Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

The Utilization of Digital Technology in Learning Quality Management at State Vocational High School Nenden Nadya Rizky Mashrul; Abduloh; Ine Rahayu Purnamaningsih; Muhamad Taufik Bintang Kejora
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2446

Abstract

This research aims to explore the use of digital technology in the management of learning quality at SMK Negeri 1 Plered, with a focus on the implementation of the PDCA (Plan-Do-Check-Act) cycle in improving the quality of education as initiated by Deming and Sallis. The approach used is qualitative with an exploratory case study method, which allows researchers to explore a deep understanding of the application of digital technology in vocational schools. This research was carried out at SMK Negeri 1 Plered, Purwakarta Regency, West Java, with the main data source involving 6 informants, namely the Principal, Deputy Head of Curriculum, teachers, and 3 students. The data collection technique involved in-depth interviews, observations, and documentation, which were analyzed using interactive models from Miles and Huberman by triangulation to ensure the validity of the findings. The results show that the use of digital platforms such as Google Classroom, Canva, and YouTube plays an important role in increasing learning flexibility, student engagement, and 21st century skill development. However, the main challenges faced are the technology skills gap among teachers and students, as well as limited infrastructure. Suggested follow-up includes improved ongoing training for teachers and the provision of more adequate tools to ensure technology-based learning is optimally accessible to all students. This research provides implications for the development of technology-based learning strategies in other vocational schools to improve the quality of education.
MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN BERBASIS DIGITAL: PENGARUH IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PENDIDIKAN TERHADAP KINERJA AKADEMIK DI PERGURAN TINGGI Winda Widiastuti; Rohayanah; Ine Rahayu Purnamaningsih
Jurnal Development Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Development
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jd.v13i1.572

Abstract

Transformasi digital di sektor pendidikan tinggi mendorong perlunya sistem manajemen yang terintegrasi guna mendukung peningkatan mutu layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Sistem Informasi Manajemen Mutu Terpadu (SIP) dalam mendukung peningkatan kualitas layanan di perguruan tinggi melalui pendekatan digital. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi literatur terhadap sumber-sumber relevan lima tahun terakhir, termasuk jurnal nasional terakreditasi dan publikasi institusi pendidikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa SIP berkontribusi signifikan dalam efisiensi administrasi akademik, transparansi data, peningkatan akuntabilitas, serta pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based). SIP juga membantu pemetaan kinerja dosen dan mahasiswa, mendukung proses akreditasi, serta memperkuat kapasitas institusi dalam pengelolaan riset dan inovasi. Namun demikian, keberhasilan implementasi SIP sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kualitas teknologi yang digunakan, komitmen pimpinan, kesiapan sumber daya manusia, dukungan kebijakan eksternal, serta ketersediaan infrastruktur. Oleh karena itu, penguatan regulasi, pelatihan SDM, evaluasi berkala, serta investasi berkelanjutan dalam sistem digital menjadi aspek penting untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas SIP. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model implementasi SIP yang adaptif terhadap konteks lokal masing-masing perguruan tinggi, serta pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam mengembangkan praktik terbaik untuk mendukung transformasi digital di sektor pendidikan tinggi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi strategis bagi para pengambil kebijakan dan praktisi pendidikan dalam merancang kebijakan mutu yang berorientasi pada pemanfaatan teknologi informasi.
Pelatihan Deep Learning bagi Guru Sekolah Dasar dalam Pembelajaran Matematika di Era Digital Iyan Rosita Dewi Nur; Ine Rahayu Purnamaningsih; Kiki Nia Sania Effendi; Cut Nuraini; Hamdanah Hamdanah; Kartini Kartini; R. Euis Sulastri; Ratu Firdausi Rahman; Nuniek Noermala
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 10 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v10i1.5284

