Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Motivasi Kerja dengan Kinerja Pekerja Pada Masa Pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Sentosa Bogor Tahun 2022 Dihartawan Dihartawan; Alvira Rizka Utami; Triana Srisantyorini; Dadang Herdiansyah; Nur Romdhona
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 3, No 1 (2022): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.3.1.67-74

Abstract

Masa pandemic menjadikan para pekerja dibidang kesehatan mengalami kesulitan serta mengakibatkan ruang lingkup dalam bekerja menjadi sangat terbatas, oleh karena itu beban kerja para pekerja kesehatan ini semakin berat sehingga mengakibatkan pekerja mengalami kelelahan. Hal ini terlihat dari kurangnya motivasi kerja yang berdampak pada kinerja pekerja yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi kerja dengan kinerja pekerja pada masa Pandemi Covid-19 di Rumah Sakit Sentosa Bogor Tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain study cross sectional. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariate, pengumpulan data penelitian diperoleh dengan menggunakan kuesioner melalui angket sebanyak 165 orang dengan teknik simple random sampling. Ada hubungan motivasi kerja variabel gaji/upah (p=0,014), kondisi lingkungan kerja (p=0,014), kepuasan kerja (p=0,025) dan keselamatan kerja (p=0,030) terhadap kinerja pekerja. Pada penelitian ini didapatkan ada hubungan antara variabel gaji/upah, kondisi lingkungan kerja, kepuasan kerja, dan keselamatan kerja terhadap kinerja pekerja. Kepada Rumah Sakit diharapkan mampu meningkatkan rasa tanggung jawab pekerja yang meliputi tanggung jawab dalam melakukan pekerjaan untuk memberikan kepercayaan, keamanan serta kenyaman bagi pasien maupun pengunjung di Rumah Sakit Sentosa Bogor.---The pandemic period makes health workers experience difficulties and causes the scope of work to be very limited, therefore the workload of these health workers is getting heavier, resulting in workers experiencing fatigue. This can be seen from the lack of work motivation which has an impact on the poor performance of workers. This study aims to determine the relationship between work motivation and worker performance during the Covid-19 Pandemic at Sentosa Hospital, Bogor in 2022. This study is a quantitative study using a cross sectional study design. The data analysis method used is univariate and bivariate analysis, the research data collection was obtained by using a questionnaire through a questionnaire of 165 people with simple random sampling technique. There is a correlation between work motivation variable salary/wages (p=0.014), working environment conditions (p=0.014), job satisfaction (p=0.025) and work safety (p=0.030) on worker performance. In this study, it was found that there was a relationship between the variables of salary/wages, working environment conditions, job satisfaction, and work safety on worker performance. Hospitals are expected to be able to increase the sense of responsibility of workers which includes responsibility in doing work to provide trust, security and comfort for patients and visitors at Sentosa Hospital Bogor.
Analisis Hazard Identification, Risk Assesment, Determining Control (Hiradc) Pada Aktivitas Kerja Di Ud Ridho Abadi Tangerang Selatan Tahun 2020 Mentari Ramadhania; Nazarwin Saputra; Dadang Herdiansyah; Dihartawan Dihartawan
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 2, No 1 (2021): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.2.1.59-68

