Michael Seno Rahardanto
Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

MENUMBUH-KEMBANGKAN WAWASAN MASYARAKAT TENTANG DINAMIKA PENYAKIT DIABETES MELLITUS MELALUI MEDIA FILM Y.G. Harto Pramono; Inge Wattimena; Nurlaila Effendy; Michael Seno Rahardanto; Finsensius Yuli Purnama
Magister Scientiae No. 42 (2017)
Publisher : Widya Mandala Surabaya Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/mgs.v2i42.1721

Abstract

This paper describes the process and the result of educational film media development research aimed to develop the understandings of the society at Kecamatan Tambaksari, Surabaya about the dynamics of Diabetes Mellitus disease. To produce an optimum and pedagogically interesting film media, this media was designed and developed based on the film educational media concepts and its effective principles. Besides, the media was developed based on the needs assessment and the evaluation by experts and a series of tryouts by target users, and revised in stages based on the input and the result of the evaluation. After it had been validated to fit with the expected standard, the quasi experiment was conducted to find out the influence of the media on the learners’ knowledge of Diabetes Mellitus disease. The research design used was the matching only pretest-post test control group design with 40 participants for each group. The data was calculated with the t-Test. There search finding shows that the film media as an educational media has a significant influence on the increase of the society’s knowledge of Diabetes Mellitus disease.
MENGKAJI SEJUMLAH KEMUNGKINAN PENYEBAB TINDAK TERORISME: KAJIAN SOSIO-KLINIS Michael Seno Rahardanto
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v1i1.54

Abstract

“Terorisme” merupakan sebuah fenomena yang selama satu dekade terakhir ini berulangkali terjadi di Indonesia. Acapkali, tindak terorisme dikaitkan dengan unsur radikalisme dalam pemaknaan terhadap ajaran agama. Pemberantasan terorisme dipersulit karena adanya sejumlah faktor yang melatarbelakangi munculnya aksi terorisme, seperti persepsi ketidakadilan distributif, prosedural, interaksional; pemaknaan terhadap ayat-ayat kitab suci yang dipersepsikan mendukung radikalisme; polarisasi ingroup-outgroup yang semakin besar; adanya bias heuristik yang dialami para pelaku tindak terorisme; indoktrinasi dari lingkungan, dan kekecewaan terhadap praktik sistem demokrasi di Indonesia. Faktor-faktor ini saling jalin-menjalin sehingga menjadikan tindak terorisme seolah memiliki banyak ranting dan cabang yang menyulitkan pemberantasan tindak tersebut. Pemberantasan terorisme dengan cara inkapasitasi langsung terhadap para pelaku terorisme tidak akan efektif bila tidak dibarengi dengan tindakan diplomatis-humanistis, yakni menyasar akar sosiokultural yang melatarbelakangi terorisme. Psikologi, sebagai suatu ilmu, memiliki tanggungjawab untuk mengeksplorasi asal-muasal terorisme dan mencari solusi yang aplikatif dan relevan.
Dinamika Kesurupan Patologis: Studi Kasus di Jawa Tengah Anna Maria Anjaryani; Michael Seno Rahardanto
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v4i1.907

Abstract

Fenomena kesurupan telah diidentifikasi dalam berbagai budaya yang ada di dunia. Sepanjang sejarah, kesurupan dikaitkan dengan hal gaib, mistik, budaya, dan juga gangguan kejiwaan. Fenomena kesurupan dapat dibagi menjadi beberapa tipe, salah satunya adalah kesurupan patologis. Kesurupan patologis memiliki karateristik yang serupa dengan gangguan identitas disosiatif, gangguan depersonalisasi, atau gangguan derealisasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dinamika kesurupan patologis. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan teknik pengambilan data wawancara dan observasi. Tes grafis diberikan untuk menunjang analisis data. Partisipan penelitian adalah individu yang pernah mengalami kesurupan patologis dan significant others. Hasil penelitian mengungkapkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesurupan, simtom-simtom kesurupan, dan proses kesembuhan.
HEALTH BELIEF MODEL PADA PASIEN YANG BEROBAT KE PENGOBATAN ALTERNATIF Orin Veronika Damayanti; Michael Seno Rahardanto
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v6i2.2721

