Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PATOLOGI SOSIAL DALAM NOVEL JANJI KARYA TERE LIYE Loliek Kania Atmaja; Celika Zenti; Jelita Zakaria
Lateralisasi Vol. 11 No. 01 (2023): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v11i01.5483

Abstract

Abstrak Masalah dalam penelitian ini yaitu tentang Patologi Sosial dalam Novel Janji karya Tere Liye yang terdiri dari lima macam patologi sosial (Kriminalitas, Perjudian, Minuman Keras, Korupsi, dan prostitusi). Tujuan meneliti patologi sosial karena banyak yang tidak menyadari tentang penyakit yang ada di lingkungan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalh Deskriptif Kwalitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah Novel Janji karya Tere Liye, data yang dihasilkan sebanyak 68 data, yang terbagi menjadi lima bagian patologi sosial. Kriminalitas terdapat sebanyak 32 buah data, Perjudian terdapat sebanyak 5 buah data, Minuman Keras terdapat sebanyak 26 data, Korupsi terdapat sebanyak 3 buah data, dan Prostitusi terdapat sebanyak 3 buah data. Untuk mengetahui data-data tersebut peneliti membaca berulang-ulang Novel sambil memahami isi didalamnya sehingga peneliti menemukan data-data tersebut. Kata Kunci : Patologi Sosial, Kriminalitas
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATERI MATEMATIKA ANAK-ANAK RT 06 KAMPUNG BALI MELALUI BIMBINGAN BELAJAR Miftah muthmainah; Loliek Kania Atmaja; Mahdijaya Mahdijaya; Syanurdin Syanurdin
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v1i2.4749

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah suatu bentuk pendidikan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk memberikan pengalaman lapangan yang mandiri dan rasa tanggung jawab, sebagai kegiatan mandiri terdapat berbagai disiplin yang dilakukan dalam bidang keilmuan dan pendidikan. Sehubungan dengan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Universitas Muhammadiyah Bengkulu yang salah satu programnya adalah bimbingan belajar, memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman anak-anak dalam pelajaran Matematika. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendampingan. Bimbingan belajar anak-anak serta pendampingan dalam membantu anak-anak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) dengan sampel yang diambil dari RT 06, RW 02, Kelurahan Kampung Bali, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu. Sebelum dilaksanakan kegiatan bimbingan belajar, hanya sekitar 18 % atau 6 anak-anak dari total siswa yang mengikuti bimbingan belajar dan setelah program ini dilaksanakan sebagian anak menginginkan adanya pelaksanaan bimbingan belajar yang berkelanjutan meskipun masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) telah selesai.
MEMBENTUK KARAKTER ANAK MELALUI DONGENG “POHON APEL YANG TULUS” DI SD NEGERI 85 BENGKULU SELATAN Ririn Dwi Puspita; Jenny Dian Lestari; Rahmah Permata; Loliek Kania Atmaja; Ajat Manjato
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v1i2.4752

Abstract

Dongeng adalah karya sastra yang berupa cerita rekaan, memuat nilai dan pesan moral, dan diturunkan dari satu generasi ke generasi yang lain. Dongeng terbagi atas dua kelompok, yaitu dongeng tradisional dan dongeng fantasi modern. Dongeng mengandung nilai-nilai moral, yaitu nilai moral individual, sosial, dan religi. Mendongeng adalah kegiatan menyampaikan cerita lisan yang menyenangkan dan bertujuan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan serta membangun karakter. Mendongeng dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan atau tanpa alat peraga. Mendongeng memiliki beberapa manfaat, antara lain, adalah menumbuhkan sikap proaktif, menambah pengetahuan, melatih daya konsentrasi, meningkatkan keterampilan berbahasa, menumbuhkan minat baca, memicu daya pikir kritis, merangsang imajinasi, fantasi, dan kreativitas, meningkatkan kemampuan kognitif, sosial dan emosi, memberi pelajaran tanpa menggurui, serta mempererat hubungan anak dan orang tua. Adapun sekolah yang dipilih yaitu SD Negeri 85 Bengkulu Selatan, ikut membentuk karakter anak dan menanamkan nilai moral kepada anak melalui dongeng dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk siswa/i SD Negeri 85 BS.
PELATIHAN MEMBACA PUISI PADA SISWA DI SD NEGERI 99 BENGKULU SELATAN DESA PADANG LEBAR KECAMATAN PINO Loliek Kania Atmaja; Ajat Manjato; Jelita Zakaria; Mahdijaya; Hasmi Suyuthie
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v2i1.5010

