Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Exploring the Development of Teacher Resilience through Mobilizing Teacher Education: A Case Study of Early Childhood Educators in Purwakarta Dede Hikmah; Sri Wulan; Elindra Yetti
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i1.5353

Abstract

Resilience is a critical competency for Early Childhood Education (ECE) teachers, particularly in adapting to evolving educational demands. This study examines how participation in the Mobilizing Teacher Education program fosters resilience among ECE teachers. A qualitative case study approach was employed, involving four mobilizing teachers from Batch 7 in Purwakarta district. Participants were selected based on their active involvement in the program. Data were collected through observations, interviews, and document analysis. Triangulation and data validation tests were conducted to ensure reliability. Findings indicate that the program positively influences teacher resilience, enhancing their ability to adapt to 21st-century educational challenges, strengthening leadership skills, and improving professional competencies. However, participants faced several challenges, including limited internet access, insufficient school support, conflicts between program requirements and personal responsibilities, financial constraints, and teamwork difficulties. Time management issues often led to stress and health concerns. The study highlights the need to sustain and improve the Mobilizing Teacher Education initiative by addressing structural challenges. Enhancing institutional support, optimizing task allocation, and providing financial or logistical assistance can help mitigate obstacles. While the program fosters resilience and professional growth, its sustainability requires adjustments to reduce teacher burden. Restructuring workloads and improving resource allocation are essential to ensure a more effective and enduring professional development experience.
Building Early Numeracy Skills: A Literature Review of Numeracy Learning Implementation in Early Childhood Siti Anastasya Putri; Hapidin; Sri Wulan
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3797

Abstract

Numeracy skills are basic skills that are important to be developed from an early age because they play a role in forming logical thinking skills, problem solving, and children's learning readiness at the next level of education. Numeracy learning in early childhood education needs to be implemented in accordance with the characteristics of child development and learning principles in the PAUD curriculum. This study aims to systematically examine the implementation of numeracy learning in early childhood through a literature review and analyze its suitability with the perspective of the PAUD curriculum and learning principles in the Independent Curriculum. The method used is a literature study by analyzing ten relevant national journal articles, obtained through Google Scholar databases, GARUDA, and university journal portals. The selected articles were analyzed based on the focus of numeracy learning implementation, research subjects, and main findings. The results of the study show that the implementation of numeracy learning in early childhood is generally carried out through a play approach, the use of concrete and game-based media, habituation of daily activities, and child-centered learning strategies. In addition, the role of teachers and a numeracy-rich learning environment are important factors in learning success. The findings of the study also show that the practice of numeracy learning is generally in line with the principles of the PAUD curriculum and the Independent Curriculum, although there are still limitations in planning and consistency of implementation in the field. This research is expected to make a theoretical and practical contribution to the development of early childhood numeracy learning as a foundation for improving the quality of education towards a Golden Indonesia 2045.
Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak Usia Dini dengan Metode Bermain Kartu Kata AHE Umikalsum Arfa; Yuliani Nurani; Sri Wulan
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1859

Abstract

Kemampuan membaca merupakan fondasi utama bagi perkembangan akademik anak usia dini.  Banyak anak yang kesulitan dalam belajar membaca. Metode bermain Kartu Kata AHE merupakan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan membaca anak usia dini dengan metode bermain kartu AHE. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode ini memadukan kegiatan bermain dengan media kartu  kata sederhana sehingga proses belajar menjadi lebih menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami oleh anak usia dini. Pelaksanaan penelitian ini di lembaga les ahe. Informan penelitian ini anak 5-6 tahun di lembaga les baca ahe ternate. Teknik pengumpulan data denga cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan memperoleh gambaran umum objek penelitian (domain). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca anak yang ditandai dengan bertambahnya kemampuan mengenali huruf, menghubungkan gambar dengan kata, serta membaca kata sederhana secara mandiri. Hasil yang didapatkan, metode bermain kartu kata AHE terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca anak usia dini serta dapat dijadikan alternatif metode pembelajaran literasi awal di sekolah.
Persepsi Guru PAUD tentang Bermain Berbasis Deep Learning dalam Pembelajaran Literasi Dini Dinar Nur Inten; Yuliani Nurani; Sri Wulan
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1906

