Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Edukasi Penyiapan Tas Siaga Bencana Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Kesiapsiagaan Remaja di Daerah Rawan Bencana Kabupaten Bantul Fibriyanti, Efi; Rahmawati, Agustina
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 2 (2025): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i2.174

Abstract

Kabupaten Bantul merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki skor indeks risiko bencana tinggi, khususnya bencana gempa bumi karena berada pada zona seismik yang aktif. Sebagai upaya pengurangan risiko bencana, remaja yang dinamis dan mudah menerima informasi memiliki potensi besar dalam membangun kesadaran dan perilaku tanggap bencana. Peran ini menjadikan mereka sebagai bagian dalam upaya menciptakan masyarakat yang lebih siap dalam menghadapi bencana. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas edukasi penyiapan tas siaga bencana terhadap tingkat pengetahuan dan kesiapsiagaan pada remaja di Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan bentuk one group pretest-posttest design.  Sampel dalam penelitian sebanyak 61 anggota Karang Taruna yang dipilih melalui teknik convinience sampling, alat ukur dalam penelitian ini berupa kuesioner. Variabel independen dalam penelitian ini adalah edukasi penyiapan tas siaga bencana dan variabel dependennya yaitu tingkat pengetahuan dan kesiapsiagaan. Analisis statistik menggunakan uji Paired t-test dengan hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 64.1 ± 9.3 menjadi 82.7 ± 6.4 dengan (p = 0.000), sedangkan kesiapsiagaan meningkat dari 61.3 ± 10.1 menjadi 79.6 ± 7.5 (p = 0.030). Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi penyiapan tas siaga bencana efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan remaja, meskipun peningkatan pengetahuan lebih signifikan dibandingkan kesiapsiagaan. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa intervensi edukatif yang bersifat praktis dan partisipatif dapat dijadikan strategi peningkatan kesiapsiagaan komunitas melalui kelompok remaja.
MODEL PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT PADA UNIT USAHA PURI MATARAM BUMDES TRIDADI MAKMUR DI DESA TRIDADI, KABUPATEN SLEMAN Clarissa, Clarissa Zahra Prasiwi; Rahmawati, Agustina
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 23 No 3 (2025): JIANA: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46730/jiana.v23i3.8319

Abstract

Model pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui unit usaha Puri Mataram yang dijalankan oleh BUMDes Tridadi Makmur di Kabupaten Sleman merupakan upaya strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat desa. Program ini dirancang untuk mendorong masyarakat melaui partisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi produktif yang berbasis pada potensi lokal, sekaligus memperkuat peran BUMDes sebagai salah satu pilar utama dalam pengembangan ekonomi desa. Melalui pengelolaan wisata edukatif Puri Mataram, pengembangan produk kreatif, serta memberikan kesempatan kerja bagi warga sekitar, BUMDes berusaha memaksimalkan sumber daya yang dimiliki desa agar mendatangkan nilai ekonomi yang tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif dalam upaya memahami secara mendalam proses pemberdayaan yang dilakukan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan BUMDes telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan, penurunan tingkat pengangguran, serta meningkatnya kesadaran bersama terkait pentingnya pengelolaan ekonomi desa secara mandiri. Meskipun demikian, program pemberdayaan tersebut masih menghadapi tantangan terutama dalam hal kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan dan keterampilan. Karena itu, diperlukan strategi lanjutan berupa penguatan kapasitas masyarakat, inovasi usaha, serta pengelolaan kelembagaan yang lebih profesional agar model pemberdayaan ini dapat berkelanjutan dan menjadi contoh dalam pengembangan ekonomi desa di daerah lain.
Efektifitas Edukasi Pencegahan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Pembelajaran Daring Mahasiswa Keperawatan : Pemberdayaan Masyarakat Huriah, Titih; Yuniarti, Falasifah Ani; Rahmawati, Agustina
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i1.9954

Abstract

Background: The impact of the Covid-19 pandemic has occurred in various sectors, one of which is the education sector. The government's policy to reduce the transmission rate of Covid-19 in the education sector is to implement online learning. A complaint that often occurs in online learning activities is Carpal Tunnel Syndrome (CTS). CTS is a condition where the wrist and fingers feel pain, numbness, or tingling. The purpose of this service is to prevent the occurrence of CTS in nursing students who do online learning. Method: CTS prevention education activities are focused on nursing students from UNISA Yogyakarta Class of 2020 who are participating in full online learning. Community service activities are carried out in 2 meetings via zoom media. The educational material provided is in the form of knowledge related to CTS and assistance in preventing CTS. The instrument used to measure CTS complaints is the CTS-Q (Carpal Tunnel Syndrome Questionnaire). Results: Students who attended the community service meeting totaled 213 people at the first meeting and 78 students at the second meeting. The average pain scale of UNISA Yogyakarta nursing students class of 2020 during the online learning period was still on a mild scale between 2-3, and the biggest complaint was back pain. Screening results show that most students use gadgets 5-8 hours a day. Conclusion: Reduction of complaints of pain in the wrist among students who do online learning after routine CTS exercises with a p value of 0.027.
EFEKTIVITAS EDUKASI CUCI TANGAN DENGAN MEDIA ULAR TANGGA TERHADAP PENGETAHUAN DAN EFIKASI DIRI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Rahmawati, Agustina; Nur Imallah, Rosiana; Isnaeni, Yuli
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/3tp34742