Abstract

HIRADC (Hazard identification, Risk Assesment dan Determining Control) merupakan elemen penting dalam SMK3 (Sistem manajemen Kesehatan dan kselamatan kerja)  karena terkait langsung pada upaya pencegahan dan pengendalian bahaya yang digunakan untuk menentukan objektif dan rencana keselamatan dan kesehatan kerja. HIRADC adalah salah satu bagian dari standar OHSAS 18001;2007 clause 4.3.1, Di klausa tersebut  menyatakan bahwa perusahaan harus menetapkan, membuat, menerapkan dan memelihara prosedur yaitu dengan melakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko dan menentukan pengendalian bahaya dan risiko yang diperlukan. Menurut ILO (2018) menunjukkan bahwa 2,78 juta pekerja meninggal setiap tahun karena kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja atau sekitar 2,4 juta (86,3%) dari kematian ini dikarenakan penyakit akibat kerja, sedangkan berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan Tangsel bahwa kecelakaan kerja di sektor informal selama 2015 terdapat 345 kasus dengan korban meninggal 13 (3,7%) orang. Tujuan Penelitian untuk menganalisis HIRADC Pada Aktivitas Kerja di UD Ridho Abadi Tangerang Selatan Tahun 2020. dengan mix method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di area kerja UD Ridho Abadi terdapat risiko low risk, berdasarkan hasil tersebut yang tertinggi adalah bagian penyerutan kayu dengan nilai risiko 9 yang termasuk kategori  high risk. Penetapan pengendalian dari bagian pekerjaan tersebut yaitu memberikan pelatihan terkait teknik penyerutan kayu. Serta memakai APD seperti masker dan sarung tangan.Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat beberapa bahaya dengan tingkat risiko yang bervariatif , serta melakukan penetapan pengendalian yaitu engineering control, administrative control, dan penggunaan APD. Saran untuk pekerja membudayakan aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dalam melakukan setiap pekerjaan dari awal hingga akhir.---HIRADC (Hazard identification, Risk Assessment and Determining Control) is an important element in SMK3 (Occupational Health and Safety Management System) because it is directly related to hazard prevention and control efforts that are used to determine occupational safety and health objectives and plans. HIRADC is one part of the OHSAS 18001;2007 clause 4.3.1 standard, in that clause states that companies must establish, create, implement and maintain procedures, namely by conducting hazard identification, risk assessment and determining the necessary hazard and risk controls. According to the ILO (2018), it shows that 2.78 million workers die every year due to work accidents and occupational diseases or about 2.4 million (86.3%) of these deaths due to work-related diseases, while based on data from BPJS Ketenagakerjaan Tangsel that accidents Working in the informal sector during 2015 there were 345 cases with 13 (3.7%) deaths. The purpose of the study was to analyze HIRADC on work activities at UD Ridho Abadi, South Tangerang in 2020. with a mix method. The results showed that in the work area of UD Ridho Abadi there was a low risk of risk, based on these results the highest was the wood shaving section with a risk value of 9 which was included in the high risk category. Determination of control of the work section, namely providing training related to wood shaving techniques. As well as wearing PPE such as masks and gloves. The conclusion from this study is that there are several hazards with varying levels of risk, and determine controls, namely engineering control, administrative control, and the use of PPE. Suggestions for workers to cultivate aspects of occupational health and safety (K3) in doing every job from beginning to end.
Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Pekerja di Pabrik Tahu Primkopti Kabupaten Serang Tahun 2022 Nur Romdhona; Arum Sri Ambarwati; Aragar Putri Deli; Dadang Herdiansyah
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 3, No 1 (2022): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.3.1.29-36