Abstract

Pada anak usia dini, pembelajaran literasi tidak hanya fokus pada kemampuan membaca, tetapi juga pemahaman makna melalui kegiatan yang menyenangkan, salah satunya adalah kegiatan bermain yang diintegrasikan pada pendekatan deep learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi guru PAUD terhadap pembelajaran literasi berbasis bermain dengan pendekatan deep learning. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif berbasis survei. Subjek penelitian terdiri dari 75 guru PAUD dari berbagai lembaga TK, KB, dan RA di Kabupaten Bandung Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup 24 pernyataan skala Likert dan 2 pertanyaan terbuka untuk menggali pemahaman, persepsi, praktik, serta kendala guru. Data skala Likert dianalisis secara deskriptif, sedangkan data terbuka dianalisis menggunakan analisis tematik. Data dari survei menunjukkan bahwa guru PAUD memiliki persepsi yang sangat positif terhadap pembelajaran literasi berbasis bermain dengan pendekatan deep learning dalam mendukung pemahaman isi cerita, keterlibatan anak, dan pengalaman belajar yang bermakna. Penelitian juga menemukan adanya kesenjangan antara pemahaman konseptual dan penerapan praktis di kelas,yang dipengaruhi oleh keterbatasan pemahaman operasional, media, waktu, serta kebutuhan pengembangan profesional. Hal ini mengimplikasikan bahwa pelatihan pengembangan profesi dan dukungan institusi sangat diperlukan untuk memperkuat implepentasi pembelajaran literasi berbasis deep learning untuk anak usia dini.
Kolaborasi Orang Tua Guru dalam Menstimulasi Kecerdasan Jamak pada Anak Usia Dini di Era Digital: Tinjauan Sistematis Literatur Yenti Juniarti; Yuliana Nurani; Sri Wulan
Jurnal Pelita PAUD Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v10i1.5482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran kolaborasi orang tua dan guru dalam menstimulasi Multiple Intelligences (MI) anak usia dini di era digital, dengan menyoroti bentuk kolaborasi, intensitas keterlibatan, serta mekanisme pembelajaran berbasis teknologi. Kajian dilakukan melalui analisis sistematis terhadap berbagai studi empiris yang diperoleh dari basis data seperti Scopus. Penelitian yang dianalisis mencakup periode 2021–2025 dan difokuskan pada konteks kolaborasi digital, penerapan teori MI, serta keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak usia dini. Hasil temuan menunjukkan bahwa bentuk kolaborasi digital antara orang tua dan guru mencakup aplikasi pembelajaran, video interaktif, dan kelas daring yang mendorong peningkatan signifikan dalam kecerdasan linguistik, kinestetik, dan interpersonal anak. Bukti kuantitatif mendukung efektivitas pendekatan ini, dengan peningkatan kemampuan fonik hingga 83% (n-gain 0,81–0,83) dan peningkatan kemampuan regulasi diri (R²=0,36). Namun, keterbatasan dalam akses teknologi, literasi digital, dan pelatihan profesional guru menjadi faktor pembatas utama. Strategi mitigasi berupa pelatihan mikro, penyusunan kebijakan berbasis inklusi digital, dan penguatan kapasitas profesional pendidik direkomendasikan untuk mengatasi hambatan tersebut. Kolaborasi digital yang terintegrasi dengan teori MI terbukti mampu memperkuat hubungan rumah–sekolah, memperkaya pengalaman belajar anak, serta mendorong pengembangan kecerdasan jamak secara holistik. Kajian ini memberikan implikasi penting bagi kebijakan pendidikan anak usia dini di era digital yang menekankan kesetaraan akses, partisipasi orang tua, dan kompetensi digital guru.
PEMBELAJARAN PROFESIONAL GURU PAUD: TINJAUAN SISTEMATIS MODEL DIGITAL, KOLABORATIF, DAN BERBASIS PRAKTIK Nurbiana Dhieni; Sri Wulan; Yenti Juniarti
Jurnal Pelita PAUD Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v10i2.5784

Abstract

Artikel ini menyajikan tinjauan sistematis tentang pembelajaran profesional guru pendidikan anak usia dini yang berfokus pada model digital, kolaboratif, dan berbasis praktik. Kajian ini bertujuan memetakan bentuk pengembangan profesional guru PAUD, hasil yang dilaporkan pada level guru, kelas, dan anak, serta kondisi yang memengaruhi efektivitas implementasinya. Metode yang digunakan adalah systematic literature review berbasis korpus ringkasan referensi Scopus yang memuat 589 artikel, terutama terbit pada 2020-2026. Data dianalisis secara tematik melalui empat kelompok utama, yaitu pembelajaran profesional digital, komunitas belajar kolaboratif, coaching dan mentoring berbasis praktik, serta luaran dan kondisi pendukung efektivitas. Hasil sintesis menunjukkan bahwa model digital memperluas akses dan fleksibilitas, tetapi memerlukan desain instruksional, interaksi, umpan balik, dan peluang penerapan di kelas. Model kolaboratif memperkuat refleksi, identitas profesional, dan agensi guru, sedangkan coaching berbasis praktik menjadi jembatan paling langsung antara pelatihan dan perubahan praktik kelas. Kajian ini menegaskan pentingnya desain pengembangan profesional yang berkelanjutan, kontekstual, kolaboratif, dan terhubung dengan praktik nyata di kelas PAUD.
Implementasi Model Parenting Tatap Muka dan Digital untuk Meningkatkan Pemahaman Pendidikan Seksual Orang Tua di Satuan PAUD: - Asep Munajat; M. Syarif Sumantri; Nurbiana Dhieni; Sri Wulan; Dadan Rahmat
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7343

