Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGEMBANGAN DESAIN AMBUNG MELAYU JAMBI UNTUK MASYARAKAT URBAN DALAM KONTEKS GOOD DESIGN Bustam Effendi; Drajatno Widi Utomo; Yan Yan Sunarya
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v5i2.16811

Abstract

AbstractDevelopment of Jambi Malay Ambung Design for Urban Communities in the Context of Good Design. The existence of a home decor and fashion for urban communities is a must. The home decor and fashion market is very broad because home decor and fashion is one of the mandatory needs of urban communities. Good design is innovative design. Ambung Melayu Jambi needs to be developed into a modern home decoration and fashion that suits the lives of urban people. The research objectives are: (1) to design the home decor and fashion of Ambung Melayu Jambi in accordance with the concept of good design. (2) knowing how to choose quality materials and material combinations so that home decor and fashion can be developed optimally. The research method is a qualitative method. The results showed that the home decor and fashion designs of Ambung Melayu Jambi that matched the concept of good design were innovative, useful and beautiful, while the materials used were environmentally friendly materials such as rattan, wood, bamboo, and bamban. Abstrak Pengembangan Desain Ambung Melayu Jambi Untuk Masyarakat Urban Dalam Konteks Good Design. Keberadaan sebuah home decor dan fashion bagi masyarakat urban menjadi suatu keharusan. Pasar home decor dan fashion sangat luas karena home decor dan fashion merupakan salah satu kebutuhan wajib masyarakat urban. Desain yang baik adalah desain yang inovatif. Ambung Melayu Jambi perlu dikembangkan menjadi home decoration dan fashion yang modern dan sesuai dengan kehidupan orang perkotaan. Tujuan penelitian yaitu: (1) mendesain home decor dan fashion Ambung Melayu Jambi yang sesuai dengan konsep good design. (2) mengetahui cara untuk memilih bahan yang berkualitas dan kombinasi material sehingga home decor dan fashion dapat dikembangkan dengan optimal. Metode penelitian adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain home decor dan fashion Ambung Melayu Jambi yang sesuai konsep good design yaitu inovatif, berguna dan memiliki keindahan sedangkan bahan yang digunakan yaitu bahan ramah lingkungan seperti rotan, kayu, bambu, dan bamban.
SIKLUS TREN FASHION DI MEDIA SOSIAL (STUDI KASUS TREN BERKAIN DI INSTAGRAM REMAJA NUSANTARA) Nafisa Aninda; Yan Yan Sunarya
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v6i1.16961

Abstract

Abstract Trend Cycle in Social Media (Case Study of Cloth Trend in Instagram of Nusantara Teenagers) The phenomenon of “berkain’ that is present on social media is one of the fashion phenomena that is widely used by the Swaragembira community and Remaja Nusantara as a manifestation of Indonesian cultural identity with the use of traditional patterned fabrics. The trend cycle on social media has a different time span than the conventional fashion trend cycle. The output objective of this study is to try to show the fashion trend cycle on social media with a case study of trends of “berkain” by Remaja Nusantara. The analysis was carried out using a qualitative approach with netnography and content analysis methods with trend analysis. The netnography method tries to open data from social media where “berkain” phenomenon is carried out and content analysis to describe the content on Instagram of Remaja Nusantara. This study resulted in a fashion trend cycle on social media with a case study of “berkain” trends on Instagram experiencing an acceleration of trend movements influenced by fast information movements and fashion leaders. The trend cycle on social media is called microtrend because it has a fast time span and limitations in its spread in demographics and geography. Keywords: Fashion Trend, Microtrend, Berkain, Social Media Abstrak Siklus Tren di Media Sosial (Studi Kasus Tren Berkain di Instagram Remaja Nusantara) Fenomena berkain yang hadir di sosial media adalah salah satu fenomena fashion yang sedang marak digunakan oleh komunitas Swaragembira dan Remaja Nusantarra sebagai perwujudan identitas budaya Indonesia dengan penggunaan kain bercorak tradisional. Siklus tren pada media sosial memiliki jangka waktu yang berbeda dengan siklus tren fashion konvensional. Tujuan luaran dari penelitian ini adalah berupaya memperlihatkan siklus tren fashion di media sosial dengan studi kasus tren berkain oleh Remaja Nusantara. Analisis yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi dan analisis konten dengan analisis tren. Metode netnografi mencoba membuka data dari sosial media fenomena berkain dilakukan dan analisis konten untuk menjabarkan konten yang ada di Instagram Remaja Nusantara. Penelitian ini menghasilkan siklus tren fashion di media sosial dengan studi kasus tren berkain di Instagram mengalami percepatan pergerakan tren yang dipengaruhi oleh pergerakan informasi yang cepat serta pelopor fashion. Siklus tren di media sosial disebut microtrend karena memiliki jangka waktu yang cepat serta keterbatasan dalam penyebarannya di demografis dan geografis. Kata kunci: Tren Fashion, Microtrend, Berkain, Media sosial
AKULTURASI MATERIAL TENUN SABU SERAT TENCEL Jennifer Agrilla; Krishna Hutama; Yan Yan Sunarya; agrilla, jennifer
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v6i1.17477