Abstract

Edukasi kesehatan mengenai cuci tangan harus lebih dikembangkan dengan media pembelajaran yang menarik, salah satunya dengan metode permainan ular tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas edukasi cuci tangan dengan media ular tangga terhadap pengetahuan dan efikasi diri pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre eksperimental one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa siswi sekolah dasar dengan rentang usia 9 sampai 11 tahun, berjumlah 30 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan efikasi diri cuci tangan pada siswa sekolah dasar. Variabel tingkat pengetahuan memiliki p-value yaitu 0,000 (<0,05) dan variabel tingkat efikasi diri p-value yaitu 0,000 (<0,05). Dapat ditarik makna bahwa H? diterima dan H0 ditolak artinya terdapat peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan dan tingkat efikasi diri siswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi cuci tangan menggunakan media ular tangga. Permainan ular tangga sebagai media edukasi cuci tangan efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan dan efikasi diri siswa sekolah dasar. Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi guru BK sekolah dan UKS untuk meningkatkan efikasi diri dan pengetahuan tentang cuci tangan pada siswa sekolah dasar.
Pengaruh edukasi perawatan kaki terhadap pengetahuan cara merawat kaki klien diabetes melitus Salsabilla, Schatzi Fiore; Salmiyati, Suri; Rahmawati, Agustina
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 1 (2025): December Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i1.1499

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a chronic disease of carbohydrate, protein and fat metabolism disorders that can be characterized by increased blood glucose or blood sugar levels. Diabetes mellitus can cause peripheral neuropathy such as diabetic ulcers. Diabetic ulcers can attack the lower extremities (feet) of patients. Purpose: To determine the effect of foot care education on knowledge of how to care for feet in clients with diabetes mellitus. Method: This study was quantitative with an design (pre-experimental) one group pretest -posttest. The sample in this study consisted of 35 diabetes mellitus patients who were selected using random sampling techniques in prolanis activities at Puskesmas 1 Sentolo. Data were collected using a questionnaire on knowledge of how to care for feet. Data analysis was performed using the Wilcoxon test. Results: The study showed the effect of foot care education on knowledge of how to care for the feet of clients with diabetes mellitus, with a p-value of 0.000 (p <0.05). Conclusion: Foot care education can broaden the knowledge of clients with diabetes mellitus after receiving foot care education. It is hoped that clients with diabetes mellitus will practice foot care to prevent potential complications of diabetic ulcers. Keywords: Diabetes Mellitus; Foot Care; Ulcers. Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan penyakit kronis gangguan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak yang dapat ditandai dengan adanya peningkatan kadar glukosa darah atau gula darah. Penyakit diabetes melitus dapat menyebabkan neuropati perifer seperti ulkus diabetikum. Ulkus diabetikum dapat menyerang pada ekstremitas bawah (kaki) pasien Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi perawatan kaki terhadap pengetahuan cara merawat kaki pada klien diabetes melitus. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest -posttest. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 35 pasien diabetes melitus yang terpilih menggunakan teknik random sampling dalam kegiatan prolanis di Puskesmas 1 Sentolo. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan cara merawat kaki. Analisis data dilakukan menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Adanya pengaruh edukasi perawatan kaki dengan pengetahuan cara merawat kaki klien diabetes melitus, dengan nilai p-value 0.000 ( p < 0.05). Simpulan: edukasi perawatan kaki dapat menambah luas wawasan pengetahuan klien diabetes melitus setelah diberikan edukasi perawatan kaki. Kata Kunci: Diabetes Melitus; Perawatan Kaki; Ulkus.      
Hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada klien diabetes melitus Ghifaudin, Yosahara Ashrivia; Rahmawati, Agustina; Rahmat, Ibrahim
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 1 (2025): December Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i1.2184

