Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN KASCING TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING -, Jamilah; Rahayuni, Tri; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis kascing yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit kakao pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dilaksanakan di Mempawah Kabupaten Pontianak, lama penelitian 4 bulan 2 minggu, terhitung dari tanggal 18 Juni sampai 22 Oktober 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 taraf perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap satuan percobaan terdiri dari 6 sampel tanaman, sehingga jumlah seluruhnya 120 tanaman. Perlakuan tersebut adalah 0,60 kg/polybag kascing atau setara dengan 4 bagian tanah : 1 bagian kascing, 0,75 kg/polybag kascing atau setara dengan 3 bagian tanah : 1 bagian kascing, 1,00 kg/polybag kascing atau setara dengan 2 bagian tanah : 1 bagian kascing, 1,50 kg/polybag kascing atau setara dengan 1 bagian tanah : 1 bagian kascing. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, indeks luas daun, volume akar, berat kering tanaman, laju pertumbuhan relatif dan pengamatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kascing pada tanah podsolik merah kuning berpengaruh nyata terhadap luas daun (bulan ke-3, bulan ke-4), volume akar, berat kering tanaman (bulan ke-4) dan laju pertumbuhan relatif (bulan ke 3 – 4). Pemberian kascing berpengaruh tidak nyata terhadap pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun (bulan ke-1, bulan ke-2), indeks luas daun, berat kering tanaman (bulan ke-1, bulan ke-2, bulan ke-3), laju pertumbuhan relatif (bulan ke 1-2, bulan ke 2-3). Pemberian kascing dengan dosis 1,50 kg/polybag memberikan pertumbuhan yang terbaik pada bibit kakao.Kata kunci : Kascing, Bibit Kakao, Podsolik Merah Kuning
KAJIAN SIFAT FISIKOKIMIA DAN SENSORI ES KRIM DARI BEBERAPA JENIS UBI JALAR suratmi, ema; rahayuni, tri; raharjo, dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 2: Agustus 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i2.6440

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisikokimia dan sensori es krim dari beberapa jenis ubi jalar. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor yaitu jenis ubi jalar dan setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Dari hasil analisis jika menunjukkan beda nyata dilakukan uji lanjut dengan BNJ (α = 0,05). Berdasarkan hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa jenis ubi jalar berpengaruh nyata terhadap viskositas, overrun, dan kecepatan leleh, namun tidak berpengaruh nyata terhadap total padatan dan protein. Perlakuan terbaik didapat pada perlakuan penambahan ubi jalar ungu yang ditambahkan pada formula es krim memiliki karakter fisikokimia viskositas 14,0 dPa-s, overrun 50,90%, kecepatan leleh 43,8 menit, total padatan 35,46%, dan protein 0,24%. Hasil analisis sensori perlakuan ubi jalar ungu adalah kemanisan 3,84 (agak manis), tekstur 3,76 (agak lembut), dan kesukaan 3,92 (agak suka). Kata kunci : es krim, kecepatan leleh, overrun, sensori, ubi jalar. ABSTRACT The research study aimed to investigate the physicochemical and sensory properties of ice cream of sweet potato. The research study used Complete Randomized Design method with one factor that is sweet potato and every treatment repeated five times. The data has analyzed by using Analysis of Variance (ANOVA). If the result showed significant difference there would be additional treatment with Tukey Test (α= 0,05). The result of Analysis of Variance showed that the sweet potato had significant and clear influence on viscosity, overrun, and melting velocity but had not significant on total solid and protein. The best treatment was on the purple sweet potato where it has added to ice cream which has physicochemical properties that was viscosity 14,0 dPa-s, overrun 50,90%, melting velocity 43,8 minute, total solid 35,46% and protein 0,24%. The research finding on sensory of ice cream with the purple sweet potato was sweetness 3,84 (rather sweet), texture 3,76 (a bit soft), and foodness 3,92 (a bit fond). Key words: ice cream, melting velocity, overrun, sensory, sweet potato
Pengaruh Beberapa Jenis Abu terhadap Pertumbuhan dan Hasil Mentimun pada Tanah Gambut. Aci, Sebastianus; Rahayuni, Tri; Mustamir, Elly
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa jenis abu yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil mentimun pada tanah gambut. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 31 Maret 2014 sampai dengan tanggal 11 Mei 2014. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan : A (abu sekam padi); B (abu jerami padi); C (abu tandan kosong kelapa sawit); D (abu alang - alang) terdiri dari 6 ulangan, setiap ulangan terdapat 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi, berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah pertanaman (g), kehijauan daun (Spad unit), volume akar (cm3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis abu tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan. Kata kunci : Abu, Mentimun, Tanah Gambut.
PENGARUH SUBSTITUSI UBI JALAR ORANYE TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN SENSORI NUGGET TEMPE KEDELAI wahyuni, puji tri; rahayuni, tri; raharjo, dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi ubi jalar oranye pada pembuatan nugget tempe kedelai yang mempunyai sifat fisikokimia dan sensori yang terbaik. Penelitian ini menggunakan Metode Rancangan Acak Lengkap yang terdiri satu faktor perlakuan yaitu substitusi ubi jalar oranye sebanyak tujuh taraf terdiri dari substitusi 0g, 50g, 100g, 150g, 200g, 250g dan 300g, diulang sebanyak empat kali. Variabel pengamatan meliputi kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat dan uji sensori, jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Uji sensori menggunakan metode Kruskal-Wallis selanjutnya untuk mendapatkan perlakuan terbaik dilakukan uji indeks efektifitas. Hasil penelitian menunjukkan pembuatan nugget tempe kedelai terbaik pada perlakuan substitusi 300g ubi jalar oranye. Nugget yang dihasilkan memiliki karakter fisikokimia dengan rerata kadar air 58,06%, abu 1,40%, lemak 9,67%, protein 15,38% dan karbohidrat 15,49% dan karakter sensori yaitu rasa 3,70 (enak), warna 4,00 (kuning), tekstur 4,10 (tidak keras) dan kesukaan 3,70 (suka). Kata kunci : fisikokimia, nugget tempe kedelai, substitusi, ubi jalar oranye
KAJIAN PENAMBAHAN JAHE PADA KUALITAS MANISAN KERING BIJI KARET rabayani, astuti; rahayuni, tri; hartanti, lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i3.17086