Abstract

Akulturasi Material Tenun Sabu Serat Tencel. Tenun Sabu tradisional berbahan dasar benang kapas berisfat tebal dan kaku. Pengolahan bahan dasar kain tenun dapat menambahkan nilai estetik dan fungsi dari kain tenun, tencel menjadi salah satu pilihan material dasar pembuatan tenun Sabu. Produksi serat tencel mendukung agenda dari Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia pada pilar pembangunan lingkungan dengan konsumsi dan produksi yan bertanggung jawab. Kearifan local yang terkandung pada kain tenun Sabu tetap dijaga dan dilestarikan dengan tidak merubah tahapan proses tenun dan tetap menggunakan motif asli tenun Sabu. Dengan metode deskriptif kualitatif mengulas tentang serat kapas tenun Sabu dan dengan metode literature review mengulas tentang teori akulturasi dan pengetahuan mengenai serat tencel. Dilakukan eksplorasi produksi tenun Sabu dengan bahan serat tencel. Hasil eksplorasi didapatkan perbandingan antara tenun Sabu serat kapas dan tenun Sabu serat tencel, pada tenun Sabu serat tencel didapatkan tekstur yang lebih lembut, serapan warna yang lebih baik, ketebalan kain yang berkurang, hal ini membuat bertambahnya nilai fungsi dan estetik dari kain tenun Sabu.
PEMANFAATAN TENUN ATBM SUTRA FABRIKASI KABUPATEN PASURUAN PADA WOMEN’S WEAR SUSTAINABLE FASHION UNTUK PASAR AUSTRALIA Janet Rine Teowarang; Krishna Hutama; Yan Yan Sunarya
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v6i2.17749

Abstract

Abstract Indonesia's fashion and textile industry is now trying to recover from the COVID-19 pandemic, which has significantly affected and stopped the productivity of eri silk farmers. In 2021, supplies of eri silk fiber began to be regained again through the KUPU Sutra organization from fundraising by Lenzing and MSME KaIND. However, the supply of eri silk fiber requires a definite sustainability cycle in order that eri silk farmers and handloom weaving artisans have good job stability by supporting their productivity. Women's wear sustainable fashion designed by fashion brand Allegra Jane in collaboration with the Australian fashion designer to be exhibited in Brisbane to introduce Pasuruan Regency handloom fabrication silk textile to the Australian market. This research is experimental-based research using an experimental design approach and experimental fashion. This research aims to utilize Pasuruan Regency handloom fabrication silk textile progressed into sustainable women's wear products with the theme 'Pasuruan Regency Fabrication Silk Within Fashion.' Keywords: Pasuruan Regency, women’s wear sustainable fashion, peace silk, fabrication silk, Australia market Abstrak Industri fashion dan tekstil di Indonesia kini berupaya bangkit dari pandemi COVID-19 yang memberikan dampak cukup besar, termasuk produktivitas petani yang membudidayakan ulat sutra eri juga sempat terhenti. Tahun 2021 persediaan serat sutra eri mulai kembali terkumpul melalui Koperasi KUPU Sutra karena penggalangan dana yang dilaksanakan oleh Lenzing dan UMKM KaIND. Namun, persediaan serat sutra eri memerlukan siklus keberlanjutan yang pasti, agar para petani sutra eri dan artisan tenun ATBM mempunyai stabilitas kerja baik dengan mendukung produktivitas mereka. Women’s wear sustainable fashion didesain oleh brand fashion Allegra Jane berkolaborasi dengan fashion desainer Australia untuk dipamerkan di kota Brisbane dengan tujuan mengenalkan tenun ATBM sutra fabrikasi Kabupaten Pasuruan untuk pasar Australia. Penelitian ini adalah experimental-based research yaitu dengan experimental design approach dan experimental fashion. Pelaksanaan penelitian ini bertujuan memanfaatkan tenun ATBM sutra fabrikasi Kabupaten Pasuruan yang diolah menjadi produk women’s wear sustainable fashion dengan tema ‘Pasuruan Regency Fabrication Silk Within Fashion’. Kata kunci: Pasuruan Regency, women’s wear sustainable fashion, peace silk, fabrication silk, pasar Australia
Budaya Tradisi Sebagai Identitas dan Basis Pengembangan Keramik Sitiwangun di Kabupaten Cirebon Deni Yana; Reiza D Dienaputra; Agus S Suryadimulya; Yan Yan Sunarya
PANGGUNG Vol 30 No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i2.1045

