Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Mebang

Pembelajaran Seni Karawitan Jawa pada Anak Tunagrahita Ringan Hana Permata Heldisari
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.596 KB) | DOI: 10.30872/mebang.v2i1.23

Abstract

Abstract: This study aims to describe Javanese musical learning in mild mentally retarded children in terms of output and outcome. The subjects in this study were 20 mentally retarded children with the category of being able to learn from the Yogyakarta Bina Siwi Orphanage, which was divided into two groups, namely the control group and the experimental group. Research data were collected through performance assessments and questionnaires. The research instruments used were skill tests and product feasibility questionnaires. To see skills as the goal of musical learning and positive behaviour changes, as a result, they were analysed using the Manova test. The analysis prerequisite test used was the normality test using the Mahalanobis distance test and the multivariate homogeneity test using the Box's M test. The study results stated that musical learning in mentally retarded children through personal learning models could improve Javanese Gamelan playing skills and provide tendencies in behaviour including self-confidence, adaptive and cooperative. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran karawitan Jawa pada anak tunagrahita ringan dari segi output dan outcome. Subjek dalam penelitian ini adalah 20 anak tunagrahita dengan kategori mampu didik dari Panti Asuhan Bina Siwi Yogyakarta yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Data penelitian dikumpulkan melalui penilaian unjuk kerja dan angket. Instrumen penelitian yang digunakan, yaitu tes keterampilan dan angket kelayakan produk. Untuk melihat keterampilan sebagai tujuan dari pembelajaran karawitan dan perubahan perilaku positif sebagai dampaknya dianalisis menggunakan uji Manova. Adapun uji prasyarat analisis yang digunakan, yaitu uji normalitas menggunakan uji jarak Mahalanobis dan uji homogenitas multivariat menggunakan uji Box’s M. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pembelajaran karawitan pada anak tunagrahita melalui model pembelajaran personal dapat meningkatkan keterampilan bermain gamelan Jawa dan memberikan kecenderungan dalam perilaku di antaranya percaya diri, adaptif dan kerja sama.
Hubungan Kemampuan Musikal dengan Kepekaan Sosial pada Masa Dewasa Awal Rosa Virginia Cindy Pramudia; Dewi Indrileani; Tarisya Maretaura Lesmana; Felix Hansel Raditya Wibowo; Hana Permata Heldisari
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.47 KB) | DOI: 10.30872/mebang.v2i2.28

Abstract

This study aims to determine whether or not there is a relationship between musical ability and social sensitivity in the early adulthood of students at Fermata Music Course, Antonio School of Music, and Allegretto School of Music Yogyakarta, which totaled 107 students. This research uses a quantitative approach with a type of correlation. The population of this study was all students at Fermata Music Course, Antonio School of Music, and Allegretto School of Music Yogyakarta, with a total of 107 people. The samples in this study were taken by purposive random sampling, with criteria of 20-25 years, so a sample of 30 people was obtained. Data collection was carried out with questionnaire techniques to measure social sensitivity and tests to measure musical ability. Instruments are tested by content validation through expert judgment and construct validation with product moment techniques. With musical talent as the independent variable and social sensitivity as the dependent variable, Pearson's product-moment correlation was applied to analyze the data. According to the determined r value of -0.423 and sig of 0.02, there was a moderately unfavorable and statistically significant link between musical talent and social sensitivity in early adulthood. It means that the higher the musical ability, the lower the social sensitivity, on the contrary, the lower the musical ability, the higher the social sensitivity will be. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara kemampuan musikal dan kepekaan sosial pada masa dewasa awal murid di Fermata Music Course, Antonio School of Music, and Allegreto School of Music Yogyakarta yang berjumlah 107 murid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh murid di Fermata Music Course, Antonio School of Music, and Allegreto School of Music Yogyakarta dengan jumlah 107 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil secara purposive random sampling, dengan kriteria 20-25 tahun sehingga diperoleh sampel sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket untuk mengukur kepekaan sosial dan tes untuk mengukur kemampuan musikal. Instrumen diuji dengan validasi isi melalui expert judgement dan validasi konstruk dengan teknik product moment. Dengan bakat musik sebagai variabel independen dan kepekaan sosial sebagai variabel dependen, korelasi product moment pearson digunakan untuk menganalisis data. Berdasarkan nilai r yang ditentukan sebesar -0,423 dan sig 0,02, terdapat hubungan yang cukup tidak menguntungkan dan signifikan secara statistik antara bakat musik dan kepekaan sosial pada masa dewasa awal. Ini berarti semakin tinggi kemampuan musikal maka akan semakin rendah kepekaan sosialnya, sebaliknya semakin rendah kemampuan musikal maka akan semakin tinggi pula kepekaan sosialnya.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Eksplorasi Bunyi Pola Ritmis Perkusi di Sekolah Seni Alam Yogyakarta Aushof Zufar Kaloka; Agustina Ratri Probosini; Hana Permata Heldisari
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.98 KB) | DOI: 10.30872/mebang.v2i2.29

