Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA CITRA KULINER DAN KEPUASAN WISATAWAN TERHADAP LOYALITAS DESTINASI PULAU BANGKA Jimmy Muller Hasoloan Situmorang; Felicia Angelina; Nonot Yuliantoro
Bogor Hospitality Journal Vol 5 No 2 (2021): Bogor Hospitality Journal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55882/bhj.v5i2.47

Abstract

Bangka Island is one of the largest tin-producing islands in Indonesia which recently has started to develop its tourism sector. Bangka Island is famous as one of the culinary centers, particulary in seafood products, from a variety of fresh seafood to processed products, such as kemplang, crackers, lakso, koba noodles, and many others. The aim of the study was to identify whether culinary image in Bangka Island affects tourist satisfaction and destination loyalty as well as to recognize whether tourist satisfaction affects destination loyalty. The result of this study indicated that from four culinary image dimensions on Bangka Island; food quality, contextual features, food culture, and atmosphere, only food quality and contextual features that had significant positive effect on tourist satisfaction and destination loyalty, whilst food culture and atmosphere had no significant effect. More result showed that tourist satisfaction had a positive influence on destination loyalty. Improvements are needed to enrich the culinary image of Bangka Island to facilitate the development of its tourism. Both local government and salers need to find a solution to increase tourist perceptions and to make Bangka Island a good destination place. This research was made based on quantitative research with questionnaire data collection method. The sampling technique in this research was nonprobability sampling technique that used accidental sampling method with the provision that the respondents were Indonesian tourists who have visited and tried local food of Bangka Island. The quantitative data then processed using simple regression analysis statistical method and multiple regression analysis.
PELATIHAN PEMANFAATAN TANAMAN KOPI DALAM MENINGKATKAN JUMLAH WISATAWAN DI DESA CATUR BALI Jimmy Muller Hasoloan Situmorang; Vasco Adato H. Goeltom; Kevin Gustian Yulius; Juliana Juliana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.35401

Abstract

Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, adalah salah satu pusat produksi kopi Arabika berkualitas ekspor di Bali. Desa ini, yang berada di ketinggian 1.250 meter di atas permukaan laut, terletak di ujung barat Kecamatan Kintamani yang terkenal dengan kopi Arabika dan kawasan geopark Danau Batur. Oleh karena itu, desa ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan di Bali karena terkenal dengan tanaman kopi dan keindahan alamnya. Untuk lebih meningkatkan popularitasnya lagi, desa ini perlu meningkatkan kualitas dan kuantitas tanaman kopi serta produk yang ditawarkan kepada wisatawan dengan cara memaksimalkan pemanfaatan tanaman kopi. Agar wisatawan dapat mengingat tempat yang mereka kunjungi, salah satu caranya adalah dengan menyajikan produk lokal pada saat kunjungan. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah: mengembangkan keterampilan baru; memanfaatkan sumber daya lokal; dan mendorong kemandirian ekonomi. Ada 30 peserta, sebagian besar adalah petani kopi, yang mengikuti metode pelatihan dengan metode ceramah dan metode lokakarya. Proses pengumpulan data dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan agar dapat diketahui tingkat pemahaman dan pengetahuan dari pelatihan yang dilakukan. Hasil yang diperoleh dari pelatihan tentang pemanfaatan tanaman kopi dalam meningkatkan daya tarik wisata sangat signifikan, yaitu terjadi pada tingkat pengetahuan dan pemahaman dalam membuat kopi dengan teknik infus dan berbagai jenis minuman yang dapat disajikan kepada wisatawan. Simpulannya ialah penyampian materi yang diberikan dapat diserap dengan sangat baik.
PELATIHAN PEMBUATAN MOCKTAIL TRADISIONAL DI DESA CURUG WETAN Vasco A.H. Goeltom; Jimmy Muller Hasoloan Situmorang; Kevin Gustian Yulius
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2632

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan wujud kontribusi perguruan tinggi dalam menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat. PKM yang dilaksanakan oleh Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan mengangkat tema “Pelatihan Pembuatan Mocktail Tradisional di Desa Curug Wetan.” Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan edukasi mengenai konsep dasar mocktail, pemanfaatan bahan lokal tanpa alkohol, serta peningkatan kreativitas dalam penyajian minuman. Metode pelaksanaan terdiri dari penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung bersama peserta. Materi yang diberikan meliputi pemahaman dasar tentang mocktail, teknik pengolahan berbasis bahan lokal, serta keterampilan pencampuran, pengukuran, dan penyajian secara higienis dan menarik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam meracik mocktail serta munculnya kreativitas dalam menciptakan variasi rasa yang memiliki potensi pasar. Melalui pelatihan ini, masyarakat Desa Curug Wetan diharapkan mampu mengembangkan keterampilan tersebut menjadi peluang usaha berbasis potensi lokal, sehingga dapat meningkatkan perekonomian sekaligus mendukung pengembangan wisata kuliner.
PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN KOPI COLD BREW DI KAMPUNG TAMAN BACA KELUARGA , CIMONE Jimmy Muller Hasoloan Situmorang; Vasco Adato H. Goeltom; Kevin Gustian Yulius
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2638

Abstract

Community Service (PKM) is one of the implementations of the Tri Dharma of Higher Education, aimed at providing tangible benefits to society. This PKM activity was conducted by a group of instructors from the Faculty of Tourism, Universitas Pelita Harapan, at Kampung Taman Baca Keluarga, Cimone. The theme of the program was Cold Brew Coffee Making Training, designed to improve the community’s skills in preparing coffee-based beverages. Cold brew is a coffee brewing method that involves steeping ground coffee in cold water for a specific period, resulting in a smooth flavor with low acidity. Through this training, participants were expected to gain new knowledge about the cold brew process, understand proper basic techniques, and develop creativity in presentation. In addition to providing insights into coffee beverage innovation, this activity was also intended to open business opportunities for the local community. The implementation results of PKM showed high enthusiasm among participants, as reflected in their active involvement during practice and discussion. Participants found the materials relevant, easy to apply, and beneficial for improving daily skills. Thus, this activity positively contributes to community empowerment by enhancing competencies in modern beverage preparation.