Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Studi Tentang Pengelolaan Program Sosial Pemberdayaan Warga Eks ODGJ Dengan Membuat Batik Ciprat Rahmadini Sukoco, Nur Aini; Aini, Nurul; Prahastut, Endang; Nafiah, Annisau
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i1.2025.1-10

Abstract

Salah satu desa di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang yang bernama Desa Wonorejo merupakah salah satu desa yang memiliki program yang dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga nya terutama bagi warga yang memiliki gangguang jiwa atau warga eks ODGJ dengan membuat keterampilan batik ciprat yang ditujukan untuk meningkatkan keterampilan, kesehatan dan kesejahteraan para warga eks ODGJ. Dalam suatu kegiatan program pelatihan tentu akan ada manajemen perencanaan yang matang.  Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana pengelolaan program sosial pembuatan batik ciprat untuk memperdayakan warga eks ODGJ di Desa Wonorejo berdasarkan 3 aspek pengelolaan yaitu perencanaan, penggerakan, dan penilaian. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kajian menunjukan bahwa pengelolaan program sosial ini sudah efektif dilaksanakan sehingga program sudah berjalan hingga bertahun-tahun. Pengelolaan program yang sudah di buat mulai dari perencanaan hingga evaluasi ini menghasilkan dampak yang positif bagi warga eks ODGJ di Desa Wonorejo Singosari. Produktifitas para eks ODGJ akan meningkat dengan adanya program pemberdayaan dengan membuat batik ciprat.
PENCIPTAAN BUSANA BERNUANSA ETNIK DENGAN SUMBER INSPIRASI SIGALE-GALE DARI SUKU BATAK Hamniar; Prahastuti, Endang; Kusumawardani, Hapsari; Nafiah, Annisau
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 4 No. 2 (2024): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v4i2.4410

Abstract

Busana bernuansa etnik merujuk pada pakaian atau kostum yang terinspirasi oleh budaya, tradisi, dan warisan suatu kelompok etnis atau suku bangsa tertentu. Busana ini dibuat dengan acuan sigale-gale sebagai sumber inspirasi dari kebudaayan material suku batak. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan busana bernuansa etnik yang unik dan berbeda dengan menekankan kebudayaan dan inovasi. Penelitian ini menggunakan metode penciptaan karya (Practice-led research) dengan 4 tahapan yaitu praperancangan, perancangan, perwujudan, dan penyajian. Hasil dari penelitian ini menghasilkan sebuah koleksi busana bernuansa etnik dengan judul “Manggale” yang terinspirasi dari kisah sigale-gale. Koleksi busana ini terdiri dari 2 look busana yang kemudian disajikan pada fashion show “Multiverse” di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman mengenai hubungan antar tradisi budaya lokal dan inovasi dalam industri fashion, serta menawarkan pandangan baru terkait penerapan teknik patchwork dalam menciptakan busana siap pakai yang berbeda dan berdaya saing di pasar global.
Penciptaan Karya Busana Kyai Ageng Adiningrum Zakiyah, Syaharani Salsabiilaa; Kusumawardani, Hapsari; Suprihatin, Endang; Nafiah, Annisau
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 5 No. 2 (2025): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v5i2.6040