Abstract

Alternative medicine is a treatment that uses supernatural powers. This alternative treatment is often used to treat diseases caused by sorcery. Witchcraft or so-called witchcraft is the result of black magicians who aim to satisfy hatred, anger or aggression against someone. There are two medical systems, namely personalistic medical systems and naturalistic systems. This study focuses more on alternative treatments that belong to a personalistic system, a medical system that uses supernatural knowledge with the help of ancestral spirits or jinns to heal its patients. This research uses qualitative research method of case study by using semi-structured interview data retrieval technique. Participants in this study were patients from alternative medicine and those around the participants. The results of this study were the fulfillment of aspects of the health belief model in participants who gave an idea of the reasons of the participants to seek treatment for alternative medicine. The researchers also found some motives that made participants encouraged to go to alternative medicine, namely because of cultural and religious influences believed by participants who later caused a person to experience cognitive dissonance of alternative treatments he has done.
EFEKTIVITAS TEKNIK RELAKSASI PERNAFASAN UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN SEBELUM BERTANDING PADA ATLET BULUTANGKIS PUSLATCAB DAN SIAP GRAK SURABAYA Ervine Felicia Tiara; Michael Seno Rahardanto
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/exp.v8i2.2856

Abstract

Setiap atlet umumnya memiliki keinginan tampil secara maksimal dan mencapai hasil terbaik. Akan tetapi, terdapat banyak faktor yang memengaruhi atlet dalam mencapai prestasi. Kecemasan merupakan salah satu faktor psikologis yang seringkali mengganggu penampilan seorang atlet. Pelatihan relaksasi pernafasan merupakan sebuah teknik yang digunakan untuk mengurangi keadaan cemas dan tegang dengan cara mengatur irama pernafasan dan memusatkan perhatian dengan tujuan mempercepat proses penyembuhan fisik dan mental. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Jumlah subjek penelitian sebanyak 30 orang atlet taruna bulutangkis yang tergabung dalam Puslatcab dan Siap Grak Surabaya. Peneliti membagi subjek menjadi dua kelompok yaitu lima belas subjek untuk kelompok eksperimen dan lima belas subjek untuk kelompok kontrol dengan menggunakan teknik matching. Pemberian teknik relaksasi pernafasan diberikan sebanyak enam kali pertemuan. Instrumen yang digunakan adalah skala kecemasan olahraga. Hasil analisis kuantitatif menggunakan statistik nonparametrik Mann-Whitney U Test dan Wilxocon Signed Ranks Test. Uji hipotesis menggunakan teknik Mann-Whitney U Test menghasilkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0.575 (p > 0.05) untuk hasil pretest dan sebesar 0.000 (p < 0.005) untuk hasil posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Uji hipotesis menggunakan teknik Wilcoxon Signed Ranks Test menghasilkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0.001  untuk kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Hasil mean pretest sebesar 70.60 untuk kelompok kontrol, dan sebesar 72.47 untuk kelompok eksperimen. Hasil mean posttest sebesar 78,60 untuk kelompok kontrol, dan sebesar 37.60 untuk kelompok eksperimen, sedangkan nilai effect size yang diperoleh adalah sebesar 0.62 (large effect). Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kecemasan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol memiliki skor kecemasan yang jauh lebih tinggi daripada kelompok eksperimen serta pelatihan relaksasi memberikan efek yang besar terhadap kecemasan. Hasil ini memperlihatkan bahwa teknik relaksasi pernafasan efektif untuk menurunkan kecemasan sebelum bertanding pada atlet bulutangkis