Abstract

This study aims to describe the value of character education in the learning process of exploring rhythmic percussion sound patterns at Sekolah Seni Alam (SULam) Yogyakarta. This study uses a qualitative descriptive method, data obtained from observations, interviews, bibliographic studies, and documentation, then validated using the triangulation of techniques and sources. Data analysis used descriptive qualitative analysis presented with narrative text. The results showed that there were two levels in the percussion class. At the basic level, there are stages of initiation to percussion instruments, research, and maturation. Then at the advanced level, there are stages of initiation, analysis, production of works, and preparation for teaching. In learning, character education values can be found, including the value of creative character education, curiosity, responsibility, independence, communication, respect for achievement, and care for the environment. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai pendidikan karakter pada proses pembelajaran eksplorasi bunyi pola ritmis perkusi di Sekolah Seni Alam (SULam) Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, data didapatkan dari observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi lalu divalidasi menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang disajikan dengan teks bersifat naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua tingkatan di kelas perkusi. tingkat dasar terdapat tahap pengenalan instrumen perkusi, pencarian, dan pematangan kemudian tingkat lanjutan terdapat tahap pengenalan, analisis, membuat karya, dan siap mengajar. Dalam pembelajaran dapat ditemukan nilai-nilai pendidikan karakter meliputi nilai pendidikan karakter, kreatif, ingin tahu, tanggung jawab, mandiri, komunikatif, menghargai prestasi, dan peduli lingkungan.
Pembelajaran Ekstrakurikuler Musik Sebagai Media Terapi pada Anak Autis di Sekolah Khusus Autis Bina Anggita Yogyakarta Zul Adha Maryani Koto; Dilla Octavianingrum; Hana Permata Heldisari
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.555 KB) | DOI: 10.30872/mebang.v2i2.32

Abstract

Music extracurricular contains therapy as a solution to improve developmental disorders in children with autism. Extracurricular teachers and assistants play an important role in the continuity of therapy. This research aims to know the learning process and the benefits of extracurricular music at the Special School for Autism (SKA) Bina Anggita Yogyakarta. This research is descriptive qualitative research. The research subjects are extracurricular teachers and assistants, while the research object is autistic students and the extracurricular learning process at the Special School for Autism Bina Anggita Yogyakarta. Data was collected using observation, interviews, and documentation. The validation technique uses source triangulation validation and method triangulation. Data analysis was carried out by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results showed that the demonstration, imitation, and drill methods used in music extracurriculars for autistic children at SKA Bina Anggita Yogyakarta made the learning process very fun and smooth. The benefits of music extracurricular learning in some children occur in the development of concentration, emotional, communication skills, self-confidence, and motor skills. Ekstrakurikuler musik di dalamnya terdapat terapi sebagai salah satu solusi memperbaiki gangguan perkembangan anak autis. Guru ekstrakurikuler dan pendamping menjadi orang yang berperan penting terhadap keberlangsungan terapi. Tujuan penelitian ini mengetahui proses pembelajaran dan manfaat ekstrakurikuler musik di Sekolah Khusus Autis (SKA) Bina Anggita Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah guru ekstrakurikuler dan pendamping, sedangkan objek penelitian adalah peserta didik autis dan proses pembelajaran ekstrakurikuler di Sekolah Khusus Autis Bina Anggita Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik validasi menggunakan validasi triangulasi sumber dan triangulasi metode. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode demonstrasi, metode imitasi, dan metode drill yang digunakan dalam ekstrakurikuler musik pada anak autis di SKA Bina Anggita Yogyakarta menjadikan proses pembelajaran sangat menyenangkan dan lancar. Manfaat dari pembelajaran ekstrakurikuler musik pada beberapa anak terjadi perkembangan terhadap konsentrasi, emosional, kemampuan berkomunikasi, kepercayaan diri, dan motorik.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Kesenian Sakeco di Kabupaten Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat Disfi Afriandayani; Hana Permata Heldisari; Antonia Indrawati
Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik dan Pendidikan Musik Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/mebang.v3i2.71

Abstract

Kurangnya pemahaman tentang pendidikan karakter menyebabkan menurunnya kesopanan dan meningkatnya kejahatan yang dilakukan oleh anak di bawah umur maupun orang dewasa. Pendidikan karakter dapat ditanamkan melalui kesenian tradisional, khususnya kesenian Sakeco yang terdapat di Kabupaten Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat. Melihat kesenian Sakeco tanpa pesan dan makna menimbulkan permasalahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kesenian Sakeco Kabupaten Sumbawa Besar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Observasi, wawancara dan dokumentasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Subyek penelitian ini adalah ketua adat, seniman, pembuat lawas dan perancang busana. Teknik validasi yang digunakan adalah teknik triangulasi. Menganalisis data yang diperoleh mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan dari sumber data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian Sakeco mengandung nilai-nilai pendidikan karakter pada busana, syair/lawas, penabuh, dan tata rias. Nilai pendidikan karakter tersebut meliputi nilai religius, kerja keras, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, peduli sosial, cinta tanah air, kreatif, dan tanggung jawab.