Abstract

Penciptaan karya busana Kyai Ageng Adiningrum bertujuan untuk merepresentasikan kebudayaan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dalam busana dengan style aristocrat. Sumber inspirasi dari karya busana ini adalah keris peninggalan keraton, yaitu Keris Kanjeng Kiai Ageng Kopek. Selain itu, karya busana ini menggunakan batik semen rama sebagai wastra nusantara yang biasanya dipakai khusus bangsawan keraton. Penciptaan karya busana dilakukan dengan metode Pre-factum, Practice-led research. Dalam metode ini terdapat beberapa langkah, yaitu praperancangan, perancangan, perwujudan, dan penyajian karya. Melalui proses tersebut, terwujudlah karya busana yang menerapkan karakteristik visual dari keris kanjeng Kyai Ageng Kopek pada karya busana dengan eksplorasi kreativitas, inovasi, dan estetika pada pemilihan warna, bentuk/siluet, serta penerapan creative fabric.
PENGEMBANGAN MEDIA JOBSHEET PEMBUATAN KEMEJA PRIA DI LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN GHANIA KOATA BATU Istiaroh, Azaz Dwi; Sintawati, Esin; Kusumawardani, Hapsari; Nafiah, Annisau
Jurnal Online Tata Busana Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Online Tata Busana Juli 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga kursus dan pelatihan (LKP) merupakan pendidikan non formal atau satuan pendidikan luar sekolah yang memiliki tujuan membantu masyarakat agar lebih mengembangkan keterampilan yang dimiliki. Joobsheet ialah media pembelajaran yang berbentuk cetak yang didalamnya berisikan langkkah-langkah kerja mengerjakan sesuatu. Secara fisik, media joobsheet adalah media yang paling mudah membantu peserta didik memahami suatu materi terlebih jika materi tersebut membutuhkan pemahaman langkah-langkah kerja. Berdasarkan angket yang dibagikan peneliti kepada peserta pelatihan, dari semua materi pembuatan busana yang diajarkan di LKP Ghania Kota Batu 6 dari 11 peserta pelatihan mengalami kesulitan dalam membuat kemeja pria dan 8 dari 11 peserta pelatihan ketergantungan pada instruktur atau teman lainnya dan merasa tidak bisa lebih mandiri. Maka dari itu dibuthkan media yang dapat mengatasi permasalah tersebut peneliti mengembangkan produk berupa jobhseet untu materi pembuatan kemeja pria. Penelitian ini memanfaatkan model pengembangan ADDIE yaitu 1. Analysis (Analisis) 2. Design (Desain) 3. Development (Pengembangan) 4. Implementation (Implementasi) dan Evaluation (evaluasi).hasil yang didapat dari penilaian validator ahli materi mendapatkan skor persentase total 94% dan untuk validator ahli media mendapatkan skor persentase 99%. Skor total uji coba media jobhseet langkah menjahit kemeja pria mendapatkan hasil persentase total 96% dari pengujian kepada 12 peserta pelatihan di Lembaga kursus dan Pelatihan Ghania Kota Batu. Course and training institutions (LKP) are non-formal education or can be called out of school education units which have the aim of helping people to further develop their skills.. Joobsheet is a printed learning media that contains work steps for doing something. Physically, joobsheet media is the easiest media to help students understand material, especially if the material requires an understanding of work steps. Based on a questionnaire distributed by researchers to training participants, of all the clothing making material taught at LKP Ghania, Batu City, 6 out of 11 training participants experienced difficulty in making men's shirts and 8 out of 11 training participants depended on instructors or other friends and felt they couldn't. more independent. Therefore, media is needed that can overcome this problem. Researchers have developed a product in the form of jobhseet for material for making men's shirts. This research utilizes the ADDIE development model, namely 1. Analysis 2. Design 3. Development 4. Implementation and Evaluation. The results obtained from the assessment of material expert validators obtained the total percentage score is 94% and for media expert validators the percentage score is 99%. The total score of the jobhseet media trial on steps for sewing men's shirts obtained a total percentage result of 96% from testing on 12 training participants at the Ghania Course and Training Institute, Batu City.
PENGEMBANGAN MOTIF MENGGUNAKAN CAP DARI BAMBU (BATIK CAP) DI BATIK CIPRAT EKS ODGJ DESA WONOREJO SINGOSARI KABUPATEN MALANG Nurul Aini; Hapsari Kusumawardani; Annisau Nafiah; Agus Hery S.I; Nur Aini S; Augista P.L; Maslihatul U
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 8 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i8.2894-2902

Abstract

Pelatihan pembuatan batik ciprat untuk eks ODGJ ini berdiri pada   tahun 2021, pencetus pemberdayaan warga eks ODGJ adalah pejabat desa wonorejo dengan tujuan pemberdayaan ODGJ agar dapat bermanfaat bagi keluarganya masing-masing. Eks ODGJ dibina dalam Posyandu Jiwa yang memiliki 8 orang kader . Kegiatan Posyandu dilakukan setiap 1 bulan sekali dengan kegiatan terdiri dari penimbangan, pemeriksaan tensi, pemberian suntikan, penyuluhan dari Rumah Sakit Jiwa Lawang, dan biasanya ada kegiatan pembuatan batik atau berbagai jenis keterampilan lain. Batik yang dihasilkan dari Posyandu Jiwa ini adalah batik ciprat yang dilakukan eks ODGJ dibantu kader dan selama ini sudah memiliki usaha sendiri dengan nama “Batik Ciprat”. Permasalahan batik ciprat eks ODGJ saat ini adalah untuk pengembangan motif, tetapi tetap harus disesuaikan dengan kondisi eks ODGJ. Dengan melihat permasalahan dan kondisi eks ODGJ, maka tim pengabdian melakukan pengembangan motif dengan menggunakan batik cap, adapun cap yang digunakan terbuat dari  bambu. Harapannya agar batik ciprat dapat mengembangkan motif batiknya menggunakan batik cap dari bambu yang tidak berat dan mudah dalam pembuatan batiknya. Dari hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta sangat tertarik dan menyatakan bahwa pelatihan pembuatan batik cap ini sangat bermanfaat dalam rangka pengembangan motif pada batik ciprat eks ODGJ desa Wonorejo Singosari kabupaten Malang
Workforce needs in the fashion industry: Relevance to the vocational fashion design curriculum Annisau Nafiah; R. Machmud Sugandi; Hariani Aprilia; Wulidah Ning Tiasari; Arasinah Binti Kamis; Asliza Aris
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 15 No. 1 (2025)
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpv.v15i1.85834