Abstract

BPS mencatat ada 77,91 juta (59,45%) penduduk Indonesia yang bekerja di sektor informal. K3 penting diperhatikan oleh para pekerja di berbagai sektor, namun dalam penerapannya masih kurang mendapat perhatian dari instansi terkait. Tahu merupakan makanan yang bergizi namun sangat disayangkan dalam proses pembuatannya masih banyak pekerja yang kurang memperhatikan keselamatan dan kesehatan dalam bekerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan penggunaan alat pelindung diri (APD) pada pekerja di Pabrik Tahu Primkopti di Kabupaten Serang Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif deskriptif dengan melihat gambaran, pengetahuan, sikap dan tindakan penggunaan alat pelindung diri. Penelitian ini telah dikaji dan mendapatkan keyalayakan etika penelitian oleh Komisi Etik Fakultas Kesehatan Masyarakat UMJ dengan nomor etik No. 10.490.B/KEPK-FKMUMJ/V/2022. Sampel dari penelitian ini yaitu seluruh pekerja yang ada di Pabrik Tahu Primkopti sebanyak 40 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Hasil Penelitian menunjukan bahwa pada variabel pengetahuan terdapat 25 orang (62,5%) yang memiliki pengetahuan yang baik, pengetahuan cukup sebanyak 9 orang (22,5%), dan pengetahuan kurang sebanyak 6 orang (15%). Pada variabel sikap 33 orang (82,5%) yang memiliki sikap yang cukup, serta sikap kurang sebanyak 7 orang (17,5%) dan seluruh pekerja tidak memakai alat pelindung diri secara lengkap sebanyak 40 orang (100%). Pengetahuan mengenai penggunaan APD sudah baik (62,5%), sikap mengenai penggunaan APD sudah cukup (82,5%), tetapi dalam tindakan penggunaan alat pelindung diri masih buruk karena seluruh pekerja tidak memakai alat pelindung diri (APD) secara lengkap (100%). Diharapkan bagi Primkopti dan Kepala Pabrik untuk memenuhi penyediaan alat pelindung diri secara lengkap sesuai dengan jenis pekerjaannya serta melakukan penyuluhan rutin mengenai pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) pada saat bekerja untuk meningkatkan sikap positif pekerja.---BPS recorded that there are 77.91 million (59.45%) Indonesians who work in the informal sector. OSH is important to be considered by workers in various sectors. Tofu is a food favored by the Indonesian people because it is nutritious, but it is unfortunate that in the manufacturing process there are still many workers who do not pay attention to safety and health at work. The purpose of this study was to find out how the description of knowledge, attitudes and actions for using personal protective equipment (PPE) for workers at the Primkopti Tofu Factory in Serang Regency in 2022. The type of research used is quantitative research by looking at the description, knowledge, attitudes and actions of using PPE. This research has been reviewed and obtained the feasibility of research ethics by the ethics committee of the UMJ Faculty of Public Health with the ethics number No. 10.490..B/KEPK-FKMUMJ/V/2022. The sample of this study were all workers in the Primkopti Tofu Factory as many as 40 people. The sampling technique used was Total Sampling. The study showed that in the knowledge variable there were 25 people (62.5%) who had good knowledge, 9 people (22.5%), and 6 (15%). In the attitude variable, 33 people (82.5%) had sufficient attitudes, as well as 7 people (17.5%) lacking attitudes and all workers did not wear complete personal protective equipment as many as 40 people (100%). Knowledge about the use of PPE is good (62.5%), attitudes regarding the use of PPE are sufficient (82.5%), but in the act of using personal protective equipment it is still bad because all workers do not wear complete personal protective equipment (PPE) (100%). It is expected for Primkopti and the Head of the Factory to provide complete personal protective equipment according to the type of work and carry out regular counseling about the importance of using personal protective equipment (PPE) at work to increase the positive attitude of workers.
Analisis Spasial Kejadian Tuberkulosis di Wilayah DKI Jakarta Tahun 2017-2019 Triana Srisantyorini; Putri Nabilla; Dadang Herdiansyah; Dihartawan Dihartawan; Fini Fajrini; Suherman Suherman
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.2.131-138

Abstract

Bakteri (Mycobacterium Tuberculosis) merupakan bakteri penyebab tuberkulosis (TB) yang paling sering menyerang pada bagian paru-paru. Jumlah kasus TB Paru di Indonesia sebanyak 156.723 pada tahun 2016, 420.994 kasus pada tahun 2017, dan pada tahun 2018 terdapat 19.971 kasus pada laki-laki dan 15.802 kasus pada perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola spasial dan uji statistik kejadian TB paru berdasarkan faktor risiko kependudukan di wilayah DKI Jakarta tahun 2017-2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi ekologi dengan pendekatan analisis spasial menggunakan data sekunder yang akan diolah dengan menggunakan uji korelasi dan software Quantum GIS. Hasil uji analysis spasial menunjukkan terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan korelasi kuat antara kepadatan penduduk (p value = 0.001 dan r = 0.700) dengan kasus baru TB paru, namun tidak terdapat hubungan antara kelembaban udara dengan kasus baru TB paru (p value = 0,145). Adapun gambaran analisis spasial kepadatan penduduk cenderung diikuti oleh jumlah kasus baru TB. Perlu adanya komitmen dan kerjasama untuk mengatasi masalah kemiskinan dan kepadatan penduduk serta peningkatan peran masyarakat dalam pendidikan dan penyuluhan tuberculosis guna mengurangi risiko kasus TB paru di Indonesia.
Meningkatkan Pengetahuan Ibu Hamil, Ibu Bayi, dan Ibu Balita Untuk Mencegah Stunting Melalui Pola Asuh dalam Pemberian MPASI Noor Latifah; Munaya Fauziah; Fidara Shafa; Dadang Herdiansyah; Ernyasih Ernyasih
AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 2 (2024): AS-SYIFA: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/assyifa.5.2.48-57