Abstract

Manisan kering biji karet merupakan salah satu inovasi hasil olahan pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perlakuan terbaik dari penambahan jahe pada kualitas manisan biji karet yang dihasilkan. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan 1 faktor perlakuan yaitu penggunaan penambahan jahe dengan 6 taraf perlakuan yaitu 0, 20,40,60, 80 dan 100 g jahe. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali. Variabel pengamatan meliputi sifat fisikokimia dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jahe berpengaruh nyata terhadap lemak, karbohidrat, dan Total Padatan Terlarut serta berpengaruh tidak nyata terhadap kadar air, kadar abu, protein serta vitamin C. Perlakuan penambahan jahe terbaik adalah 80 g jahe dengan karakter fisikokimia berupa kadar air (7,80 %), kadar abu (4,18 %),protein (5,67 %), lemak (19,36 %), karbohidrat (61,94 %), Total Padatan Terlarut (40,50 0Brix) dan vitamin C (8,58 %) dengan karakter organoleptik terbaik yaitu rasa 3,86 (sangat pedas jahe), aroma 4,08 (wangi), tekstur 4,24 (renyah) dan kesukaan 3,9 (suka).
Pengaruh Komposisi Biji Karet dan Kacang Tanah Terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Mentega Kacang Campur khuldiah, ajeng; Rahayuni, Tri; Purwayanti, Sulvi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.19450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi biji karet dan kacang tanah dengan sifat fisikokimia dan sensori mentega kacang terbaik. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu perbandingan biji karet dan kacang tanah dengan taraf perlakuan masing-masing perbandingannya yaitu (10:90 %), (20:80 %), (30:70 %), (40:60 %), (50:50 %) dan (60:40 %) diulang sebanyak 4 kali. Variabel pengamatan meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat dan uji sensori, jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan uji BNJ 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi biji karet dan kacang tanah dalam pengolahan mentega kacang campur memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air, kadar protein, kadar lemak dan kadar karbohidrat namun tidak berpengaruh nyata terhadap kadar abu, aroma, rasa dan tekstur. Mentega kacang campur pada perlakuan 20:80 % memiliki karakteristik fisikokimia dan sensori terbaik menghasilkan kadar air 2,0865 %, kadar abu 1,2089 %, kadar protein 20,8500 %, kadar lemak 46,8325 % dan karbohidrat 29,0221 %. Hasil analisis sensori terbaik yaitu aroma 3,6667 (agak suka), rasa 3,9667 (agak suka) dan tekstur 3,8000 (agak suka). Kata kunci : Biji karet, Kacang tanah, Mentega kacang campur
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG KETAN DENGAN PATI SAGU TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN SENSORI DODOL LABU KUNING (Cucurbita moschata Duch) LESTARI, NOVITA; Rahayuni, Tri; Priyono, Suko
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.20650