Abstract

The rapid transformation of the fashion industry due to digitalization and globalization has significantly reshaped the competencies required of its workforce. This study aims to reveal the essential skills demanded by fashion industry stakeholders, assess the relevance of the fashion design vocational curriculum to these industry needs, and examine the correlation between educational content and industry expectations. Using a quantitative approach with survey and document analysis, data were collected from 96 respondents, comprising fashion industry practitioners, vocational teachers, and alumni. The findings indicate that the industry prioritizes a hybrid competency set comprising advanced technical skills, digital fluency (e.g., computer-aided design and 3D fashion design software), soft skills, and entrepreneurial acumen. However, the current vocational curriculum remains moderately relevant (mean = 3.88), with significant gaps in the integration of digital and entrepreneurship. Pearson correlation analysis reveals a very strong and statistically significant relationship (r = 0.952, p < 0.01) between curriculum content and industry expectations. These results underscore the urgency of adopting a demand-driven, digitally oriented, and industry-partnered curriculum reform. The study offers valuable insights for policymakers, educators, and curriculum developers seeking to enhance graduate employability and align vocational education with the evolving dynamics of the fashion sector.
PENGUATAN EKONOMI KREATIF MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK TENUN DAN PEMASARAN DIGITAL DI BANDAR KIDUL, KEDIRI Megasari Noer Fatanti; Rani Prita Prabawangi; Annisau Nafiah; Zainal Fatah
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36764

Abstract

ABSTRAKSentra Tenun Ikat Bandar Kidul (TIBK) di Kediri memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar, tetapi perkembangan produksinya melambat akibat keterbatasan diversifikasi produk dan pemasaran yang masih konvensional. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan daya saing dan kesejahteraan pengrajin melalui pengembangan produk turunan tenun serta penguatan pemasaran digital. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan lebih dari 20 pengrajin dan Pokdarwis melalui sosialisasi, pelatihan produksi, pendampingan pemasaran digital, dan penguatan kelembagaan. Evaluasi dilakukan melalui monitoring penjualan, observasi keterampilan, dan peninjauan kinerja promosi digital. Hasil program menunjukkan terciptanya produk turunan seperti pouch serbaguna dan lanyard ID card berbahan tenun yang didukung video tutorial ber-HaKI sebagai media belajar berkelanjutan. Pemanfaatan platform Shopee, WhatsApp, Instagram, dan TikTok meningkatkan jangkauan pemasaran dan berkontribusi pada kenaikan penjualan online sebesar 30% dalam enam bulan. Program ini juga mendorong terbentuknya koperasi beranggotakan 20 orang sebagai wadah penguatan manajemen usaha, disertai peningkatan pendapatan pengrajin sebesar 20–30%. Secara keseluruhan, program ini memperkuat transformasi produksi dan modernisasi strategi pemasaran TIBK sebagai sentra ekonomi kreatif berbasis budaya.Kata kunci: digital marketing; diversifikasi produk; pariwisata berkelanjutan; tenun Kediri. ABSTRACTThe Tenun Ikat Bandar Kidul (TIBK) weaving center in Kediri has significant creative economic potential, but production growth has been slow due to limited product diversification and conventional marketing. This community service program aims to improve the competitiveness and welfare of artisans through the development of woven derivative products and strengthening digital marketing. The program was implemented using a Participatory Action Research (PAR) approach involving more than 20 artisans and the local tourism group (Pokdarwis) through outreach, production training, digital marketing assistance, and institutional strengthening. Evaluation was carried out through sales monitoring, skills observation, and digital promotion performance review. The program results showed the creation of derivative products such as multipurpose pouches and woven ID card lanyards, supported by video tutorials with IPR as a continuous learning medium. The use of the Shopee, WhatsApp, Instagram, and TikTok platforms increased marketing reach and contributed to a 30% increase in online sales in six months. The program also encouraged the formation of a 20-member cooperative to strengthen business management, accompanied by a 20–30% increase in artisan income. Overall, this program strengthened the production transformation and modernized TIBK’s marketing strategy as a culture-based creative economy center. Keywords: digital marketing; product diversification, sustainable tourism; tenun Kediri
The Role and Teacher's Understanding in Implementing Curriculum on Vocational High School Riana Nurmalasari; Blima Oktaviastuti; Annisau Nafiah
JPP (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran) Vol. 26 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran, Universitas Negeri Malang in Collaboration with Asosiasi Pendidik dan Pengembang Pendidikan Indonesia (APPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the teacher's understanding and how teacher’s role in the implementation of the 2013 curriculum. This research uses a descriptive qualitative research design with case study. Research data supported by research tools in the form of audio-visual and field notes. The informants are the headmaster, the vice minister of curriculum, teachers, and students who carry out learning using the 2013 curriculum at SMK 1 Kertosono. Based on the results of the analysis, it is known that the understanding of teachers is not so fully understood the 2013 curriculum as a whole. The role of teacher for implementation of the 2013 curriculum conducted by teachers including: (1) Planning, teachers in making learning plans based on the results of teacher group discussions conducted between teacher peers and the internet; (2) Implementation, the implementation of learning conducted by the teacher includes three activities, namely the introduction, main, and closing activities; and (3) Assessments, assessments made by teachers are authentic assessments, which include; assessment of attitudes, knowledge and skills.