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi sentra kerajinan keramik Sitiwinangun di Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon yang produknya saat ini semakin menurun baik secara kualitas maupun  kuantitas. Keadaan ini  merupakan hal yang ironis mengingat sentra tersebut memiliki potensi sumber daya alam, manusia dan budaya yang cukup kuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan produk kerajinan keramik    Sitiwinangun melalui pemanfaatan  budaya tradisi lokal sebagai penguatan identitas dan basis pengembangan produknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan budaya dan estetika melalui teori morfologi estetik dan metode ATUMICS dengan tahapan identifikasi, analisis, pengembangan desain, aplikasi desain dan evaluasi. Hasil dari penelitian ini berupa produk keramik yang lebih modern dalam bentuk karya seni, hias dan fungsi dengan identitas budaya tradisi lokal Cirebon. Budaya tradisi dalam konteks  konservasi dan revitalisasi kerajinan keramik secara umum dapat menjadi alternatif sebagai basis pengembangan dan penguatan identitas lokal produknya.Kata kunci : budaya, cirebon,keramik, sitiwinangun, tradisi. 
Industri Kreatif Unggulan Produk Kriya Pandan Mendukung Kawasan Ekowisata Pangandaran, Jawa Barat Husen Hendriyana; I Nyoman Darma Putra; Yan Yan Sunarya
PANGGUNG Vol 30 No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i2.1202

Abstract

ABSTRACTPangandaran is known as one of many famous tourist destinations in West Java Province that possesspotential beautiful natural marine resources. This coastal area which streches 91 km and has sloping steeprocky beaches. Grows overabundant pandan (pandanus tectorius) plants, however conditions are verydamaged and there is no concern for good governance from the local government. This research aims toproduce eminent products of craft in supporting tourism by increasing the natural resources potentialand the local craftsmen resources from the surrounding areal environment. This article is result of appliedresearch in a type of practice-led research with a focus on the creative industries of craft products thatsupport tourism through the eco-design and eco-tourism approach. This research uses design-thinkingmethod, with Participation Action Research (PAR) approach and the Hexa Helix system. The result is aeminent product prototypes and start up business of craft art creative industries that support eco-designand eco-tourism park.Keywords: Creative Industry, Pangandaran Area, Pandan-based Craft, EcotourismABSTRAKPangandaran dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Provinsi Jawa Barat yang memilikipotensi alam laut yang indah. Wilayah pantai membentang sepanjang 91 km terdiri dari kawasanpantai pasir yang landai dan pantai berbatu curam. Di wilayah Pangandaran banyak ditumbuhitanaman pandan (pandanus tectorius), namun kondisinya sangat rusak dan tidak ada kepeduliaantata kelola yang baik dari pemerintah setempat. Penelitian ini bertujuan menghasilkan produkprodukseni kriya unggulan daerah untuk menunjang pariwisata dengan mengangkat potensisumber daya alam dan sumber daya perajin dari lingkungan masyarakat setempat. Artikel inimerupakan salah satu hasil penelitian terapan jenis practice-led research dengan fokus industrikreatif produk seni kriya yang mendukung pariwisata melalui pendekatan eco-design dan ecotourism.Penelitian ini menggunakan metode design thinking, dengan pendekatan ParticipationAction Research (PAR) dan sistem Hexa Helix. Hasil dari penelitaian ini berupa prototipe produkunggulan dan terwujudnya start up-start up bisnis industri kreatif seni kriya pendukungekowisata berbasis kawasan.Kata Kunci: Industi Kreatif, Kawasan Pangandaran, Kriya Pandan, Ekowisata
Respon Kreatif Perajin Pandan dalam Mendukung Lingkungan, Nilai Tambah Ekonomi Masyarakat, dan Pelestarian Sumber Daya Alam Husen Hendriyana; I Nyoman Darma Putra; Tyas Rinestu; Yan Yan Sunarya
PANGGUNG Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i3.1673

