Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PERAN SKEPTIS MAHASISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH GEOMETRI DITINJAU BERDASARKAN GENDER Purna Bayu Nugroho; Venty Meilasari; Berta Apriza; Hasan Basri
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i2.8389

Abstract

Pentingnya geometri berdampak pada suatu keharusan bagi mahasiswa matematika untuk menguasainya. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, diketahui bahwa mahasiswa matematika masih mengalami beberapa kesulitan dalam menyelesaikan masalah geometri. Dari Kesulitan yang terjadi tersebut mengindikasikan bahwa skeptis dapat mengubah jawaban yang sudah benar menjadi salah dan dapat memperkuat keyakinan terhadap jawaban yang sudah benar. Hal itu menunjukkan bahwa perlu adanya kajian mendalam tentang peran skeptis dalam menyelesaikan masalah geometri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran skeptis mahasiswa dalam menyelesaikan masalah geometri ditinjau berdasarkan gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena digunakan untuk memahami isu-isu rumit suatu  proses yang selalu berkembang dinamis. Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Kasus yang dibahas dalam penelitian ini yaitu kasus yang berdampak fundamental terhadap belajar geometri mahasiswa. Subjek penelitian ini ialah delapan yang terdiri dari 4 perempuan dan 4 laki-laki yang mengalami skeptis terhadap jawabannya. Data penelitian ini berupa jawaban tertulis subjek, hasil rekaman wawancara, hasil rekaman think outloud, dan catatan Peneliti. Data-data tersebut dihasilkan oleh sumber data penelitian ini, ialah subjek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Peran skeptis mahasiswa laki-laki dalam memecahkan masalah geometri yaitu meneguhkan jawaban yang telah dituliskan dan menghentikan proses menjawab mahasiswa sehingga tidak diperoleh jawaban yang lengkap dan benar, (2) Peran skeptis mahasiswa perempuan dalam memecahkan masalah geometri yaitu meneguhkan, menyesatkan dan membenarkan jawaban yang telah dituliskan.The importance of geometry makes it mandatory for mathematics students to master it. Based on field observations, it is known that mathematics students still experience several difficulties in solving geometry problems. The difficulties that occur indicate that skepticism can change correct answers to wrong ones and can strengthen belief in correct answers. This shows that there is a need for an in-depth study of the role of skepticism in solving geometric problems. This research aims to determine the role of skeptical students in solving geometry problems, examined from gender perspective. This research uses a qualitative approach because it is used to understand complex issues in a process that is always developing dynamically. This type of research is a case study. The cases studied in this study are cases that have a fundamental impact on student geometry learning. The subjects of this study were eight consisting of 4 women and 4 men who were skeptical about their answers. The data for this study were in the form of the subject's written answers, recorded interviews, recorded think outloud, and researcher's notes. These data are generated by this research data source, namely the research subject. The results of this study indicate that: (1) The role of male student's skeptical role in solving geometry problems is to confirm the answers that have been written and stop the student's answering process so that a complete and correct answer is not obtained, (2) The role of female student's skeptical in solving geometry problems namely confirming, misleading and justifying the answers that have been written.
Kemampuan Literasi Numerasi Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau Dari Tipe Kepribadian David Keirsey Zarkasih, Tedi; Meilasari, Venty
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2025): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/indiktika.v7i2.17766

Abstract

Kemampuan literasi numerasi memiliki peran penting bagi siswa untuk menguasainya.  Berdasarkan perolehan PISA 2022 menunjukan bahwa di Indonesia rata-rata skor matematika siswa mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2018 yaitu dari 379 menjadi 366. Penurunan tersebut, mengindikasikan bahwa indikator kemampuan literasi numerasi belum terpenuhi secara maksimal. Salah satu cara mengukur kemampuan literasi numerasi dapat menggunakan soal berbasis pemecahan masalah matematika. Hal ini menunjukan bahwa perlu adanya kajian mendalam tentang kemampuan literasi numerasi dalam pemecahan masalah matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan mengambarkan kemampuan literasi numerasi siswa dalam memecahkan masalah matematika yang dilihat berdasarkan tipe kepribadian menurut David Keirsey. Penentuan subjek penelitian dengan menyebarkan angket penggolongan tipe kepribadian David Keirsey kepada siswa kelas X.9 SMA Negeri 2 Kotabumi. Pemberian soal tes kemampuan literasi numerasi dan wawancara kepada subjek yang terpilih. Analisis data dilakukan melalui langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek dengan tipe kepribadian rational dapat memenuhi seluruh indikator kemampuan literasi numerasi, sedangkan subjek dengan tipe kepribadian guardian, artisan, dan idealist hanya dapat memenuhi dua indikator kemampuan literasi numerasi. Penelitian ini dapat menjadi refleksi bagi guru dan siswa di dalam pembelajaran serta menjadi referensi bagi peneliti berikutnya.
Implementasi Pembelajaran Teknologi Informasi Berbasis Video Pada Mahasiswa Semester 1 Program Studi Matematika Universitas Muhammadiyah Kotabumi Khotimah, Khusnul; Venty Meilasari
Eksponen Vol. 15 No. 1 (2025): Eksponen: Volume 15 Nomor 1 April 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/eksponen.v15i1.1778

