Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analysis and identification of flavonoid compounds in kepok banana corm extract (musa paradisiaca L) Andini, Andini; Sari, Meiria Istiana; Raharjo, Sentot Joko; Anneke, Anneke
Jurnal Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam LLDikti Wilayah 1 (JUMPA) Vol. 4 No. 1 (2024): Marc: Mathematics and natural science
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Sumatra Utara (LLDikti I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54076/jumpa.v4i1.300

Abstract

Kepok banana corm is one of the natural ingredients that has been obtained and can provide many benefits because of its excessive flavonoid content. This study aims to determine the types of flavonoids contained in the kepok banana weevil extract. Methods of detection and discovery of flavonoid measurement methods used include reaction, thin layer chromatography, and LC-MS/MS, and spectrofotometri for total flavonoid content compared to rutin as a flavonoid standard. The results showed that kepok banana corm extract contains a class of flavonoid compounds including rutin, kaempferol 3-O-rhamnoside-7-O-glucoside, quercetin 3 glycocide, and chrysoeriol-7-O-glycuronyl, with a total flavonoid content of 6.19. ±0.65%.
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PENGOLAHAN PASCA-PANEN LIDAH BUAYA SEBAGAI UPAYA PEMULIHAN EKONOMI MASYARAKAT TERDAMPAK PANDEMI DI KAMPUNG LIDAH BUAYA, RW 11, DESA BANJAR ARUM, SINGOSARI, MALANG Raharjo, Sentot Joko; Andini, Andini; Sari, Meiria Istiana; Setiawan, Kiantoro Andiek
Journal Community Service Consortium Vol 3 No 1 (2023): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v3i1.3650

Abstract

Lidah buaya merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai produk pangan nabati maupun kosmetik. Di Kampung Lidah Buaya Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabu- paten Malang merupakan salah satu tempat pusat pengolahan produk lidah buaya. Di Kampung Lidah Buaya selama ini telah dikembangkan produk pangan bersumber dari lidah buaya. Salah satu produk pengembangan pengolahan lidah buaya yang lain dapat digunakan sebagai bahan kosmetik lotion, namun kendala yang dihadapi pengrajin belum mampu mengembangkan teknologinya dan menerapkan Good Manufacturing Practices (GMP) agar produk yang dihasilkan nantinya konstan. Adanya potensi kampung lidah buaya tersebut maka dilakukan program edukasi dan pendampingan kepada para pengrajin pengolahan lidah buaya. Tujuan utama dalam program pendampingan ini adalah meningkatkan pemahaman dan pengetahuan kepada pengrajin pengolahan lidah buaya menjadi produk kosmetik lotion yang berkualitas dan penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) bagi produk agar dapat memperluas pasar usahanya. Adapun mitra sasaran program pendampingan masya- rakat ini adalah kelompok Pengrajin Pengolahan Lidah Buaya di Kampung Lidah Buaya, Desa Banjar- arum, Kabupaten Malang yang telah produktif secara ekonomi sebagai pengrajin pengolahan produk lidah bersumber dari tanaman lidah buaya. Adapun usaha yang akan dilakukan adalah edukasi kepada pengrajin ini tentang ilmu dan teknologi sediaan gel lotion lidah buaya dan beberapa penerapan GMP-nya. Edukasi ini diharapkan adanya penerapan iptek sediaan lotion lidah buaya dan perubahan perilaku pengrajin dalam proses produksi. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) berupa penyuluhan, demonstrasi, serta pendampingan. Pendampingan dilakukan selama 1 bulan. Hasil edukasi dan pendampingan menunjukkan bahwa 95,0% responden setuju bahwa kegiatan pengabdian masyarakat bermanfaat, 89,0%, responden setuju kegiatan edukasi ini sangat meningkatkan kualitas, 97.0% responden menyatakan ilmu bertambah setelah mengikuti pelatihan, dan 85,0% responden menyatakan bahwa keseluruhan kegiatan pelatihan sudah baik.
Optimization of Total Polyphenol Content In Herbal Tea Formula Bay Leaves, Cinnamon, and Black Tea Raharjo, Sentot Joko; Azizah, Devita Nur; Yusuf, Ayu Ristamaya
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.141.113-122

