Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGARUH MODEL KLARIFIKASI NILAI TERHADAP KESADARAN BAHAYA ZAT ADITIF PADA PEMBELAJARAN IPA SISWA SMP Kurnia Tri Aulia; Purwanti Widhy Hastuti; Widodo Setiyo Wibowo
Jurnal TPACK IPA Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Pendidikan IPA (July, 2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh model pembelajaran klarifikasi nilai terhadap kesadaran bahaya zat aditif aspek pengetahuan, (2) menganalisis pengaruh model pembelajaran klarifikasi nilai terhadap kesadaran bahaya zat aditif aspek sikap, dan (3) menganalisis pengaruh model pembelajaran klarifikasi nilai terhadap kesadaran bahaya zat aditif aspek tindakan. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental dengan non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Wonosari Tahun Ajaran 2017/2018 sebanyak 171 siswa yang terbagi dalam tujuh kelas. Sampel penelitian ini berjumlah 48 siswa yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas VIII D sebagai kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran klarifikasi nilai dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, (2) soal aspek pengetahuan, (3) angket kesadaran bahaya zat aditif aspek sikap dan tindakan dengan konversi skala likert. Teknik analisis data terdiri dari teknik pengujian prasyarat analisis menggunakan uji normalitas dan homogenitas, untuk mengetahui peningkatan hasil pretest dan posttest menggunakan perhitungan nilai n-gain, dan teknik pengujian hipotesis menggunakan uji independent t-test dilanjutkan dengan effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh model klarifikasi nilai terhadap kesadaran bahaya zat aditif aspek pengetahuan siswa dengan kategori effect size sedang (2) ada pengaruh model klarifikasi nilai terhadap kesadaran bahaya zat aditif aspek sikap dengan kategori effect size tinggi (3) ada pengaruh model klarifikasi nilai terhadap kesadaran bahaya zat aditif aspek tindakan dengan kategori effect size tinggi.Kata kunci : Kesadaran Bahaya Zat Aditif, Model Klarifikasi Nilai
PENGEMBANGAN VIRTUAL LABORATORY IPA BERPENDEKATAN INKUIRI MATERI OSMOSIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALISIS PESERTA DIDIK DEVELOPMENT OF SCIENCE VIRTUAL LABORATORY USING INQUIRY APPROACH IN OSMOSIS MATERIAL TO IMPROVE ANALYTICAL ABILITY OF STUDENTS Sarah Rahmawati; Asri Widowati; Widodo Setiyo Wibowo
Jurnal TPACK IPA Vol 6, No 6 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (August, 2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui (1) kelayakan virtual laboratory IPA berpendekatan inkuiri terbimbing materi Omosis menurut dosen ahli dan guru IPA SMP; (2) respon peserta didik terhadap virtual laboratory IPA berpendekatan inkuiri terbimbing materi Osmosis; dan (3) peningkatan kemampuan analisis siswa setelah menggunakan virtual laboratory IPA berpendekatan inkuiri terbimbing materi Osmosis. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D, dengan tahapan pendefinisian masalah dalam pembelajaran IPA, tahapan perancangan pemenuhan kebutuhan media pembelajaran, tahap pengembangan yakni tahapan validasi dan uji produk, dan tahap penyebarluasan produk dilakukan secara terbatas di SMP Negeri 1 Minggir. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) virtual laboratory IPA berpendekatan inkuiri terbimbing materi Osmosis dinyatakan layak oleh validator dosen ahli dan guru IPA SMP dengan kategori yang sangat baik (A); (2) respon peserta didik terhadap virtual laboratory IPA materi Osmosis sangat baik sebesar 82%; dan (3) peningkatan kemampuan analisis peserta didik setelah menggunakan virtual laboratory IPA berpendekatan inkuiri terbimbing dengan perhitungan N-gain score sebesar 0,61 yang masuk kategori sedang.Kata kunci: virtual laboratory IPA, pendekatan inkuiri terbimbing, kemampuan analisis.This research conducted to: know (1) the feasibility of science virtual laboratory using guided inquiry approach in Osmosis material based on expert lecturers and science teacher of SMP; (2) student’s response towards science virtual laboratory using guided inquiry approach in Osmosis material; and (3) the improvement of analytical ability of students after using science virtual laboratory using guided inquiry approach in osmosis material. This researchy used 4-D development model, with stage of definition problem in science learning, design stage of fulfillment learning needs, development stage is the validation stage and product test, and the product dissemination stage is limited in SMP Negeri 1 Minggir. The result of this research show that: (1) science virtual laboratory using guided inquiry approach in osmosis material is feasible declared by the validator lecturers and teachers with very good category (A); (2) student’s response towards science virtual laboratory using guided inquiry approach in osmosis material was very good by 82%; and (3) improvement of student’s analytical ability after using science virtual laboratory using guided inquiry approach in osmosis material with N-gain score calculation equal to 0.61 in the medium category.Keywords: science virtual laboratory, guided inquiry approach, analytical ability
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR DENGAN MENERAPKAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DALAM PEMBELAJARAN IPA UNTUK SISWA KELAS VIII C SMP NEGERI 2 BERBAH THE EFFORT OF IMPROVEMENT SCIENCE PROCESS SKILLS AND LEARNING ACHIEVEMENT BY APPLYING THE SCIENCE PROCESS SKILLS APPROACH IN SCIENCE LEARNING FOR THE STUDENTS CLASS VIII C SMP NEGERI 2 BERBAH Ricky Romadhoni; Insih Wilujeng; Widodo Setiyo Wibowo