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh kekurangan asupan gizi kronis atau penyakit infeksi berulang, yang ditandai dengan skor-z tinggi terhadap usia (TB/U) kurang dari -2 SD. Pengetahuan ibu tentang pola asuh dalam memberikan makanan pendamping ASI untuk bayi dan balita sangat terkait dengan pencegahan stunting. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang praktik pemberian makanan pendamping yang benar dan efektif untuk mencegah stunting. Dengan menggunakan metode edukasi kesehatan, intervensi ini meliputi ceramah, sesi tanya jawab, dan partisipasi aktif. Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Matahari di Desa Pondok Kacang Barat, Tangerang Selatan, yang melibatkan 17 peserta, termasuk ibu hamil dan ibu dengan bayi dan balita. Uji pre-test dan post-test dilakukan untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Analisis statistik menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan dengan nilai p 0,025, yang menunjukkan efektivitas intervensi tersebut.---Stunting is a growth disorder caused by chronic lack of nutritional intake or recurrent infectious diseases, characterized by a height-for-age (TB/U) z-score of less than -2 SD. Maternal knowledge of parenting patterns in providing complementary feeding for infants and toddlers is closely related to stunting prevention. This community service aims to improve maternal knowledge of proper and effective complementary feeding practices to prevent stunting. Using health education methods, the intervention included lectures, QA sessions, and active participation. Activities were conducted at Posyandu Matahari in Pondok Kacang Barat Village, South Tangerang, involving 17 participants, including pregnant women and mothers with infants and toddlers. Pre- and post-tests were conducted to measure knowledge improvement. Statistical analysis revealed a significant increase in knowledge, with a p-value of 0.025, demonstrating the effectiveness of the intervention.
GAMBARAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENDA BARU Dadang Herdiansyah; Amelia Meda Kusumawati; Marselita Maharani; Gita Nurwulan; Tri Widiyanti; Ridissa Queentari; Rahmat Kurniawan; Galih Nabila Rahmadhani; Tisa Tiara Astri
AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 1 (2024): AS-SYIFA: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/assyifa.5.1.1-8

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk  Aedes aegypti atau Aedes albopictus (1). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling pada masyarakat yang berada di Rw 09, 20 dan 24 Kelurahan Benda Baru. Instrumen penelitian ini menggunakan metode kuesioner pre-post test dengan media google form sebanyak 15 soal. Peneliti melakukan intervensi berupa edukasi mengggunakan media leaflet mengenai pencegahan DBD dan Praktik pembuatan Ovitrap. Intervensi ini dilakukan kepada warga Rw 09, Rw 20, dan Rw 24 yang kegiatannya dilaksanakan di Rt 05 Rw 09 Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Kegiatan intervensi tersebut berupa penyuluhan menggunakan media leaflet mengenai pencegahan DBD dan pemaparan materi mengenai ovitrap menggunakan media poster serta dibantu dengan praktik pembuatan ovitrap sebagai salah satu bentuk dalam mengendalikan perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegepty maupun Aedes Albopictus. Target sasaran dari kegiatan intervensi ini adalah 15 orang dengan jumlah keseluruhan yang dating 15 orang maka sasaran penyuluhan sesuai dengan target. Metode dari penyuluhan ini dinilai sangat efektif untuk  meningkatkan pengetahuan dan cara menanggulangi masalah terkait DBD.