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi model parenting dalam meningkatkan pemahaman pendidikan seksual pada orang tua anak usia dini. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan guru PAUD, orang tua, dan pengurus Bina Keluarga Balita (BKB) sebagai subjek penelitian. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan seksual melalui pertemuan tatap muka efektif meningkatkan interaksi langsung dan komunikasi dua arah antara pendidik dan orang tua. Program techno parenting berbasis aplikasi Android turut memperluas akses informasi, memberikan fleksibilitas belajar, serta meningkatkan literasi digital orang tua dalam mendampingi anak di era teknologi. Selain itu, keterlibatan ayah memperkuat keseimbangan peran dalam pengasuhan. Sinergi ketiga komponen ini membentuk sistem dukungan edukatif yang komprehensif, meningkatkan pemahaman orang tua tentang pendidikan seksual, serta mendorong penerapan pola asuh digital yang sehat, adaptif, dan preventif terhadap risiko kekerasan seksual sejak dini.
Integrasi Pendidikan Seksual Berbasis Bermain di PAUD untuk Perlindungan Anak: Systematic Literature Review Risty Justicia; Yuliani Nurani; Sri Wulan
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7960

Abstract

Kasus kekerasan seksual pada anak usia dini menegaskan urgensi pendidikan seksual yang bersifat preventif dan sesuai dengan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis integrasi pendidikan seksual dalam pembelajaran bermain di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA terhadap 20 artikel dari jurnal internasional terindeks dan jurnal nasional bereputasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan seksual dalam pembelajaran bermain efektif meningkatkan pemahaman anak tentang tubuh, batasan pribadi, dan keterampilan perlindungan diri. Bermain berperan sebagai poros pedagogik yang memungkinkan penyampaian pendidikan seksual secara aman, kontekstual, dan sesuai karakteristik perkembangan anak, meskipun implementasinya masih bersifat parsial dan belum terlembaga dalam kurikulum PAUD. Penelitian ini menegaskan kontribusi teoretis berupa pemetaan konseptual pendidikan seksual berbasis bermain serta kontribusi praktis sebagai landasan pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan seksual yang integratif untuk memperkuat perlindungan anak usia dini di PAUD.
Efektivitas Play-Based Learning Menggunakan Video Interaktif dalam Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Anak Usia Dini Hikmah Munawaroh; Yuliani Nurani; Sri Wulan
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.8018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas play-based learning menggunakan video interaktif yang dipadukan dengan praktik lingkungan hands-on dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan pendekatan pretest–posttest dan kelompok kontrol. Subjek penelitian terdiri atas 30 anak usia 5–6 tahun yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing berjumlah 15 anak, pada lembaga PAUD di wilayah DKI Jakarta. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran berbasis bermain dengan dukungan video interaktif bertema lingkungan yang dilanjutkan dengan aktivitas praktik langsung, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran berbasis bermain konvensional tanpa penggunaan video interaktif. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur dengan menggunakan indikator kesadaran lingkungan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, meliputi uji t independent samples, uji t paired samples, serta analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan kesadaran lingkungan yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol (p < 0,001). Nilai N-Gain kelompok eksperimen berada pada kategori tinggi (0,80), sedangkan kelompok kontrol berada pada kategori sedang (0,42). Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi video interaktif dengan pembelajaran berbasis bermain dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan pada anak usia dini.
Kotak Nusantara Sebagai Media Permainan Membantu Guru Mengenalkan Literasi Budaya Indonesia pada Anak Usia Dini Rina Jayani; Sri Wulan; Nurbiana Dhieni
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1402

Abstract

Mengenalkan budaya Indonesia sejak usia dini dapat menumbuhkan nilai toleransi dan rasa cinta tanah air. Namun, guru PAUD seringkali menghadapi keterbatasan media pembelajaran yang relevan dan menarik untuk mengenalkan budaya kepada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman guru dalam menggunakan Kotak Nusantara, sebuah media permainan berbasis pendekatan Montessori, sebagai sarana mengenalkan literasi budaya Indonesia kepada anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek empat guru kelas berbeda di Sekolah Aluna Montessori, Jakarta. Setiap guru mengajar siswa yang berbeda dan menggunakan media selama dua bulan dalam proses pembelajaran rutin. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik menggunakan koding terbuka dan model Miles & Huberman. Hasil penelitian yaitu 1) Guru dapat mengenalkan literasi budaya secara konkret pada anak usia dini, 2) Pengetahuan budaya yang perlu dikenalkan kepada anak sudah tersedia pada Kotak Nusantara, 3) Terdapat buku panduan yang membantu guru dalam mengenalkan literasi budaya melalui Kotak Nusantara. Dengan demikian, Kotak Nusantara efektif sebagai media alternatif  membantu guru dalam mengenalkan literasi budaya di pendidikan anak usia dini.