Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Diglosia

KESEIMBANGAN STRUKTUR KEPRIBADIAN YANG TERCERMIN PADA AUGUST PULLMAN DALAM NASKAH FILM WONDER Alia Afiyati; Sarah Al Annisa Arsya
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu perundungan merupakan masalah sosial yang sering terjadi di masyarakat. Anak kecil hingga orang dewasa bisa menjadi target perundungan. Perundungan menyebabkan kerusakan pada mental seseorang. Kerusakan tersebut dapat mempengaruhi struktur kepribadian mereka dan juga menyebabkan trauma yang berkepanjangan. Auggie adalah seorang anak sepuluh tahun yang terlahir berbeda mengalami perundungan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur kepribabubun August Pullman atau biasa dipanggil Auggie dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra yaitu struktur kepribadian Sigmund Freud. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah naskah film Wonder karya Stephen Chbosky. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut, penjabaran tentang keseimbangan struktur kepribadian Auggie Pullman dalam naskah film Wonder. Skenario film Wonder bisa memberi kita gambaran untuk menghargai seseorang yang terlahir berbeda. Dalam naskah film ini, Auggie Pullman menyampaikan pesan bahwa kebaikan dan keberanian bisa datang dalam berbagai bentuk. Auggie Pullman juga menunjukkan bahwa kekuatan dapat digunakan dengan cara yang benar.Keywords: Struktur kepribadian, Psikoanalisis, Naskah Film Wonder, August Pullman, Sigmund Freud Bullying is a social problem that often occurs in society. Children to adults can be targets of bullying. Bullying causes mental damage to a person. Such damage can affect the structure of their personality and also cause prolonged trauma. Auggie is a ten-year-old boy who was born differently to being bullied at school. This study aims to analyze the personality structure of August Pullman or commonly called Auggie by using a literary psychology approach, namely Sigmund Freud's personality structure. This research use desciptive qualitative approach. The object of this research is the Wonder film script by Stephen Chbosky. The results of this study are as follows, a description of the balance of Auggie Pullman's personality structure in the Wonder film script. Wonder's screenplay can give us an idea to appreciate someone who was born different. In this film's script, Auggie Pullman conveys the message that kindness and courage can come in many forms. Auggie Pullman also shows that strength can be used in the right way.Keywords: Personality structure, Psychoanalysis, Wonder Movie Script, August Pullman, Sigmund Freud.
KAJIAN KOMUNIKASI NONVERBAL: BERBICARA TANPA KATA DALAM BUKU BEYOND LANGUAGE KARYA DEENA R. LEVINE DAN MARA B. ADELMAN Pratama, Yoga; Afiyati, Alia; Yuniar, Eka; Hariyana, Agustinus
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i2.4762

Abstract

Komunikasi nonverbal telah didefinisikan sebagai komunikasi tanpa kata. Ini mencakup perilaku yang tampak seperti ekspresi wajah, mata, sentuhan, dan nada suara, serta pesan yang kurang jelas seperti pakaian, postur, dan jarak spasial antara dua orang atau lebih. Semuanya berkomunikasi, termasuk objek material, ruang fisik, dan sistem waktu. Meskipun output verbal dapat dimatikan, nonverbal tidak bisa. Bahkan diam pun berbicara. "Hal terpenting dalam komunikasi adalah mendengar apa yang tidak dikatakan." – Peter F. Drucker, Dalam berkomunikasi tidak semua bahasa di komunikasikan lewat berbicara, terkadang sesuatu diekspresikan dengan Bahasa tubuh atau gesture yang dapat membawa lebih banyak makna dan bobot daripada apa yang dikatakan, kata-kata itu sendiri. Disertai dengan senyuman atau cemberut, diucapkan dengan suara keras, memarahi atau lembut, isi komunikasi kita dibingkai oleh persepsi holistik kita tentang konteksnya. Komunikasi secara umum adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan yang memungkinkan manusia untuk berbagi pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Meskipun kita biasanya mengidentifikasi komunikasi dengan ucapan, komunikasi terdiri dari dua dimensi - verbal dan nonverbal. Kata Kunci: non verbal, komunikasi, holistic, berbicara, tanpa kata Nonverbal communication has been defined as communication without words. This includes visible behaviors such as facial expressions, eyes, touch, and tone of voice, as well as less obvious messages such as clothing, posture, and the spatial distance between two or more people. Everything communicates, including material objects, physical space, and time systems. Although verbal output can be turned off, but not in nonverbal. Even silence speaks. "The most important thing in communication is to hear what is not said." – Peter F. Drucker, In communicating not all languages are communicated through speaking, sometimes something is expressed with body language or gestures that can carry more meaning and weight than what is said, the words themselves. Accompanied by a smile or a frown, spoken aloud, scolding or soft, the content of our communication is framed by our holistic perception of its context. Communication in general is the process of sending and receiving messages that enable humans to share knowledge, attitudes, and skills. Although we usually identify communication with speech, communication consists of two dimensions - verbal and nonverbal. Keywords: non-verbal, communication, holistic, speaking, without words.