Dian Mutiasari
Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Identifikasi Jamur Pada Terigu Yang Dijual Tanpa Merek di Pasar Besar Kota Palangka Raya Alifia Banjarani; Agnes Immanuela Toemon; Natalia Sri Martani; Arif Rahman Jabal; Dian Mutiasari
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 19 No 1 (2024): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v19i1.386

Abstract

Good food is food that does not contain dangerous ingredients and meets hygiene and sanitation standards, however BPOM stated that distributor buildings and retail facilities were found that stored damaged, expired and illegal food ingredients, one of which was damaged wheat flour due to fungal contamination originating from wheat grains/seeds. Wheat flour that is at high risk of being contaminated with mold is wheat flour that is sold without a brand and uses thin, transparent plastic, making it easier for air containing mold spores to enter. To determine the presence of mold and identify the species of mold found in wheat flour sold without a brand at Pasar Besar Palangka Raya City. This type of research uses descriptive methods with a cross sectional design. The research population consisted of 41 wheat flours sold without brands at Pasar Besar Palangka Raya City, with a sampling technique using purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. The research instrument used was a microscope. Data processing techniques include coding, tabulating, entering, editing, and cleaning with univariate analysis techniques (descriptive analysis) and using percentage formulas. The results of examining 41 wheat flour samples and identifying fungi using SDA (Sabouraud Dextrose Agar) media showed that the percentage was 100% positive for contamination with Aspergillus spp. The results obtained from this research were that all (100%) wheat flour samples were positively contaminated with Aspergillus spp.
Penyuluhan Kesehatan Sebagai Strategi Promotif Dalam Penguatan Pengetahuan Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Kayon Palangka Raya Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna Putra S; Trilianty Lestarisa; Astri Widiarti; Dian Mutiasari; Aprillia Rahmadina; Sania Zahra; Dea Mura Epatni; Tania Chrislovenia Aritonang; Putri Adeli; Viviliani Anandita Dewani; Daniel Yuantara; Yossia W. Amit
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 2 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i2.1123

Abstract

Pendahuluan: Permasalahan kesehatan masyarakat baik penyakit menular maupun penyakit tidak menular masih menjadi perhatian di wilayah kerja Puskesmas Kayon Palangka Raya. Tingkat pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko, tanda bahaya penyakit, serta upaya pencegahan menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi status kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan promosi kesehatan melalui penyuluhan sebagai upaya promotif dalam memperkuat pengetahuan masyarakat mengenai berbagai masalah kesehatan yang sering dijumpai di lingkungan masyarakat. Tujuan: Kegiatan penyuluhan kesehatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan serta memperkuat pengetahuan masyarakat terkait berbagai permasalahan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kayon Palangka Raya, meliputi hipertensi, pendidikan kesehatan seksual pada anak dan remaja, myalgia, diare, keluarga berencana, pencegahan stunting, gastritis, serta tanda bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD). Metode: Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode penyuluhan kesehatan menggunakan media leaflet dan diskusi interaktif. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka pada beberapa lokasi di wilayah kerja Puskesmas Kayon Palangka Raya, meliputi puskesmas, posyandu, dan panti sosial. Kegiatan penyuluhan terdiri dari delapan tema kesehatan yang dilaksanakan menyesuaikan karakteristik sasaran masyarakat. Hasil: Kegiatan penyuluhan kesehatan berjalan dengan baik dan mendapat partisipasi aktif dari masyarakat. Masyarakat menunjukkan antusiasme selama kegiatan berlangsung melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Penyampaian materi secara interaktif dengan media edukatif membantu masyarakat lebih mudah memahami informasi kesehatan yang diberikan.  Simpulan: Penyuluhan kesehatan sebagai strategi promotif dapat menjadi upaya efektif dalam memperkuat pengetahuan masyarakat mengenai berbagai masalah kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kayon Palangka Raya. Kegiatan edukasi kesehatan yang dilaksanakan secara berkelanjutan dan sesuai karakteristik sasaran masyarakat diharapkan mampu mendukung upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.