Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengembangan Biodegradable Plastic Berbasis Singkong Genderuwo Berpenguat Nanoselulosa Kulit Durian dengan Ekstrak Kayu Secang sebagai Antimikroba Nurul Huda Ramadhan; Zahrotul Munawaroh; Andri Purna Irawan; Titah Sayekti
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v3i3.2280

Abstract

Plastik merukan salah satu limbah yang sulit ditangani karena sifatnya yang non biodegradable. Singkong genderuwo merupakan potensi daerah Bojonegoro yang belum banyak dikembangkan. Pati dapat digunakan sebagai bahan utama pembuatan plastik. Untuk memperkuat ditambahkan nanoselulosa kulit durian yang juga merupakan limbah yang masih jarang dimanfaatkan. Dalam rangka meningkatkan fungsi sebagai kemasan aktif, digunakan ekstrak kulit secang sebagai antibakteria. Peneltian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan nanoselulosa kulit durian dan ekstrak kayu secang terhadap kualitas biodegrabilitas, kekuatan, efektifitas antibakteria dan karakteristik plastik berbahan pati singkong genderuwo. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan mengamati parameter uji terhadap 3 variasi formula: F1 plastik dengan penambahan nanoselulosa dan ekstrak, F2 plastik dengan penambahan ekstrak dan F3 plastik dengan penambahan nanoselulosa. Penambahan nanoselulosa berpengaruh terhadap kekuatan dan karakteristik plastik berbasis pati singkong genderuwo, akan tetapi tidak mempengaruhi biodegrabilitasnya. Penambahan ekstrak kayu secang yang terkonfirmasi melalui penapisan mengandung senyawa flavonoid, fenol, alkaloid dan terpenoid memberikan efek antimikroba sehingga sampel makanan bisa bertahan lebih lama. Diantara tiga formula, formula 1 memberikan peforma yang cukup baik dari parameter yang diujikan diantaranya kekuatan tarik beban 7 kg, biodegrabilitas pada pengamatan 7 hari 25,65%, ketebalan 0,033 cm, transparansi 4.369, kelarutan 12,85%, dan trasnmisi uap air 23x10-4. Dari ketiga formula F1 memberikan performa plastik yang paling baik. Biodegradable plastic SESCALAN berpotensi untuk diimplikasikan dalam dunia pendidikan maupun kegiatan kemasyarakatan.
Literasi Informasi di Era Pandemi Covid-19: Studi Fenomenologi Calon Guru IPA Titah Sayekti; Zulfah Zulfah
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v4i1.2950

Abstract

Informasi yang beredar pada masa pandemi sangat bervariasi dengan tingkat validitas yang berbeda-beda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat fenomena literasi informasi yang terjadi pada masa ini. Fenomenologi dipilih sebagai metode penelitian dengan populasi penelitian adalah mahasiswa program IPA di provinsi Jawa Timur sedangkan sampelnya adalah mahasiswa pendidikan IPA dari 5 kabupaten dan 1 kota di Jawa Timur. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengisian formulir survei. Analisis data dilakukan dengan metode analisis Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi dan penyajian data berdasarkan masing-masing literasi informasi dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis data menggambarkan bahwa responden cukup baik dalam menentukan sifat dan cakupan informasi yang dibutuhkan. Hal ini ditunjukkan dengan 79% sampel menyatakan pentingnya memilih topik dalam mengakses informasi mengenai covid 19. Upaya mengakses informasi yang dibutuhkan secara efektif dan efisien juga cukup baik, mengingat 58% sampel memilih situs resmi pemerintah yang sesuai. lebih meyakinkan dalam penyajian data. Sementara itu, proses evaluasi kritis terhadap informasi dan sumbernya juga telah dilakukan yang ditunjukkan dengan 93% sampel menyatakan perlunya klarifikasi dan diskusi atas informasi yang diperoleh. Pencapaian tujuan akses informasi cukup baik dengan adanya upaya sebagian besar responden dalam menentukan tujuan akses informasi pada awal proses. Dengan adanya penetapan tujuan maka arah pencarian akan lebih terfokus sehingga 75% sampel mengungkapkan tercapainya tujuan. Pemahaman yang baik terhadap aspek hukum, ekonomi, dan sosial terkait penggunaan informasi terlihat pada pemilahan informasi yang akan disebarluaskan. Sebanyak 137 sampel menyatakan bahwa validitas informasi merupakan kriteria penting agar informasi layak untuk diteruskan. Secara garis besar responden sudah berupaya menerapkan literasi informasi meskipun tentunya masih ada hal yang perlu diperkuat.