Abstract

Salah satu sasaran dari program kami dalam hal ini adalah anak-anak dengan rentang usia 8 hingga 15 tahun. Sebab hasil identifikasi kami menunjukkan rentannya daya eksplorasi anak di usia dini, serta minat bahkan daya kenal anak terhadap literasi cenderung minim. Teori yang kemudian menjadi objek kajian kami adalah teori ekplorasi bagi anak, dimana eksplorasi kemudian dapat memberikan kesempatan pada anak untuk melihat, memahami, merasakan, dan pada akhirnya membuat sesuatu yang menarik perhatian mereka. Disamping itu, pengabdian dengan metode ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, dalam hal ini terutama anak-anak atas potensi yang ada pada mereka hingga sekaligus bisa mengembangkannya. Setelah pelatihan membaca puisi ini dilalui oleh anak-anak kondisi mereka menunjukkan progresivitas yang signifikan, rasa percaya diri yang mulanya tidak timbul kini mulai terbentuk, bakat dan minat yang mulanya masih jauh terpendam, kini mulai dengan berani mereka kenali. Anak-anak yang kerap kali oleh beberapa warga masyarakat disepelekan ternyata mampu memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi terlebih dalam unjuk penampilannya diatas panggung, dihadapan banyak khalayak.
KARAKTER TOKOH UTAMA DALAM NOVEL GIBRAN DIRGANTARA KARYA FALISTIYANA Zelin Monica Monica; Jelita Zakaria; Loliek Kania Atmaja; Man Hakim; Ira Yuniati
Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jmbsi.v11i1.35142

Abstract

The problem in this study is how the main character in Falistiyana's novel Gibran Dirgantara is portrayed. The purpose of this study is to describe how the main character in Falistiyana's novel Gibran Dirgantara is portrayed. In this novel, the main character, Gibran Dirgantara, is a high school teenager who exhibits a complex character and shows significant character development throughout the story. The method used in this study is qualitative descriptive, with content analysis as the data analysis technique. The content referred to in this study is the main character's character as depicted in the quotations in Falistiyana's novel Gibran Dirgantara. Research data was obtained by reading the novel, marking or underlining each sentence, collecting the underlined parts of the novel, and clarifying the data into a detailed table of the text and analyzing it based on four types of character according to Gunawan's theory, namely sanguine, melancholic, choleric, and phlegmatic. The research findings show that Gibran's most dominant character is choleric, with a total score of.   
PENTINGNYA AKAN MENABUNG SEJAK DINI PADA ANAK SD N 043 BENGKULU UTARA Nur Arvian eka putra; Loliek Kania Atmaja; Mah Hakim; Septina Lisdayanti
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v4i2.7188

Abstract

Abstract This paper discusses the importance of saving early using research methods, performance models, and time and activity plans. Saving means storing money or income in a safe place to store it. Here we explain how to raise children well, because we know that high school students do not understand how to raise them. When explaining how to raise children, please relate it to everyday life that children understand. Keywords: Saving, Socialization Saving, Living frugally Abstrak Karya ini mengeksplorasi pentingnya menabung sejak usia dini menggunakan metode penelitian, model kinerja, serta rencana waktu dan aktivitas.Menabung berarti menyimpan uang atau penghasilan di tempat yang aman untuk menyimpannya. Di sini kami menjelaskan kepada anak-anak cara menabung yang baik dan benar, karena kami tahu, siswa SMA belum memahami arti menabung. Saat menjelaskan menabung kepada anak-anak, pastikan untuk mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari yang mereka pahami. Kata kunci: Menabung, Sosialisasi Menabung, Hidup hemat
Pelatihan Drama Berbasis Cerita Rakyat Bengkulu Sebagai Sarana Edukatif Bagi Anak Usia Dini di RT 14 Kelurahan Bumi Ayu Kota Bengkulu Loliek Kania Atmaja; Indah Sartika; Septi Nurma Juwita
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 5, No 4 (2026): July
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21706542

