Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS STABILITAS LERENG DAN PENANGGULANGAN LONGSORAN MENGGUNAKAN PROGRAM PLAXIS V.8.2 Akhmad Gazali; Abdurahim Sidiq; Adhi Surya
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2020): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v3i1.3593

Abstract

Curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini menyebabkan kondisi lereng yang secara berangsur-angsur mengalami kelongsoran, dimana terjadinya kelongsoran tersebut dapat membahayakan keselamatan masyarakat di sekitar jalan tersebut. Longsoran lereng pada penelitian ini terjadi di jalan Desa Gunung Ulin, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, Propinsi Kalimantan Selatan. Berdasarkan hasil penyelidikan tanah yang dilakukan pada daerah tersebut didominasi oleh jenis tanah lempung dengan kedalaman tanah keras mencapai 10,2 meter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis stabilitas lereng dan alternatif penanggulangan longsoran yang aman dengan bantuan Program PLAXIS V.8.2. Pengolahan data tanah dilakukan di lapangan dan laboratorium, kemudian dilakukan analisis stabilitas lereng dengan menggunakan metode Alan.W.Bishop. Untuk menentukan tekanan tanah aktif dan pasif digunakan metode Rankine. Hasil penelitian melalui analisis stabilitas lereng menggunakan Program PLAXIS V.8.2  menunjukkan bahwa kondisi awal lereng tidak aman dengan nilai Safety Factor (SF) sebesar 1,407. Untuk menanggulangi kelongsoran tersebut, digunakan alternatif pemasangan turap baja bentuk kotak jenis FSP VIL (Profil A dan B), dengan panjang total 10,7 meter dari permukaan tanah. Untuk menahan gaya lateral digunakan jangkar sepanjang 7,2 meter dengan diameter jangkar sebesar 3 cm, sehingga diperoleh kondisi lereng menjadi aman dengan nilai SF sebesar 5,277.
TEKNOLOGI TRADISIONAL PEMBUATAN BATU BATA SUNGAI TABUK KALIMANTAN SELATAN adhi surya; Dewi Ariefah Noor
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019): JUNI JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.019 KB) | DOI: 10.31602/jk.v2i1.2064

Abstract

Teknologi tradisional pembuataan batu bata Sungai Tabuk terletak di kawasan bahari yang mempunyai nilai historis, ekonomis dan tradisional sebagaimana layaknya suatu kampung tradisional yang masih memegang nilai-nilai luhur. Sungai tabuk termasuk kedalam wilayah pemerintahan Kabupaten Banjar, Kecamatan Sungai Tabuk, memiliki luas 147,30 km2. Pada tahun 1890, kampung Sungai Tabuk termasuk ke dalam distrik Banjarmasin [1]. Yang menarik dari wilayah sungai tabuk adalah masyarakatnya adalah pekerja pembuatan batu-bata secara tradisional [2]. Material batu bata Sungai tabuk berasal dari tanah lempung (liat) pehumaan (pertanian). Sehingga tidak memerlukan pasir dan semen dalam campurannya hanya langsung dicetak, dikeringkan dan dibakar. Dalam satu hari bisa dikerjakan manusia 800-1000 batu-bata cetak tergantung dari daya tahan seseorang (sistem cetakan tradisional). Setelah dicetak maka dikeringkan dengan dijemur dengan panas sinar matahari selama 7 hari. Sistem tungku pembakaran secara tradisional yaitu dengan cara dibakar diatas tungku tumpukan batu bata dengan menggunakan kayu sibitan atau kulit-kulit kayu sampai batu-bata benar-benar masak berwarna merah ketika kering berwarna orange. Kenapa penulisan tentang teknologi tradisional pembuatan batu bata Sungai Tabuk ditulis? Agar ilmu pengetahuan dan teknologi tradisional ini tidak lengkang oleh waktu sehingga bisa diwariskan ke anak cucu akang datang. Bagi dunia keilmuan teknik sipil merupakan warisan keilmuan bahan bangunan sipil Kalimantan Selatan yang sifatnya khas atau unik dan kebudayaan yang harus dilestarikan.The traditional technology of the Sungai Tabuk brick building is located in the maritime region which has historical, economic and traditional values as befits a traditional village that still holds noble values. Tabuk River is included in the government area of Banjar Regency, Sungai Tabuk District, has an area of 147.30 km2. In 1890, the village of Sungai Tabuk was included in the district of Banjarmasin. What is interesting from the Tabuk river area is that the people are traditional brick-making workers. Tabuk River brick material comes from clay soil (clay) pehumaan (agriculture). So that it does not need sand and cement in the mixture, it is only printed, dried and burned. In one day, humans can do 800-1000 printed bricks depending on one's resistance (traditional mold system). After printing it is dried by drying in the sun for 7 days. Traditional combustion stoves are burnt on brick stoves using sibitan wood or bark until really cooked bricks are red when dry orange. Why is writing about the traditional technology of Sungai Tabuk brick making written? So that traditional science and technology is not curved by time so that it can be passed on to the children and grandchildren who will come. For the scientific world, civil engineering is a scientific legacy of South Kalimantan's civilian building materials that are unique or unique in nature and culture that must be preserved. 
KAJIAN KINERJA JALAN TRANS KALIMANTAN HANDIL BAKTI KABUPATEN BARITO KUALA (STUDI KASUS RUAS JALAN TRANS KALIMANTAN HANDIL BAKTI DARI KM. 1 + 000 S.D. KM. 2 + 900) Muhammad Zaid; Adhi Surya; Hendra Cahyadi
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2019): DESEMBER JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.617 KB) | DOI: 10.31602/jk.v2i2.2674