Abstract

ABSTRACT This Community Service activity aims to improve the understanding and ability of elementary school teachers in implementing deep learning in mathematics subjects in the digital era. Problems faced by partners include teachers' low understanding of the concept of deep learning and low literacy and numeracy skills of students. Implementation methods include lectures, training, seminars, and discussion forums to strengthen teacher competencies related to the concepts, theories, and implementation of deep learning-based learning. The results of the activity show an increase in teacher knowledge and skills in designing more interactive, contextual, and student-centered mathematics learning. In addition, ongoing discussion forums provide support for teachers in overcoming implementation obstacles in the field. This program contributes to encouraging improvements in the quality of mathematics learning in elementary schools and teacher readiness to face educational challenges in the digital era.   Keywords: Training, Deep Learning, Mathematics, Learning, Digital Era   ABSTRAK Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru sekolah dasar dalam mengimplementasikan pembelajaran deep learning pada mata pelajaran matematika di era digital. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi rendahnya pemahaman guru terhadap konsep deep learning serta rendahnya kemampuan literasi dan numerasi siswa. Metode pelaksanaan mencakup ceramah, pelatihan, seminar, dan forum diskusi untuk memperkuat kompetensi guru terkait konsep, teori, serta penerapan pembelajaran berbasis deep learning. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam merancang pembelajaran matematika yang lebih interaktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Selain itu, forum diskusi yang berkelanjutan memberi dukungan bagi guru dalam mengatasi kendala penerapan di lapangan. Program ini berkontribusi dalam mendorong peningkatan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar dan kesiapan guru menghadapi tantangan pendidikan di era digital.   Kata Kunci: Pelatihan, Pembelajaran Mendalam, Matematika, Pembelajaran, Era Digital
Tantangan Dan Strategi Pengembangan SDM Pendidik Dalam Meningkatkan Layanan Pendidikan Abad 21: Kajian Literatur Ine Rahayu Purnamaningsih; Siti Rahmah; Dindin Hermawan
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.358

Abstract

Transformasi pendidikan abad ke-21 menuntut peningkatan kualitas layanan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik, sehingga pengembangan SDM pendidik menjadi isu yang sangat urgensi dan relevan untuk dikaji. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tantangan serta meruamuskan strategi pengembangan SDM pendidik dalam meningkatkan layanan pendidikan abad ke-21 melalui kajian literatur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode systematic literature review (SLR), di mana data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah seperti jurnal bereputasi, buku akademik, dan laporan lembaga internasional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran database ilmiah dengan kata kunci tertentu, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan thematic analysis untuk mengidentifikasi pola dan tema utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam pengembangan SDM pendidik meliputi rendahnya kompetensi digital, keterbatasan akses pelatihan berkelanjutan, serta kurangnya dukungan institusional. Adapun strategi yang efektif meliputi pelatihan berbasis kebutuhan, pengembangan profesional berkelanjutan, serta pemanfaatan teknologi dan komunitas belajar profesional. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis dalam memperkuat konsep pengembangan SDM berbasis kebutuhan dan kontribusi praktis dalam memberikan rekomendasi bagi pengambil kebijakan dan lembaga pendidikan untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan. Kesimpulannya, pengembangan SDM pendidik merupakan faktor krusial dalam mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan tuntutan abad ke-21. Penelitian ini menyarankan perlunya kajian lanjutan berbasis data empiris untuk menguji efektivitas strategi yang diusulkan serta memperluas konteks penelitian pada berbagai jenjang pendidikan.
Implementasi Kebijakan Dana BOS Permendikbudristek No.63 Tahun 2023 untuk Peningkatan Mutu Pendidikan Verisca Ayu Hikma; Abduloh Abduloh; Ine Rahayu Purnamaningsih
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 3 (2025): September 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i3.1992