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of implementing video-based Information Technology learning on the learning outcomes of first-semester students in the Mathematics Study Program at Universitas Muhammadiyah Kotabumi. The research method used is a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest model. The research sample consisted of 28 students. Data were obtained through pretest and posttest assessments, as well as a student perception questionnaire. The analysis results showed that the average pretest score was 56.82 with a standard deviation of 6.47, while the posttest average increased to 78.18 with a standard deviation of 6.79. The Shapiro-Wilk normality test indicated that the data were normally distributed, with significance values of 0.645 for the pretest and 0.151 for the posttest. The paired sample t-test produced a significance value of 0.000 (<0.05), indicating a significant difference between pretest and posttest scores. In addition, the analysis of student perception questionnaires showed an average score of 4.38, categorized as “strongly agree.” Thus, video-based Information Technology learning is effective in improving learning outcomes and receives a positive response from students.
Inovasi Bahan Pangan Lokal Untuk Memenuhi Kebutuhan Gizi Seimbang SriKuning, dewi; Meilasari, Venty; Widayati, Sri; Vhantoria, Fhela; Muinah; Sartipa, Dewi
Pengabdian Kepada Masyarakat Cendekia Vol. 4 No. 1 (2025): Pengabdian Kepada Masyarakat Cendekia
Publisher : Sentra Kekayaan Intelektual dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/pkmcendekia.v4i1.1973

Abstract

This activity was carried out in Sawojajar Village for Aisyiyah and the surrounding community which was attended by 29 peoples. This activity focuses on innovation in local food ingredients to support optimal nutrition and prevent stunting. The aim of this program is to develop innovation in utilizing local food resources, namely cassava and corn. With this outreach, the local community can utilize local food ingredients to meet their needs for balanced nutrition and can also increase the community's knowledge and abilities regarding balanced nutrition which can be obtained from local food which is abundant in the area around Sawojajar Village. Kegiatan Pengabdian pada masyarakat ini dilakukan di Desa Sawojajar pada Kader Aisyiyah dan masyarakat sekitar yang telah dihadiri sebanyak 29 orang. Kegiatan ini berfokus pada inovasi bahan pangan lokal untuk mendukung gizi optimal dan pencegahan stunting. Tujuan program ini adalah mengembangkan inovasi dalam pemanfaatkan sumber daya pangan local yaitu dari bahan singkong dan jagung. Dengan sosialisasi ini masyarakat sekitar dapat memanfaatkan bahan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gisi seimbang dan dapat juga meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat tentang gizi seimbang yang biasa di dapat dari pangan lokal yang banyak berada di wilayah sekitar Desa Sawojajar.
Kemampuan Literasi Numerasi Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau Dari Tipe Kepribadian David Keirsey Zarkasih, Tedi; Meilasari, Venty
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2025): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/indiktika.v7i2.17766

Abstract

Kemampuan literasi numerasi memiliki peran penting bagi siswa untuk menguasainya.  Berdasarkan perolehan PISA 2022 menunjukan bahwa di Indonesia rata-rata skor matematika siswa mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2018 yaitu dari 379 menjadi 366. Penurunan tersebut, mengindikasikan bahwa indikator kemampuan literasi numerasi belum terpenuhi secara maksimal. Salah satu cara mengukur kemampuan literasi numerasi dapat menggunakan soal berbasis pemecahan masalah matematika. Hal ini menunjukan bahwa perlu adanya kajian mendalam tentang kemampuan literasi numerasi dalam pemecahan masalah matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan mengambarkan kemampuan literasi numerasi siswa dalam memecahkan masalah matematika yang dilihat berdasarkan tipe kepribadian menurut David Keirsey. Penentuan subjek penelitian dengan menyebarkan angket penggolongan tipe kepribadian David Keirsey kepada siswa kelas X.9 SMA Negeri 2 Kotabumi. Pemberian soal tes kemampuan literasi numerasi dan wawancara kepada subjek yang terpilih. Analisis data dilakukan melalui langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek dengan tipe kepribadian rational dapat memenuhi seluruh indikator kemampuan literasi numerasi, sedangkan subjek dengan tipe kepribadian guardian, artisan, dan idealist hanya dapat memenuhi dua indikator kemampuan literasi numerasi. Penelitian ini dapat menjadi refleksi bagi guru dan siswa di dalam pembelajaran serta menjadi referensi bagi peneliti berikutnya.
ANALYSIS OF PROBLEM-SOLVING ABILITY BASED ON STUDENT GENDER Fera Juwita; Venty Meilasari
Hipotenusa Journal of Research Mathematics Education (HJRME) Vol 8, No 2 (2025): Hipotenusa Journal of Research Mathematics Education (HJRME)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/hjrme.v8i2.3763

Abstract

Abstract Problem-solving skills are important for students to be able to overcome problems in mathematics and everyday life. However, 12th grade students at SMK Negeri 2 Kotabumi still lack adequate problem-solving skills. This study aims to explain how male and female students solve problems in statistics with the topic of single data mean at SMK Negeri 2 Kotabumi. This study employs a descriptive qualitative method. The research subjects consist of two male students and two female students in the 12th grade of the Computer Networking Technology program, selected using purposive sampling. The research instruments include the researcher themselves, a test instrument, and an interview guide. Data collection methods included tests and interviews. To verify data validity, triangulation of time, research persistence, and member checks were used. Data analysis methods included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that male students successfully completed each stage of problem-solving according to Polya. The process begins with understanding the problem, formulating a solution plan, implementing the plan, and finally checking the answer. Female students successfully carried out three of the four problem-solving stages according to Polya, namely understanding the problem, designing a solution, and implementing the plan. However, in the stage of checking the answer, female students often skipped this step.