Abstract

Jalan Trans Kalimantan adalah jalan poros yang menghubungkan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala. Jalan Trans Kalimantan merupakan Jalan Nasional yang satu-satunya akses jalan yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Saat ini merupakan jalan satu-satunya yang digunakan oleh masyarakat Handil Bakti yang sering melakukan perjalanan menuju ke Kota Banjarmasin. Kawasan Handil Bakti merupakan kawasan pemukiman masyarakat yang berada di wilayah perbatasan Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Barito Kuala. Memiliki pergerakan lalu lintas yang tinggi pada saat jam sibuk yaitu pagi dan sore hari. Oleh karena itu perlu diadakan analisis kinerja ruas jalan Trans Kalimantan dengan melakukan pengamatan pergerakan lalu lintas di pos 1 di depan toko buah dan pos 2 di depan SPBU Handil Bakti berjarak sekitar 2,9 km (KM. 1 + 000 s.d. KM. 2 + 900) diantara pos 1 dan pos 2 selama 4 hari yaitu Sabtu, Minggu, Senin dan Selasa. Survei Traffic Counting (TC) dimulai dari pukul 08.00 sd 18.00 WITA untuk mendapatkan arus lalu lintas MC, LV dan HV. Selanjutnya melakukan perhitungan manual kapasitas jalan (C). Adapun analisis kapasitas jalan (C) ruas Trans Kalimantan dilakukan berdasarkan empat tahapan yaitu kapasitas dasar (Co), faktor penyesuaian akibat lebar jalur lalu lintas (Fcw), faktor penyesuaian akibat pemisah arah (FCsp), dan faktor penyesuaian akibat hambatan samping (FCsf). Langkah terakhir mendapatkan Volume/Capacity Rasio (V/C Rasio) atau Level of Service (LoS) atau Indeks Tingkat Pelayanan (ITP) menggunakan Tabel LoS dari Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) Tahun 1997.
PENGELOLAAN SAMPAH DESA GUDANG TENGAH MELALUI MANAJEMEN BANK SAMPAH Dewi Ariefahnoor; Nurul Hasanah; Adhi Surya
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2020): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v3i1.3594

