Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS RISIKO PADA PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN SARANA PENGENDALIAN BANJIR PADA WADUK MUARA NUSA DUA DENPASAR WANGSA, ANAK AGUNG RATU RITAKA; PRAGANINGRUM, TJOKORDA ISTRI; LESTARI, I GUSTI AGUNG AYU ISTRI; SURYATMAJA, IDA BAGUS
GANEC SWARA Vol 17, No 4 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v17i4.656

Abstract

Flooding that occurs due to runoff and scouring of Nusa Dua estuary reservoir water in Denpasar city causes the risk of inundating the surrounding roads and entering the mangrove forest. One of the efforts made by the Bali-Penida River Basin Hall is to carry out a flood control facility construction project. The purpose of this study is to identify the risks faced, measure and determine the magnitude of acceptable risks. The method used is descriptive with a qualitative approach. Data collection was conducted by interviews related to risk identification and questionnaires related to risk assessment. The results showed that the risks identified in the implementation of the flood control facility development project in the Nusa Dua estuary reservoir amounted to 36 risks consisting of 10 risk sources. The dominant source of risk is technical, project and safety risks with a percentage of 14%. After an assessment by 17 respondents, there were 15 risks (86%) with unacceptable categories, 10 risks (63%) with undesirable categories, 7 risks (38%) with acceptable categories, and 4 risks (13%) with negligible categories.
PERSEPSI MASYARAKAT TERKAIT PENERAPAN KONSEP DESAIN EKOLOGI TERHADAP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN PADA TEPIAN SUNGAI AYUNG PRAGANINGRUM, TJOKORDA ISTRI; WANGSA, ANAK AGUNG RATU RITAKA; GRAHA, I MADE SATYA; PRADNYADARI, NI LUH MADE AYU MIRAYANI
GANEC SWARA Vol 17, No 4 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v17i4.654

Abstract

The concept of sustainable development has basically become the concern of all parties, especially in tourist destination areas. The Ayung riverside area is one of the tourist destinations for local and foreign residents. The rapid development of the Ayung riverside environment has a great impact on the environment around the village. The environment around the village sometimes becomes a place of uncontrolled development that causes environmental damage characterized by decreased air, water and soil quality, resulting in the extinction of animals, plants, wildlife and damage to ecosystems. In this context, it is necessary to apply ecological architecture to the construction of urban support works, including riverside areas. This study aims to determine public perceptions related to the application of ecological design concepts to sustainable development in the Ayung riverside area. The method used is descriptive with a qualitative approach, analyzing according to the principles of ecological design. The application of ecological architecture on the banks of the Ayung river is expected to ensure the sustainability of the ecosystem and minimize negative impacts on the environment due to improper ecological design. The results of this study show that ecological principles can be applied in the Ayung riverside area, including the arrangement of several buildings to create dynamic green spaces while still based on local wisdom
Pemodelan Kapasitas Air Pada Saluran Drainase dengan Program HEC-RAS: (Studi Kasus: Jalan Cekomaria dan Jalan Padma Denpasar Timur) Ida Bagus Suryatmaja; Anak Agung Ratu Ritaka Wangsa; Krisna Kurniari; I Putu Prasetia
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v13i2.10182

