Claim Missing Document
Check
Articles

Pengenalan Pentingnya Cyber Security Awareness pada UMKM I Made Suartana; Ricky Eka Putra; Rahadian Bisma; Aditya Prapanca
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 5 No 02 (2022): Jurnal Abadimas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v5.i02.a4560

Abstract

Meningkatnya transformasi digital sebagai efek dari pademi COVID-19 menuntu UMKM untuk memanfaatkan media digital menggantikan proses jual-beli secara konvensional. Selain dampak positif tranformasi digital juga berpotensi menimbulkan dampak negatif. Disisi lain kriminalitas cyber juga menjadi suatu ancaman yang serius bagi tranformasi digital. Maraknya serangan siber yang menyasar UMKM karena UMKM dinilai sebagai target yang potensial karena jarang memperhatikan keamanan dan perlindungan data informasi termasuk identitas pelanggan. Kelengahan pengguna ketika mengakses internet dapat mengakibatkan resiko-resiko dan kerugian tertentu. Beberapa kerugian tersebut di antaranya adalah menyangkut masalah privasi (kerahasiaan pribadi pengguna), masalah yang terkait dengan finansial UMKM, permasalahan etika, dan lain sebagainya. Pengenalan Cyber Security Awareness kepada pelaku UMKM sebagai langkah awal dalam mengedukasi pelaku UMKM agar memiliki kesadaran akan bahaya dalam proses transaksi secara digital melalui internet. Manfaat yang diperoleh bagi UMKM melalui melalui pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mendapatkan pengetahuan tentang pentingnya kesadaraan tentang ancaman keamanan dalam dunia digital. Serta UMKM memiliki pengetahuan untuk dapat terhindar dari kemungkinan tindak kejahatan cyber.
Faktor Adopsi Layanan E-Government Jenis Layanan Transaksi Rahadian Bisma
JIEET (Journal of Information Engineering and Educational Technology) Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jieet.v1n2.p83-88

Abstract

E-Government terbukti mampu meningkatkan kualitas layanan public dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Namun masih rendahnya tingkat penerimaan dan pemanfaatan layanan e-government pada negara berkembang. Pehahaman masyarakat terhadap egovernment belum dapat menjamin bahwa masyarakat bersedia menggunakannya. Sehingga petensi kerugian dalam investasi egovernment akan muncul. Penelitian ini berusaha menemukan factor yang mempengaruhi individu pengguna untuk meningkatkan layanan egovernment terutama jenis layanan transaksi yang disediakan oleh pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode SEM-PLS yang melibatkan 93 responden dan menghasilkan faktor social norm (norma social) yang mempengaruhi penggunaan egovernment jenis layanan transaksi.
Strategi Identifikasi Resiko Keamanan Informasi Dengan Kerangka Kerja ISO 27005:2018 Wiyli Yustanti; Anita Qoiriah; Rahadian Bisma; Agus Prihanto
JIEET (Journal of Information Engineering and Educational Technology) Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jieet.v3n2.p51-56

Abstract

Penelitian ini membahas hasil kajian penerapan ISO 27001:2013 dengan melihat aspek manajemen resiko yang diatur dalam standar ISO 27005:2018. Namun demikian , karena pada dokumen standar tidak dijelaskan secara rinci bagaimana metodologi penilaian resiko sebagai proses yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dari apa yang telah dinyatakan dalam kontrol sistem manajemen keamanan informasi (SMKI), maka digunakan pendekatan operasional dalam penilaian resiko yang disebut sebagai Factor Analysis Information Risk (FAIR). Kesimpulan yang didapatkan adalah bahwa dengan menggunakan metode FAIR, maka proses penilaian resiko yang ditetapkan dalam ISO 27005:2018 sebagai bentuk kelengkapan untuk SMKI klausul 6 pada ISO 27001:2013 dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Studi Literatur: Analisis Persepsi UMKM Di Indonesia Terhadap Cyber Security Menggunakan Model Protection Motivation Theory (PMT) Septian Reri Winarto; Rahadian Bisma
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 3 No 01 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.072 KB) | DOI: 10.26740/jinacs.v3n01.p20-28