Abstract

Bank sampah berdiri karena adanya keprihatinan masyarakat akan lingkungan hidup yang semakin lama semakin dipenuhi dengan sampah baik organik maupun anorganik. Sampah yang semakin banyak tentu akan menimbulkan banyak masalah, sehingga memerlukan pengolahan seperti membuat sampah menjadi bahan yang berguna. Pengelolaan sampah dengan sistem bank sampah ini diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menangani sampah dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah. Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankkan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan. Penyetor adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi bank serta mendapat buku tabungan seperti menabung di bank. Tujuan utama pendirian bank sampah adalah untuk membantu menangani pengolahan sampah di Indonesia. Tujuan bank sampah selanjutnya adalah untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi, dan bersih. Bank sampah juga didirikan untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna dalam masyarakat, misalnya untuk kerajinan dan pupuk yang memiliki nilai ekonomis. Bank sampah memiliki beberapa manfaat bagi manusia dan lingkungan hidup, seperti membuat lingkungan lebih bersih, menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan, dan membuat sampah menjadi barang ekonomis. Manfaat bank sampah untuk masyarakat adalah dapat menambah penghasilan masyarakat karena saat mereka menukarkan sampah mereka akan mendapatkan imbalan berupa uang yang dikumpulkan dalam rekening yang mereka miliki. Masyarakat dapat sewaktu-waktu mengambil uang pada tabungannya saat tabungannya sudah terkumpul banyak. Imbalan yang diberikan kepada penabung tidak hanya berupa uang, tetapi ada pula yang berupa bahan makanan pokok seperti gula, sabun, minyak dan beras. Bank sampah juga bermanfaat bagi siswa yang kurang beruntung dalam hal finansial, beberapa sekolah telah menerapkan pembayaran uang sekolah menggunakan sampah.
PERENCANAAN DINDING PENAHAN TANAH PADA JALAN GUBERNUR SYARKAWI (SP. EMPAT HANDIL BAKTI – BYPASS BANJARMASIN) Adhi Surya; Muhammad Fikri Azhar; Abdurrahman Abdurrahman
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2021): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v4i1.5118

Abstract

Dinding penahan tanah adalah suatu konstruksi untuk menahan tekanan tanah lateral yang terjadi akibat adanya perbedaan tinggi antara permukaan tanah dan beban luar. Pasangan batu merupaan salah satu jenis dinding penahan tanah yang sering digunakan di lapangan. Penelitian ini bertujuan mendapatkan desain pasangan batu pada bahu jalan untuk membantu menciptakan pelayanan jalan yang aman, nyaman dan lancar bagi pengguna jalan. Penelitian ini berlokasikan pada ruas Jalan Gubernur Syarkawi (Km 31+000 s.d Km 32+000). Ada dua tahap dalam penelitian ini, yaitu: 1) Mendesain dimensi pasangan batu, perhitungan tekanan tanah lateral dengan teori Rankine, selanjutnya kontrol stabilitas terhadap geser, guling dan keruntuhan daya dukung; 2) Perhitungan daya dukung ultimit cerucuk galam dengan memperhatikan efisensi tiang cerucuk galam. Hasil dari penelitian ini berupa : 1) desain pasangan batu tipe 1,40 m dengan kontrol stabilitas Fgs  = 13,98, Fgl  = 6,75,   F = 5,12, desain pasangan batu tipe 1,50 m dengan kontrol stabilitas Fgs = 8,17, Fgl = 5,85, F = 4,50, desain pasangan batu tipe 1,60 m dengan kontrol stabilitas Fgs = 5,69, Fgl = 5,13, F = 3,97; 2) desain fondasi tiang cerucuk galam sebanyak enam belas tiang galam berdiameter 8/12 cm, dan kedalaman tiang galam sebesar 6,00 m. Kata Kunci : Pasangan Batu, Cerucuk Galam, Dinding Penahan, Perencanaan
STUDI KEBUTUHAN AIR BAKU PDAM BANDARMASIH DI KECAMATAN BANJARMASIN BARAT KOTA BANJARMASIN Nasrullah Nasrullah; Adhi Surya; Fathurrahman Fathurrahman
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018): JUNI JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.43 KB) | DOI: 10.31602/jk.v1i1.1434