Abstract

Kota Denpasar, sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Bali, berupaya menjaga daya tariknya dengan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Namun, pesatnya pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi, terutama di sektor pariwisata, menimbulkan permasalahan lingkungan, salah satunya adalah penurunan kualitas lingkungan akibat perubahan penggunaan lahan. Hal ini menyebabkan berkurangnya daerah resapan air dan meningkatnya limpasan permukaan, sehingga meningkatkan risiko banjir di beberapa wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya tampung saluran drainase di Jalan Cekomaria menuju Jalan Padma Denpasar, yang merupakan salah satu area rawan banjir. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, meliputi pengukuran dimensi saluran, perhitungan debit aliran maksimum, dan pemodelan hidrolika menggunakan program HEC-RAS. Hasil analisis menunjukkan bahwa daya tampung saluran drainase eksisting di Jalan Cekomaria masih memadai untuk menampung debit banjir dengan kala ulang 2 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun pada segmen 800 hingga 1000 meter. Namun, pada segmen 0 hingga 800 meter, daya tampung saluran tidak mencukupi untuk menampung debit banjir dengan kala ulang tersebut, sehingga berpotensi terjadi banjir. Kondisi ini mengindikasikan perlunya upaya peningkatan kapasitas saluran drainase di segmen 0 hingga 800 meter, baik melalui normalisasi saluran, pembangunan saluran baru, maupun implementasi sistem drainase berkelanjutan untuk mengantisipasi dan meminimalisir risiko banjir di masa mendatang.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENDORONG PERUBAHAN POLA SPASIAL TERHADAP DRAINASE PERKOTAAN DI KECAMATAN DENPASAR BARAT ANAK AGUNG RATU RITAKA WANGSA; TJOKORDA ISTRI PRAGANINGRUM; IDA BAGUS SURYATMAJA; NI LUH MADE AYU MIRAYANI PRADNYADARI
GANEC SWARA Vol 18, No 3 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v18i3.1057

Abstract

Changes in spatial patterns, especially the transformation of land from green open spaces to built-up areas, have caused various impacts on the environment and urban drainage systems. This study analyzes the driving factors of spatial pattern change on urban drainage in West Denpasar District, with a special focus on Padangsambian Kelod Village and Pemecutan Kelod Village. This study aims to identify and understand the factors that contribute to changes in the drainage system in the region. The research methods used include collecting spatial data through satellite imagery and thematic maps, field surveys for direct observation, and interviews with residents and related stakeholders. The collected data was then analyzed qualitatively and quantitatively to identify spatial change patterns and their driving factors. The results show that the change in spatial patterns towards urban drainage in West Denpasar District is driven by several main factors, including rapid population growth, intensive infrastructure development, and land use change from agricultural to residential and commercial. These factors have led to increased surface runoff, decreased drainage capacity, and increased flood risk in the region. This study concludes that a more integrated and sustainable drainage management approach is needed to overcome the challenges posed by changes in spatial patterns. The recommendations submitted include increasing drainage capacity, implementing environmentally friendly development practices, and increasing public awareness about the importance of maintaining urban drainage systems.
Manajemen Risiko Perencanaan Bangunan Pengaman Pantai di Kabupaten Buleleng Bali: (Studi Kasus: Pantai Celukan Bawang dan Pantai Les Tejakula) Ritaka Wangsa, Anak Agung Ratu; Praganingrum, Tjokorda Istri; Istri Lestari, I Gusti Agung Ayu; Mirayani Pradnyadari, Ni Luh Made Ayu
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/telsinas.v7i2.5605

Abstract

Kabupaten Buleleng memiliki panjang pantai 128,2 kilometer, dengan 30,56 kilometer (23,84%) di antaranya mengalami kerusakan akibat erosi.  Upaya penanganan erosi pantai telah dilakukan, namun masih terdapat 12,11 kilometer pantai yang belum tertangani. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis risiko erosi di Pantai Celukan Bawang dan Pantai Les Tejakula, serta memberikan rekomendasi strategis untuk perencanaan dan desain bangunan pengaman pantai, guna mengurangi dampak erosi dan melindungi infrastruktur serta ekosistem pesisir. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif untuk identifikasi risiko dan kuantitatif melalui kuesioner kepada 28 responden. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 28 risiko yang teridentifikasi dari 8 sumber risiko, dengan risiko yang bersumber dari manusia sebagai sumber risiko dominan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas 23 risiko (80%) dari total 28 risiko yang teridentifikasi dikelola oleh Konsultan Perencana, sementara hanya 5 risiko (20%) berasal dari pemilik pekerjaan. Ini menunjukkan pentingnya penguatan peran konsultan dalam perencanaan dan mitigasi risiko untuk merancang pengelolaan risiko yang lebih terintegrasi dan efisien.
Kelayakan Investasi Pembangunan Villa Mandurah Desa Tibubeneng Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung Bali Pradnyadari, Ni Luh Made Ayu Mirayani; Sunatha, I Gede Ngurah; Wangsa, Anak Agung Ratu Ritaka; Satyawan, Putu Wiradnyana
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/telsinas.v7i2.5606