Abstract

This study aims to critically examine the implementation of the School Operational Assistance (BOS) policy as regulated in the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology Regulation (Permendikbudristek) No. 63 of 2023, with a specific focus on the context of SDN Sindangsari III. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. The findings reveal that although the administrative aspects of the BOS policy, particularly the preparation and reporting of the School Activity and Budget Plan (RKAS), adhere to formal regulatory standards, its practical implementation remains characterized by principal-centered decision-making and limited substantive engagement from external stakeholders. The BOS funds are predominantly allocated to routine operational expenditures, while strategic programs—such as teacher capacity development and digital learning initiatives—have not received sufficient priority. Moreover, the evaluation process is primarily administrative in nature and lacks a reflective, participatory approach that engages all relevant actors. Conceptually, the study reinforces critiques of the uniformity-based allocation model, which fails to address the contextual complexity and structural constraints of small schools. In response, the study recommends a reformulation of the BOS funding scheme based on a needs-based allocation approach, strengthening the managerial capacity of school leadership, and revitalizing evaluation mechanisms grounded in outcome-based and community-participatory principles. A more context-sensitive and equity-oriented policy framework would enable BOS to function as a strategic instrument for inclusive, adaptive, and sustainable educational transformation.
THE ROLE OF JOB SATISFACTION IN MEDIATING THE RELATIONSHIP BETWEEN WORK ENVIRONMENT AND LEADERSHIP STYLE ON TEACHER PERFORMANCE AT STATE SENIOR HIGH SCHOOL Diana Sarah; Ine Rahayu Purnamaningsih; Saepul Ma'mun
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 5 No. 4 (2026): MARCH
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20035271

Abstract

This study aims to deeply understand the role of job satisfaction as a mediator in the relationship between the work environment and leadership style on teacher performance. A qualitative approach was used to uncover the experiences, perceptions, and dynamics experienced by teachers in the context of the work environment and leadership style applied in schools. The results of the study indicate that job satisfaction plays an important role in strengthening the positive influence of the work environment and leadership style on teacher performance. Teachers who feel satisfied with their work tend to be more motivated and perform optimally, especially when supported by a conducive work environment and an inspirational leadership style. These findings emphasize the importance of paying attention to psychological and social aspects in improving teacher performance through appropriate management of the work environment and leadership style. This study contributes to the development of educational management theory and leadership practice in school environments.
Analisis Mutu Kinerja Guru dalam Pelaksanaan Tugas sebagai Penanggung Jawab Program Sekolah: Kajian Literatur Berbasis Fenomena Lapangan Ine Rahayu Purnamaningsih; Linayati Inayah; Khoiruddin Khoiruddin
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.312

Abstract

This study aims to analyze the quality of teacher performance in carrying out their duties as program coordinators in schools, identify influencing factors, and examine the effectiveness of a collaborative approach through the co-PJ tandem system as an alternative solution. The study uses a qualitative approach with a descriptive-analytical design through literature review enriched with empirical field phenomena. Data were collected through documentation techniques from various relevant scientific literatures and analyzed using content analysis with a thematic approach. The results show that the quality of teacher performance as program coordinators is still suboptimal, characterized by low understanding of roles, weak program planning and management, lack of coordination, and low independence in decision-making. These problems are influenced by various factors, including low work motivation, limited competence, insufficient teacher empowerment, high workload, weak supervision, and the absence of a collaborative work system. Furthermore, this study finds that the implementation of the co-PJ tandem system has a positive impact on improving teacher performance quality through strengthening collaboration, increasing self-confidence, improving program planning and implementation quality, and fostering innovation. In conclusion, improving teacher performance quality requires a systemic and collaborative approach. The co-PJ tandem system can be an innovative and effective model for strengthening teacher performance and supporting sustainable educational quality improvement.
Peran Stakeholder dalam Meningkatkan Manajemen Mutu Pendidikan di Sekolah Menengah Pertama: Studi Empiris di Kabupaten Karawang Akhmad Rusbani; Tarip Tarip; Ine Rahayu Purnamaningsih
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran stakeholder dalam meningkatkan manajemen mutu pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Karawang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Populasi penelitian adalah seluruh stakeholder di 10 SMP negeri di Kabupaten Karawang, dengan sampel sebanyak 200 responden yang terdiri dari kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, komite sekolah, dan perwakilan dinas pendidikan. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran stakeholder secara simultan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan manajemen mutu pendidikan (F hitung = 12,45; p < 0,05). Secara parsial, peran kepala sekolah (β = 0,32; p < 0,01), guru (β = 0,28; p < 0,01), dan komite sekolah (β = 0,18; p < 0,05) memberikan kontribusi terbesar terhadap peningkatan manajemen mutu pendidikan. Sementara itu, peran siswa, orang tua, dan masyarakat memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan secara statistik. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya penguatan peran kepala sekolah, guru, dan komite sekolah melalui program pelatihan, pendampingan, dan pengembangan sistem komunikasi yang efektif untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di SMP.
Kesenjangan antara Kurikulum Formal dan Praktik Pembelajaran Aktual dalam Penjaminan Mutu Pendidikan: Kajian melalui Observasi Partisipatif Ine Rahayu Purnamaningsih; Kristina Damayanti; Karmah
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8428

