrin, Sumrin; Manteu, Shindy Hamidah
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 11 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i11.3266

Abstract

The main objective of this program is to enhance the economic independence and welfare of women in Buata Village through the utilization of existing local potential, particularly in the fields of fisheries and agriculture. The method used involves several aspects observed through field observation, including social, economic, employment, participation, and community empowerment aspects. The outcome of the program includes the development of a processed product Jantung Pisang Sambal Goreng (JAPOSANG) which introduces and strengthens the identity of Buata Village's local products through branding initiatives. This program supports local entrepreneurs, especially housewives, in developing their businesses more professionally. With branding, the product becomes more recognizable, competitive, and has the potential to enter broader markets. Moreover, through branding training and mentoring, the community gains new insights into the importance of modern marketing, packaging techniques, and simple promotional strategies, both directly and through digital media. JAPOSANG is expected to become a signature product of Buata Village, not only known locally but also marketed to wider regions and potentially recognized as a regional specialty souvenir.