Abstract

Investasi merupakan penanaman sejumlah uang dimasa sekarang, dengan harapan memperoleh keuntungan di masa yang akan datang. Perkembangan pariwisata yang cepat di daerah Desa Tibubeneng mendorong pembangunan akomodasi pendukung sehingga minat untuk berinvestasi pada pembangunan vila berkembang pesat, salah satunya adalah Pembangunan Vila Mandurah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan investasi pada Vila Mandurah dilihat dari Aspek Finansial. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah biaya investasi (biaya pembangunan vila dan pengurusan izin), biaya operasional dan harga sewa vila. Survey dilaksanakan kepada lima vila di sekitar Vila Mandurah dengan fasilitas yang sama untuk memperoleh perkiraan harga sewa vila dan biaya operasional vila.  Investasi Vila Mandurah direncanakan selama 20 tahun dengan tingkat pengembalian bunga adalah 12 % per tahun. Aspek Finansial yang ditinjau adalah Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PBP). Dari perhitungan diperoleh NPV > 0 yaitu Rp529.590.661 artinya investasi layak. Nilai BCR > 1 yaitu 1,22 (layak). Nilai IRR > 15,2% (layak) dan Payback Period diperoleh dalam waktu 7 tahun, 4 bulan, 5 hari < 20 tahun (layak). Secara Aspek Finansial Pembangunan Vila Mandurah dikatakan layak dilaksanakan sehingga dapat memenuhi akomodasi pariwisata yang semakin meningkat.
PELESTARIAN LINGKUNGAN PANTAI PASUT SEBAGAI POTENSI WISATA DI DESA TIBUBIU, KECAMATAN KERAMBITAN, KABUPATEN TABANAN Wangsa, Anak Agung Ratu Ritaka; Praganingrum, Tjokorda Istri; Sega, Shania Valencia Susannie; Ratu, Vivin Sartika Rosari; Rato, Susanti Ina
Jurnal Abdi Dharma Masyarakat (JADMA) Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : LPPM Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jadma.v5i2.9920

Abstract

Pengabdian masyarakat merupakan kewajiban perguruan tinggi untuk berperan aktif dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Desa Tibubiu, yang terletak di Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, memiliki Pantai Pasut sebagai destinasi wisata unggulan. Namun, potensi strategis Pantai Pasut terancam oleh masalah lingkungan seperti degradasi, pencemaran sampah, dan dampak negatif pada ekosistem pesisir. Kawasan pesisir yang dinamis ini sangat rentan terhadap pencemaran, yang berdampak buruk pada sektor pariwisata dan perikanan lokal. Pengelolaan sampah yang tidak memadai menjadi faktor utama yang memperburuk masalah ini. Sampah yang berserakan mengancam keindahan pantai, kesehatan lingkungan, dan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah menjadi sangat krusial. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk "Membangun kesadaran dan keamanan lingkungan melalui gotong royong pembersihan pesisir pantai, pengadaan tempat sampah dan pemasangan papan informasi pengunjung serta edukasi kunjungan pantai di Pantai Pasut, Desa Tibubiu." Program ini akan melibatkan masyarakat secara aktif dalam kegiatan gotong royong membersihkan pantai, menyediakan fasilitas pengelolaan sampah yang memadai, serta memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pantai. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, diharapkan masalah sampah di Pantai Pasut dapat diminimalisir. Upaya ini tidak hanya akan menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas destinasi wisata Pantai Pasut, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat. Kata Kunci: Penataan, Pariwisata dan Kesadaran Lingkungan
ANALISIS KINERJA HIDROLIKA BANGUNAN IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI TOMBU DI KABUPATEN SUMBA BARAT Kurniari, Krisna; Wangsa, Anak Agung Ratu Ritaka; Bora, Eliezer
Jurnal Teknik Gradien Vol 17 No 01 (2025): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v17i01.1290

