Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Evaluasi Pembelajaran terhadap Peningkatan Kompetensi Siswa Sekolah Dasar Maulana Agung Syaifie; Ilham Fahmi; Saprialman Lubis
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.2.2026.8599

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya evaluasi pembelajaran yang efektif sebagai dasar pengambilan keputusan pendidikan guna meningkatkan kualitas kompetensi siswa sekolah dasar secara menyeluruh, baik pada aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik di era pembelajaran yang menuntut peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui tingkat hubungan antara evaluasi pembelajaran dan kompetensi siswa melalui analisis korelasi serta besarnya kontribusi evaluasi pembelajaran dalam meningkatkan kompetensi siswa melalui analisis regresi linear sederhana. Pendekatan kuantitatif diaplikasikan dalam riset ini, dengan metode survei sebagai pilihan. Pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling, yang mana siswa menjadi objek pengamatan. Data dikumpulkan melalui angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya serta didukung oleh dokumentasi. Uji validitas instrumen menggunakan korelasi product moment menunjukkan bahwa seluruh item memiliki nilai r hitung lebih besar dari r tabel (0,361), sehingga seluruh butir pernyataan dinyatakan valid. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach Alpha sebesar 0,87 untuk variabel evaluasi pembelajaran dan 0,89 untuk variabel kompetensi siswa, sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Untuk menganalisis data, digunakan teknik regresi linear sederhana guna menelaah korelasi serta efek antara variabel penilaian pembelajaran dan kompetensi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara evaluasi pembelajaran dengan kompetensi siswa dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,743 yang termasuk kategori kuat, serta nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,552. Hasil uji t menunjukkan nilai t hitung sebesar 5,876 lebih besar dari t tabel 2,048 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini menyiratkan bahwa penerapan penilaian pembelajaran yang terstruktur dan berkesinambungan mampu menaikkan mutu luaran pembelajaran siswa. Dapat disimpulkan bahwa semakin optimal pelaksanaan penilaian pembelajaran, semakin tinggi pula tingkat kompetensi siswa yang diraih. Oleh karena itu, para pendidik disarankan untuk merancang dan mengeksekusi penilaian pembelajaran secara efisien demi memaksimalkan peningkatan kompetensi peserta didik.
Implementasi Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru Sekolah Dasar Novri Saputra Ramadan; Ilham Fahmi; Taufik Mustofa
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8603

Abstract

Kinerja guru menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan mutu pembelajaran di sekolah dasar Islam terpadu. Di tengah tuntutan transformasi kurikulum, perkembangan teknologi, pembelajaran berdiferensiasi, dan penguatan kompetensi abad ke-21, guru dituntut mampu beradaptasi secara profesional. Kondisi ini menegaskan pentingnya peran kepala sekolah dalam membangun kepemimpinan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu menginspirasi, memotivasi, dan memberdayakan guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SDIT Nurul Qur’an. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan kepemimpinan transformasional melalui keteladanan, pemberian motivasi, komunikasi terbuka, serta pemberdayaan guru dalam proses pembelajaran dan pengambilan keputusan. Keteladanan kepala sekolah mendorong guru untuk lebih disiplin, bertanggung jawab, dan berkomitmen terhadap tugas profesionalnya. Selain itu, dukungan dan pemberdayaan yang diberikan kepala sekolah meningkatkan kreativitas, kerja sama, serta kemampuan pedagogis guru. Temuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berperan penting dalam meningkatkan kinerja guru dan membangun iklim sekolah yang suportif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran.
Reorientation of Educational Management Strategies in Facing the Complexity of The Digital Era Halla Azmi Tazkia; Ilham Fahmi; Muchdjabir Wahid
Journal of Educational Management Research Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jemr.v5i3.2293

Abstract

The digital era has brought massive disruptions that require educational institutions to immediately reorient their management strategies in order to respond to increasingly complex global challenges. Rapid technological developments not only change learning methods but also create ambiguity in institutional governance when conventional patterns continue to be maintained. Through a qualitative literature review method, this study explores various scientific literatures and current policies to examine the paradigm shift from administrative management toward adaptive governance. The findings indicate that management strategies must urgently focus on strengthening visionary digital leadership and the flexibility of curriculum infrastructure capable of accommodating students’ personalized learning needs. In addition, improving educators’ digital pedagogical competence becomes a crucial pillar so that technology does not merely function as a tool, but as the core spirit of the learning process. This series of strategic reorientations forms the main foundation for educational institutions to transition toward collaborative and data-driven ecosystems. The courage to integrate technology holistically into organizational culture will determine the sustainability of educational quality, ensuring that institutions remain relevant, competitive, and capable of producing resilient generations amidst the uncertainties of a rapidly changing era.
STRATEGI GURU PAI DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA PADA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Syakila Hasanah Putri; Ilham Fahmi; Fatimah Az-Zahro
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 2 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i2.47846

Abstract

Challenges faced by students in studying Islamic religious education. Related to procedures, content limitations, and student challenges related to material covering verses of the Qur'an, as well as reading and writing the Qur'an, especially those related to ability. Please note. After that, an assessment was conducted using Islamic Religious Education Teacher Strategies to help students who experience learning difficulties, including interacting directly with students, providing understanding and guidance on religious knowledge through various methods, and providing guidance through the Tahfis and Rohi programs three times a week. The low reading and writing abilities of students at the early education level, coupled with a lack of interest and enthusiasm for learning are examples of internal variables. Teacher factors can be examples of external factors. These include teaching strategies and media that are not appropriate to student characteristics and household elements that neglect their children. Student motivation to learn can decrease due to additional variables, such as cell phone use.