Abstract

Educational quality is often assessed through administrative indicators that emphasize the completeness of instructional documents. However, this approach tends to privilege formal compliance over the actual dynamics of teaching and learning in the classroom. This study examines the gap between the formal curriculum and actual classroom practice, while also exploring the contribution of participant observation to educational quality assurance. Using a qualitative case study design, data were collected through participant observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings show that quality evaluation systems remain largely oriented toward administrative compliance, resulting in representations of educational quality that do not fully capture the realities of classroom learning. In practice, teaching and learning processes are dynamic, adaptive, and context-dependent, yet these dimensions are insufficiently reflected in formal assessment mechanisms. The study also reveals differing perspectives on educational quality among school management, teachers, and students, indicating that quality cannot be adequately understood through administrative indicators alone. These findings highlight the importance of integrating participant observation into quality evaluation systems in order to produce a more authentic, contextual, and comprehensive assessment of classroom learning.
Hubungan Digital Leadership Kepala Sekolah Dengan Kinerja Guru Melalui Inovasi Pembelajaran Nurlaelah; Tatang Taryana; Euis Fajriyah; Ine Rahayu Purnamaningsih
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v4i3.2163

Abstract

Transformasi digital menuntut kepala sekolah mengintegrasikan teknologi ke dalam visi, keputusan, kolaborasi, dan budaya inovasi sekolah. Penelitian ini menganalisis hubungan digital leadership kepala sekolah dengan kinerja guru melalui inovasi pembelajaran sebagai mediator statistik. Survei cross-sectional melibatkan seluruh 32 guru di SD Negeri Karawang Kulon II, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dengan sampling jenuh. Kuesioner terdiri atas 15 item digital leadership yang mencakup visi digital, kompetensi teknologi, kolaborasi digital, keputusan berbasis data, dan budaya inovasi; 12 item inovasi pembelajaran; serta 14 item kinerja guru. Seluruh item valid dan konstruk reliabel dengan Cronbach's alpha 0,861-0,882. Uji Shapiro-Wilk menunjukkan residual berdistribusi normal pada persamaan pertama (p = 0,535) dan kedua (p = 0,389). Nilai deviation from linearity sebesar 0,674, 0,583, dan 0,721 menunjukkan seluruh hubungan memenuhi asumsi linearitas. Analisis jalur menunjukkan digital leadership berkaitan positif dengan inovasi pembelajaran (β = 0,612; p < 0,001) dan kinerja guru (β = 0,334; p = 0,022), sedangkan inovasi pembelajaran berkaitan positif dengan kinerja guru (β = 0,487; p = 0,001). Koefisien tidak langsung 0,298 signifikan (z = 2,687; p = 0,007), menunjukkan mediasi parsial. Temuan menunjukkan hubungan statistik, bukan bukti sebab-akibat.