Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Identifikasi Strata Tajuk Pola Agrosilvopastura di Desa Mopolo, Kecamatan Ranoyapo Putra, Andhy; Pangemanan, Euis F.S.; Ratag, Semuel P.
Silvarum Vol. 3 No. 3 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i3.50371

Abstract

Abstrak Agrosilvopastura adalah pengkombinasian komponen berkayu dengan pertanian dan sekaligus hewan ternak pada suatu menejemen lahan yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi jenis tanaman penyusun per stratum dan kerapatan jenis per stratum pada pola agrosilvopastura di Desa Mopolo. Metode yang digunakan yaitu metode survei dengan melakukan observasi lapangan pada 22 petak lahan yang menggunakan pola agrosilvopastura, dan diamati jenis tanaman, tinggi tajuk, dan luas lahan. Berdasarkan hasil penelitian pada pola agrosilvopastura di Desa Mopolo terdapat 50 jenis tanaman yang terdiri dari 22 jenis tanaman tahunan berkayu, 28 jenis tanaman pertanian dan 3 jenis ternak. Ternak berjumlah 214 yang terdiri dari 144 ayam, 35 babi, dan 35 sapi. Gamal (Gliricidia maculata) dan jagung (Zea mays) merupakan tanaman yang paling banyak ditemukan di lokasi penelitian. Stratifikasi tajuk yang terbentuk terdiri atas lima strata yaitu strata A, B, C, D, dan E. Kerapatan tanaman pada stratum A 4 individu/ha, stratum B 387 individu/ha, stratum C 2949 individu/ha, stratum D 24043 individu/ha dan stratum E 30662 individu/ha. Kata kunci: Agrosilvopastura, Strata Tajuk, Desa Mopolo
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Daun Mahoni (Swietenia mahagoni) terhadap Perkecambahan Benih Kacang Hijau (Vigna radiata) Damayanti, Damayanti; Ratag, Semuel P.; Pangemanan, Euis F.S.
Silvarum Vol. 2 No. 1 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.11 KB) | DOI: 10.35791/sil.v2i1.43537

Abstract

Keberadaan berbagai jenis tanaman yang ditanam dengan sistem tumpang sari dalam lahan agroforestri dapat menyebabkan persaingan antar tanaman khususnya dalam memperoleh air, hara, cahaya, dan lain-lain. Selain itu, tanaman dapat mengeluarkan senyawa yakni alelopati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun mahoni (Swietenia mahagoni) terhadap perkecambahan benih kacang hijau (Vigna radiata) Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode percobaan dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat ulangan. Perlakuan terdiri dari ekstrak daun 10%, 20% dan 30% serta air suling sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukan bahwa, perlakuan konsentrasi ekstrak daun mahoni (Swietenia mahagoni) tidak berpengaruh terhadap perkecambahan benih kacang hijau (Vigna radiata).
Partisipasi Masyarakat Kelurahan Peleloan Kecamatan Tondano Selatan Kabupaten Minahasa Dalam Kegiatan Konservasi Danau Tondano Runtuwene, Stive E.Y.; Ratag, Semuel P.; Lasut, Marthen T.
Silvarum Vol. 2 No. 1 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.606 KB) | DOI: 10.35791/sil.v2i1.43538

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat yang ada di Kelurahan Peleloan, Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa dalam kegiatan konservasi Danau Tondano. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2022 dengan metode penelitian Wawancara dan Observasi. Wawancara dilakukan dengan pertanyaan tertutup dan wawancara mendalam secara terbuka “indepth interview” ditunjukkan kepada masyarakat Kelurahan Peleloan yang sudah memiliki KTP (kartu tanda penduduk) dengan total sampel berjumlah 30 orang. Tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan konservasi Danau Tondano di Kelurahan Peleloan, Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa sudah baik. Hal ini terlihat dari presentase responden yang termasuk dalam berkategori berpartisipasi baik 30% dan sangat baik 30%. Lebih dari setengah responden berpartisipasi dalam kegiatan konservasi yang diadakan oleh pemerintah maupun LSM. Ini terjadi karena kebijakan pemerintah dalam memberikan upah pada masyarakat yang terlibat sehingga menunjang perekonomian mereka. Masyarakat yang berada di Kelurahan Peleloan, sudah memahami bahwa kegiatan konservasi adalah kegiatan untuk menjaga kelestarian Danau Tondano sebagai penunjang kehidupan mereka.
Karakteristik Daluga (Cyrtosperma merkusii (Hassk.) Schott) Di Tepi Rawa Danau Kapeta, Pulau Siau Hatibae, Shinta Yati; Pangemanan, Euis F.S.; Ratag, Semuel P.
Silvarum Vol. 2 No. 1 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.098 KB) | DOI: 10.35791/sil.v2i1.43543

