Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001:2015 UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DAN DAYA SAING PERUSAHAAN X Muhammad Fidindri Putra; Habibi Santoso; Ridwan Usman
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (PEKAMAS) Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (PEKAMAS) JULI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v3i1.788

Abstract

AbstrakPenerapan standar manajemen mutu ISO 9001-2015 pada perusahaan dapat menjadi antisipasi dari tidak standarnya produk yang dihasilkan yang menjadikan perusahaan sulit bersaing dengan perusahaan sejenis dan kurangnya kepercayaan konsumen terhadap produk yang di hasilkan. standar manajemen mutu ISO 9001-2015 adalah unsur memegang peranan penting dalam peningkatan kualitas, produktifitas dan kesehatan tenaga kerja.  ISO 9001:2015 adalah keluarga dari sistem standar manajemen mutu yang dirancang untuk membantu organisasi dalam memastikan bahwa organisasi dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dan stakeholdernya (Putra, 2021). Pelatihan mengenai sistem manajemen mutu ISO 9001-2015 di PT X untuk menambah kemampuan bagi karyawan menciptakan sistem kerja terbaik dengan prinsip perbaikan berkesinambungan, meningkatkan image perusahaan, peningkatan sense of belonging, efisiensi dan mengurangi waste, dan meningkatkan tanggung jawab setiap karyawan di tempat kerja, dan menambah kemampuan dan pengetahuan bagi karyawan PT X dari yang sebelumnya hanya 33% yang memahami meningkat menjadi 100%, sehingga para karyawan mampu mengimplementasikan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dengan baik di perusahaan. Kata Kunci: ISO; Manajemen Mutu; Industri; Standar; K3; Peningkatan; Perusahaan; Produk  AbstractThe application of ISO 9001-2015 quality management standards to companies can be an anticipation of non-standard products which is difficult for companies to compete with similar companies and a lack of consumer confidence in the produced products. ISO 9001-2015 quality management standard is elements that play an important role in improving the quality, productivity, and health of the workforce. ISO 9001:2015 is a family of quality management standard systems designed to assist organizations in ensuring that organizations can meet the needs of their customers and stakeholders. Training on the ISO 9001-2015 quality management system at PT X add insight for employees to create the best work system with the principle of continuous improvement, improving corporate image, increasing sense of belonging, efficiency and reducing waste, and increasing the responsibility of each employee at work, and adding skills and knowledge to PT X employees from previously only 33% who understood increased to 100%, so that employees are able to properly implement the ISO 9001: 2015 Quality Management System in the companyKeywords: ISO; Quality Management; Industry; Standard; K3; Enhancement; Company; Product
Pendampingan Pemasaran Tape Ketan Pada UMKM Desa Bakunglor Kec Jamblang Menuju Enterpreneur Berbasis Teknologi Mei Lestari; Rayung Wulan; Elfitria Wiratmani; Ridwan Usman; Sutrisno Sutrisno; Agus Riyanto; Ni Wayan Parwati S.; Irwan Agus; Dwi Nurmita Sari; Sri Sugesma Wardani
Jurnal SOLMA Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v11i2.8701

Abstract

Background: Pandemi COVID-19 memberikan dampak yang cukup signifikan bagi pelaku usaha. Kebijakan pembatasan mobilitas dan tempat-tempat wisata berdampak pada turunnya omset penjualan pelaku usaha tape di desa Bakunglor yang masih mengandalkan pemasaran produk secara konvensional. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan masukan dan pelatihan kepada UMKM untuk dapat memanfaatkan jejaring media sosial dan pasar digital yang ada untuk memasarkan produk yang dimiliki. Pemasaran yang luas akan memberikan keuntungan agar produksi yang telah dilakukan dapat terdistribusi dengan baik maka perlu meguasai berbagai macam e-commerce dalam sistem penjualan yang melibatkan teknologi infomasi dan komunikasi Metode: Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa workshop, pelatihan dan pendampingan simulasi iptek terkait bagaimana pemasaran yang tepat sehingga dapat memberikan keuntungan serta perbaikan ekonomi masyarakat sekitar yang bergantung pada kegiatan produksi dan penjualan tape ketan Bakunglor. Tahapan kegiatan meliputi tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil: Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan pemahaman dan penguasaan saluran pemasaran ecommerce seperti Tokopedia, shopee, serta media sosial tiktok shop, instagram, facebook Kesimpulan: Peserta dapat meningkatkan fungsi sosial media yang ada untuk menunjang pemasaran produk tape yang mampu memberikan jangkauan pemasaran yang lebih maksimal sehingga tape ketan Bakunglor dapat dinikmati oleh pecinta tape ketan tanpa harus menunggu waktu tertentu untuk menikmatmatinya.
Studi Kasus Pengembangan Energi Surya Sebagai Stimulus Ekonomi Hijau 2045 omsar rudyanto nadeak; Leonard Leonard Lisapaly; Martua Manik; Ridwan Usman
Jurnal Teknik Mesin Vol 17 No 1 (2024): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jtm.17.1.1372