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung ketan dengan pati sagu terhadap sifat fisikokimia dan sensori dodol labu kuning.Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu substitusi tepung ketan denganpati sagu terhadap pembuatan dodol labu kuning dengan taraf perlakuan masing-masing perbandingannya yaitu (100:0 %), (90:10 %), (20:80 %), (70:30 %), (60:40 %) dan (50:50 %) diulang sebanyak 4 kali. Variabel pengamatan meliputi kadar air, kadar lemak, total padatan terlarut, uji tingkat kekerasan, aktivitas air (Aw) dan uji sensori, jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan uji BNJ 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung ketan denganpati sagu pada pengolahan dodol labu kuning memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air, kadar lemak, total padatan terlarut, uji tingkat kekerasan, aktivitas air (Aw) dan warna namun tidak berpengaruh nyata terhadap aroma, rasa dan tekstur. Dodol labu kuning pada perlakuan 50 % tepung ketan : 50 % pati sagu memiliki karakteristik fisikokimia dan sensori terbaik menghasilkan kadar air 30,26 %, kadar lemak 3,75 %, total padatan terlarut 23,42 0Brix, tingkat kekerasan 0,56Kg Force dan Aw 0,79 %. Hasil analisis sensori terbaik yaitu tekstur 3,28 (agak elastis), rasa 4,00 (manis), warna 3,40 (agak kuning kecoklatan) dan aroma 3,20 (agak beraroma labu kuning) Kata kunci: dodol, labu kuning, pati sagu, substitusi, tepung ketan
KAJIAN SUHU DAN LAMA PENGERINGAN PADA KUALITAS BAHAN BAKU BUBUR PEDAS KHAS NATUNA APRIANA, APRIANA; Rahayuni, Tri; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.143 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.24303

Abstract

Bubur pedas Natuna adalah makanan tradisional melayu yang berbahan dasar beras dan beberapa rempah "“ rempah, yang biasa disajikan pada bulan Ramadhan maupun perayaan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan suhu dan lama pengeringan terbaik terhadap kualitas bahan baku bubur pedas khas Natuna. Penelitian dilaksanakan di Laboraturium Teknologi Hasil Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak dimulai pada Maret sampai Agustus 2017. Rancangan penelitian ini menggunakan metode percobaan faktorial dalam RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 2 faktor perlakuan yaitu suhu (40 ËšC, 50 ËšC, 60ËšC) dan lama ( 4 jam, 5 jam, 6 jam) dengan 3 ulangan. Variabel pengamatan meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, karbohidrat dan sensori, jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan uji BNJ 5 %. Uji sensori menggunakan metode Kruskal-Wallis selanjutnya untuk mendapatkan perlakuan terbaik dilakukan uji indeks efektifitas. Hasil penelitian pengeringan bahan baku bubur pedas khas Natuna menghasilkan kualitas terbaik dengan perlakuan suhu 60ËšC selama 6 jam. Bahan baku yang dihasilkan memiliki karakter fisikokimia dan sensori : rendemen 85, 39 %, kadar air 4,53 %, kadar abu 1,43 %, kadar lemak 7,48 %, kadar protein 0,006% dan karbohidrat 86,55 %. Hasil analisis sensori terbaik yaitu warna 3,70 (kuning), aroma 4,60 (sangat wangi khas bubur pedas), kerenyahan 4,50 (renyah) dan kesukaan 3,97 (suka).
THE STUDY OF FORMULATION COCONUT MILK AND AGAR IN MAKING OF KERIBANG (Dioscorea alata) ICE CREAM Nurahman, Yusup; Rahayuni, Tri; Mayasari, Eva
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 3 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i3.34257

