Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Ekstrak Lidah Buaya (Aloe Vera Linn) dalam Pengencer Tris Kuning Telur Terhadap Kualitas Spermatozoa Babi Landrace: Effect AdditionAloe Vera Extract In Egg Yolk Tris Diluent On Sperm Quality Landrace Boars Kristina Meldiana Hayati; Kirenius Uly; Petrus Kune; Thomas Mata Hine
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted with the aim of evaluating the effect of adding aloe vera extract (ave) in egg yolktris diluent on the quality of spermatozoa of landrace boar during storage. The material used was good qualitysemen of landrace boar, diluted with treatment diluents viz: TO: (100%), T-EY, T1: 98% T- EY + 2% AVE, T2: 96% T-EY + 4% AVE, T3: 94% T- EY + 6% AVE.Storage of diluted semen at 180 C, and evaluationmotility, viability, abnormality and longerly of spermatozoa every 8 hours. If the data obtained, there aresignificant differences, continue with the Duncan Test. The results showed that the addition of aloveraextract in the Tris-Egg Yolk diluent has no significant effect (P>0.05) on the spermatozoa quality of landraceboar, but the storage time for 8-48 hours P0, P1 and P2 were significant effect (P < 0.05) with P3 on themotility and viability. The conclusion of this study is that the addition of aloevera extract in Tris-Egg Yolkdiluent did not effective in maintaining the quality of spermatozoa landrace boars. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan ekstrak lidah buaya(ELB) dalam pengencer tris kuning telur (T-KT) terhadap kualitas spermatozoa babi landrace selamapenyimpanan. Materi yang digunakan adalah semen segar babi landrace yang berkualitas baik, masingmasing diencerkan dengan: PO: (100%) tris-kuning telur, P1: 98% tris kuning telur + 2% ekstrak lidahbuaya, P2: 96% tris kuning telur + 4% ekstrak lidah buaya, P3: 94% tris kuning telur+ 6% ekstrak lidahbuaya. Penyimpanan semen hasil pengenceran pada temperature 180C, dan evaluasi motilitas, viabilitas,abnormalitas dan daya tahan hidup spermatozoa setiap 8 jam. Data dianalisis menggunakan analysis ofvariance (ANOVA) dan jika terdapat pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan menggunakanprogram softwere SPSS 29.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak lidahbuaya dalam pengencer Tris-Kuning telur tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada kualitas spermatozoa babilandrace, tetapi pada lama waktu penyimpanan selama 8-48 jam P0: (100%) tris-kuning telur, P1: 98% triskuning telur + 2% ekstrak lidah buaya, dan P2: 96% tris kuning telur + 4% ekstrak lidah buaya berbeda nyata(P<0,05) dengan P3: 94% tris kuning telur+ 6% ekstrak lidah buaya pada motilitas dan viabilitas.Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan ekstrak lidah buaya dalam pengencer Tris-Kuning Telurtidak efektif dalam mempertahankan kualitas spermatozoa babi landrace.  
Metabolik Darah Sapi Bali yang Diberi Pakan Pola Peternak dan Silase Campuran Rumput Kume- Clitoria ternatea: Blood Metabolism of Bali Cows Fed with Breeder Patern Feed and Silage Mixture of Kume Grass - Clitoria Ternatea Aprin Taebenu; Yohanis Umbu Laya Sobang; Petrus Kune
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to determine the effect of providing complete feed based on breeder pattern feed and asilage mixture of kume grass (Sorghum plumosum var. Timorense) - legume Clitoria ternatea. with differentbalances on the blood metabolism of male Bali Cattle. The research used 4 (four) male Bali cattle, aged between 1and 1.5 years, with a body weight range of 110-115 kg (average 112.88 kg), with a coefficient of variation of 4.22%.This research method is an experimental technique using the Latin Rectangle Design pattern with four treatmentsand four repetition periods. The treatments in this study were P0; Breeder pattern feed (Control), P1; Breederpattern feed 60% + grass-legume silage 30% + concentrate 10%, P2 ; Breeder pattern feed 50% + grass-legumesilage 40% + concentrate 10%, P3 ; Breeder pattern feed 40% + grass-legume silage 50% + concentrate 10%. Theparameters studied include blood glucose levels, blood urea levels and total plasma protein. The collected data wasarranged in a table and calculated, followed by analysis using analysis of variance (ANOVA). The results ofstatistical analysis showed that the treatment given did not have a significant effect (P>0.05) on blood glucose,blood urea and total plasma protein levels in fattened male Bali cattle. It was concluded that giving complete feedmade from breeder pattern feed and silage mixed with kume grass (Sorghum plumosum var. Timorense) - Clitoriaternatea legume can increase blood glucose levels, blood urea levels and total plasma protein of male Bali cattle. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan komplit berbahan dasar pakan pola peternak dansilase campuran rumput kume (Sorghum plumosum var. Timorense) - legume Clitoria ternatea dengan imbanganyang berbeda terhadap metabolik darah sapi bali jantan. Penelitian menggunakan 4 (empat) ekor sapi Bali jantan,berumur antara 1 hingga 1,5 tahun, dengan kisaran bobot badan 110-115 kg (rata-rata 112,88 kg), dengan koefisienvariasi sebesar 4,22%. Metoda penelitian ini adalah teknik eksperimen menggunakan pola Latin Rectangle Designdengan empat perlakuan dan empat periode ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P0 ; Pakan pola peternak(Kontrol), P1 ; Pakan pola peternak 60% + silase rumput-legum 30% + konsentrat 10%, P2 ; Pakan pola peternak 50%+ silase rumput-legum 40% + konsentrat 10%, P3 ; Pakan pola peternak 40% + silase rumput-legum 50% +konsentrat 10%. Parameter yang diteliti antara lain, kadar glukosa darah, kadar urea darah dan total protein plasma.Data yang terkumpul disusun dalam tabel dan dilakukan perhitungan, dilanjutkan dengan analisis menggunakananalisis varians (ANOVA). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh yangnyata (P>0,05) terhadap kadar glukosa darah, urea darah, dan total protein plasma pada sapi Bali jantanpenggemukkan. Disimpulkan bahwa pemberian pakan komplit berbahan dasar pakan pola peternak dan silasecampuran rumput kume (Sorghum plumosum var. Timorense) - legume Clitoria ternatea dapat meningkatkan kadarglukosa darah, kadar urea darah dan total protein plasma sapi bali jantan.
Optimasi Kualitas Semen Babi Persilangan Landrace X Duroc Dengan Suplementasi Sari Buah Nanas Dalam Pengencer Berbasis Sitrat - Kuning Telur Agustinus Karel Mboti; Thomas Mata Hine; Petrus Kune
Jurnal Inovasi Global Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v4i2.508