Abstract

Perkembangan teknologi pada era sekarang ini telah mengambil andil dalam bermacam aspek kehidupan manusia, salah satunya adalah bidang ekonomi. Namun, tak sedikit pelaku bisnis atau ekonomi yang belum memanfaatkan teknologi untuk mendukung operasional bisnis mereka. Pelaku ekonomi yang salah satunya memegang andil dalam kemajuan ekonomi di Indonesia yaitu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Besarnya jumlah UMKM di Indonesia tidak sebanding dengan pemanfaatan teknologi yang telah dilakukan. Bahkan, data menunjukkan angka yang sangat kecil terkait pemanfaatan teknologi oleh UMKM di Indonesia. Oleh sebab itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk memahami bagaimanakah persepsi UMKM di Indonesia terkait intensinya mengadopsi teknologi yang ditinjau dari sudut pandang Cyber Security. Model yang diadopsi dalam penelitian ini adalah Protection Motivation Theory (PMT). Penelitian ini dilakukan dengan mencari referensi-referensi dari literatur yang relevan dengan topik dan konteks penelitian, lalu melakukan perbandingan dengan kondisi UMKM di Indonesia. Faktor-faktor yang muncul dari hasil penelitian terdahulu ditelaah dan dianalisa dengan kondisi UMKM di Indonesia. Faktor-faktor yang diasumsikan dapat memberikan pengaruh kepada UMKM di Indonesia dalam mengadopsi teknologi dari sudut pandang Cyber Security, antara lain Perceived Severity, Perceived Vulnerability, Response Efficacy, Self-Efficacy, dan Response Cost, serta dilakukan penambahan variabel Habit dengan asumsi bahwa intensi dapat juga dipengaruhi oleh kebiasaan.
Perencanaan Tata Kelola Keamanan Informasi dalam Penerapan Cloud Computing Menggunakan ISO 27001:2013 pada PT.SPINDO,Tbk Diana Anggraini; Rahadian Bisma
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 3 No 01 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.944 KB) | DOI: 10.26740/jinacs.v3n01.p46-54

Abstract

PT.SPINDO,Tbk merupakan sebuah perusahaan dengan kapasitas produksi terbesar di Indonesia sebagai penghasil pipa baja. Sebagai perusahaan dengan aktivitas produksi besar, PT.SPINDO,Tbk ingin menerapkan layanan mail server berbasis cloud computing untuk memudahkan komunikasi namun tetap secara professional. Layanan cloud computing menjadi layanan yang paling diminati oleh perusahaan karena memberikan kemudahan dan kenyamanan diakses dimana saja melalui jaringan internet serta dapat menghemat biaya infrastruktur TIK. Namun, disamping kemudahan dan kenyamanan yang disediakan layanan cloud computing terdapat berbagai macam ancaman antara lain multi-tenant, kehilangan data, kehilangan kontrol, proteksi data dan privasi, serta penurunan performa. Ancaman dalam penerapan cloud computing sebagian besar terkait pada lingkup keamanan informasi. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan perencanaan tata kelola keamanan informasi yang baik. Perencanaan tata kelola keamanan informasi pada penelitian ini menggunakan SNI ISO 27001:2013 sebagai acuan kontrol keamanan informasi. Penelitian ini menggunakan metode OCTAVE dengan pendekatan evaluasi risiko terhadap aspek CIA. Hasil penelitian berupa perencanaan kebijakan dan prosedur yang diperlukan untuk menjaga keamanan informasi dalam penerapan layanan berbasis cloud computing.
Studi Perbandingan Performa Aplikasi Web Monolitik dan Microservice Berbasis Apache Kafka Yusuf Christian; Rahadian Bisma
Journal of Informatics and Computer Science (JINACS) Vol 3 No 01 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.074 KB) | DOI: 10.26740/jinacs.v3n01.p79-88

Abstract

Perkembangan sistem teknologi informasi menjadi salah satu alasan dan upaya untuk mengantisipasi adanya tantangan yang dapat berdampak langsung kepada kualitas layanan sebuah sistem. Pembuatan aplikasi tidak terlepas dari sebuah perancangan dan desain aplikasi itu sendiri. Terdapat dua cara perancangan sebuah infrastruktur aplikasi, yaitu monolitik dan microservice. Pada sistem monolitik pengujian dan perbaikan error sangat sulit, karena sistem tersebut tidak dapat dipisahkan dan dilokalisasikan. Sedangkan dalam sistem microservice sistemnya terpisah dan sangat independen, fokus untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ringan, cara kerjanya yang modular, serta sangat cocok untuk sistem yang dinamis dan konstan dalam perkembangannya. Setiap layanan yang dibuat pada microservice juga bisa menggunakan teknologi yang berbeda.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan perbandingan performa aplikasi web monolitik dan microservice. Pengujian dilakukan dengan cara memberikan beban request yang dikirimkan dari aplikasi stress tool kepada server. Pengujian dilakukan dengan menggunakan pola ramp, yaitu pola yang memberikan beban yang meningkat seiring berjalannya waktu hingga batas yang telah ditentukan.Dari hasil pengujian yang dilakukan, performa aplikasi web microservice lebih baik dibanding dengan aplikasi web monolitik karena dapat menerima load yang lebih besar. Meskipun memiliki performa yang lebih baik, aplikasi web microservice menggunakan resource CPU yang lebih tinggi dibandingkan dengan aplikasi web monolitik. Kata Kunci — sistem, perbandingan, performa, Microservice, Monolitik.
Manajemen Risiko Aset Teknologi Informasi: Studi kasus Implementasi Manajemen Risiko SPBE Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kota Balikpapan Rahadian Bisma
JIEET (Journal of Information Engineering and Educational Technology) Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jieet.v6n2.p73-79

