Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

KERAJAAN JAMBI DAN PENGARUH ISLAM Rahim, Arif
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.42005

Abstract

Tulisan ini membahas tentang kerajaan Jambi dan keberadaannya sebagai sebagai negara yang terletak di jalur perdagangan internasional. Hal ini menarik diteliti karena masa pertumbuhannya bersamaan dengan masuk dan berkembangnya agama Islam di Nusantara. Dengan demikian tulisan ini mengkaji tentang pegaruh Islam terhadap Kerajaan Jambi. Dengan menggunakan pendekatan multi dimensional dan didukung oleh penerapan metode sejarah yang mengacu pada prosedur penelitian sejarah ilmiah, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi penjelasan terhadap masalah pokok yang diajukan dan seterusnya berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan terutama tentang sejarah lokal Jambi. Selain itu dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh institusi terkait dalam rangka melestarikan nilai-nilai sejarah dan budaya dan untuk pengembangan dan pembangunan daerah. Hasil penelitian menunjukan bahwa kerajaan Jambi adalah salah satu kerajaan dinusantara yang eksis sejak akhir abad 15 hingga awal abad 20. Kerajaan ini telah menerima pengaruh Islam sejak awal berdirinya. Putri Selaro Pinang Masak sebagai pendiri kerajaan Jambi memeluk agama Islam setelah menikah dengan Ahmad Salim  Datuk Paduka Berhalo, seorang yang berasal dari Turki dan memeluk agama Islam. Sejak saat itu Kerajaan Jambi menjadikan agama Islam sebagai agama resmi kerajaan, Dalam hal ini raja mempunyai  kedudukan sebagai kepala negara sekaligus sebagai pemimpin Agama. Orangkayo Hitam seorang raja yang terlibat langsung dengan kegiatan penyebaran agama Islam. Sebagai agama kerajaan,  agama Islam memberikan pengaruh terhadap institusi kerajaan maupun kehidupan masyarakat dalam berbagai aspek. Dalam bidang politik Agama Islam mempengaruhi sebutan terhadap negara, raja, serta nama-nama raja yang memerintah. Sebutan kerajaan berubah menjadi kesultanan. Raja berubah sebutan menjadi Sultan. Sedangkan nama -nama raja berubah dari yang semula menggunakan kata-kata dari bahasa sankerta atau melayu beralih menggunakan kata-kata dalam Bahasa Arab. Hukum dan aturan-aturan kenegaraan kini didasarkan pada ajaran Islam. Dalam bidang ekonomi pengaruh Islam tampak dalam hal perosedur perdagangan. Sistem riba dilarang meskipun dalam prakteknya kadang-kadang dilanggar. Dalam bidang sosial dan kebudayaan pengaruh Islam tampak dalam cara berpakaian, serta dalam hubungan sosial. Doa-doa Islam maupun shalawat nabi kini sangat kental mempengaruhi berbagai upacara dan kesenian.