Abstract

Tujuan dari Penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan sari buah nanas (SBN) dalam pengencer Sitart-kuning telur (S-KT) terhadap kualitas semen babi persilangan landrace x duroc. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semen babi persilangan landrace x duroc berumur 1,5 tahun dan dalam keadaan sehat. Penelitian ini mengunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 6 perlakuan dan 5 ulangan yaitu: P0= S-KT, P1= S-KT+SBN 2%, P2= S-KT+SBN 4%, P3= S-KT+SBN 6%, P4= S-KT+SBN 8%, P5= S-KT+SBN 10%. Semen yang telah diencerkan disimpan dalam styrofom box pada suhu 15- 20ºC. Evaluasi semen dilakukan setiap 12 jam yang meliputi: motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup spermatozoa. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis of variance dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa penambahan SBN 8% (P4) dalam pengencer S-KT menghasilkan kualitas semen yang lebih tinggi dan secara signifikan berbeda nyata dengan perlakuan lain (P≤0,05) yakni motilitas, 61,00%, viabilitas 73,70%, abnormoalitas 5,40% dan daya tahan hidup 57,06 jam. Simpulan dari penelitian ini adalah penambahan SBN 8% dalam pengencer S-KT memberikan respon yang terbaik dalam mempertahankan kualitas spermatozoa babi persilangan landrace x duroc selama penyimpanan 57,06.
Pengaruh Penambahan Sari Buah Jambu Biji Merah Dalam Pengencer Tris Kuning Telur Terhadap Kualitas Spermatozoa Babi Duroc: Effect of Adding Red Guava Fruit Juice to Egg Yolk Tris Retailers on The Quality of Duroc Boar Spermatozoa Anggelina Eno Bau; Petrus Kune; Alvrado Bire Lawa; F M S Telupere
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 8 No. 1 (2025): February
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jlah.v8i1.87