Abstract

Polyphenols are one of the secondary metabolites found in bay leaves, cinnamon and black tea. This mixture is formulated for therapy, one of which is chronic degenerative diseases, such as hypertension. This research aims to optimize the formulation of bay leaves, cinnamon and black tea on total polyphenol levels. This research method includes: determining the polyphenol content of the three simplices, designing the formulation design, determining the optimization of the total polyphenol content of the 14 formulations and the conformation of the selected formula using Design Expert 13. The results of the research obtained the total polyphenol content of bay leaves (49.36 mg GAE/g), cinnamon (61.36 mg GAE/g), and black tea (61.73 mg GAE/g). Optimization of the highest polyphenol content was 58.419 mg GAE/g. The optimal formula conformation consisted of 1 gram of bay leaves, 8 grams of cinnamon and 1 gram of black tea, resulting in a polyphenol content of 59.63 mg GAE/g. The conclusion of this research is the optimization of the highest polyphenol content of 58.419 mg GAE/g with a formulation composition of Bay Leaves 10%, of Cinnamon 80%, and of Black Tea 10%.
Edukasi dan Pendampingan Pengelola Sayur Organik Baron Agro Lesanpuro Kota Malang Raharjo, Sentot Joko; Wijayanti, Ernanin Dyah
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2021.001.01.17

Abstract

Lesanpuro merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi dan daya tarik tersendiri karena memiliki hasil alam yang cukup dan luas lahan pertanian. Hal tersebut membuat wilayah tersebut menjadi penyumbang potensi yang berpengaruh bagi komoditas pertanian kota Malang, khususnya sayur organik dan buah yang sudah sangat jarang sekali ditemui lahan pertanian di tengah kota, namun kelompok usaha ini belum memahami benar arti pentingnya cara produksi yang baik dan keamanan produk pangan sayur organik. Edukasi dan pendampingan kelompok usaha pengolahan sayur organik yang benar dan pengetahuan meliputi semua aspek penanganan bisnis tersebut. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah edukasi dan pendampingan kelompok usaha dalam pengelolaan sayur organik yang baik agar menjadi produk pangan yang aman sehingga menjadi peluang usaha baru untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian dalam lingkungan, kesehatan, dan perekonomian. Metode yang digunakan adalah PAR (Participatory Action Research) berupa penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, serta pendampingan. Pendampingan dilakukan selama 3 bulan. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa 95% responden setuju bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat bermanfaat, 89% responden setuju kegiatan edukasi ini sangat meningkatkan kualitas, 97% responden menyatakan ilmu bertambah setelah mengikuti pelatihan, dan 85% responden menyatakan bahwa keseluruhan kegiatan pelatihan sudah baik. Kesimpulan pengabdian adalah kegiatan edukasi dan pendampingan kelompok usaha dalam pengelolaan sayur organik agar menjadi produk pangan yang aman mendapatkan respons yang baik dan menjadi peluang usaha baru untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian dalam lingkungan, kesehatan, dan perekonomian.
Studi In Vitro dan In Silico pada Ekstrak Bonggol Pisang Kepok sebagai Anti-tirosinase Andini, Andini; Raharjo, Sentot Joko; Misgiati, Misgiati; Izza, Aqidatul; Istiana, Meiria
Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Sci and Tech, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/bio.v12i2.53561