Abstract

Sistem irigasi yang efisien dan efektif berperan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian, terutama di daerah dengan ketersediaan air yang terbatas seperti Kecamatan Tombu Kuhira di Kabupaten Loli, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini berfokus pada Daerah Irigasi Tombu seluas 95 hektar, yang menghadapi tantangan dalam pelayanan irigasi akibat buruknya kondisi infrastruktur dan bangunan. Tujuan utama penelitian ini adalah mengevaluasi kinerja sistem irigasi di Daerah Irigasi Tombu. Penelitian ini melibatkan analisis efisiensi jaringan irigasi menggunakan data penampang saluran dan laju aliran. Hasil analisis menunjukkan bahwa saluran primer memiliki efisiensi sebesar 95,253%, melebihi standar efisiensi 90%, sedangkan saluran sekunder memiliki efisiensi sebesar 89,205%, berada di bawah standar efisiensi 90%. Sedangkan nilai efektivitas sebesar 47,368% tergolong belum efektif karena berada di bawah nilai ambang batas 55%. Hal ini mengindikasikan adanya kehilangan air yang signifikan pada jaringan irigasi. Untuk meningkatkan kinerja sistem irigasi, direkomendasikan agar instansi terkait melakukan perbaikan saluran irigasi dan optimalisasi pemeliharaan bangunan-bangunan irigasi. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menghitung efisiensi saluran alami dan mengeksplorasi solusi inovatif untuk pengelolaan air irigasi yang berkelanjutan.
Implementasi Aplikasi E-Paksi untuk Pendataan Aset dan Penilaian Kinerja Sistem Irigasi di Mergaya Denpasar Suryatmaja, Ida Bagus; Ritaka Wangsa, Anak Agung Ratu; Suarnayasa, I Made
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v14i1.11424

Abstract

Pengelolaan irigasi yang baik sangat penting untuk mendukung keberlanjutan pertanian dan mencegah alih fungsi lahan di perkotaan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melakukan pendataan aset serta menilai kinerja sistem irigasi di daerah Mergaya, guna merumuskan kebijakan pengelolaan yang lebih efektif. Untuk mencapai tujuan tersebut, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, memanfaatkan aplikasi EPAKSI (Elektronik Pengelolaan Aset dan Kinerja Sistem Irigasi). Data dikumpulkan melalui observasi langsung sepanjang jaringan irigasi primer dan sekunder, yang mencakup survei Pendataan Aset Irigasi (PAI) dan Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI). Hasil dari PAI menunjukkan bahwa aset irigasi di Mergaya terdiri dari enam bangunan irigasi, dua ruas saluran primer, dan dua ruas saluran sekunder dengan kondisi fisik tergolong jelek. Analisis data IKSI mengungkapkan bahwa kinerja jaringan irigasi juga berada dalam kondisi buruk, dengan indeks kinerja hanya mencapai 49,75%, di bawah ambang 50%. Sebagai kesimpulan, penelitian ini merekomendasikan perlunya pemeliharaan berkala yang bersifat perbaikan berat serta penggantian aset yang sudah tidak layak untuk meningkatkan kinerja sistem irigasi.
Analisis Debit Banjir Pada Perencanaan Saluran Drainase Daerah Padangsambian Kelod Ruas Jalan Gunung Salak Ritaka Wangsa, Anak Agung Ratu
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1840.955 KB) | DOI: 10.38043/telsinas.v4i1.2880

Abstract

ABSTRACT: The Padangsambian Kelod area is one of the densely populated areas. This causes changes in the land use function from rice fields to housing, which reduces water infiltration, causing surface runoff. So that the author needs to calculate the flood discharge and drainage planning in the area. The stages in calculating flood discharge to planning drainage channels include looking for stations that affect, namely Ngurah Rai Station, Sanglah Station, Ship Station, conducting existing drainage channels. After that, calculate the total rainfall and maximum rainfall, which means that the data will be used for further calculations such as the consistency test of the Double Mass Analysis method, calculating the regional average rainfall, testing the selection of distribution, calculating rainfall, design the Log Person Type III method, calculating Rain intensity (Talbot, Sherman, Ishiguro), Calculating distribution suitability test (Smirnov Kolmogorov), Calculating flood discharge analysis (Rational) to dimensional calculations. In the analysis of the flood discharge, the flood discharge plan for the 5 year return period is 0.049 (m3/s)> the existing flood discharge is 0.030 (m3/s) so it is necessary to plan drainage channels in the Padangsambian Kelod area.