Abstract

Seiring perkembangan zaman, kebutuhan akan air bersih semakin meningkat. Hal ini disebabkan bertambahnya populasi masyarakat yang menghuni suatu kawasan. Kota Banjarmasin.memiliki luas wilayah 98,46 Km² yang terdiri dari 5 wilayah kecamatan dengan52 Kelurahan. Adapun Tujuan dari Penelitian ini adalah mengetahui Kebutuhan air Kecamatan Banjarmasin Barat selama 20 Tahun. Kemudian membandingkan Kapasitas intake dengan Kebutuhan air bersih tahun 2037. Perhitungan Kebutuhan Air Bersih Kecamatan Banjarmasin Barat ini dapat dihitung setelah Pengumpulan data Jumlah Penduduk, Fasilitas umum, Cakupan Layanan, Kapasitas instalasi pengolahan air, kehilangan air dan jumlah penduduk terlayani. Adapun metode yang digunakan adalah metode aritmatik, geometrik, regresi linier, eksponensial dan Logaritmik. Berdasarkan dari perhitungan masing – masing metode proyeksi penduduk. Maka dipilih metode Logaritmik sebagai metode yang akan digunakan untuk proyeksi penduduk Kecamatan Banjarmasin Barat selama 20 Tahun dengan nilai korelasi sebesar 0,9964.
PENGELOLAAN DAN PENGOLAHAN SAMPAH PASAR DESA GUDANG TENGAH MELALUI KONSEP 3 R DAN TEKNOLOGI LINGKUNGAN Adhi Surya; Dewi Ariefah Noor
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2019): DESEMBER JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1374.674 KB) | DOI: 10.31602/jk.v2i2.2675

Abstract

Permasalahan lingkungan hidup yang terjadi di berbagai daerah pada saat ini adalah penurunan daya dukung lingkungan sebagai akibat rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan hidup. Hal ini dipicu oleh beberapa faktor, antara lain perubahan fungsi dan tatanan lingkungan, penurunan daya dukung lingkungan dan mutu lingkungan, tidak adanya keterpaduan pengelolaan sumber daya manusia, alam, dan buatan dalam pengelolaan lingkungan hidup antar berbagai pihak, kurang optimalnya pemanfaatan ruang kota, serta pencemaran lingkungan yang dihasilkan oleh adanya sampah. Tujuan suatu sistem pengelolaan sampah ialah mengkonversi sampah menjadi bahan yang berguna secara efisien dan ekonomis dengan dampak lingkungan seminimal mungkin. Untuk melakukan konversi sampah diperlukan adanya informasi tentang karakter sampah, karakter teknis teknologi konversi yang ada, karakter pasar dari produk pengolahan, implikasi lingkungan, persyaratan lingkungan, dan ketersediaan dana. Aktifitas pasar subuh desa gudang tengah dimulai dari jam 00.00 s.d. 08.00 WITA. Untuk aktifitas pasar tidak berhenti kecuali hari libur Agama Islam. Kebanyakan barang yang didagangkan adalah jenis sayur-mayur, buah-buahan dan ikan yang hidup. Terbukti dari sampah yang banyak adalah jenis sayur-mayur dan buah-buahan serta jenis sampah plastik. Pengelolaan Sampah Pasar melalui konsep 3R (Reduce-ReuseRecycle) dan Teknologi lingkungan. Oleh karena itu dipandang perlu untuk melakukan pengelolaan pasar subuh Desa Gudang Tengah Kabupaten Banjar dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin dengan mitra Desa Gudang Tengah Kabupaten Banjar.
KAJIAN KINERJA JALAN ADHYAKSA KOTA BANJARMASIN Adhi Surya; Muhammad Gunawan Perdana
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2020): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v3i1.3595