Abstract

Daluga adalah tumbuhan yang tumbuh liar di rawa-rawa dan mampu beradaptasi serta tumbuh baik pada kondisi ternaung maupun pada areal terbuka. Daluga di tepi rawa Danau Kapeta tumbuh dengan kisaran suhu udara 25,9 – 28,1oC, pH tanah 4 – 5 dan intensitas cahaya 2428 – 4603 cdl. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan karakteristik daluga di tepi rawa Danau Kapeta, Pulau Siau dengan melakukan perbandingan dengan karakteristik daluga yang ada di tempat lain. Metode penelitian dilakukan dengan cara metode eksplorasi, pada 5 titik untuk melakukan pengamatan morfologi. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik morfologi daluga di tepi rawa Danau Kapeta yaitu daun berbentuk perisai dengan ujung tumpul, tepi bergelombang dan pangkal berlekuk, warna permukaan atas hijau tua dan warna permukaan bawah hijau muda dengan permukaan mengkilat. Bentuk tangkai daun seperti leher angsa dan daun tumbuh searah jarum jam. Umbi daluga bewarna coklat dengan warna daging kuning. Bunga daluga memiliki tangkai lurus bewarna hijau, majemuk, spadix bewarna putih dengan spatha permukaan luar berwarna ungu dan permukaan dalam kuning keputihan, berbentuk seperti lunas perahu dengan ujung runcing.
Pola Silvofishery di Desa Tolombukan Satu Kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara Miokbun, Hengky Aikari; Ratag, Semuel P.; Lasut, Marhen T.
Silvarum Vol. 3 No. 1 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i1.43823

Abstract

Abstrak Sistem agroforestri adalah salah satu alternatif solusi bagi permasalahan menurunnya luas kawasan hutan. Perilaku sistem ini hampir sama dengan perilaku hutan alam. Silvofisheri adalah salah satu bagian dari pola agroforestri yang mengkombinasikan tanaman tahunan berkayu dengan kegiatan perikanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola silvofisheri yang diterapkan di Desa Tolombukan Satu, Kecamatan Pasan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2022 hingga bulan Oktober 2022. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan cara wawancara dan observasi lapangan. Penentuan responden dilakukan secara sensus berdasarkan kriteria, yaitu petani yang menerapkan pola silvofisheri pada lahan miliknya. Reponden dalam penelitian ini berjumlah lima orang Kepala Keluarga (KK). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penanaman pohon dalam pola silvofiheri di Desa Tolombukan Satu menggunakan pola tanam teratur dan acak. Jenis tanaman tahunan berkayu ditanam sebagai pohon batas lahan antara lahan milik responden dengan lahan milik orang lain. Komposisi jenis tanaman tahunan berkayu yang ditemukan dalam penelitian secara keseluruhan berjumlah 21 jenis dengan jumlah kolam sebanyak 10 unit. Komposisi jenis ikan yang dibudiayakan yaitu mujair (Oreochromis mossambicus), nila (Oreochromis niloticus), dan mas (Cyprinus carpio) dengan jumlah 640 individu pada seluruh kolam yang dikelola dengan pola silvofisheri.
Pengaruh Ekstrak Daun Trembesi (Samanea saman) Daun Sengon (Paraserianthes falcataria), dan Daun Jati (Tectona grandis) Terhadap Perkecambahan Benih Kacang Hijau (Vigna radiata) Kambu, Febriyani; Ratag, Semuel P.; Pangemanan, Euis F.S.
Silvarum Vol. 2 No. 2 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i2.50880