Abstract

Early childhood is in a golden age development phase that requires optimal stimulation to develop language skills, social-emotional abilities, creativity, and character values. However, learning activities in community settings are generally still dominated by conventional activities that provide limited opportunities for children to actively express themselves. In addition, Bengkulu folklore as part of local wisdom has not been optimally utilized as an educational medium in early childhood learning. This community service activity aims to improve language skills, self-confidence, creativity, cooperation, and understanding of cultural values through drama training based on Bengkulu folklore. The implementation method uses a Participatory Action Learning approach consisting of needs identification, socialization, training, mentoring, drama performance, and evaluation stages. The participants consisted of 25 children aged 5–6 years in RT 14, Bumi Ayu Subdistrict, Bengkulu City. The training materials included the introduction of Bengkulu folklore, vocal and expression exercises, movement and improvisation, role distribution, performance rehearsals, and evaluation. The results of the activity indicate improvements in speaking skills, confidence in performing in public, teamwork abilities, and understanding of local cultural values.
EKSPLORASI GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT BENGKULU 2 OLEH NAIM EMEL PRAHANA Loliek Kania Atmaja; Septina Lisdayanti; Man Hakim
Lateralisasi Vol. 13 No. 1 (2025): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v13i1.8729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi gaya bahasa dalam cerita rakyat Bengkulu 2 karya Naim Emel Prahana. Cerita rakyat tersebut dianalisis dengan pendekatan stilistika untuk mengidentifikasi jenis-jenis gaya bahasa dan fungsi penggunaannya dalam membangun estetika dan penyampaian nilai budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat terhadap dua belas cerita rakyat yang dikaji. Data dianalisis berdasarkan teori gaya bahasa dari Djajasudarma, Keraf, Tarigan, dan Priyanto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa dalam cerita rakyat Bengkulu didominasi oleh gaya naratif deskriptif dan penggunaan dialog langsung, yang berfungsi membangun suasana cerita dan memperkuat karakter tokoh. Jenis gaya bahasa yang ditemukan meliputi majas perbandingan (metafora sederhana, simile, dan personifikasi), majas pertentangan, repetisi peristiwa, serta penggunaan antropomorfisme pada cerita binatang. Penggunaan gaya bahasa tersebut tidak hanya memberikan nilai estetika, tetapi juga memperkuat penyampaian pesan moral dan nilai budaya lokal. Cerita rakyat karya Naim Emel Prahana merepresentasikan kesederhanaan gaya bahasa yang komunikatif namun tetap estetis, sesuai dengan tujuan utama cerita rakyat sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya.
Pengaruh Sosial dalam Buku Aku Lupa Aku Manusia Karya Febriawan Jauhari Zeri Maryansyah; Loliek Kania Atmaja; Ira Yuniati; Septina Lisdayanti
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i4.1189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk pengaruh sosial yang digambarkan dalam buku Aku Lupa Aku Manusia Karya Febriawan Jauhari?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode ini dipilih karena tujuan penelitian adalah untuk memahami dan menjelaskan secara mendalam serta kontekstual pengaruh sosial yang dialami oleh dalam buku Aku Lupa Aku Manusia karya Febriawan Jauhari. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan psikologi sosial, yaitu pendekatan yang mengkaji perilaku, cara berpikir, dan konflik tokoh dengan memperhatikan pengaruh dari lingkungan sosial, norma, tekanan sosial, serta ekspektasi masyarakat yang terlihat dalam buku. Data tersebut diambil dari kutipan-kutipan dalam buku Aku Lupa Aku Manusia karya Febriawan Jauhari, seperti tekanan sosial, norma sosial, ekspektasi sosial, serta dampaknya terhadap perilaku dan perkembangan karakter. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh informasional merupakan bentuk pengaruh sosial yang paling dominan ditemukan dalam buku Aku Lupa Aku Manusia. 1) Bentuk Pengaruh Informasional (Informational Influence). Pengaruh informasional merupakan bentuk pengaruh sosial yang terjadi ketika individu menerima dan mempercayai informasi, pengetahuan, pengalaman, atau pandangan yang berasal dari orang lain karena dianggap lebih memahami suatu keadaan. 2) Bentuk Pengaruh Normatif (Normative Influence). Pengaruh normatif merupakan bentuk pengaruh sosial yang terjadi ketika individu menyesuaikan sikap, perilaku, dan cara berpikirnya agar sesuai dengan nilai, norma, atau harapan yang berlaku dalam lingkungan sosialnya.
The Value Of Struggle In The Novel 7 Oktober Matahari Di Ujung Arafah By Wahyudi Pertama Wike Arepa; Loliek Kania Atmaja; Ira Yuniati
Jurnal Pendidikan Rafflesia Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : CV. Generasi Insan Rafflesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70963/jpr.v4i2.163

Abstract

This study aims to identify the values of struggle in the novel *7 October: The Sun at the Edge of Arafah* by Wahyudi Pratama. The study employs a descriptive-analytical qualitative method, with data collection involving the reading and annotation of relevant quotations. The research data consists of narratives, dialogues, and descriptions of events that reflect the values of struggle. The results of the study indicate the presence of five main values of struggle, namely hard work, patience, perseverance, sacrifice, as well as sincerity and steadfastness of faith. These values are reflected in the struggles of the characters as they face various hardships in life caused by war, enabling them to survive and continue their lives.