Abstract

Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik merupakan penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan kepada instansi yang menggunakan SPBE. Dari penelitian ditemukan 261 risiko yang diidentifikasi yang dapat dikaitkan dengan risiko SPBE. Implementasi Manajemen risiko peneliti menggunakan Cobit5 for risk, ISO 31000:2018 dan KemenPAN RI No 5 2020 untuk dijadikan pedoman dan analisa terhadap manajemen risiko SPBE. sehingga diharapkan penelitian ini dapat sesuai dengan peraturan dalam penerapan Manajemen Risiko SPBE. Seluruh temuan risiko diberikan rekomendasi dan sistem pengendalian risiko untuk memperkecil level risiko. Budaya atau penerapan manajemen risiko perlu di tingkatkan dan dioptimalkan terutama di bagian Komunikasi dan konsultasi, pencatatan dan pelaporan serta pemantauan dan review yang harus dilakukan secara berkala
How Information Literacy Influences Student’s Online Risk Mitigation Ghea Sekar Palupi; Paramitha Nerisafitra; Rahadian Bisma
JIEET (Journal of Information Engineering and Educational Technology) Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jieet.v6n2.p42-49

Abstract

The emergence of the COVID-19 pandemic has changed the learning system in higher education which is becoming distance learning using information technology. In addition to providing good opportunities, online learning poses risks that can threaten students. The risks encountered can be sourced from the information aspect. This study aims to determine the level of the role of information literacy which includes skills to obtain, analyze, and evaluate information, on students' awareness of online risk exposure. In this study, a survey was conducted to 264 undergraduate students at various universities in Indonesia. Data analysis was carried out using the SEM-PLS method with the help of SmartPLS 3.0 software to measure the construct of the hypothetical model. The results show that information literacy has a positive relationship with students' awareness of online risks. The relationship is mediated by the existence of self-control and awareness of information privacy by the individual. Therefore, the relationship means that the higher the level of information literacy, the students will be more aware of the online risks that can occur, especially in online learning.
Pengukuran Kepuasan Pengguna untuk Aplikasi SIBISA di TK ABA 1, Buduran, Sidoarjo dengan metode The EUCS: Measuring User Satisfaction for the SIBISA Application at TK ABA 1, Buduran, Sidoarjo using the EUCS method Dwi Fatrianto Suyatno; ArdhiniWarihUtami; Rahadian Bisma
Jurnal Sistem Informasi dan Bisnis Cerdas Vol. 17 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi Sistem Informasi Billing Siswa (SIBISA) yang digunakan oleh orang tua di TK ABA1, Buduran. Aplikasi SIBISA dikembangkan oleh dosen-dosen jurusan Teknik Informatika pada tahun 2022. Aplikasi ini digunakan sekolah untuk mencatat catatan terkait keuangan sekolah, terutama terkait SPP atau keuangan insidental lainnya. Metode untuk mengukur kepuasan dari pengguna atau End User Computing Satisfaction (EUCS) merupakan satu danri sekian metode untuk mengukur kepuasan pengguna terhadap aplikasi/sistem informasi. Metode ini membantu mengukur kepuasan pengguna terhadap aplikasi yang digunakan. Metodologi EUCS mencakup beberapa faktor yang memengaruhi kepuasan pengguna, seperti kinerja aplikasi, kemudahan penggunaan, keandalan, dll. Aplikasi ini sudah terhubung dengan WhatsApp, sehingga memudahkan interaksi antara orang tua dan pihak sekolah. Penggunaan aplikasi ini sudah berlangsung hampir 1 tahun, sehingga untuk melihat seberapa besar kepuasan pengguna aplikasi SIBISA, grup kami mengukur kepuasan pengguna dengan metode EUCS. Berdasarkan hasil pengujian, tingkat kepuasan pengguna menggunakan layanan aplikasi SIBISA secara keseluruhan berada pada tingkat Cukup PUAS, yang berarti pengguna cukup puas dalam menggunakan layanan Aplikasi SIBISA.
Measurement of User Satisfaction for SIBISA Application at TK ABA 1 Buduran Sidoarjo with The EUCS method Suyatno, Dwi Fatrianto; Ardhini Warih Utami; Rahadian Bisma
TEKNOLOGI DITERAPKAN DAN JURNAL SAINS KOMPUTER Vol 6 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/atcsj.v6i2.5120

Abstract

The SIBISA (Sistem Informasi Billing Siswa) application is utilized by parents at ABA1 Kindergarten in Buduran. Developed in 2022 by lecturers from the Informatics Engineering department, this application is designed to help schools manage financial records, particularly those related to tuition fees and other incidental expenses. The End User Computing Satisfaction (EUCS) method is one approach used to evaluate user satisfaction with information systems, including the SIBISA application. This method assesses various factors that influence user satisfaction, such as application performance, ease of use, and reliability. Notably, the SIBISA application is integrated with WhatsApp, facilitating easier communication between parents and the school. After nearly a year of use, our group conducted a user satisfaction survey using the EUCS method to gauge the application's effectiveness. The results indicate that overall user satisfaction with the SIBISA application is at the "Quite Satisfied" level, meaning users generally find the application satisfactory. The analysis confirms that all five hypotheses—accuracy, content, ease of use, format, and timeliness—positively influence user satisfaction with the SIBISA application.