Abstract

To face the planetary crisis, Indonesia has prioritized sustainable development through the use of green economy practices to reduce future carbon emissions. Solar energy as one of the renewable energy sources has greater value than others, but its utilisation is still small. Consideration of this condition is discussed with the aim of evaluating the progress of the green economy; finding problems; providing solutions and suggestions for Indonesia's future development. The research method uses a systematic quantitative descriptive approach based on data collected through observations, interviews and questionnaire surveys from resource persons by providing 3 leverage factors namely; funding, regulation and institutions. The study results show that the regression coefficient of the funding factor variable (X1) is 0.365 and positive, then the funding factor variable (X1) has the largest coefficient compared to the coefficient of the regulatory factor (X2) and the institutional factor (X3), so that the funding factor is the most dominant factor in measuring the performance of solar energy success towards the implementation of the green economy. Without serious support from the government in terms of funding readiness, development goals will not be achieved, due to the large amount of funds needed to support the development of the Green Economy. However, the three variables are mutually sustainable by making policies and legal foundations to fulfil the funding needs of the green economy, regulations will be the foundation in mainstreaming the implementation and funding of green economy policies. Green economy planning, governance and supervision are supported by mature institutions and funds
Implementasi Metode Lean Six Sigma dan Fault Tree Analysis Untuk Peningkatan Kualitas Produk Kulit Kebab Labanese di PT Bangaji Citrarasa Lestari Suryo Pamungkas; Endang Suhendar; Ridwan Usman
Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 22, No 2 (2023): Performa: Media Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/performa.22.2.80462

Abstract

PT Bangaji Citrarasa Lestari merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang industri makanan memproduksi kulit kebab labanese . Cacat yang terjadi pada produk telah melewati batas ketentuan perusahaan yang ditetapkan sebesar 2%. Cacat produk dikategorikan sebagai salah satu limbah dalam proses produksi, yang akan menjadi pemicu limbah lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui waste apa saja yang terjadi pada proses produksi dengan metode Lean Six Sigma pendekatan DMAIC. Metode Fault Tree Analysis digunakan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab dan mengurangi tinggi rendahnya cacat yang terjadi pada produk kulit kebab labanese . Berdasarkan hasil terdapat 4 waste yang teridentifikasi dengan nilai sigma waste reject 3.8, waste over produksi 4.3, waste waiting 4.2, dan waste transportation 3.9. Wastefect mendapat nilai sigma paling rendah sebesar 3,8, yang menjadi prioritas dilakukan perbaikan. Hasil dari Fault Tree Analysis potensi penyebab terjadinya cacat pada saat proses pengepresan terdapat pada faktor mesin dan manusia. Rekomendasi perbaikan mulai dari tindakan kecil secara bertahap seperti pengecekan kelayakan pada komponen-komponen mesin press sebelum dan sesudah bekerja untuk mengurangi tingginya cacat produk yang terjadi saat proses pengepresan .
Optimalisasi Biaya Transportasi dengan Rute Distribusi Metode Nearest Neighbour, Branch and Bound Qadri, Husnul; Usman, Ridwan; Janudin, Janudin
Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri, UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jurti.3.2.69-76

Abstract

Untuk perusahaan industri yang menjalankan bisnis, salah satu pilihan mereka adalah bagaimana mengoptimalkan proses penentuan rute distribusi. Perencanaan CV XYZ untuk penjadwalan kurang optimal, saat ini perusahaan masih menggunakan perhitungan manual untuk menentukan rute distribusi, yang mengakibatkan biaya distribusi masih tinggi setiap bulan. Analisi masalah perusahaan perlu dikaji ulang salahsatunya menentukan rute distribusi dengan menggunakan dekat metode jarak terdekat, cabang, dan jalur untuk mengurangi biaya jarak dan waktu pendistribusian barang. Kemudian, dengan menggunakan metode Metode Nearest Neighbour, langkahnya mobil 1 memiliki jarak terbaik sebesar 58,9 km dan mobil 2 memiliki jarak terbaik sebesar 67,9 km. Selanjutnya, dengan metode branch and bound, mobil 1 memiliki jarak optimal sebesar 67,9 km dan mobil 2 memiliki jarak optimal sebesar 69,8 km. Dengan demikian, biaya pendistribusian selama satu bulan metode Nearest Neighbour terdekat sebesar Rp. 9.347.500 dan mobil 2 sebesar Rp. 9.060.000, sedangkan biaya pendistribusian selama satu bulan oleh metode branch and bound sebesar Rp. 9.572.500 dan mobil 2 sebesar Rp. 9.120.000. Perusahaan dapat menghemat dengan mengubah saluran distribusi yang tidak efisien menjadi lebih efisien dengan mengurangi biaya operasional.Kata kunci: Biaya distribusi, CV XYZ, Optimasi, Penentuan rute
PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI PELAT DINDING DAN ATAP INSULATED PANEL SYSTEM PENERAPAN METODE SIX SIGMA DENGAN KONSEP DMAIC Ridwan Usman
Spektrum Industri Vol. 17 No. 1: April 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v17i1.9360

Abstract

This research aims to identify, measure, and analyze process production of EPS (Expanded Polystyrene) Sandwich Panel produced by PT. BI. It also gave recommendation to improve the process production for increasing product quality. This products produced by PT. BI is still have high defects so that it need improvement  to decrease defect product. The approach used to solve this problem is Six Sigma method based on the stages of DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve and Control). Identification for defect product consists of defects occurred in the process bending plate, gluing, press roll pressing and cutting. The results of previous research obtained DPMO (Defect Per Million Opportunities) value is 6500 and sigma level is 3.98. It has not reached the expected target of 6 sigma. Analysis using fishbone diagram and FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) show that there is need for corrective action to improve company's performance. Proposed quality improvement is conducted by installing plastic roll (laminating coating) and replacing broken roll press. The result of proposed improvement shows DPMO value is 3227 and the sigma level is 4.22.