Jurnal TPACK IPA Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (April, 2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian tindakan ini adalah untuk mengetahui penerapan pendekatan keterampilan proses sains yang optimal yang dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa kelas VIII C SMP Negeri 2 Berbah, mengetahui peningkatan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa kelas VIII C SMP Negeri 2 Berbah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas model spiral Kemmis dan Mc. Taggart dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan keterampilan proses sains yang optimal dilakukan dengan enam langkah, yaitu guru menetapkan tujuan pembelajaran beserta keterampilan proses sains yang mau dicapai (meliputi keterampilan mengobservasi, mengklasifikasikan, memprediksi, mengukur, mengkomunikasikan, dan menyimpulkan); guru mengajukan suatu permasalahan yang harus dicari jawabannya oleh siswa; siswa memprediksi berdasarkan permasalahan; siswa melakukan proses sains dengan mengikuti LKS yang disiapkan; guru membimbing siswa saat melaksanakan kegiatan; siswa menemukan jawaban atau hasil dari proses sains dan ketercapaian hasil belajar dan keterampilan proses sains termasuk kategori sangat baik.Kata kunci: pendekatan keterampilan proses sains, keterampilan proses sains, hasil belajar.The research’s purposes are to know the application science process skills approach optimal that can enhance the science process skills and learning achievement for the students class VIII C SMP Negeri 2 Berbah and know the science process skills improvement and the learning achievement for the students class VIII C SMP Negeri 2 Berbah. This research was class action research (CAR) by using spiral Kemmis and and Mc. Taggart model which consist four stages planning, action, observation, and reflection. This research using descriptive analysis technic. The results showed that science process skills approach which optimal was done with six steps, namely teachers set the learning aims and their science learning process (observing, classifying, predicting, measuring, communicating, and conclusing); teacher asked a problem that must be resolved by students; students predicting based on problems; students conduct scientific process by following worksheets prepared; teacher guide students when activity; students find answers results of process science and learning achievement and science process skills included very good category.Keywords: science process skills approach, science process skills, learning achievement.  
PELATIHAN PENGEMBANGAN MEDIA VIRTUAL TOUR MENGGUNAKAN PLATFORM LUMI H5P BAGI GURU-GURU IPA DI KABUPATEN BANTUL Widodo Setiyo Wibowo; Laifa Rahmawati; Sabar Nurohman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5611

Abstract

ABSTRACTScience education continues to face challenges such as the dominance of lecture-based methods and the lack of engaging learning media, which lower students’ motivation and participation. This program aimed to empower science teachers in Bantul Regency to create virtual tour–based learning media using the Lumi H5P platform with ethno-science content, enhancing the relevance and attractiveness of science learning. The offline training took place at SMP Negeri 1 Bantul on August 6, 2025, involving 30 science teachers from the MGMP IPA Bantul Regency. The methods included lectures, demonstrations, guided practice, and interactive discussions. The participants showed high enthusiasm, though most had not yet developed media products independently. Based on satisfaction surveys, the average score was 3.73 out of 4, categorized as good to very good. Participants found the material relevant to integrating digital technology and local cultural values into science education. Overall, the program improved teachers’ understanding of virtual reality, introduced Lumi H5P, and encouraged ethnoscience-based contextual learning, laying the foundation for innovative, culturally rooted science education.Keywords: Interactive Media, Lumi H5P, Teacher Training, Virtual Tour.ABSTRAKPembelajaran IPA masih menghadapi berbagai tantangan, seperti penyajiannya didominasi metode ceramah dan minimnya penggunaan media pembelajaran menarik. Kondisi ini menyebabkan rendahnya motivasi serta keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan guru-guru IPA Kabupaten Bantul dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis virtual tour menggunakan platform Lumi H5P bermuatan etnosains, sehingga mampu meningkatkan relevansi dan daya tarik pembelajaran IPA. Pelatihan dilaksanakan secara luring di SMPNegeri 1 Bantul pada tanggal 6 Agustus 2025 dengan 30 guru IPA anggota MGMP IPA SMP Kabupaten Bantul. Metode kegiatan meliputi ceramah, demonstrasi, praktik terbimbing, serta diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti pelatihan, meskipun belum menghasilkan produk media secara mandiri. Berdasarkan hasil instrumen kepuasan peserta, diperoleh rata-rata skor sebesar 3,73 dari skala 4, yang termasuk kategori baik menuju sangat baik. Peserta menilai materi pelatihan relevan dengan kebutuhan mereka dalam mengintegrasikan teknologi digital dan nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran IPA. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman guru tentang konsep dasar virtual reality, pengenalan aplikasi Lumi H5P, serta peluang penerapan etnosains dalam pembelajaran kontekstual. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi guru IPA untuk mengembangkan media pembelajaran inovatif berbasis teknologi terbuka, sekaligus memperkuat karakter pembelajaran sains yang berakar pada budaya lokal.Kata Kunci: Media Interaktif, Lumi H5P, Virtual Tour, Pelatihan Guru.