Abstract

Alelopati adalah suatu pengaruh yang diberikan baik secara langsung atau tidak langsung, yang dapat bersifat menguntungkan atau bahkan dapat merugikan dari suatu tumbuhan lain yang ditandai dengan adanya pelepasan senyawa-senyawa kimia yang dikeluarkan ke lingkungan tempat tumbuh. Daun trembesi, sengon dan jati adalah jenis tumbuhan yang berpotensi alelopati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun trembesi (Samanea saman), daun sengon (Paraserianthes falcataria), dan daun jati (Tectona grandis) terhadap perkecambahan benih kacang hijau (Vigna radiata). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode percobaan dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan setiap perlakuan diulang 4 kali, perlakuan yang dimaksud terdiri dari (A) Air suling/(kontrol), (B) Konsentrasi ekstrak daun trembesi 10%, (C) Konsentrasi ekstrak daun sengon 10%, dan (D) Konsentrasi ekstrak daun jati 10%. Data dianalisis menggunakan uji statistik Anova Single Factor, untuk mengetahui adanya alelopati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pemberian perlakuan ekstrak daun trembesi, sengon dan jati dengan konsentrasi 10% terhadap perkecambahan benih kacang hijau tidak memperlihatkan pengaruh yang nyata.
Persepsi Petani terhadap Praktek Agroforestri di Desa Warembungan, Kecamatan Pineleng, Sulawesi Utara Hasni, Hasni; Langi, Martina A.; Ratag, Semuel P.
Silvarum Vol. 2 No. 3 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i3.53214

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mempelajari persepsi petani tentang praktek agroforestri ini dilaksanakan di desa Warembungan Kecamatan Pineleng pada bulan September sampai dengan Oktober 2021. Metode survey lapangan serta wawancara dilakukan terhadap responden yang adalah petani agroforestri di desa Warembungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat persepsi petani terhadap praktek agroforestri di Desa Warembungan tergolong tinggi serta berkorelasi dengan faktor usia dan tingkat pendidikan.
Identifikasi Tumbuhan Obat di Desa Kima Bajo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara Palamba, Vanni Berliani; Lasut, Marthen T.; Ratag, Semuel P.
Silvarum Vol. 2 No. 3 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i3.53219

Abstract

Tumbuhan obat bagi masyarakat pedesaan maupun yang tinggal di sekitar kawasan hutan mempunyai peran yang sangat penting, apalagi daerah dengan fasilitas kesehatan yang masih sangat terbatas (Hidayat dan Hardiansyah, 2012). Penggunaan tumbuhan obat ini telah dilakukan turun temurun dari generasi ke generasi selama ratusan bahkan ribuan tahun yang dikenal sebagai tumbuhan obat dari nenek moyang. Desa Kima Bajo merupakan daerah pesisir yang terletak di Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Di desa tersebut, masih ditemukan masyarakat yang memanfaatkan tumbuhan sebagai obat tradisional. Sejauh ini belum ada penelitian yang dilakukan di tempat ini mengenai jenis dan pemanfaatan tumbuhan obat di desa tersebut. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui jenis tumbuhan obat apa saja yang dimanfaatkan oleh masyarakat dan bagaimana cara pengolahan serta pemanfaatan tumbuhan obat oleh masyarakat di Desa Kima Bajo. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi dan mengetahui cara pengolahan serta pemanfaatan tumbuhan obat di Desa Kima Bajo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan cara wawancara dan observasi lapangan. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 5 (batra). Hasil dari penelitian didapatkan 24 jenis tumbuhan dari 18 famili yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Anggota famili yang paling banyak digunakan adalah Malvaceae dan Moraceae masing-masing (3 jenis), pohon merupakan habitus yang paling banyak dimanfaatkan (10 jenis), bagian daun yang paling banyak digunakan untuk diolah menjadi obat (11 jenis), pengolahan dengan cara direbus, diseduh, ditempel dan yang paling banyak dilakukan yaitu direbus (14 jenis). Manfaat dari tumbuhan obat dapat menyembuhkan penyakit kanker payudara, menghentikan pendarahan, mengobati sakit pinggang, asam urat, maag, liver, penyakit gula dan lain sebagainya.