Abstract

Sebagai Kota Metropolitan yang ke Sembilan, Banjarmasin mengalami pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi yang cukup pesat, maka seiring dengan hal tersebut Pemerintah Kota  Banjarmasin merasa perlu untuk meningkatkan pelayanan bidang transportasi melalui kebijakannya dan menciptakan Kota Banjarmasin yang indah dan nyaman, dalam rangka mendukung fungsi kota sebagai pusat jasa dan bisnis dengan aktifitas perekonomian yang melayani sebagian regional wilayah kalimantan pada dua provinsi lainnya (Kaltim dan Kalteng). Jalan perlu dikembangkan sehingga dapat menjamin tersalurnya hasil produksi dari pusat-pusat produksi keluar wilayah melalui simpul-simpul distribusi utama. Kelengkapan jaringan jalan dalam arti khusus terbentuknya suatu jaringan secara hirarki baik arteri, kolektor maupun lokal lengkap dengan sistem yang teratur dengan baik merupakan syarat utama untuk mencapai efisiensi transportasi jalan raya. Ada satu genarator kuat di Jalan Adhyaksa yaitu kampus UNISKA MAB sebagai daya bangkit-tarik transportasi berupa roda dua dan roda empat. Sehingga pada waktu-waktu tertentu bisa terjadi penumpukan atau kemacetan akibat hambatan samping (kondisi parkir) dan pembuatan sistem satu arah jalur menuju Jalan Brigjen H.Hasan Basri dari Jalan Sultan Adam, Jalan Cemara Raya dan Jalan Cemara Ujung sehingga menambah beban lalu lintas Jalan Adhyaksa. Metodologi penelitian menggunakan penelitian deskriptif-kuantitatif yaitu melakukan survei volume lalu-lintas, kapasitas dan mengolah data volume lalu-lintas dengan microsoft excel untuk mendapatkan perhitungan Level of Service (LOS) atau Tingkat Pelayanan Ruas Jalan Adhyaksa berdasarkan MKJI 1997. LOS sebagai ukuran dari kinerja ruas jalan Adhyaksa.
ANALISIS EFEKTIVITAS KINERJA FLY OVER PADA SIMPANG BERSINYAL GATOT SUBROTO BANJARMASIN Robiatul Adawiyah; Adhi Surya
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 2 No. 2 (2017): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.011 KB)

Abstract

Simpang Gatot Subroto Banjarmasin merupakan simpang yang strategis karena menghubungkan arus lalu lintas dari dan menuju pusat perekonomian, perkantoran, dan pusat pendidikan. Simpang tersebut rawan terjadinya kemacetan dan kecelakaan karena mempunyai beberapa konflik arus lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi kinerja simpang Gatot Subroto setelah adanya fly over sekarang. Penelitian dilakukan dengan pengambilan data berupa volume arus lalu lintas, kemudian dari data tersebut dilakukan analisis dengan Program KAJI untuk menentukan derajat kejenuhan (DS) dan tingkat pelayanan (LoS) simpang. Dari data hasil survei lalu lintas pada Simpang tersebut dengan program KAJI didapatkan hasil analisis kinerja simpang pada jam sibuk maksimum berupa DS adalah 0.874 dengan LoS adalah B. Dari perhitungan menggunakan KAJI untuk kondisi sekarang setelah adanya fly over maka direncakan dengan 2 fase pada simpang Gatot Subroto Banjarmasin didapat indeks tingkat pelayanan B dimana arus stabil, tetapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.
STUDI ANALISIS DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN PONDASI MINI PILE PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR DINAS SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN TAPIN Akhmad Gazali; Robiatul Adawiyah; Husna Nordina; Adhi Surya
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2023): JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v6i1.11680

Abstract

Pondasi adalah struktur bagian bawah bangunan yang terletak di bawah permukaan tanah yang berfungsi untuk memikul beban bangunan di atasnya. Penelitian ini berlokasi di Kabupaten Tapin Pada Bangunan Kantor Dinas Satuan Polisi Pamong Praja. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar daya dukung pondasi mini pile dengan variasi dimensi menggunakan 2 metode, yaitu metode Meyerhoff dan metode Aoki de Alencar. Selain itu, juga untuk mengetahui punurunan dengan variasi dimensi tersebut menggunakan metode Paulus Davis. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan metode Meyerhoff diperoleh daya dukung pondasi mini pile yang paling efektif pada variasi dimensi 20 cm × 20 cm (S-1) sebesar Qu1 = 157,2 ton dan (S-2) sebesar Qu2 = 113,92 ton sedangkan penurunan yang paling kecil pada variasi dimensi 30 cm × 30 cm dengan nilai (S-1) sebesar S1 = 3,25 mm dan (S-2) sebesar   S2 = 4,36 mm.