Abstract

Tyrosinase is a critical enzyme in melanin synthesis, where its overactivity can result in hyperpigmentation disorders. Despite the availability of synthetic tyrosinase inhibitors, concerns about safety have prompted the search for natural alternatives. The objective of this study is to evaluate the potential of Kepok banana (Musa acuminata x balbisiana) corm extract as a natural tyrosinase inhibitor, using in vitro and in silico approaches. The extract was prepared by maceration with etanol 96%, followed by sonication and lyophilization. LC-MS analysis was performed on a Shimadzu LCMS 8040 using a Shim Pack FC ODS column with 90% methanol as the mobile phase under isocratic conditions. Samples were ionized via ESI in positive mode and scanned over m/z 10–1000. Peaks were identified based on their m/z values and MS/MS fragmentation patterns. In vitro and in silico analyses were applied, respectively, to study the biological process of kepok banana corm extract as a natural tyrosinase inhibitor. The result of the kepok banana corm extraction process was 12.5% dry powder with bioactive components identified via LC-MS, including flavonoids, phenolics, and terpenoids. The kepok banana corm ethanol extract exhibited strong tyrosinase inhibition with an IC₅₀ of 91.074 µg/mL, falling below the 100 µg/mL threshold for strong inhibitors and showing a similar inhibition pattern to the standard kojic acid (IC₅₀ = 10.87 µg/mL). Molecular docking revealed that major compounds, particularly flavonoids, exhibited high binding affinity with the tyrosinase enzyme through hydrogen bonding and hydrophobic interactions, similar to kojic acid, a known inhibitor. These findings suggest that kepok banana corm extract may serve as a promising natural tyrosinase inhibitor, with potential applications in hyperpigmentation treatment and cosmetic formulations.
Edukasi dan Pendampingan Gapoktan Desa Bantur Dalam Standarisasi dan Optimasi Formulasi POC-PGPR Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional Raharjo, Sentot Joko; Syarifah, Anisa Lailatusy; Mukarromah, Milda Lailatul
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2025.005.02.178

Abstract

Gabungan Kelompok Tani Bantur Berkah Mandiri (BBM) merupakan mitra komunitas petani yang ingin mengembangkan Pupuk Organik Cair (POC) sebagai bahan pengembangan tanaman organik di Desa Bantur dan sekitarnya. Teknologi pengembangan POC ini adalah penerapan teknik mikrobiologi menggunakan biodekomposer PGPR (Plant Growth-Promoting Rhizobacteria) yang memanfaatkan bonggol pisang, limbah ternak, sisa sayuran yang tersedia sebagai bahan pupuk organik cair terutama dalam optimasi formulasi POC dan standarisasinya. Program pendampingan Poltekkes Putra Indonesia Malang ini bertujuan melakukan edukasi dan pendampingan mitra dalam standarisasi dan optimasi formulasi POC. Urgensinya untuk meningkatkan level keberdayaan mitra dari aspek produksi dan manajemen. Metode pendekatannya menggunakan metode ABCD (Asset Based Community Development), yaitu dengan cara membantu mitra untuk mengembangkan potensi yang sudah ada dengan target memberikan hasil peningkatan produksi dan pendapatan serta bertambahnya kebutuhan tenaga kerja di wilayah sekitar. Tahapan yang sistematis ini diharapkan dapat menciptakan produk POC yang lebih efektif, bernilai jual tinggi, dan mendukung pertanian dan ketahanan pangan disekitarnya. Permasalahan yang dihadapi Mitra pada aspek produksi, manajemen dan pemasaran dalam optimasi dan standarisasi POC ini akan meningkatkan kualitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani serta keberlanjutan lingkungan. Target luaran, pada aspek produksi dapat memahami optimasi dan standarisasi pupuk organik, sedangkan aspek manajemen dapat meningkatkan keterampilan mitra  yang merupakan kelompok masyarakat produktif dalam pengolahan pupuk organik cair, dan aspek pemasaran dapat memasarkan produk pupuk organik atau bahkan sebagai unit usaha yang bekerjasama dengan Pemerintah setempat dan instansi terkait untuk memasok pengadaan pupuk organik cair dalam produksi pangan sehat yang mendukung Ketahanan Pangan Nasional.