Abstract

Background: Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that occurs when the pancreas does not produce enough insulin or when the body cannot effectively use the insulin it produces. DM is often called a silent killer because it affects most of the patient's organs, causing several symptoms and complications that impact quality of life. Purpose: To determine the relationship between family support and quality of life in patients with diabetes mellitus. Method: Quantitative research using correlational analytic research methods and cross-sectional data collection techniques. Results: Most DM patients with good family support had a good quality of life (22 people), while most DM patients with adequate family support had a fair quality of life (11 people). Most DM patients with inadequate family support had a poor quality of life (8 people). Conclusion: There is a significant relationship between family support and quality of life in patients with diabetes mellitus (DM) at the Srandakan Bantul Community Health Center. Good family support leads to a good quality of life.   Keywords: Family support; Diabetes Mellitus Clients; Quality of Life.   Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. DM sering disebut pembunuh diam-diam karena penyakit ini menyerang sebagian besar organ tubuh penderita yang dapat menyebabkan beberapa gejala dan komplikasi yang berdampak pada kualitas hidup. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada klien diabetes melitus Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode penelitian analitik korelasional dan teknik pengambilan data cross sectional. Hasil: Penderita DM dengan dukungan keluarga baik sebagian besar memiliki kualitas hidup baik sebanyak 22 orang, penderita DM dengan dukungan keluarga cukup sebagian besar memiliki kualitas hidup cukup sebanyak 11 orang. Penderita DM dengan dukungan keluarga kurang sebagian besar memiliki kualitas hidup kurang sebanyak 8 orang. Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus (DM) di Puskesmas Srandakan Bantul. Terdapat dukungan keluarga yang baik maka kualitas hidupnya baik.   Kata Kunci: Dukungan keluarga; Klien Diabetes Melitus; Kualitas Hidup.
Korelasi interaksi teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja laki-laki Muhammad, Zahra; Rohmawati, Zubaida; Rahmawati, Agustina
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.1923

Abstract

Background: Adolescence is a transitional period marked by physical, emotional, and social changes that can influence an individual's behavioral development. One behavior that emerges during this stage is smoking, which is generally influenced by social dynamics. In Cambahan Hamlet, Nogotirto, Gamping District, smoking habits among adolescents are relatively high, with adolescents starting to smoke due to peer pressure or group norms. This pattern suggests that peer interactions play a significant role in shaping risky behavior and can contribute to the emergence of unhealthy habits. Purpose: To determine the correlation between peer interactions and smoking behavior in adolescent boys. Method: Quantitative research with a descriptive correlation design using a cross-sectional approach. The study population was adolescents in Cambahan Hamlet. The sample was taken using the Total Sampling Technique, resulting in a sample size of 40 individuals. Data were collected using the Smoking Behavior and Peer Interaction Questionnaire to determine respondents' smoking behavior and peer interactions. Data analysis used the non-parametric Kendall-Tau test. Results: Statistical tests using the Kendall-Tau test showed a p-value <0.05 and a correlation coefficient of r = 0.466 for the test of smoking behavior and peer interactions. Conclusion: There is a significant correlation between peer interactions and smoking behavior in male adolescents. Keywords: Adolescents; Peer Interaction; Smoking Behavior. Pendahuluan: Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan sosial yang dapat mempengaruhi perkembangan perilaku individu. Salah satu perilaku yang muncul pada tahap ini adalah merokok, yang umumnya dipengaruhi oleh dinamika pergaulan, di Pedukuhan Cambahan, Nogotirto, Kecamatan Gamping, kebiasaan merokok pada remaja tergolong tinggi, dimana remaja mulai merokok dikarenakan ajakan teman sebaya atau norma kelompok. Pola ini menunjukkan bahwa interaksi teman sebaya berperan penting dalam membentuk perilaku berisiko dan dapat berkontribusi munculnya kebiasaan yang tidak sehat. Tujuan: Untuk mengetahui korelasi antara interaksi teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja laki-laki. Metode: Penelitian Kuantitatif dengan desain Deskriptif korelasi menggunakan pendekatan Cross Sectional, Populasi penelitian merupakan Remaja di Padukuhan Cambahan, sampel diambil dengan Teknik Total Sampling sehingga jumlah sampelnya sebanyak 40 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Perilaku Merokok dan Interaksi Teman Sebaya untuk mengetahui perilaku merokok dan interaksi teman sebaya responden. Uji analisis data menggunakan uji non-parametrik Kendall - Tau. Hasil: Uji statistik menggunakan uji Kendall -Tau menunjukkan p-value <0.05 dan nilai koefisien korelasi r = 0.466 untuk uji perilaku merokok dengan interaksi teman sebaya. Simpulan: Ada Korelasi yang signifikan antara interaksi teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja laki – laki. Kata Kunci : Interaksi Teman Sebaya; Perilaku Merokok; Remaja.