Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Prosiding PESAT

KONTROL DIRI DAN PERILAKU SEKSUAL PERMISIF PADA GAY Dwilaksono, Widiyanto; Rahardjo, Wahyu
Prosiding PESAT Vol 5 (2013)
Publisher : Prosiding PESAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permisivitas dalam perilaku seks dapat dijumpai pada setiap  kelompok, bukan hanya pada heteroseksual, namun juga pada gay. Kontrol diri ditengarai dapat mengendalikan perilaku seksual permisif pada setiap individu, termasuk gay.  Penelitian ini bertujuan untuk melihat korelasi kontrol diri dan perilaku seksual permisif pada gay.  Partisipan penelitian ini adalah sekitar 49 orang gay berusia 20-43 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif di mana untuk melakukan analisis data digunakan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap komponen dari kontrol diri, yaitu kontrol perilaku, kognitif, dan keputusan memiliki korelasi negatif dengan semua bentuk perilaku seksual permisif pada gay, kecuali  kontrol perilaku dengan seks oral. Hal ini memperlihatkan bahwa pada dasarnya pria gay membutuhkan kontrol diri yang baik guna mengendalikan perilaku seksual permisifnya sebagai gay.
TAK BISA PINDAH KE LAIN HATI: PERAN ORIENTASI PERSPEKTIF WAKTU MASA LALU NEGATIF PADA INDIVIDU YANG PERNAH TERLIBAT HUBUNGAN ROMANTIS Rahardjo, Wahyu; Nurshafitri, Desba; Atlanti, Fani; Karim, Indrajid; Afiatin, Mita; Desima, Nenda
Prosiding PESAT Vol 6 (2015)
Publisher : Prosiding PESAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan romantis merupakan hal yang biasa ditemui dalam relasi pria-wanita. Hal yang menarik adalah fakta bahwa banyak individu mengalami gagal move on, meminjam istilah remaja saat ini, atau ketidakmampuan pindah ke lain hati, bahkan setelah putus atau b erpisah dari orang yang pernah dekat dengannya. Salah satu hal yang ditengarai menjadi penyebabnya adalah orientasi perspektif waktu masa lalu negatif, di mana individu lebih banyak mengingat hal-hal yang buruk di masa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah orientasi perspektif masa lalu negatif berperan pada diri individu sehingga menjadi tidak mampu pindah ke lain hati. Riset ini adalah riset kuantitatif dengan melibatkan mahasiswa di Depok dan sekitarnya sejumlah 100 orang. Teknik pengambila n data menggunakan insidental sampling untuk mendapatkan karakteristik khusus yaitu partisipan yang pernah atau sedang mengalami ketidakmampuan pindah ke lain hati. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa orientasi perspektif waktu masa lalu negatif berkorelasi dan memiliki pengaruh negatif terhadap ketidakmampuan individu untuk pindah ke lain hati pada semua alasan yang dapat dikemukakan, mulai dari masih adanya perasaan sayang, adanya kenangan indah, lamanya hubungan romantis yang pernah dijalani, kemunculan kembali orang yang pernah dicintai, bayangan cita-cita bersama yang belum tercapai, janji pada diri sendiri, dan ketidakmampuan memaafkan orang yang pernah dicintai.