Abstract

This research wasaimed to determine thebest characteristicofformulation coconutmilk andagarinmakingofkeribang(Dioscoreaalata)icecream.Theexperimentaldesignedusing RandomizedBlockDesign(RBD)wichisconsisttwofactorofcoconutmilk(200g,250g,300g) andagar (3g,4g,5g),eachtreatmentwas replicated threetimes.Themeasuredparameters werephisycal,chemical, and sensorycharacteristics.ThedataofPhisycalandchemicalwere analyzed statisticallyusing ANOVA(α=5%) andHSDTest(α=5%)and sensorytestwas analyzedbyKruskalWallis.Thebesttreatmentwasdeterminedbyusing methodof effectivenessindex.Theresultshowedkeribang ice creamwithadditionofcoconutmilk250g andAgar4gwasthebesttreatmentwith chemical characteristicswerefatcontent27.84%, proteincontent1.70%,totaldissolved solids20.80 °brix,Physicalcharacteristicswereoverrun 20.55%,high-speedmelting25.19minutes,andsensoryvalues resultedof taste5.40(like), texture5.23 (like), color5.53 (likeverymuch), aroma 4.70 (like).This reseach was aimed to determine the best characteristic of formulation coconut milk and agar in making of keribang (Dioscorea alata) ice cream. The experimental designed usingRandomized Block Design (RBD) wich is consist two factor of coconut milk (200g, 250g, 300g)and agar (3g, 4g, 5g), each treatment was replicated three times. The measured parameterswere phisycal, chemical, and sensory characteristics. The data of Phisycal and chemical wereanalyzed statistically using ANOVA (α=5%) and HSD Test (α=5%) and sensory test wasanalyzed by Kruskal Wallis. The best treatment was determined by using method ofeffectiveness index. The result showed keribang ice cream with addition of coconut milk 250gand Agar 4g was the best treatment with chemical characteristics were fat content 27.84%,protein content 1.70%, total dissolved solids 20.80 °brix, Physical characteristics were overrun 20.55%, high-speed melting 25.19 minutes, and sensory values resulted of taste 5.40 (like),texture 5.23 (like), color 5.53 (like very much), aroma 4.70 (like).
FORMULASI CARBOXY METHYL CELLULOSE dan SANTAN TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA dan SENSORI SUSU NABATI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata L) Dharmawan, Hanief Dharmawan; Rahayuni, Tri; Lestari, Oke Anandika
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.38983

Abstract

FORMULASI CARBOXY METHYL CELLULOSE dan SANTANTERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA dan SENSORI SUSUNABATI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata L) FORMULATION OF CARBOXYMETHYL CELLULOSE AND COCONUTMILK AGAINST PHYSICOCHEMICAL PROPERTIES AND SENSORYOF MILK IN SWEET CORN (Zeamayssaccharata L) Hanief Dharmawan1*), Tri Rahayuni2), Oke Anandika Lestari2)1)Program Studi S-1 Agroteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian,Universitas Tanjungpura2)Dosen Program Studi S-1 Ilmu Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian,Universitas Tanjungpura*Email Korespondensi : haniefdmw@gmail.comABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi terbaik CMC (Corboxy Methyl Cellulose) dan santan berdasarkan sifat fisikokimia dan sensori susu nabati jagung manis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 faktor perlakuan terdiri dari 6 taraf, yaitu formulasi CMC : Santan terdiri dari 0:0%, 0,1:5%, 0,3:7%, 0,5:9%, 0,7:11%, 0,9:13%. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 24 sampel kombinasi. Parameter pengamatan meliputi kadar protein, kadar pH, kadar total padatan terlarut, dan sensori. Hasil Uji Indeks Efektifitas menunjukkan bahwa formulasi terbaik terdapat pada 0,1% CMC dan 5% Santan, dimana kadar protein (0,52%), pH (5,52) dan total padatan terlarut (18,18obrix). Hasil uji sensori terbaik yaitu rasa 92,24 (manis), warna 84,14 (kuning), kekentalan 94,38 (kental) dan kesukan 106,10 (suka). Kata Kunci : CMC, Jagung Manis, Santan, Susu Nabati.