Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Optimalisasi Produksi Wayang Berbasis Limbah Kertas Semen Melalui Pendampingan pada Kelompok Seni Sanggar Puspo Dahono Hermawan, Hellik; Nurfaizal, Yusmedi; Riyanto, Riyanto; Priangga, Melaya; Saputri, Febryka Wulan; Saputra, Dhanar Intan Surya
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 5 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i5.2077

Abstract

Wayang art, a UNESCO-recognized Indonesian cultural heritage, faces significant challenges in maintaining its relevance amid changing times and modernization. One effort to maintain its sustainability is through innovation in the production process. This community service program aims to empower the Sanggar Puspo Dahono by optimizing the use of cement paper waste as an alternative raw material in making modern Wayang. This activity was conducted within the context of training in processing cement paper waste into usable raw materials, as well as designing and making Wayang with a modern approach. Held in July–August 2025, involving 17 members, artists, and craftsmen. This program also included management training to improve product management and marketing capacity. The results of this activity showed an increase in participant skills, as reflected in the difference in pre-test scores (45%) and post-test scores (85%) in the aspects of material processing and design. Additionally, there was an increase in the skills of members in producing Wayang, with a target of creating five Wayang units during the training. On the managerial side, this activity successfully introduced a structured administrative management system, enhanced members' ability to plan activities, and introduced digital marketing. The local community demonstrated high enthusiasm, reflected in increased knowledge about environmentally friendly arts and a creative economy. Post-training monitoring also revealed increased engagement with audiences on social media, accompanied by a corresponding rise in product sales. The program successfully increased the production of Wayang products, contributing to cultural preservation through a more sustainable and environmentally friendly approach.ABSTRAKSeni Wayang, sebagai warisan budaya Indonesia yang diakui UNESCO, menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan relevansinya di tengah perkembangan zaman dan modernisasi. Salah satu upaya untuk menjaga keberlanjutannya adalah dengan melakukan inovasi dalam proses produksi. Program pengabdian ini bertujuan memberdayakan Kelompok Seni Sanggar Puspo Dahono dengan mengoptimalkan penggunaan limbah kertas semen sebagai bahan baku alternatif dalam pembuatan wayang modern. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka pelatihan pengolahan limbah kertas semen menjadi bahan baku yang dapat digunakan, desain, dan pembuatan wayang dengan pendekatan modern. Dilaksanaan pada Juli–Agustus 2025 dengan melibatkan 17 anggota sanggar, seniman dan pengrajin. Program ini juga mencakup pelatihan manajemen untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan dan pemasaran produk. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan keterampilan peserta, yang tercermin dari perbedaan skor pre-test (45%) dan post-test (85%) pada aspek pengolahan bahan dan desain, selain itu adanya peningkatan keterampilan anggota sanggar dalam memproduksi wayang modern yang layak jual, dengan target tercapainya lima unit wayang saat sesi pelatihan. Di sisi manajerial, kegiatan ini berhasil memperkenalkan sistem pengelolaan administrasi yang terstruktur, meningkatkan kemampuan anggota dalam merencanakan kegiatan, dan memperkenalkan teknik pemasaran digital. Masyarakat sekitar menunjukkan antusiasme yang tinggi, yang tercermin dari peningkatan pengetahuan tentang seni ramah lingkungan dan ekonomi kreatif berbasis budaya. Pemantauan pasca-pelatihan juga menunjukkan peningkatan interaksi dengan audiens di media sosial dan meningkatnya penjualan produk. Program ini berhasil meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk wayang, serta memberikan kontribusi pada pelestarian budaya dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Implementasi Rendering Eevee pada Pengembangan Intellectual Property 3D Karakter Rempah Saputra, Dhanar Intan Surya; Purnawati, Ely; Winanto, Deden; Hermawan, Hellik
Jurnal IT UHB Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Komputer dan Teknologi
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/ikomti.v4i1.1197

Abstract

Pengembangan karakter 3D berbasis Intellectual Property (IP) telah mengalami perkembangan pesat dalam industri hiburan. Dalam konteks ini, teknologi rendering memainkan peran penting dalam menciptakan karakter 3D berkualitas tinggi yang memukau. Artikel ini menginvestigasi implementasi teknologi rendering real-time Eevee dalam pengembangan IP karakter 3D berupa karakter Rempah. Pendekatan mixed methods digunakan untuk menganalisis dampak Eevee terhadap tahapan-tahapan pengembangan, termasuk pra produksi, produksi, dan paska produksi. Hasil penelitian menyoroti keuntungan Eevee dalam memberikan visualisasi real-time yang memungkinkan eksplorasi kreatif yang lebih luas dalam tahapan modeling dan produksi. Pengujian menunjukkan bahwa Eevee dapat mempercepat waktu render dengan hasil yang memuaskan. Penelitian ini menghasilkan wawasan tentang bagaimana teknologi rendering Eevee dapat membentuk karakter 3D berkualitas tinggi, memberikan rekomendasi praktis dan saran penelitian selanjutnya bagi para pengembang dan desainer karakter 3D yang berminat memanfaatkannya dalam pengembangan karakter berbasis IP.
Pelatihan Penerjemahan Pelatihan Penerjemahan Naskah Wayang Alat Penerjemahan Jawa–Inggris untuk Naskah Wayang: Alat Penerjemahan Jawa–Inggris untuk Naskah Wayang Karini, Zulia; Hermawan, Hellik
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v9i2.5218

Abstract

Wayang is a Javanese cultural heritage that contains high philosophical and spiritual values, but international access to wayang manuscripts is still limited due to language barriers. Existing translation efforts tend to be literal and pay little attention to cultural context, making it difficult to convey the original meaning fully. This community service activity aims to increase the capacity of students, young men and women from studio communities, and cultural volunteers in translating Javanese-English wayang manuscripts using a technology-based approach. The training method is carried out face-to-face for one day (4 hours) through interactive lectures, group discussions, direct practice using online translation machines (Translate.com, Merlin AI, Lingvanex, Glosbe), and validation of translation results with puppeteers or cultural activists. The material covers the basics of translation, strategies for harmonizing cultural terms, and exercises in compiling a mini glossary.   Wayang merupakan warisan budaya Jawa yang mengandung nilai filosofis dan spiritual tinggi, namun akses internasional terhadap naskah wayang masih terbatas karena kendala bahasa. Upaya penerjemahan yang ada cenderung literal dan kurang memperhatikan konteks budaya, sehingga makna asli sulit tersampaikan secara utuh. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa, pemuda/pemudi komunitas sanggar, dan relawan budaya dalam menerjemahkan naskah wayang Jawa–Inggris dengan pendekatan berbasis teknologi. Metode pelatihan dilaksanakan secara tatap muka selama satu hari (4 jam) melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, praktik langsung menggunakan mesin penerjemahan daring (Translate.com, Merlin AI, Lingvanex, Glosbe), serta validasi hasil terjemahan bersama dalang atau pegiat budaya. Materi mencakup dasar-dasar penerjemahan, strategi penyelarasan istilah budaya, hingga latihan menyusun glosarium mini.