Abstract

Tujuan studi ini adalah mengetahui pengaruh ditambahkannya sari buah jambu biji merah (SBJBM) di pengencer tris kuning telur (TKT) pada kualitas semen babi duroc. Memakai semen segar dengan motilitas spermatozoa 76±2,23%, viabilitas 91,41±4,23%, abnormalitas 3,42±0,55%, dan konsentrasi spermatozoa 263,40±18,20×106 sel/ml. Penelitian ini memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) lima perlakuan lima kali ulangan yaitu: P0 = TKT 100%, P1 = TKT 100% + SBJBM 0,5% P2 = TKT 100% + SBJBM 1%, P3 = TKT 100% + SBJBM 1,5%, P4 = TKT 100%  + SBJBM 2%. Variabel yang diteliti adalah: motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup (DTH) spermatozoa. Analisis data meliputi analisis rata-rata, standar deviasi dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 dengan level 0,5% SBJBM dalam pengencer TKT mendapat mutu sperma lebih tinggi secara statistik (P kecil dari 0,05) di jam ke 36 penyimpanan dibandingkan perlakuan lainnya, dengan motilitas: 42,20±2,28%, viabilitas: 59,79±5,72%, abnormalitas: 4,52±0,39%, dan DTH spermatozoa: 38,40±2,60. Simpulan dari penelitian ini, penambahan SBJBM dengan tingkat 0,5% dalam pengencer TKT memberikan respon yang baik dalam menjaga motilitas, viabilitas, abnormalitas dan daya tahan hidup spermatozoa babi duroc.
PENGARUH PENAMBAHAN SARI BUAH ANGGUR (Vitis Vinifera L) DALAM PENGENCER SITRAT-KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR BABI PERSILANGAN LANDRECE X DUROC Juanttri Boimau; Petrus Kune; Alvrado Bire Lawa; Kirenius Uly
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.21838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penambahan level sari buah anggur (SBA) dalam pengencer Sitrat-kuning telur (S-KT) guna mempertahankan kualitas spermatozoa babi persilangan landrace x duroc selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan semen segar yang berasal dari seekor babi persilangan landrace x duroc yang berumur 1,5 tahun dalam kondisi yang sehat dan sudah terlatih dalam penampungan semen. Penelitian ini dirancang menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan yakni: P0 = S-KT, P1: S-KT + SBA 3%, P2: S-KT + SBA 6%, P3: S-KT + SBA 9%, P4: S-KT + SBA 12%. Semen yang telah diencerkan disimpan dalam styrofom box pada suhu 18-20oC.Variabel yang diuji meliputi: motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup spermatozoa. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan Analisis of Variance dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 pada jam pengamatan ke-60 menghasilkan kualitas spermatozoa dengan perbedaan nilai yang signifikan (P0,05) dibandingkan perlakuan lainnya dengan nilai motilitas: 57,00%, viabilitas: 66,50%, abnormalitas: 5,10%, dan daya tahan hidup spermatozoa: 56,28 jam. Simpulan dari penelitian ini adalah penambahan sari buah anggur dengan level 9% dalam pengencer Sitrat-kuning telur memberikan respon yang terbaik dalam mempertahankan kualitas spermatozoa babi persilangan landrace x duroc.
Correlation Between Chest Girth, Body Length, and Body Height on Wither Weight of Rote Sheep Ewes Ni Made Paramita Setyani; Wilmientje Marlene Nalley; Thomas Mata Hine; Agustinus Ridlof Riwu; Kirenius Uly; Petrus Kune; Yustiany Yuliana Bette; Alvrado Bire Lawa; Simon Edison Mulik; Adyanto Nessy Banamtuan; Roni Markus Jami Riwu; Yanna Nailla Zulfa; Rut Listyadi
Journal of Tropical Animal Science and Technology Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Tropical Animal Science and Technology
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Agriculture, Science and Health, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jtast.v8i1.10617

Abstract

This study aimed to analyze the relationship between linear body measurements including chest girth (CG), body length (BL), and wither height (WH) and body weight (BW) in Rote sheep ewes across different age groups to determine the most reliable predictor of body weight. The research employed a quantitative method through direct field measurements and weighing. Data collected including vital statistics (CG, BL, WH) and BW from Rote sheep ewes categorized into three age groups (I0, I2, and I4). The data were analyzed statistically using correlation coefficient (r), the coefficient of determination (R²), and bias analysis to evaluate the accuracy of weight estimation. The results revealed that chest girth exhibited the highest correlation with body weight, particularly in the I0 group (r = 0.93; R² = 86.05%), indicating a strong positive relationship and high predictive accuracy. Body length showed a moderate relationship (r = 0.87; R² = 76.11%) in the same group, while wither height demonstrated a relatively weaker correlation (r = 0.73; R² = 53.94%). Across all age groups, the predictive strength of body measurements decreased with increasing age, suggesting that skeletal growth contributes less to body weight variation in mature sheep. In conclusion, chest girth was identified as the most accurate and reliable linear measurement for predicting body weight in Rote sheep ewes, particularly in younger age groups, and can therefore be used as a practical and non-invasive tool for estimating livestock weight.