Abstract

Pangandaran Jawa Barat adalah daerah pantai pasir dan bukit berbatu membentang sepanjang 91 km yang separohnya, 44,85 km, ditumbuhi tanaman pandan (pandanus tectorius). Potensi kekayaan alam itu menginspirasi tumbuhnya pekerjaan baru dari mayoritas penduduk Pangandaran petani padi, kelapa, gula kelapa, serta nelayan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji respons individu dan kelompok masyarakat terhadap budaya kreatif untuk membuat produk kreatif berbasis material pandan. Uraian difokuskan pada respon psikologis individu dan atau kelompok terhadap sumber daya lingkungan, respons psikologis terhadap sumber daya lingkungan dalam membentuk hubungan antar-kelompok, dan menggambarkan pemahaman kelompok perajin terhadap pengetahuan dan keterampilan desain yang memperhatikan kelestarian sumber daya lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode design thinking, dengan pendekatan Participation Action Research (PAR), eco-design, eco-friendly product, environmental design melalui sinergisitas unsur-unsur pengampu kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan timbulnya kesadaran kreatif baru bagi masyarakat Pangandaraan untuk membuat produk kriya berbasis pandan yang tidak saja bernilai ekonomi tetapi dapat mendukung program masyarakat mengurangi sampah plastik. Lewat berbagai produk olahan berbasis pandan seperti eco-friendly shopping bag (tas belanja ramah lingkungan), proses dan karya kreatif mereka pelan-pelan juga menimbulkan kesadaran baru untuk menjaga sumber daya pandan agar bisa menyediakan bahan baku secara berkelanjutan.     Kata Kunci:  pandanus tectorius; perajin pandan Pangandaraan Jawa Barat; produk ramah lingkungan, sampah plastik
PERANCANGAN PRODUK PERHIASAN MENGGUNAKAN TERAPAN ATUMICS TERHADAP WAYANG PANJI: JEWELRY PRODUCT DESIGN USING ATUMICS APPLICATIONS TO WAYANG PANJI Gerardus Gladwin Poillot; Krishna Hutama; Yan Yan Sunarya
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v7i3.20699

Abstract

The issue raised in this research is related to how some Indonesian cultures are starting to be forgotten by the younger generation. With the following issues it can be seen that the problem that arises is one of the Indonesian cultures such as wayang panji which is starting to receive less appreciation from Indonesian society so that the goals to be achieved in the research This is designing jewelry as an effort to preserve Indonesia's original culture, namely wayang panji. The method used in the research is a qualitative method combined with the ATUMICS method, which is used to look at elements that can be maintained and transformed in a culture, especially wayang panji. The result obtained is a jewelry product design in the form of earrings, bracelets and also necklaces with inspiration taken based on the shape of the wayang panji irah-irahan where the wayang panji irah-irahan is one of the characteristics of wayang panji and differentiates it from other wayang
JALUR REMPAH DAN KARAKTERISTIK BATIK BUKETAN PERANAKAN TIONGHOA TIGA GENERASI Erica Rachel Budianto; Yan Yan Sunarya
Serat Rupa: Journal of Design Vol 5 No 2 (2021): SRJD - JULY
Publisher : Faculty of Humanities and Creative Industries, Maranatha Christian University (formerly Faculty of Fine Arts and Design)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/srjd.v5i2.3799

Abstract

The huge demand of spices triggered the Europeans to begin their voyage to South East Asia in the fifteenth century. But actually, the Chinese had known the maritime spice trading routes to South East Asia long before the European did. The focus of this research is the linkage between spice trading routes, acculturation in Java and its influence to Peranakan Chinese batik at the northern coast of Java. In this research, the study case is Oey Soe Tjoen buketan batik from Kedungwuni. Qualitative methods is used in this research, while the applied theories are acculturation theory and aesthetic morphology theory. The aesthetic morphology is utilized to identify both the characteristics similarities and differences from the first, second and third generation's Oey Soe Tjoen buketan batik. The aim of this research is to provide information about the connection between maritime spice trading routes and the evolution of textile in Indonesia. The acculturation in Java resulted in Peranakan Chinese batik, which also contributes to the development of batik cloth in Java. Moreover, this research can be a reference source for academicians, collectors and batik enthusiasts about the characteristic differences from the first, second and third generation of Oey Soe Tjoen batik. Keywords: aesthetic morphology, buketan batik, Oey Soe Tjoen
PERGESERAN BUDAYA MASYARAKAT BENGKULU DALAM TRANSFORMASI MOTIF HURUF ARAB BATIK BESUREK: BENGKULU COMMUNITY'S CULTURAL SHIFT IN THE TRANSFORMATION OF BESUREK BATIK ARABIC LETTER MOTIFS Anggo Ahmad Saputra; Krishna Hutama; Yan Yan Sunarya
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jsrr.v8i1.20724

Abstract

The cultural shift of Bengkulu society in the transformation of Besurek batik arabic letter motifs. Besurek Batik is a Bengkulu cultural heritage that is rich in history and aesthetics. The uniqueness of this batik lies in the use of Arabic letter motifs, which reflect the acculturation of local culture with Islamic influences. This research aims to examine the cultural shift in Bengkulu society in the transformation of Arabic letter motifs on Besurek Batik. The method used is descriptive qualitative with a case study approach, through interviews and observation. The research results show that changes in Besurek Batik motifs reflect changes in the values and cultural identity of the people of Bengkulu, which are influenced by globalization, modernization and socio-economic changes. The Arabic letter motifs on Besurek Batik still maintain traditional values while adapting to contemporary trends, making Besurek Batik a medium that connects past and present, as well as local and global.